
Hari ini disebuah rumah sederhana sedang diadakan acara syukuran atas lahirnya anak dari pasangan Histi dan Serkan.
Bayi kecil itu mendapat banyak sekali doa yang dilanturkan para ibu2 dan bapak2 yang datang kerumah.
Rambut Sutar yang tadinya punya sedikit rambut kini sudah botak sempurna.
Rambut bocah itu digunting tertua disana mengikuti adat setempat.
Serkan tak masalah,ia menghargai adat istiadat kampung yang mereka diami.
" Selamat ya Histi semoga anak mu membawa berkah " Ucap Istri teman Serkan.
" Makasih Mba " Balas Histi tersenyum.
Sutar terlihat senang dikrumuni bapak2 yang mengendongnya diluar rumah.
Tak banyak yang mereka suguhkan,Histi benar bersyukur punya tetangga yang tak pandang kasta.
Dengan modal 10 Juta Histi sudah bisa memberi makan orang satu kampung,bedahal jika ia berada dikota,uang 10 juta bahkan tak bisa membeli rasa gengsi.
" Te,aku mau sate lagi " Kata Sania menegur Histi yang sedang memantau anaknya.
" Mau lagi ?" Tanya Histi menunduk.
" Iya Te,sate kambingnya enak " Jawab Sania dengan mulut penuh saus.
" Ambil aja,makan yang banyak besok bayar " Kata Histi tenang.
" Ihh makanya Te,mumpung hari ini gratis aku mau makan banyak2 " kata Sania tersenyum.
Histi terkekeh geli dan memberi 3 tusuk sate ke piring bocah itu..
Sania kembali berlari menemui teman2nya.
Suasana sangat ramai,para warga terlihat sangat bahagia bisa berkumpul bersama dan bercengkrama.
" Suami ku mana ya ?" Gumam Histi tak melihat batang hidung Serkan.
Wanita itu celingak celinguk dan melotot melihat Serkan malah nongkrong bersama para gadis magang.
" Wah2 gak bener nih laki " Gumam Histi melotot.
Ibu satu anak itu mengangkat baju gamisnya tinggi2 dan berjalan cepat menuju lokasi.
" Yang bener Dok,wah saya juga mau " Ucap seorang gadis terlihat girang.
" Kamu mau ?" Tanya Serkan ikut girang.
" Iya Dok,cape jomblo mulu " Jawab gadis itu mengkrucut.
" Tapi jadi yang kedua mau ?" tanya Serkan mengangkat alis.
" Kalo sama Dokt....
" Apa !" Potong Histi melototkan matanya.
" Yank " Kata Serkan kaget dengan kedatangan Histi.
" Eh Mba Histi " Tegur anak magang menunduk.
" Siapa yang mau jadi kedua ?" Tanya Histi garang.
" Saya Mba " Jawab Gadis magang bernama Suni polos.
" Kamu mau saingan sama saya ?" tanya Histi terbelalak.
" Hah Mba juga mau ?" tanya Suni girang.
Histi mengernyit bingung,wanita itu menoleh ke Serkan dan mendapati suaminya mengulum senyum.
" Kamu bahas apa sih Yank ?" Tanya Serkan heran.
" Lah kalian bahas apa ?" tanya Histi balik.
" Bahas siapa yang mau presentasi duluan sama Pak Rey " jawab Serkan gemas.
" Hah bukan jadi istri kedua kamu ?" Tanya Histi polos.
" Apa !" Pekik Anak magang kaget.
" Istri apa ?" tanya Serkan melototkan mata.
" Bukan ya ?" Tanya Histi menggaruk kepala.
__ADS_1
" Ck kamu aja aku dah ngos2an,apalagi nambah mereka " Jawab Serkan kesal.
" Hehe gak berani kita Mba kalo saingannya kayak mba " Celetuk Suni ngeri.
" Berani ambil suami aku,tak kelek leher kalian !" Ancam Histi tajam.
" Waduhh ampun Mba gak berani " kata Suni merinding.
" Dia punya gue,udah gue kontrak sampe mati !" Kata Histi sok gaul.
" Heleh " Decih Serkan malas.
" Kalian cari aja yang lain,yang ini dah sold out " Kata Histi memainkan mata.
" tapi masih yahut mba " Balas anak magang menggoda.
" Yahut lah,mba service 3x sehari " Kata Histi mengedip mata nakal.
Serkan melototkan matanya mendengar pengakuan wanita itu..
" Hah yang bener Dok ?" Tanya Teman Suni heboh.
" Ya,tuh buktinya berojol satu " jawab Histi menunjuk Sutar yang sedang tertawa.
" Wah2 Mba hebat banget " kata Suni takjub.
" Ya dong,makanya nih dokter bisa kecantol sama Mba " balas Histi menepuk dada.
" Idihh sombong " Cibir Serkan.
" Bagi resep dong Mba " rengek anak magang.
Serkan yang merasa ada angin aneh buru2 pergi sebelum kupingnya memanas.
" Tenang2 nanti mba kasih resep mujarab " Kata Histi tersenyum.
" Yeeee " Pekik anak magang heboh.
Histi pun mulai memberi tips & trick yang dia punya.
Sore harinya,saat semua sudah selesai Seorang warga mengantarkan surat kepada pasangan itu.
" Yank sini " pekik Histi melotot melihat surat tersebut.
" Alexi mau nikah Yank " Jawab Histi.
" Hah " Pekik Serkan syok..
Lelaki itu mendekati istrinya dan membaca surat tangan tersebut.
Tertulis disana bahwa Romi meminta Serkan pulang untuk mengadakan acara pernikahan.
" Kita dikasih libur Yank " Kata Serkan tersenyum.
" Berapa lama ?" tanya Histi.
" 2 minggu " Jawab Serkan.
" Hah beneran ?" Tanya Histi syok.
Serkan mengangguk cepat.
" Waaaah alhamdulillah,Sutar akhirnya kita bisa ketemu Eyang " kata Histi memberitahu anaknya.
Bocah yang sudah mengantuk itu tersentak kaget dengan jogetan ibunya.
Bukannya senang,Sutar malah menangis kencang karna kesal tidurnya terganggu.
Histi pun mulai kelabakan mendengar teriakan sang anak dan Serkan memasang wajah datar.
" Hehe jogetnya dilanjutin malam ya Yank " Kata Histi cengengesan.
Serkan mendengus dan kembali memungut sampah.
" Yesss akhirnya bisa ketemu Mama " Gumam Histi begitu bahagia..
Disebuah negara sepasang suami istri baru turun dari pesawat.
Bandara sangat ramai,berbagai macam orang terlihat disana sibuk sendiri dengan koper2 mereka..
" Kita mau kemana Sam ?" tanya Winda menegur.
" Hotel " Jawab Samuel melihat kiri kanan.
__ADS_1
" Aku gak bisa baca tulisan disini " Bisik Winda pelan.
Samuel hanya diam saja,mereka berjalan keluar dan pria itu menyetop taxi.
Keduanya menuju hotel untuk beristirahat.
Sesampainya disana,Winda disambut kamar hotel yang sangat mewah dengan kolam diluar kamar.
" Wawww ini cantik banget " ucap Winda takjub.
" Kau menyukainya ?" Bisik Samuel lirih.
" Hm " Jawab Winda menoleh.
Keduanya saling melihat,Samuel tersenyum kecil merapikan anak rambut gadis itu.
" ayo mandi " Ajak Samuel tenang.
" Bersama ?" Tanya Winda.
" Ya,kolamnya muat untuk kita berdua " jawab Samuel.
Winda tersenyum kecil,mereka pun mulai berkemas.
Winda memakai pakaian lengkap beda hal dengan Samuel yang hanya mengenakan kolor hitam.
" Buka saja tak ada orang melihat " Ucap Samuel risih melihat gadis itu.
" Buka apanya ?" Tanya Winda polos.
Samuel menunjuk baju dan celana panjang Winda membuat gadis itu seketika melotot.
" Kau gila apa nyuruh aku telanjang " kata Winda menyilang dada.
" Bukankah aku pantas melihatnya ?" Tanya Samuel.
" Ya tapi aku belum mau " Jawab Winda jujur.
" ya sudah,ayo kesini " Ajak Samuel turun duluan.
Winda mengangguk,keduanya masuk kolam tersebut dan membasahkan diri.
" Disini enak ya Sam " Ucap Winda melihat pemandangan kota dari ketinggian.
" Hm " Jawab Samuel tiba2 memepet Winda dari belakang.
Glek...
Winda menelan ludah kasar,pria itu mengendus rambut Winda membuat bulu kuduk Winda meremang.
" Sam " Ucap Winda lirih.
Samuel menyentuh bahu Winda hingga menyatukan tangan mereka.
" Ini contoh bulan madu " Bisik Samuel berat.
Winda berbalik badan dan menatap lelaki itu nanar.
Samuel tersenyum dan menyiram gadis tersebut dengan air.
" Saaaaaaammmm !" Pekik Winda melotot.
Gadis itu membalas siraman membuat Samuel kelabakan.
Keduanya saling siram menyiram membuat air terombang ambing.
" Sudah Sam mata ku sakit " Kata Winda mengusap matanya.
Samuel mendekat dan mengusap manik wanita itu hati2.
" Maaf aku tidak sengaja " Ucap Samuel lembut.
Winda membuka matanya dan tersenyum kecil.
Mereka saling melihat dan ntah siapa yang memulai keduanya saling berpelukan hangat.
" Aku ingin jalan2 " Bisik Winda malu.
" Iya nanti kita jalan2 disini " Balas Samuel tersenyum.
Meski bingung dengan sikap Samuel,tapi Winda bahagia karna lelaki itu masih bisa bersikap hangat kepadanya.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya