
Malam harinya Serkan pulang kerumah,pria itu terlihat kelelahan setelah bekerja seharian.
" Kemana mereka ?" Gumam lelaki itu seraya membuka kancing kemejanya.
Rumah sepi,terlihat tak ada siapapun yg berlalu lalang diruangan tersebut.
Biasanya Sutar dan Histi akan adu debat diruang tv tapi malam ini tv pun memilih mendiamkan dirinya..
" Yankkkkk,Sutaarr " Panggil Serkan.
Hening tak ada jawaban.
" Kemana mereka ?" Gumam Serkan heran.
Pria itu berjalan lagi mendekati kamarnya dan sama halnya didepan tak ada siapapun.
Serkan menggeleng pelan,ia cukup biasa kehilangan anak istrinya yg jarang pamitan kalau keluar.
Pria itu tak ambil pusing dan memilih mengurus diri sendiri.
Tak lama Serkan keluar dari kamar dan terkejut melihat sosok putih tinggi sedang membelakangi dirinya..
" Apa itu ?" Gumam Serkan kaget.
Sosok itu masih diam dipojokan,Serkan yg penasaran pun mendekat.
Jantungnya mulai berdegub kencang,pria itu terlihat sangat berani meski wajahnya sudah berkeringat dingin.
" Apa itu hantu ?" Gumam Serkan pelan.
Sosok tersebut masih diam membelakangi dirinya .
Setelah semakin dekat,Serkan mengernyit sebentar.
" Jika ini hantu kenapa kain putihnya sangat bersih ? biasanya kan hantu kotor ?" Gumam Serkan pelan.
Tinggal beberapa langkah lagi,nyali pria itu sungguh diluar batas.
Serkan melihat kebawah dan kembali mengernyit.
" Tapi kakinya gak ada,bearti ini beneran hantu " Batin pria itu menelan ludah kasar.
Sssttttt....
Suara pintu terdengar menyeret,nyali Serkan semakin ditempa habisan2 disana,jangkun nya pun naik turun.
Serkan kembali melangkah hingga ntah apa pikir lelaki itu malah menepuk pundak sosok tersebut.
Merasa terkejut,sosok itu pun berbalik badan dan...
" Aaaaaaaàaaaaa " Pekik keduanya sama2 melotot.
" Ihhh Om ngangetin !" Pekik sosok itu ngos2an.
" Astagfirullahhh ternyata kamu Sania !" Kata Serkan melotot.
" Iya lah,Om kira siapa ?" Tanya Sania kesal sambil mengusap dadanya.
" Heh kamu ini,Om kira setan tadi " Jawab Serkan menjitak kepala gadis itu.
Sania terbelalak,gadis itu melihat penampilannya dan Serkan bergantian.
" Kenapa kamu pake beginian sih,mana lampunya redup lagi " Kata Serkan heran.
" Aku lagi ngecasin hape Om,tadi Ibu nelfon tapi hapenya mati " Balas Sania.
" Kenapa ngecas disini,kan bisa dikamar " Kata Serkan heran.
" Hehe aku minjem cassan nya Tante,kalo dibawa kekamar nanti dia cari2 " Kata Sania menggaruk kepala.
Serkan menggeleng pelan,jantungnya hampir copot gara2 tingkah gadis remaja itu.
__ADS_1
Padahal tadi Serkan sudah siap jika ia harus bertarung dengan hantu sungguhan.
Sama2 menarik nafas tiba2 pintu rumah terbuka,keduanya menoleh dan Sania meloncat kaget melihat 2 sosok yg berbeda.
" Hantuuuuuuu " Pekik Sania bersembunyi dibelakang Serkan.
" Mana hantu ?" Pekik salah satu sosok berlari masuk.
" Sutar !" Pekik Serkan kaget.
" Mana hantunya Paaa ?" Pekik Sutar ketakutan.
" Hadeeeehhh " Serkan mengusap wajahnya lelah.
Tubuhnya sudah dikunci 2 manusia yg sama2 ketakutan.
" Ehh kamu ngapain masih disitu ?" Tanya Serkan kepada istrinya yg masih berdiri didepan pintu.
" Setan boleh masuk ?" Tanya Histi datar.
" Terbang nih sendal " Kata Serkan kesal saraya membuka sandal rumahan yg ia pakai.
" Hahah ampunn " Balas Histi terbirit lari masuk kedalam.
Serkan menghela nafas panjang,tingkah anggota keluarganya sungguh luar biasa.
" Ck padahal aku baru mau cospley setan beneran tadi " Kata Histi mengibas rambutnya.
" Ihhh aku gak mau ya jadi setan " Kata Sutar menolak.
" Iya aku juga " Sahut Sania ngeri.
" Lemah " Cibir Histi memutar mata.
Serkan berjalan menjauh masuk kekamarnya lagi,lelaki itu tak punya tenaga meladeni ketiga nya dalam waktu sekarang.
Glugugkgugm...
" Hantuuuuuuuuuuuuuuuu " Pekik Histi berlari mengejar suaminya.
" Mamaaaa ikutttttt " Teriak Sutar kelabakan.
Bocah itu pun ikut berlari mengejar ibunya yg menyelamatkan diri.
Sania yg bukan siapa2 melongo sebentar hingga dirinya tersadar.
" Kalo mereka kabur semua,terus aku kemana ?" Gumam Sania bingung.
Glukkkk....
Suara telanan sesuatu terdengar,bocah remaja itu melotot dan seketika berlari menuju kamar orangntua angkatnya.
" Maaaaaakkkkkk " Teriak Sania terbirit2 dengan mukena panjang yg masih ia pakai sehabis solat.
Dikamar Serkan yg ingin istirahat kembali terganggu dengan kedatangan 3 iprit yg begitu takut,,pria itu hanya bisa menahan sabar.
" Itu cuma bunyi air galon Yankkkk " Ucap Serkan gemas.
" Tapi bunyinya aneh Yank,biasanya gak gitu " Kata Histi bersembunyi didada suaminya.
" Mungkin dia kembung " Balas Serkan seraya menjauhkan tangan Histi yg masuk kedalam bajunya.
" Emang galon minum air ?" Tanya Sutar mengernyit.
" Aaaaaaa......brakkkkk " Pintu kembali terbuka dan nampaklah Sania meloncat keranjang.
Tubuh Serkan kembali mendapat serangan bertubi2.
" Ya Tuhannnnnnnnn " Gumam Serkan sakit kepala.
" Ini rumah ada hantunya Tee,Sania takut " Ucap Sania sambil memeluk tubuh Sutar.
__ADS_1
" Iya,kita pindah rumah aja yuk Pa " Ajak Sutar ngeri.
" Astagfirullahhh ngomongnya enteng banget " Balas Serkan mengacak2 rambutnya.
Dibalik selimut,Histi tertawa geli melihat kefrustasian sang suami.
Beberapa hari berlalu,keadaan kembali membaik.
Hubungan Winda dan sang suami kembali harmonis.
Kini Restu sangat menjaga perasaan wanita itu karna ia tak ingin kehilangan sosok yg mau menerima dirinya dalam suka dan duka.
Walaupun masih ada beban yg belum lepas,tapi lelaki itu yakin ia pasti bisa mengumpulkan lagi keluarganya seperti dulu..
Dirumah lain,sepasang suami istri bersiap pergi.
Hari ini mereka akan ke LA untuk menjenguk Lutfia yg katanya sedang sakit.
Nur pun harus berpisah lagi dengan orang tuanya karna bocah itu akan ikut juga.
Sebenarnya Sam kasihan,tapi lelaki itu juga bingung harus berbuat apa karna Lutfia begitu mendambakan Nur lebih dari apapun.
Samuel juga tak tau itu karma ibunya atau apa,saat ini lelaki itu hanya ingin hidup tenang.
" Nur " Panggil Leni lembut.
Nur yg diam menunduk,mendongak melihat wanita cantik tersebut.
" Nur kenapa ?" Tanya Leni.
" Hm gak papa Ma " Jawab Nur pelan.
" Ada apa sayang ? cerita sama Mama " Pinta Leni.
Nur melihat Leni dan tersenyum kecil.
" Ma,disana kan Nur gak punya temen jadi em Nur sendirian " Ucap Nur ambigu.
" Terus ?" tanya Leni.
" Hm Mama mau gak kasih Nur adik,1 aja gak papa " Jawab Nur tersenyum kecil.
" Hah " Pekik Leni kaget
Wanita itu melirik Samuel yg masih menerima telepon tak jauh dari mereka bicara.
" Ad adik ?" Ulang Leni tercekat.
" Iya Ma,disana Nur bingung cara temenannya gimana,ada sih yg bisa ngertiin,tapi kalo dah pulang rasanya sepi " Jawab Nur mengkrucut.
Leni diam sejenak,wanita itu mencoba berpikir.
" Aha aku ada ide " Gumam Leni seperti muncil cahaya dikepalanya.
Wanita itu mendekat dan membisiki gadis polos tersebut dengan semangat.
Nur mangut2 kadang ia mengernyit kadang melotot mendengar ide gila ibu angkatnya.
" Apa itu akan cepat Nur dalam memiliki adik ?" Tanya Nur semangat.
" Ya tentu saja,dijamin 1 bulan jadi " Jawab Leni tak kalah semangat.
" tapi aku harus gimana Ma ?" Tanya Nur bingung.
" Kayak biasa aja,dia gak akan nolak sama kamu " Jawab Leni yakin.
Nur mengangguk dan memperhatikan lelaki dewasa didepannya.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1