Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
332


__ADS_3

Hari ini Winda diperbolehkan pulang oleh dokter melihat kondisi gadis itu mulai baikan.


Sindi dan Malvin sangat bahagia mendengar kabar tersebut.


Keduanya sudah sangat merindukan rumah dan anak2 mereka untuk berkumpul bersama.


Winda sudah mandi dan cantik,hari ini wajah gadis itu sangat ceria meski tadi sempat merasa sakit saat bercanda dengan sang adik.


" Pa " Panggil Winda kepada Malvin yang membantu Sindi beres2.


" Iya " Jawab Malvin menoleh.


" Aku mau makan pizza " Ucap Winda ragu.


" Hah " Pekik Sindi kaget.


" Pleaseeeee sekali aja Ma " Rengek Winda menyatukan kedua tangannya.


" Gak boleh,kamu gak boleh makan gitu " Kata Sindi tegas.


Malvin diam saja tak mau ikut campur.


" Sekali doang Maaa,udah dari kemarin aku pengen makan itu " Rengek Winda.


" Gak boleh,kamu baru aja sakit Winda ini aja belum sembuh " Kata Sindi kesal.


" Pa " Rengek Winda menebalkan bibir bawahnya.


Malvin tersenyum canggung menggaruk kepala melirik Sindi yang masih bertanduk.


" Jangan kamu turutin " Ancam Sindi kepada suaminya.


Malvin melihat Winda dengan wajah sedih.


Winda langsung bersedekap dada merajuk,gadis itu benar2 ingin makan pizza gara2 Winda melihat seorang bocah ditaman kemarin yang terlihat makan begitu lahap.


Winda yang selama ini makan tanpa garam sangat iri tapi apa boleh buat,Ibu nya akan mencabik hidup2 jika ia mencoba melanggar aturan.


" Assalamualaikum " Sapa seseorang dari luar.


" Waalaikumsalam " jawab mereka bersamaan.


Masuklah Yuni tersenyum hangat bersama putrinya Byanca.


" Halo Kakak " Sapa Byanca tersenyum.


" Hay Byan " sapa Doni langsung melepas hape Sindi di sofa.


Dari tadi Doni main game dihape sang ibu jika sudah suntuk menunggu.


Byanca mendekati Winda dan tersenyum.


Winda masih memasang wajah juteknya membuat Byanca menggaruk kepala heran.


" Kakak lagi marah sama Mama " Bisik Doni pelan.


" Kenapa ?" Tanya Byanca kepo.


" Kakak mau pizza tapi Mama gak kasih " Jawab Doni.


Byanca mangut2 paham dan kembali melihat Winda.


Gadis itu membuang muka dan kembali berbaring.


Sindi juga memasang wajah kesalnya membuat Yuni heran.


" Kenapa istri kamu ?" Tanya Yuni berbisik kepada Malvin.


" Lagi marahan sama Winda " Jawab Malvin lirih.


Yuni ber Oh ria dan mencoba tenang.


" Oh iya Sin,kemarin Mas Romi bilang ada ginjal yang cocok buat Winda " Ucap Yuni tersenyum.


Deg...


Sindi langsung tersentak menoleh cepat kearah perempuan itu.


" Beneran ?" tanya Malvin sama kagetnya.

__ADS_1


" Iya,tapi gak tau orangnya mau apa gak,Mas Romi baru ngecek aja " Jawab Yuni cengengesan.


" Orangnya cewek apa cowok ?" tanya Sindi.


" Hm cewek sih,lagi butuh duit gitu " Jawab Yuni.


Sindi dan Malvin saling melihat,Winda menoleh kearah mereka mendengar kata ginjal.


" Kamu coba tanya aja sama Mas Romi Vin,siapa tau ada rejeki Winda " Ucap Yuni serius.


" Iya,nanti habis ini aku hubungi suami kamu " Balas Malvin paham.


Yuni mengangguk dan melihat kearah Winda.


Perempuan itu tersenyum kecil dan merasa iba dengan kondisi Winda.


Gadis itu pun terlihat kurus sekarang.


" Jika Alexi melihat Winda seperti ini pasti dia akan sangat sedih " Ucap Yuni lirih.


Sindi mendengar dan ikut menatap putrinya.


Sindi memejamkan mata menahan dentuman rasa sakit yang terasa,hati ibu mana yang tega melihat kondisi sang anak begitu membahayakan hidup apalagi selama ini Winda juga selalu diiringi kesedihan.


Semuanya pulang kerumah,dijalan Winda kembali menunjuk orang jualan makanan.


Gadis itu sangat ingin makan seperti biasanya,tapi Sindi selalu melarang dan Malvin hanya bisa menurut tak punya kuasa untuk membela sang putri.


Tak lama mereka sampai dirumah,Winda langsung masuk kamar tanpa suara.


" Gak papa Yank kasih dia makan dikit,kasihan loh dia nunjuk2 terus dijalan " Kata Malvin mencoba membujuk.


" Kamu gak denger Dokter ngomong apa dirumah sakit ?" tanya Sindi kesal.


Malvin diam,memang dokter pun menyarankan Winda tak boleh makan aneh2 dulu.


" Udah lah Mas,aku gini bukan karna gak sayang Winda,aku tuh sayang banget sama dia makanya aku gak..." Ucap Sindi bergetar diakhir kalimat.


" Iya aku tau,maafin aku sayang " Balas Malvin mengusap kepala Sindi.


Sindi berkaca kaca,ia tau pasti Winda sangat kesal kepadanya tapi apa boleh buat,Sindi melakukan semua itu demi keselamatan sang anak.


Gadis itu sudah menangis,Winda ingin menceritakan banyak hal kepada sang sahabat.


" Halo " Sapa seseorang diseberang.


" Halo siapa ini ?" tanya Winda bingung mendengar suara perempuan.


" Ini Salsa "


" Salsa ?" ulang Winda.


" Iya,Alexi lagi tidur " Jawab Salsa.


Winda terdiam,gadis itu melihat jam dan mangut2 paham.


" Maaf aku mengganggu " Ucap Winda sopan.


" Tak masalah,apa kau baik2 saja ?" tanya Salsa ramah.


" Hm,aku baik " Jawab Winda canggung.


" Aku dengar kau sakit ya,Alexi memberitahu ku "


" Oh hm ya,aku gak enak badan aja " Kata Winda berbohong.


Hening....


" hm ya udah,,aku harus melakukan sesuatu " Kata Winda pamit.


" hah iya " Balas Salsa.


Tut.


Panggilan terputus,Winda menaruh hapenya di kasur dan memegang dadanya yang berdegub kencang.


" Apa itu Salsa mantannya Alexi ?" gumam Winda menelan ludah kasar.


" Ah jika benar,mati aku bisa salah paham nih " Lanjut Winda panik.

__ADS_1


Drt drt..


Hape Winda kembali berbunyi,gadis itu kaget dan melihat nama dilayar.


" Jo " Gumam Winda menghela nafas lega.


Gadis itu pikir Salsa kembali menelfonnya.


Winda pun mengangkat panggilan.


" Halo Jo " sapa Winda hangat.


" Kamu dimana ?" tanya Jonathan.


" Udah pulang " Jawab Winda.


" Yahhh,padahal aku baru aja sampe rumah sakit " Kata Jonathan lesu.


" Kamu kerumah sakit ?" tanya Winda.


" Iya,udah bawa pizzanya lagi " Jawab Jonathan.


" Yahhhh keburu aku pulang dong " Kata Winda ikut lesu.


" Hm gimana kalo antar krumah aja " Tawar Jo.


" Ehhh jangan,kamu jangan kerumah " Kata Winda panik.


" Kenapa ?" tanya Jo.


" Hm,gimana kalo besok aja kita ketemuan " Tawar Winda menggigit bibirnya.


" Dimana ?"


" Nanti aku sharelock " Jawab Winda.


" Oke,jadi pizzanya hangus nih ?" Goda Jo.


" Hm ya,tapi besok bawa ya " Jawab Winda cengengesan.


" Siaappp,aku banyak dapat uang dari Kakek buat bahagiain kamu " Kata Jo sombong.


" Ah kamu curang " Kata Winda mengkrucut.


" Nanti bagi2 " Kata Jo tertawa.


Winda ikut tertawa setuju.


Panggilan terputus,gadis itu kini tersenyum cerah.


" Padahal dikit lagi,huhhh " kata Winda sedikit menyesal.


Gadis itu pun menaruh hapenya dan berjalan keluar.


Dirumah sakit,seorang pria menunggu disamping mobil dengan wajah datar.


" Gimana ?" tanya lelaki itu tak sabar.


" Udah pulang " jawab Jo.


" Ck,kenapa pulang gak bilang2 ?" tanya Lelaki itu geram.


" Gak tau,besok aja ya temenin gue lagi " Jawab Jo cengengesan.


" Males ah besok gue mau jalan " Jawab pria itu ketus.


" Barengan,gue juga mau ajak Winda jalan mumpung dia udah sembuh " Kata Jo memelas.


" Serah lo,cepetan balik panas nih " Balas lelaki itu membuka pintu mobil.


" Oke " Ucap Jo langsung berlari masuk kedalam mobil.


Suara knalpot racing pun terdengar menggema membuat beberapa orang menoleh kearah mobil dengan warna silver metalik tsb.


Dengan pelan mobil mahal itu keluar dan melesat dijalan raya.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2