
Kevin pulang dari rumah Riko dengan rasa kecewa, setelah mengetahui kenyataan bahwa Citra sudah menikah dengan bos sepupunya sendiri.
Pikiran Kevin kacau, dan membuat dia tidak fokus berkendara, Kevin melajukan motornya sedikit ketengah, kemudian ada mobil dari belakang yang lajunya kencang, mobil itu terus membunyikan klaksonnya, tapi Kevin tetap tidak mendengarnya. Kevin baru mendengar saat mobil itu sudah sangat dekat, Kevin pun kehilangan keseimbangan, dia langsung membelokkan motornya agar tidak terserempet sambil mengerem mendadak membuat dia terjatuh dan tidak sadarkan diri karna syok.
Seseorang langsung menelfon ambulance, setelah sampai di rumah sakit, dokter menyadarkan Kevin, kemudian membalut luka Kevin di tangan dan betisnya yang tergores akibat gesekan aspal.
Karna dia kesusahan berjalan, dokter menyarankan agar dia menelfon kerabat atau temannya agar membantunya pulang.
Kevin kemudin menelfon Mita yang sedang galau di apartemen Indah, karna Mita belum bisa menerima kenyataan bahwa sahabatnya sendiri sudah menikah dengan pujaan hatinya meskipun hanya khayalan. Vivi juga berada di apartemen Indah untuk menenangkan Mita, dia juga sudah mengetahui apa yang sebenarnya yang sudah terjadi. tapi dia biasa saja.
Tiba-tiba ponselnya berdering, dia kemudian mengangkat telfon dari Kevin sambil melap ingusnya seperti anak kecil, Indah dan Vivi menatap tingkah Mita jijik.
"Ada apa? ." ketus Mita
"Jemput aku di Rumah sakit bla.. bla.." ucap Kevin di seberang telfon.
"Kamu ngapain di rumah sakit?" tanya Mita penasaran. Indah dan Vivi penasaran siapa yang menelfon Mita.
"Apaa, kecelakaan.. ya udah aku sekarang kesitu." ucap Mita terkejut, Indah dan Vivi juga terkejut.
Setelah menelfon Mita mengambil tasnya.
"Mit, siapa yang kecelakaan?" tanya Indah panik.
"Kevin, dia jatuh dari motor, ya udah aku pergi dulu yah." ucap Mita kemudian meninggalkan apartemen Indah.
Indah dan Vivi saling bertukar pandangan mendengar kabar kalau Kevin kecelakaan. Sementara Indah sudah sangat khawatir dengan keadaan Kevin sekarang.
"Gimana keadaan Kevin sekarang? Apa dia baik - baik aja?" gumam Indah khawatir dengan keadaan Kevin.
__ADS_1
Vivi yang mendengar perkataan Indah, mengerutkan dahinya karna heran dengan Indah yang tiba - tiba khawatir dengan Kevin, padahal setahu Vivi, Indah tidak dekat dengan Kevin.
"Kita, susul Mita ke rumah sakit, yuk." ajak Indah, kemudian dia sibuk mengambil tas dan switernya, dan hendak pergi, tapi di tahan oleh Vivi.
"Kamu tau, kevin di rumah sakit mana?" tanya Vivi dan Indah menggeleng tanda tidak tau.
"Ya udah, kita tunggu kabar dari Mita aja, rumah sakit di jakarta banyak, emang kamu mau nyariin Kevin di seluruh rumah sakit. Ngga kan?" ucap Vivi kemudian Indah pun menyetujuinya.
Vivi kembali menatap raut wajah Indah yang sangat khawatir.
"Kamu suka sama Kevin?" tanya Vivi tiba-tiba membuat Indah salah tingkah, tidak tau harus bilang apa.
"Pantas aja, kamu kuliah disini, ternyata kamu ngikutin Kevin." ketus Vivi.
"Menurut kamu gimana?" tanya Indah, Vivi menatap Indah bingung.
"Apa aku harus ngejar-ngejar Kevin." tanya Indah lagi.
"Kok kamu nanya aku sih,, harusnya kamu nanya sama perasaan kamu, kamu haru bagaimana?" ucap Vivi.
"Tapi kamu tau kan, kalau Kevin sangat mencintai Citra." ucap Indah merasa frustasi.
"Kamu ngga usah mikirin Citra, sekarang Citra udah nikah, dan Kevin pasti akan berhenti mengejar Citra kalau dia tau Citra udah nikah, dan sekarang kesempatan kamu untuk ungkapin perasaan kamu itu." saran Vivi.
"Ihhh, kamu apaan sih, kenapa aku harus yang duluan ungkapin perasaan aku ke dia, kan gengsi." ketus Indah lagi.
"Udah ngga usah gengsi-gengsian, anak SD aja sekarang tingkah lakunya udah bar-bar, cewek yang nembak duluan, masa lo kalah." ucap Vivi lagi, dan Indah tetap menolak saran Vivi karna dia sangat malu untuk menyatakan perasaannya duluan kepada Kevin.
Next..
__ADS_1
Malam hari, seperti biasa kegiatannya setelah mengerjakan tugas dia pun tertidur, Akhirnya Citra bisa tertidur dengan lelap setelah dia berbicara dengan Riko tadi siang, berkat bantuaN Indah, tugasnya sekarang adalah bersabar menunggu hasil dari ucapan yang Riko untuk segera datang menjemputnya.
Mama Ratna masuk ke dalam kamar Citra, untuk mengecek keadaan putrinya, karna Citra tidak pernah sekalipun keluar kamar, setelah dia berpisah dari Riko. Mama Ratna melihat Citra sudah tertidur, dia kemudian mendekati Citra dan kembali menatap wajah Citra yang sedang tertidur, Mama Ratna melihat wajah Citra sedikit bahagia dari biasanya. Mama Ratna kemudian tersenyum lalu mengecup kening Citra kemudian keluar meninggalkan Citra.
Next..
Saat Riko sudah sampai di Jerman, dia hanya ke hotel untuk menyimpan barangnya kemudian pergi bertemu dengan investor terbesarnya. Sebenarnya Riko sama sekali tidak tertarik dengan proyek ini, tapi karna ini adalah syarat dari papanya, apabila dia berhasil mengambil bagian dan mendapat keuntungan yang banyak, maka papanya akan membantu Riko untuk kembali dengan Citra.
Hal itu membuat Riko pusing, apa hubungan pekerjaan dengan masalah pribadinya, kenapa harus menyeret Citra dalam masalah ini.
Riko merasa kalau mereka semua egois, setelah proyek ini berhasil, maka Riko akan pergi bersama Citra, ketempat tidak ada satu orangpun yang akan memisahkan mereka.
Setelah beberapa menit berkendara menggunakan mobil layanan hotel tempat dia tinggal, diapun sampai ke tempat pertemuan. Dengan penuh percaya diri Riko melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang pertemuan bersama seseorang yang sudah menjemputnya di depan tadi.
Setelah Riko tiba, rapat pun di mulai, Riko berusaha sekuat tenaga memberikan penawaran-penawaran yang meyakinkan kepada calon investornya agar dia mau bekerja sama dengan Riko.
Riko terus menerus memberikan penawaran yang menarik, sampai akhirnya dia melihat kepuasan di dalam investor itu.
Meeting berlangsung hingga larut malam, setelah selesai, Investor tersebut langsung meninggalkan Riko tanpa pamit, Riko merasa khawatir dengan hasilnya, karna menurut berita, dia adalah investor yang sangat sulit untuk bekerja sama. Bahkan dia menyuruh Riko untuk menunggu keputusannya, membuat Riko semakin down, apa dia akan berhasil. pikirnya.
Riko berjalan keluar meninggalkan gedung, sambil menelfon seseorang untuk memesankan dia tiket ke Korea, karna dia langsung ingin terbang ke Korea setelah ini.
Riko kemudian masuk ke dalam mobil dan kembali ke hotel untuk istirahat, karna memang dia belum beristirahat sama sekali.
Sampai di hotel Riko membaringkan tubuhnya, dan kembali mengingat istrinya, yang selalu tersenyum tanpa beban, menangis karna hal sepele dan membuat dia khawatir karna hal sepele.
Tidak terasa air matanya mengalir, mengingat istrinya. Tidak lama diapun tertidur.
Nanti bakalan happy ending kok, hehehe
__ADS_1