
Histi langsung terbangun mendengar pertanyaan Azura yang tak pernah ia duga duga.
" Maafin aku Kak " Kata Azura takut.
" Kamu beneran suka Bryan ?" Tanya Histi tak percaya.
" Gak tau,cuma kalo denger suara Bang Bryan aku suka " jawab Azura malu2.
" Astaga Azura " kata Histi menggeleng pelan.
" Kakak masih pacaran sama dia ?" tanya Azura nanar.
Histi mengangguk pelan.
" Heheh maafin ya Kak,tapi bukan cuma aku doang yang suka,Angel juga suka Kak " Kata Azura serius.
" Hah gadis sengklek itu suka sama Bryan juga ?" tanya Histi melotot.
" Iya,dia sering curhat kalo Bang Bryan nelfon " Kata Azura serius.
" Astaga " Kata Histi menutup wajahnya merasa malu.
Tanpa disadari ternyata Bryan menjadi primadona dikalangan cucu Salders itu.
Tak heran memang karna Bryan punya pesona yang luar biasa seperti Ayahnya,bahkan jiwa tegas Adelard mengalir didarah lelaki tersebut.
" Gimana Kak ?" tanya Azura cengengesan.
" Sebenarnya Kakak juga udah kurang komunikasi sama dia " Kata Histi lesu.
" Kenapa ?" tanya Azura kaget.
" Hati Kakak berpaling " Jawab Histi jujur.
" Apa !" Pekik Azura melotot.
Histi mengangguk pelan.
" Kenapa bisa ? apa Bang Bryan kurang ganteng ?" tanya Azura heran.
" Ngak bukan itu,ini masalah hati " Jawab Histi dramatis.
" Yaaahhh " Kata Azura lesu.
" Terus Bang Bryan diduain gitu ?" tanya Azura kesal.
" Gak,Kakak gak pacaran sama Dokter Serkan " Jawab Histi menggeleng.
" Dokter Serkan ?" Ulang Azura mengernyit.
" Ya dia dokter mata di rumah sakit tempat Kakak magang " Jawab Histi lesu.
" Apa !" Pekik Azura kembali terkejut.
" Aduh jangan kenceng2 nanti ada yang denger " Kata Histi gemas dengan anak itu.
" Hehe iya2 sorry " Kata Azura cengengesan.
" Terus gimana ceritanya ?" Tanya Azura kepo.
Histi mulai bercerita awal mula hubungannya dengan lelaki dingin itu.
Azura terlihat sangat terkejut apalagi tau Serkan lebih dewasa dari mereka.
" Apa berciuman ? astaga " Kata Azura membekap mulutnya sendiri.
" Aduh nih anak,sekalian pake toa sana biar 1 komplek kedengeran !" Kata Histi kesal.
__ADS_1
" Maaf Kak,aku terkejut,terus rasanya gimana eeehhh " Pekik Azura kecoplosan.
" Hahahahaha " Histi tertawa ngakak dengan ucapan cepat gadis itu.
" Maaf Kak,khilaf " Kata Azura untuk kesekian kalinya minta maaf.
Histi menggangguk disela tawanya.
" Jangan coba2 kalo gak mau digantungin Papa kamu dibatang sereh " kata Histi ngeri.
" Hehe Kakak juga " kata Azura sama2 ngeri.
Histi kembali tertawa mengangguk.
Gadis itu kembali curhat,expresi wajah Azura berubah ubah mendengar cerita Kakaknya tersebut.
" Jadi Kakak gak ketemu dia tadi ?" Tanya Azura mulai paham.
" Gak,dia gak ada dimana2 " Jawab Histi lesu.
" Apa karna itu tadi Kakak nangis ?" tebak Azura.
Histi mengangguk lemah,Azura tertawa ngakak.
" Yah kami kira Kakak terharu sama suprise dari kita,mana Onty Ana sama Angel heboh lagi " Kata Azura disela tawanya.
Histi mengkrucut kesal,ibu dan anak itu memang tak tau situasi.
Keduanya kembali mengobrol,Azura bertanya banyak hal dan dijawab Histi dengan jujur berhubungan dirinya memang gadis yang jarang berbohong.
Ditempat lain seorang pria sedang makan siang bersama seorng gadis.
Keduanya terlihat sangat lahap.
Bryan menemani Salsa pergi membeli buku siang ini karna gadis itu mengaduh tak bisa membuat tugas,Bryan yang kebetulan free pun mau menemani mantu sahabat Kakeknya tersebut karna Helend bekerja dan Hena sibuk membuat pesanan kue orang dirumah.
" Aku kenyang " Kata Salsa mengkrucut.
" Harus makan,kamu kurang makan daging " Kata Bryan tegas.
" Iya " Jawab Salsa pasrah.
Bryan tersenyum,gadis itu pun kembali memakan potongan daging cincang tsb.
" Aku akan pulang minggu depan " Ucap Bryan tenang.
" Apa uhuk uhuk " Kata Salsa terbatuk batuk.
" Aku sudah masuk waktu libur " Ujar Bryan pelan.
" Tapi Kak..." Kata Salsa menggantung.
" Aku akan kembali 3 bulan lagi,kesehatan Mama ku juga sedang menurun,aku takut terjadi apa2 dengannya " Kata Bryan lesu.
" Yaahh terus aku sendiri dong " Kata Salsa ikut lesu.
" Hanya sementara,kau tidak bisa ikut karna jadwal mu padat " Kata Bryan terkekeh.
" Iya aku sedang sibuk2nya,padahal aku sangat merindukan Ayah dan Ibu " Kata Salsa sedih.
" Dan Alexi " Sambung Bryan.
Salsa melotot langsung menampar gemas lengan lelaki itu.
" Aku sudah melupakannya " Kata Salsa bersedekap dada
" Benarkah ?" tanya Bryan menggoda.
__ADS_1
" Ya,untuk apa memikirkan lelaki gila itu " Jawab Salsa mendengus.
Bryan tertawa,Salsa sangat sensitif jika sudah membahas tentang Alexi yang telah menceraikannya tanpa pikir panjang,meski begitu Bryan melihat Salsa kadang merindukan lelaki itu juga karna Salsa sering diam2 melihat foto pernikahannya dulu dan foto saat mereka bertamasya.
Gadis itu akan tersenyum diawal dan berakhir dengan tangisan mengingat jalan hidupnya sangat berliku.
" Sudah selesai " Kata Salsa setelah menghabiskan menunya.
" Oke ayo temani aku beli oleh2 " Ajak Bryan semangat.
" Oke,tapi kali ini aku yang traktir makanan kita ya " kata Salsa menunjuk dompetnya.
" emang kamu punya uang ?" tanya Bryan mengernyit.
" Hm " Jawab Salsa mengangguk malu.
" Tidak usah itu untuk kamu jajan " kata Bryan tersenyum.
" No no,setiap kita jalan pasti Kakak yang bayarin,tapi kali ini harus aku karna aku udah gajian hehe " Kata Salsa terkekeh.
" Waah gaji pertama mu sudah cair ?" tanya Bryan takjub.
" Iya,semua berkat Kakak,makasih ya " Kata Salsa bergelayutan manja.
" Iya sama2 " Jawab Bryan terkekeh.
Keduanya pun menuju kasir,seperti ucapan Salsa barusan ia yang membayar menu makan siang mereka.
Beberapa waktu lalu,Salsa meminta Bryan untuk mencarikannya pekerjaan sampingan,Salsa merasa bosan karna dirinya cuma menghabiskan waktu untuk kuliah dan dirumah,gadis itu juga tak enak kepada Hena dan Helend yang menampung memberinya makan setiap hari.
Awalnya Hena menolak mengizinkan gadis itu bekerja karna Romi sudah mengirim uang lebih dari cukup setiap bulannya,tapi Salsa terus memohon kepada wanita itu dengan alasan2 dramatis yang akhirnya meluluhkan hati Hena,sedangkan Helend setuju saja karna ia tau setresnya belajar tanpa kegiatan lain.
Jadilah sekarang Salsa bekerja disebuah restoran cepat saji meski hanya separuh waktu tapi cukup untuk gadis itu menabung.
Kedua anak manusia itu berjalan2 disepanjang jalan kota besar tersebut.
Bryan membeli banyak pernak pernik untuk keluarganya di tanah air.
Pria itu juga tak lupa membeli sesuatu yang spesial untuk kekasih hatinya mengingat mereka jarang komunikasi dan Bryan berencana akan memberi suprise kepada gadis itu.
" Banyak banget Kak,bukannya pacar Kakak cuma 1 ?" tanya Salsa mengernyit melihat Bryan memilih baju perempuan dengan harga mencekek leher Salsa.
" Hm,ini untuk adiknya,ini bagus gak ?" tanya Bryan mengambil selembar kain panjang.
" Wah cantik,warna nya kalem " Kata Salsa merasai kain suci itu.
" Iya anaknya juga kalem " Jawab Bryan tersenyum.
Salsa mengangguk,lelaki itu pun mengambil 1 lalu memberikan ke Salsa yang mendong troly.
Gadis itu dengan semangat menemani lelaki tampan itu belanja.
Sekilas keduanya terlihat seperti pasangan muda yang sedang dimabuk asmara.
" wahh rok n roll " kata Salsa heboh lelaki itu berjalan kearah sana.
" Topinya keren gak ?" tanya Bryan memakai satu..
" Keren Kak,kaca matanya juga " kata Salsa memakaikan kaca mata hitam ke manik lelaki itu.
" ini untuk gadis gak bisa diem " Kata Bryan terkekeh.
Salsa mengangguk meski dirinya tak tau siapa saja gadis yang dimaksud oleh lelaki itu.
Setelah selesai disana mereka beralih ketempat anak2 berhubung Bryan punya adik dan keponakan.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.