Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
384


__ADS_3

Lutfia menjelaskan hari terakhir saat ia bertemu dengan sang putra,Zaki menyugar rambut kasar pria itu terlihat begitu khawatir dengan keadaan cucunya.


" Aku sudah menelfon polisi Pa " Ucap Rafael berusaha tenang.


" Apa yang sebenarnya terjadi kepada Samuel ?" Tanya Zaki mendongak.


" Aku tidak tau,kami tidak punya masalah apapun dirumah ini " Jawab Rafael yakin.


" Iya Pa,aku dan kedua adiknya juga tak ada masalah,baru kali ini Samuel pergi tanpa pemberitahuan " Tambah Lutfia.


" Gimana ini Pa ?" Tanya Pony ketakutan.


" Papa bakal cari Samuel meski sampai ujung dunia !" Kata Zaki tegas.


" Aku gak mau anak ku kenapa napa Pa " Kata Lutfia kembali menangis.


" Kamu sabar ya,anak kamu pasti pulang " Ucap Pony menenangkan anaknya.


Zaki mulai bangun dan sedikit menjauh.


Pria itu bergerak cepat meminta anak buahnya mencari sang cucu,Zaki tak mau Samuel menderita.


Disebuah ruangan,seorang gadis diam menatap foto yang diabadikan oleh Papanya.


Terlihat disana pria yang menyelamatkan hidupnya terbaring lemah dengan bertelanjang dada dipasangi banyak selang.


Air mata gadis itu terus menetes tanpa henti membuat orang tuanya sedih.


" Apa dia akan bertahan ?" Tanya Winda lirih.


" Samuel pria yang kuat Nak " Jawab Malvin mengusap rambut putrinya.


" ini salah aku Pa,harusnya kita tak memakai dia " Ucap Winda merasa bersalah.


Malvin diam,ia juga terbesit penyesalan yang mendalam apalagi Samuel di nyatakan kritis oleh dokter,Malvin sangat takut pria itu meninggal dan keluarganya pasti akan dituntut oleh orang tua Samuel..


Pikiran Malvin benar2 kalut,bahkan tadi saat mengajar di kampus otak Malvin melayang jauh.


" Kita doakan yang terbaik ya,kamu jangan banyak pikiran " kata Malvin lembut.


" Aku lebih baik mati Pa daripada harus menyusahkan orang lain " Kata Winda nanar.


" Hei gak boleh gitu,Tuhan masih kasih kamu kesempatan untuk hidup " Balas Malvin terkejut.


" Tapi Sam,dia menderita gara2 aku Pa " Kata Winda tak tega.


" Dia akan sembuh,nanti jika Sam sadar Papa akan cari ginjal baru buat dia " kata Malvin tersenyum.


Sebenarnya bukan hal mudah untuk mencari ginjal pengganti,untuk biaya rumah sakit dan operasi kedua anak itu Malvin harus menjual beberapa aset yang ia miliki.


Bahkan kini rumah yang dulu ia tempati juga harus dijual karna Malvin kehabisan biaya.


Gajinya sebagai dosen hanya cukup untuk makan sehari2 dan kebutuhan sekolah Doni.


Malvin harus pintar memutar otak untuk kesejahteraan mereka.

__ADS_1


Winda mengangguk paham,gadis itu pun disuruh berbaring lagi agar dirinya tenang.


Diruangan,Dokter menghela nafas panjang setelah berhasil mengembalikan denyut jantung Samuel yang sempat berhenti.


" Dia benar2 membuat kita kewalahan " ucap Salah satu Dokter menyeka keringatnya.


" Iya Dok,saya sampai berdoa dalam hati untuk nyawa pria ini " Sahut Suster yang berjaga.


" Tuhan masih memberinya kehidupan " Balas Dokter lain yang memeriksa kondisi Samuel.


Semua orang disana mengangguk tersenyum.


Meski lelah meladeni kondisi Samuel yang naik turun tapi mereka bersyukur lelaki itu tak jadi pergi untuk selamanya.


Dirumah,Alexi dan Romi terlihat begitu serius.


" Jadi Samuel bukan anak sembarangan Yah ?" tanya Alexi terkejut membaca fakta yang ada.


" Iya,Kakeknya punya perusahaan otomotif terkenal begitu pun Papanya yang punya bengkel besar " Jawab Romi.


" Tapi kenapa Samuel mau memberi ginjalnya kepada Winda ?" Tanya Alexi bingung.


" itu yang Ayah gak tau,dia terkenal cuek dikeluarganya,tak ada yang bisa menebak isi hati Samuel " Jawab Romi.


" Winda dalam bahaya Yah,jika Samuel tak selamat maka Om Malvin pasti masuk Bui " Kata Alexi ngeri.


" Iya,orang tua Samuel tidak tau bahwa anak mereka mendonorkan ginjal dan saat ini Zaki bersama Timnya sedang mencari pria itu " Balas Romi.


" Astaga " Kata Alexi menutup mulut tak percaya.


" Ayah belum tau,tapi kita harus kasih tau Malvin soal ini " Jawab Romi.


" Apa aku bilang,memakai Samuel hanya akan menambah beban,Winda akan sangat menyesal jika Papa nya dipenjara " Kata Alexi frustasi.


Romi mengangguk pelan,pria itu juga terkejut saat tau Malvin menyalahi aturan meski keduanya sepakat dalam peraturan yang sudah dibuat.


" Bukan hukuman kecil yang Malvin dapat kalau Samuel tak selamat,Zaki tidak akan tinggal diam begitu saja " Kata Romi menghela nafas panjang


Alexi ikut menghela nafas,kedua pria itu terlihat begitu khawatir akan masa depan keluarga Malvin.


Kebesokan paginya,Romi bekerja seperti biasa.


Suara ketukan pintu terdengar,pria dengan kaca mata bening itu mendongak dan melihat pria tua dengan rambut coklat kehitaman mengintip dibalik pintu.


" Kenapa Pak ?" tanya Romi tanpa basa basi.


Pria itu mendekat dan bersedekap dada.


" Kemarin kamu kemana aja ?" tanya lelaki itu mengkrucut.


" Hah,saya gak kemana mana " jawab Romi sambil mengetik.


" Kenapa saya nelfon gak diangkat sms gak dibales ?" tanya Reno kesal.


" Emang bapak pacar saya harus ngasih kabar 24 jam " Jawab Romi pelan.

__ADS_1


" saya ini bos kamu !" kata Reno kesal.


" Saya punya kehidupan pribadi Pak " Balas Romi tenang.


" Ya saya tau,tapi kalo saya telfon harusnya kamu jawab "


" Posesif banget sih Pak,saya lagi sama istri dan anak " Jawab Romi mulai kesal.


" Ya emang gak bisa kamu menyingkir sebentar " Balas Reno.


" Ck,hubungan kita gak lebih dari patner kerja,diluar itu saya punya ruang privasi " Balas Romi sengit.


" oh kamu mulai perhitungan ya sama Saya !" Ucap Reno bersedekap dada.


" Terserah " Kata Romi malas.


" Ck,ya udah kamu cari info ini sampe ketemu !" Kata Reno menghempas beberapa berkas.


Romi mendongak dan terkejut melihat sebuah foto yang ia kenal.


" Cari sampai ketemu,aku hampir gila di paksa Nisa " Gerutu Reno..


Romi masih diam melihat foto lelaki muda tersebut yang sangat jelas ia kenali.


Reno menunduk dengan manik mengernyit melihat Romi terlihat sangat terkejut.


" Ada apa ? kamu tau dia dimana ?" tanya Reno.


" Hah em gak,dia siapa ?" tanya Romi pura2 tak tau.


" Dia cucunya Zaki,sahabat sekolah Nisa " Jawab Reno tenang.


" Memang nya dia kemana ?" tanya Romi memasang wajah super polos.


" Gak tau,gak ada jejak makanya kamu cari sampai dapat " Jawab Reno.


" Memangnya Zaki tak bisa menemukan cucunya ?" tanya Romi.


" Ntah lah,semua pihak sudah dihubungi tapi gak ada laporan mengenai Samuel,pihak bandara juga ngasih tau gak ada Samuel menggunakan pesawat terbang " Jawab Reno.


" Gawat,jika Pak Reno tau Samuel ada dirumah sakit bakal hancur Malvin " Batin Romi mulai deg degan.


" Kau dengar aku Rom ?" tanya Reno menyelisik.


" Hah em ya aku dengar " jawab Romi memasang wajah tenang.


" Kau cari sampai dapat ya,dan jika ketemu laporkan orang yang menculiknya,bila perlu lempar ke kandang macan sekalian " Ucap Reno tegas.


Deg....


Jantung Romi berdegub sangat kencang,jika Reno sudah turun tangan Romi yakin cepat atau lambat pasti akan ketahuan.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2