Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Empat Sembilan "TSJC"


__ADS_3

Riko sibuk mendirikan tenda di pinggir pantai, kemudian menata segala macam di sekitar tenda. Riko menyiapkan meja dan menyiapkan kursi untuk mereka duduk.


Riko menyiapkan acara makan malam bersama Citra dengan seindah dan sebagus mungkin karna hari ini merupakan ulang tahun Citra. Riko juga menyiapkan lampu hias di sekitar tenda.


Dalam keadaan kedinginan Riko berhasil menyelesaikan segalanya. setelah itu dia kemudian menyalakan api unggun.


Sementara Citra yang sudah selesai mandi kemudian dia keluar dari kamar mandi, tapi belum melihat Riko padahal waktu sudah sangat malam.


"Kak Riko kenapa belum balik, di luar kan dingin." gerutu Citra khawatir.


Citra kemudian segera memakai pakaiannya, setelah berpakaian dia bergegas kembali ke pantai mencari Riko karna khawatir.


Citra terkejut dengan apa yang dia lihat saat dia sampai..


Riko yang dari tadi menunggu Citra kemudian menatap Citra yang sudah menatap ke arahnya.


Citra kemudian menghampiri Riko yang masih menatapnya.


"Ini apa kak?" tanya Citra penasaran.


"Makan malam, kita makan malam disini." ucap Riko santai.


Riko kemudian mempersilahkan Citra duduk, Citra masih memandangi semua yang sudah disiapkan Riko. Citra merasa semuanya sangat indah.


"Apa semua ini kak Riko yang buat?" tanya Citra masih menatap sekeliling lalu duduk.


Riko hanya mengangguk sambil tersenyum kemudian dia melangkahkan kakinya untuk mengambil daging yang sedang dia panggang, karna sudah masak.


Kemudian Riko meletakkannya di depan Citra. Citra merasa tersentuh dengan perlakuan Riko yang tiba-tiba sehangat ini.


"Kak Riko kok bisa jadi sehangat ini." batin Citra merasa terharu.


Riko terus melayani Citra bagaikan ratu, dia menyiapkan makanan di piring Citra, menuangkan minuman di gelas Citra. Citra merasa ada yang aneh dengan Riko, tapi dia tidak perduli dia hanya makan apa yang sudah di siapkan Riko.


"Gimana perasaan kamu hari ini?" tanya Riko


"Aku sangat senang." ucap Citra antusias.


"Ya udah kalau kamu senang, ambil daging sana." perintah Riko.

__ADS_1


Citra kemudian cemberut lalu berjalan ke arah penggangan untuk mengambil daging lagi.


Setelah Citra meninggalkan Riko, Riko kemudian mengambil kue yang sudah dia siapkan lalu menyalakan lilinnya.


Setelah Citra kembali Riko mengeluarkan kue itu sambil menyanyikan lagu ulang tahun.


Sontak Citra terkejut dengan apa yang dia liat, di kemudian tersenyum lebar dengan kejutan Riko.


"Ya udah sekarang tiup lilinnya." ucap Riko, Citra hendak meniup tapi dia tahan.


"Aku harus mengabadikan momen ini, ponsel kak Riko mana, aku lupa bawa kamera aku kak." ucap Citra


"Di dalam tenda." ucap Riko sambil menghalangi lilin agar tidak mati.


Citra segera berlari masuk ke dalam tenda, dan dia kembali terkejut, saat dia melihat sebuah ponsel baru yang sudah di hias bertuliskan happy birthday.


Citra seketika berteriak lalu keluar dari tenda sambil membawa ponsel itu.


Citra menatap Riko senang, dia kemudian membuka kartu yang berisi tulisan Riko.


Kemudian Citra membaca kartu itu di depan Riko.


"Ponsel ini untuk kamu, aku minta maaf karna kesalahanku waktu itu. Citra tersenyum menatap Riko setelah membacanya, dan Rikopun tersenyum malu. Citra kemudian melanjutkannya lagi.


Setelah mereka makan malam mereka kemudian duduk di mulut tenda sambil menatap langit.


Riko sesekali melirik Citra yang selalu tersenyum.


"Hari ini aku lihat kamu banyak tersenyum." ucap Riko.


"Aku banyak tersenyum karna bahagia, sangat jarang sekali aku dikasi kejutan seperti ini. Apalagi kejutan itu dari kak Riko." ucap Citra refleks sambil memandang langit malam.


Riko hanya menaikkan sebelah alisnya mendengar perkataan Citra lalu tersenyum karena merasa bangga dengan usahanya yang menurutnya berhasil.


Citra menyadari perkataannya kemudian berbalik ke arah Riko.


"Kak Riko jangan salah paham, aku bilang kayak gini karna kak Riko ngga biasanya seperti ini." ucap Citra mengalihkan pikiran Riko.


Riko hanya mendengus menahan tawa mendengar perkataan Citra, karna Riko tau pasti dia malu mengakuinya.

__ADS_1


Citra terus menatap langit malam dan pemandangan pantai di malam hari, dia sangat bahagia dengan perlakuan Riko, perasaan bahagianya itu terpancar di senyum indahnya.


Riko terus menatap Citra yang terus tersenyum.


"Kamu sangat cantik disaat tersenyum seperti itu." puji Riko membuat Citra terkejut dan kembali menatapnya.


Perkataan Riko membuat Citra tersipu malu.


"Cit, apa kamu menyukai seseorang?" tanya Riko serius.


"Aku ngga akan menerima perjodohan ini kalau misalnya aku menyukai seseorang kak." ucah Citra.


"Kalau kak Riko?" tanya Citra balik.


"Humm,, dulu ngga ada, tapi sekarang udah ada." ucap Riko menatap Citra serius.


"Ohhh, jadi bener kak Riko suka sama dia." imbuh Citra merasa kecewa.


"Benar apa?" tanya Riko heran.


"Kak Riko suka sama kak Rani." ketus Citra membuat Riko tertawa terbahak-bahak, Citra menatap heran ke arah Riko yang sudah berbaring tertawa.


"Cit, kenapa kamu berfikir kalau aku suka sama kak Rani?" tanya Riko heran.


"Bukannya memang benar yah, buktinya waktu itu kak Riko muji-muji kak Rani cantiklah, baiklah, perhatianlah, terus kak Riko juga ketemuan sama kak Rani, ah 1 lagi kak Riko kan punya janji sama kak Rani, janji intim." ucap Citra kesal karna cemburu.


Riko terus memparhatikan Citra mengomel, setelah mengomel wajah Citra terlihat kesal.


Riko kemudian memengang pundak Citra lalu membalikkan badan Citra menghadapnya, Riki menatap Citra dengan tatapan serius.


"Bukan kak Rani, tapi kamu." ucap Riko tiba-tiba, Citra yang mendengar perkataan Riko jantungnya berdegup kencang, pikirannya kemana-kemana karna tidak percaya dengan apa yang dikatakan Riko barusan.


"Barusan kak Riko nembak aku, terus aku harus gimana sekarang." batin Citra resah.


Citra yang salah tingkah tidak tau harus berbuat apa, tidak tau mau jawab apa, segera berdiri dan langsung meninggalkan Riko sendiri di tenda.


*****


*Hay Readers kalau suka dengan karya Author, terus dukung yah dengan memberikan Vote, like dan Coment.

__ADS_1


Kalau misalnya votenya banyak, author akan crazy up episodenya.


Terima kasih*.


__ADS_2