Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
388


__ADS_3

Pagi ini sebuah keluarga terlihat sibuk mengemas barang2 mereka.


Serkan semalam pulang kerumah mertuanya untuk menyampaikan salam sang istri dan beberapa pesanan wanita itu.


Keluarga Bara merespon dengan sangat baik bahkan ingin ikut pulang bersama Serkan.


Alat mereka sudah memenuhi mobil,ketiga adik Histi begitu bersemangat ingin berkunjung ke kampung.


" Buat apa kamu bawa bebek2 ? kita gak kepantai " Ucap Juna mengernyit melihat adik perempuannya memasukkan balon udara tersebut kedalam tas.


" Emang gak ada pantai,tapi ada sungai bagus " Jawab Salma tersenyum.


" Sungai ? emang bisa buat mandi ?" tanya Juna.


" Ya bisa lah,kenapa nggak air nya bening bisa lihat ikan " Jawab Salma lagi.


" Hm gak dalem kan ?" tanya Juna hati2.


" Tenang aja kalo Kakak gak bisa berenang ada bebek aku yang bakal nolongin " Jawab Salma terkekeh.


" Kamu menghina Kakak ?" tanya Juna bersedekap dada.


" hehe gak sih cuma kan emang fakta " Jawab Salma cengengesan.


" Haisttt,Kakak udah bisa berenang tapi dikolam dangkal " Ucap Juna melemah diakhir.


Salma tertawa renyah,gadis itu kadang merasa kasihan kepada kakak keduanya yang tak bisa berenang dari kecil padahal sudah ada kolam renang dirumah.


Keduanya kembali berberes,kembaran Salma menyiapkan bola dari kecil hingga besar beserta kelereng yang kemarin lalu sempat ia beli karna penasaran melihat anak disana asik memainkannya.


Bara datang dengan dus besar.


" Bisa minggir gak ?" tanya Bara terhalang Salma yang asik memasukkan barang dalam tas.


Gadis itu menoleh kebelakang dan terkejut.


" Itu apa Pa ? gede banget " Tanya Salma terbelalak.


" Oleh2 Kakak kamu " jawab Bara.


Salma ber Oh ria dan masih diam ditempat.


" Minggir Salma Papa gak bisa lewat ini " Kata Bara gemas.


" Kan jalan lain ada " Balas Salma heran.


" Jalan mana ? cuma ini jalan nuju keluar " Kata Bara datar.


Salma melihat kiri kanan dan tersadar ia duduk ditengah pintu.


" Hehe iya " Jawab Salma terkekeh.


Gadis itu pun menggeser bokongnya mendekati sang kembaran yang masih sibuk sendiri.


Bara mondar mandir memasukkan barang kedalam mobil dibantu oleh Juna.


Didapur,Serkan membantu Zaiva menyiapkan bekal dan memasukkan kue kedalam toples.


" Banyak banget Ma " kata Serkan tak percaya.


" Ini semua makanan kesukaan Histi " Jawab Zaiva tenang.

__ADS_1


" Iya sih tapi gak nyangka aja bakal seabrek gini " Balas Serkan ngeri.


" Tenang aja belum ada seminggu udah habis dimakan dia " Balas Zaiva terkekeh.


Wanita itu sangat tau prangai anaknya yang terkenal buas dalam cemilan,meski begitu Zaiva tetap mempertimbangkan banyak faktor kesehatan untuk anak dan cucunya.


1 jam kemudian,mereka pun bersiap pergi.


Kali ini Serkan benar2 seperti orang mau pindahan,dalam tas nya saja hanya 1 helai baju sisanya baju baru untuk Histi,Sania beberapa daster dan alat make up.


Bara kembali menggunakan helikopternya untuk mengangkut anggota keluarga.


Dikampung,Histi baru terbangun dari tidur nyenyaknya.


Terlihat seorang bocah kecil meringkuk disamping dengan wajah lucu.


" Hoaaamm " Histi menguap lebar.


Wanita itu berusaha bangun dan prteeekkkkkk...


Histi terdiam dengan mata melotot saat tulang pinggangnya saling bergesekan.


" Aduh2 " Ucap Histi berpegangan pada papan rumah.


Sania perlahan membuka mata dan kaget mendapati sebuah bokong bahenol didepan wajahnya.


" Tante kentut ya ?" Tuduh Sania menutup hidung.


" Enak aja,pinggang yang bunyi " Jawab Histi tak terima.


Gadis itu bangun dan menggaruk kepala.


Sejak Serkan pergi,Sania menjadi teman Histi dirumah,kini gadis kecil itu selalu membuntuti kegiatan Histi dari membuka mata hingga menutup mata lagi jika tak sekolah,Sania diutus Serkan menjadi mata2 dan tangan kanannya.


" Kamu mau makan apa ?" tanya Histi menguncir tinggi rambutnya.


" Hm ada nya apa ?" Tanya Sania polos.


" Ubi semalam " Jawab Histi.


" Yahhh kenapa nanya kalo cuma menu segitu " Kata Sania kesal.


" Hahahaha " Histi tertawa ngakak merasa lucu dengan respon Sania.


" Ya udah kita bikin nasi goreng mau ?" Tanya Histi kembali tenang.


" Tapi gak mau ada merconnya,pedes bokong aku Te " Jawab Sania mengkrucut.


" Iya sih,cape jongkok " balas Histi mangut2.


Sania mengangguk setuju,malam tadi keduanya beradu di tempat pembuangan karna Histi masak ayam geprek pedas,Sania yang masih pemula hampir mati kepedesan diulah wanita itu.


" Ayo kita siapkan alat2nya,hari ini Om dokter pulang " Ajak Histi semangat.


" Wahhh pasti bawa oleh2 ya Te ?" tanya Sania girang.


" Pastinya dong,tenang aja semua keinginan kamu bakal dipenuhi sama Suami Tante " Jawab Histi sombong.


" Asikkk,kalo beneran gitu aku mau jadi asisten Tante " Kata Sania semangat.


" Iya nanti pas ini udah brojol,kamu jadi asisten pribadi " Kata Histi tersenyum.

__ADS_1


" Tapi gaji nya belakangan ya " Lanjut Histi malu.


" Ck masa istri dokter ngutang " Decak Sania malas.


Histi menggaruk kepala malu.


Walau sering dikibuli Histi tapi bocah itu tak ada jeranya,ia merasa nyaman karna Histi seperti Kakaknya sendiri.


Keduanya pun mulai sibuk,Histi memasak banyak sekalian untuk orang tua Sania yang sudah berbaik hati mengizinkan bocah itu menginap dirumahnya.


Tak banyak yang bisa Histi berikan karna mereka juga sama dengan warga yang lain,Histi benar2 dituntut oleh keadaan menjadi pribadi yang harus bisa berhemat dalam segala hal.


Setelah selesai,mereka pun makan dan melakukan aktifitas seperti biasanya.


Seorang tamu tanpa diundang masuk kerumah baru Malvin membuat orang yang membuka pintu rumah mengernyit.


" Cari siapa ?" tanya Samuel datar dengan kursi rodanya.


" Kamu siapa ?" tanya wanita itu terkejut.


Samuel diam memperhatikan wanita dengan gaya high class tersebut masuk tanpa ia suruh.


Hanya ada Samuel dan Winda didalam rumah karna orang tua Winda dan adiknya sedang bekerja dan sekolah.


" Mana Winda ?" tanya wanita itu jengah menunggu jawaban.


" Mandi " Jawab Samuel.


Risa mengangguk dan masuk lebih dalam.


" Ini rumah bukan taman bermain,harap lepas sandal anda jika bertamu !" Ucap Samuel melihat wanita itu tak melepas sandal sama sekali.


Risa terdiam menunduk menatap kakinya yang masih terpasang sandal mahal.


Wanita itu melihat Samuel lagi dan kembali mendapati expresi datar.


" Siapa anak ini ? kenapa ada dia disini " Batin Risa heran.


Yap,yang bertamu adalah Mama Malvin,yang begitu khawatir keadaan Winda.


Wanita itu begitu terkejut saat mendapati Winda tak dirawat lagi dirumah sakit,beruntung ia sudah mencari tau alamat baru Malvin sebelumnya jadi Risa tak perlu susah2 mencari.


Tak berselang lama,seorang pria masuk kedalam rumah dan kembali terkejut.


Samuel melihat kedepan dan mendapati Alexi datang dengan rantang ditangannya.


Lelaki itu mendekati Samuel dan melihat kearah Risa yang memasang wajah aneh.


" Ibu siapa ?" tanya Alexi tenang.


" Saya neneknya Winda " jawab Risa tanpa malu.


" Apa !" Pekik Alexi dan Samuel terbelalak.


Ceklek...


Pintu kamar terbuka,nampaklah seorang gadis mendekat dengan kursi roda elektriknya..


" Nenek " Gumam Winda terkejut.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2