
Disebuah rumah seorang perempuan berpangku dagu melihat anaknya bermain air dibak mandi.
Hari ini Histi full menjaga Sutar dirumah,mereka sudah pindah kerumah baru lantaran Sutar mengaduh sakit kepala saat akan tidur,bagaimana tidak bocah itu ditarik sana sini oleh neneknya.
Sehari dirumah Romi,hari berikutnya dirumah Bara selanjutnya dirumah Reno membuat Sutar lelah sendiri.
Dan yang menjadi korban gaduh siapa lagi kalau bukan Histi,Sutar tak berani mengeluh didepan Papanya jadi Histi dijadikan tumbal oleh bocah itu.
Histi yang lelah mendengar rengekan sang putra pun melapor kepada Serkan,hingga Serkan memutuskan untuk kembali kerumah asal mereka yang dihadiahi Reno dulu.
" Uhh segellll " ucap Sutar mengusap air diwajahnya.
" udah ya,Mama capek nih " kata Histi malas.
" Nanti Mama,aku belum clecai mandi " Jawab Sutar memutar mata.
" Ck udah basah gitu apa yang belum selesai coba " Gerutu Histi kesal.
Sutar cuek bebek dan kembali berbaring dibak mandinya dengan memainkan busa sabun.
" heh bisa kram aku lama2 disini " Ucap Histi bangun.
" Mama mau kemana ?" tanya Sutar langsung duduk.
" Mama mau keluar dulu,laper " jawab Histi berjalan.
" Telus aku capa yang jaga ?" Tanya Sutar menunjuk dirinya.
" tuh minta dijagain sama bebek2 kamu " Jawab Histi menunjuk bebek kuning diatas air.
" Ihhhhh Mamaaaaaaa " pekik Sutar menggelegar.
Histi melesat keluar dengan senyum mengembang,kadang menjahili anaknya merupakan kebahagiaan sendiri bagi wanita itu.
Histi masuk dapur dan kaget melihat suaminya sedang duduk santai disana sambil menyesap kopi hitam.
" Loh kamu gak kerja ?" tanya Histi mengernyit.
" Gak " jawab Serkan.
" Kenapa ? udah muak berumah tangga ?" Tanya Histi asal.
byuurrrrr.....
Serkan menyembur kopinya kaget dengan pertanyaan wanita itu.
Histi terkekeh dan menarik kursi dekat lelaki itu.
" Sembarangan !" Hujat Serkan menjitak kepala Histi.
" Bagi Yank " kata Histi tak menghirau dan menyeret gelas kopi Serkan.
" Bikin sendiri napa " Cibir Serkan gemas.
" Ck biar romantis,kamu kan suka sama bibir aku " jawab Histi seraya menyeruput.
" Ehhh " pekik Serkan terbelalak.
" Hahahhauhuk uhuk " tawa Histi pecah disertai batuk.
" Syukurin,kualat sama suami " cibir Serkan tersenyum jahat.
" ih kamu mah " kata Histi mencubit lengan lelaki itu.
Serkan menggeleng pelan dan menarik lagi gelas kopinya.
__ADS_1
Hari ini cuaca sedikit cerah,rumah mereka terasa adem ayem karna Sutar sudah dibungkam dengan keasikannya..
" Kenapa gak kerja ?" Tanya Histi mulai serius.
" Mau kekantor Papa " Jawab Serkan tenang.
" Ngapain ?" tanya Histi mengernyit.
" Papa minta aku ambil kerjaan disana,aku bingung milih iya apa ngak " Jawab Serkan lesu.
" Loh emang gelar dokter kamu kenapa ?" tanya Histi melotot.
" Gak kenapa napa,Papa minta aku berenti dari rumah sakit terus buka klinik sendiri,paginya kerja disana terus sore baru buka klinik " jawab Serkan menjelaskan.
" Lah double job dong ?" Tanya Histi
" Hm,kira2 aku sanggup gak ya ?" Tanya Serkan bingung.
" Ya pastinya kamu bakal cape Yank,kerja dikantor itu berat loh,belum lagi kalo pangkat kamu tinggi " Jawab Histi serius.
" Makanya,aku juga gak tau sistem kerja disana gimana " Balas Serkan menghela nafas.
" Kenapa Papa minta kamu gitu ya ?"
" Juna belum bisa gantiin Papa,makanya minta aku yang bantu " jawab Serkan.
" Oh iya Juna masih kuliah,mana anaknya emang gak jurus kesana lagi,yang ada nanti karyawan disana habis diceramahi Juna karna pake rok pendek " Balas Histi terkekeh.
" Haha iya kan Juna pesantren ya " Kata Serkan teringat.
" Iya,tuh anak diem2 judes loh,Salma aja habis dicibir pas aku kesana sama Sutar " Kata Histi mengingat moment.
Serkan mengangguk setuju,adik iparnya memang tak banyak bunyi tapi sekali mengeluarkan suara pasti ada saja yang akan dihujat.
" Ya mau gimana lagi,anak kamu makannya banyak loh,belum snack minum nya " jawab Histi malas.
" Sutar " Gumam Serkan pelan.
" Astaga Yank anak kamu " Pekik Histi terbelalak.
" Ya Tuhan,dia masih mandi ?" tanya Serkan langsung bangun.
" iya " jawab Histi panik.
Detik berikutnya pasangan itu langsung berlari kekamar mereka,saat membuka pintu kamar mandi alangkah kagetnya Histi dan Serkan melihat Sutar sudah kedinginan dengan wajah membiru.
" Anak kuuu " pekik Serkan langsung menggendong Sutar keluar dari air.
" Gggrrrrgggrrrrrgggrrrrr dinyinnnn " Ucap Sutar dengan bibir bergetar.
" Astaga " kata Histi kelabakan mencari air.
Serkan mematikan keran dan berjalan keluar membawa anaknya yang masih gemetaran.
" Kenapa kamu tinggal sih !" Bentak Serkan marah kepada Histi.
" Aku lupa Yank " Jawab Histi ketakutan.
" Sini handuknya !" kata Serkan menarik handuk ditangan Histi.
Bocah itu dililit handuk dan didekap erat oleh Serkan.
" Papa " Panggil Sutar pelan.
" Iya ada apa sayang ? mana yang sakit ?" tanya Serkan panik.
__ADS_1
" Hehe dak ada Pa " jawab Sutar cengengesan.
" Gak ada ?" Ulang Serkan.
" hm,tan aku ndak atuh,aku cuma mandi aja " Jawab Sutar tersenyum.
" Sayang maafin Mama ya,harusnya tadi Mama gak ninggalin kamu " kata Histi merasa bersalah.
" No ploblem Mana,Sutal lebih enak mandi gak ada Mama,coalnya kalo ada Mama belicik,Sutal dak cuka " Jawab Sutar polos.
" What !!" Pekik Histi melotot.
" Papa " kata Sutar memeluk Serkan merasa takut dengan biji mata ibunya.
Serkan yang tadinya ingin marah kini mengulum senyum melihat ibu dan anak itu.
" Huh sabar Histi,bikinnya cape dan nguras tenaga " Gumam Histi menarik nafas panjang.
" Kamu beneran gak papa ?" tanya Serkan melihat Sutar lagi.
Sutar menggeleng pelan tanda ia baik2 saja.
" Uhh syukurlah,Papa khawatir banget sayang " Kata Serkan menghela nafas.
Sutar tersenyum kecil dan berusaha bergerak.
" Sutal bakal mati kalo handuk ini gak dilepas " Ucap Sutar melihat handuk yang melilit seluruh badannya.
" Ehh iya,maaf sini Papa bukain " kata Serkan melotot membenarkan kata sang anak.
Kini Histi yang terkekeh geli melihat Sutar mencibir Serkan dengan kode etik yang begitu yahut.
Serkan dengan cepat membuka handuk dan taraa sang anak telanjang bulat didepan orang tuanya.
" Waduhh itunya mengkrucut Yankk " Pekik Histi heboh.
" ihhh Mama ini aulat,dak oleh iyat !" Kata Sutar menutup burung beonya.
" Kecil amat " Ucap Serkan terkekh.
" Nanti besalll kayak Papa " Balas Sutar tak terima.
" Ehhhhhhh " Pekik Serkan dan Histi kaget.
Sutar mengkrucutkan bibirnya dan mengambil handuk menutup lagi badannya.
Serkan dan Histi tertawa ngakak dengan kelucuan buah hati mereka,Sutar memang sangat pintar membuat suasana hidup.
" Yank ambil bedak sama minyak telon " Kata Serkan disela tawanya.
" Siap laksanakan komandan " Jawab Histi ala tentara.
Wanita muda itu pun berjalan ala militer mengambil perkakas anaknya dilemari khusus.
Sutar tertawa girang,bocah itu begitu ceria melihat sang ibu yang sering melawak.
" Ini komandan " Ucap Histi memberikan alat2 anaknya.
" Dasar gila " Balas Serkan menggeleng pelan.
Histi tersenyum kecil dan menghempaskan diri melihat Sutar mulai didandani oleh Papanya..
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1