
Salsa tanpa sadar membuka pintu dan berjalan mendekat.
Lelaki yang ingin masuk kedalam mobil mewah tersentak saat maniknya tak sengaja melihat gadis yang ia kenali.
" Salsa " Gumam pria itu terbelalak.
" Kak Bryan " Teriak Salsa lantang.
" Itu beneran Salsa " Kata Bryan berjalan mendekat.
" Mau kemana ?" tanya seorang wanita dari dalam mobil.
" Ada temen aku Nek,tunggu bentar " Jawab Bryan menundukkan kepalanya melihat wanita berkaca mata itu.
" Mana ?" tanya Prily.
" Tuh,Sa sini " Pekik Bryan melambaikan tangan.
Salsa melihat kebelakang tak ada siapapun,Bryan memutar mata malas melihat kebodohan gadis itu.
" Hehe aku ?" tanya Salsa menunjuk dirinya.
" Iya siapa lagi ?" Jawab Bryan gemas.
Prily keluar dari mobil,Salsa berlari mendekat.
" Kak Bryan kenapa ada disini ?" tanya Salsa bingung.
" kamu kenapa ada disini ?" tanya Bryan balik.
" Ini siapa Yan ?" tanya Prily menyelisik gadis yang sedang bicara dengan cucunya.
" Salsa Nek,temen aku di LA " Jawab Bryan.
" Hah dia kuliah di LA juga ?" tanya Prily kaget.
Salsa mengangguk malu.
" Tapi aku asli sini Nek " Kata Salsa menunduk.
" Iya gak papa,kalian mau lanjut ngobrol apa gimana ?" tanya Prily.
" Kam..
" Salsa "
" Bryan "
Panggil Bara dan Histi bergantian.
Keduanya menoleh dan melihat pasangan itu saling bergandeng tangan dengan Byanca juga mendapat genggaman dari Serkan.
" Kalian kenal ?" tanya Histi bingung.
" Hm " Jawab Salsa dan Bryan bersamaan.
Serkan terlihat ingin melepas genggaman tangannya karna Prily menatap mereka berdua dalam tapi naas Histi sudah mengunci tautan tangan mereka.
Serkan menunduk sopan kepada Prily,wanita itu memasang wajah super tenang.
" Ayo Dek " Ajak Serkan kepada Salsa.
" Dek ?" Ulang Bryan.
" Dia ipar ku " jawab Salsa pelan.
" Apa !" Pekik Bryan kaget.
" Ada apa ?" tanya Salsa bingung.
" Astaga yang benar saja " Ucap Bryan tak percaya.
" Yan,nenek ada urusan,kamu mau pulang sekarang atau nanti ?" tanya Prily lagi.
" Mm aku...
" Bryan ikut kita Nek " ucap Histi menjawab.
" Apa !" Kata Serkan dan Salsa kaget.
__ADS_1
Bryan terdiam melihat Histi tersenyum kearahnya.
" Kamu mau kan,sekalian aku jelasin semuanya " Ucap Histi lembut.
Prily yang paham dengan situasi mereka mengangguk setuju.
" ya udah,Nenek pergi dulu ya,titip Bryan " Ucap Prily mengusap bahu Histi.
" Iya Nek,hati2 " Balas Histi lembut.
Wanita tua itu pun berlalu dari sana,tinggallah mereka semua dengan kebingungan masing2.
" kak aku lapar kapan berangkatnya ?" Rengek Byanca menggoyang tangan Serkan.
" Byan udah lapar ya ?" tanya Serkan menunduk melihat adiknya.
" Hm " jawab Byanca mengangguk.
" Ya udah,ayo berangkat kita jalan2 beli makanan enak " Ucap Histi semangat.
" Beneran Kak ?" tanya Byanca heboh.
" Iya,Kakak mu habis gajian,ayo habiskan uang nya " ajak Histi menyindir.
Serkan terkejut tapi lelaki itu memasang wajah tenang.
Salsa melirik Bryan yang menatap pasangan itu nanar.
" Ayo Kak " Ajak Histi menarik tangan Bryan.
" iya " jawab Bryan menarik tangan Salsa.
Salsa yang tak siap pun terseret,semua orang mendekat kearah mobil Serkan.
Histi dan Serkan duduk didepan,sedangkan Bryan,Salsa dan Byanca duduk dibelakang.
" Byan disini sama Kakak mau ?" tanya Histi menoleh kebelakang.
" Gak usah,aku mau sama Kakak ini " jawab Byanca tersenyum malu melirik Bryan.
Bryan ikut tersenyum,Salsa cekikikan melihat Bryan mulai laku dipasaran.
" Mau kemana ?" tanya Serkan memasang sabuk pengaman.
" ya udah,sabuknya dipake dulu " Kata Serkan tenang.
" Pakein " Rengek Histi manja.
Serkan kaget melotot kearah gadis itu,Histi tersenyum mengangkat kedua tangannya.
Lelaki itu menghela nafas dan mendekati Histi.
Seketika Salsa dan Bryan kompak menutup wajah Byanca yang menonton adegan.
" Apa ini kenapa gelap,tolong jangan culik saya " pekik Byanca berontak.
Serkan memasang cepat dan kembali ke posisi semula.
Histi tersenyum puas melihat kekasihnya.
" Huh selamat " Ucap Salsa menghela nafas dan membuka tangannya diikuti Bryan.
" Kalo mau mesraan tolong hargai yang jomblo " Kata Salsa kesal.
Serkan diam sedangkan Histi tertawa lucu.
Bryan hanya diam melihat sahabatnya mulai bertanduk.
" Aku gak jadi diculik ?" Tanya Byanca melihat kiri kanan.
" Gak " jawab Salsa gemas.
Byanca mengangguk paham membuat Serkan terkekeh geli dengan sifat lucu adiknya.
Mereka pun langsung berangkat menuju lokasi.
Selama diperjalanan,semua orang diam hanya Byanca yang banyak bicara kepada Serkan.
Hampir 15 menit perjalanan,akhirnya mereka tiba disebuah restoran.
__ADS_1
Serkan bingung mau membawa kemana mereka semua,sebenarnya Serkan bisa menganjak para cewek ke warung biasa tapi lelaki itu kalah gengsi dengan Bryan,jadilah Serkan memilih restoran yang sedikit sepi agar bisa nyaman berbincang.
" bukannya kamu mau makan soto ?" tanya Histi bingung.
" Gak jadi " Jawab Serkan.
" Malu ya ?" Goda Histi.
" Malu kenapa ?" tanya Serkan mengernyit.
" Sama mantan hehe,takut kalah saing ya ?" Goda Histi lagi.
" Apaan sih kamu " Kata Serkan malas meladeni.
" Mau dibawa kemana aja aku nurut kok,apalagi plaminan,maju paling depan aku " Kata Histi bergelayutan manja.
Serkan memutar mata malas dan berjalan duluan.
Dibelakang pasangan itu ada Salsa dan Bryan yang mulai melempar pertanyaan.
" jadi itu mantan yang kamu cerita ?" Tanya Histi melotot.
" Ya,dan lelaki itu ternyata ipar kamu ?" Tanya Bryan.
" Ya,dia Bang Serkan,Abangnya Alexi " Jawab Salsa polos.
" Astaga Saaa " kata Bryan menyugar rambutnya kasar.
Salsa menggaruk kepala bingung dengan situasi yang sedang mereka hadapi saat ini.
" Kenapa kalian disana,ayo masuk " Tegur Histi.
" Hah iya " Jawab Salsa kaget.
Gadis itu menyeret Bryan masuk kedalam restoran.
Terlihat suasan cukup sepi,Serkan dan Byanca sudah duduk karna adiknya mengaduh lapar.
Kelimanya duduk berhadapan,Serkan terlihat sangat tenang.
Dibawah sana kaki Salsa dan Bryan saling sepak menyepak,kedua anak manusia itu terlihat sangat syok dan tak menyangka hal segila ini terjadi.
" Bingung ya ?" Tebak Histi membuka suara.
" Hm " Jawab Salsa mengangguk.
Serkan tersenyum kecil melihat mantan adik iparnya yang kebingungan melihat mereka semua.
Byanca sudah sibuk dengan hape Abangnya,bukan tanpa alasan Bryan memberi hape,pria itu ingin membuat suasana tenang tanpa gangguan.
" Jadi aku dan Serkan sekarang berpacaran,dan Bryan ini mantan pacar aku " Jelas Histi tenang.
" Apa !" Kata Salsa melotot.
" Aku tau ini sedikit aneh,tapi ipar mu bukan pelakor,disini aku yang salah karna menduakan Bryan " Ucap Histi jujur.
Bryan menghela nafas seraya melirik Salsa yang menganga lebar.
" Jadi Bryan yang itu..." Kata Salsa menelan ludah kasar.
" Hm " Jawab Bryan mengangguk lemah.
" Astaga " Kata Salsa tak percaya.
" Ternyata gadis ini yang membuat Bryan galau,terus kenapa Bang Serkan ikut2an sih,padahal kan dia..." Batin Salsa tak habis pikir.
" Sudah gak papa Sa,kagetnya dilanjutin nanti aja,sekarang udah selesai " Kata Bryan membuka suara.
" Tapi Kak..." Kata Salsa frustasi sendiri.
" Nanti Abang jelasin lagi,,sekarang ayo makan pesanan kita sudah sampai " Balas Serkan tenang.
Salsa mengangguk pasrah.
Mereka pun makan dengan tenang,kali ini Histi tak banyak tingkah karna ia menghargai Bryan yang diam2 melihat mereka.
Salsa melirik sahabatnya dan Serkan bergantian.
" Aku gak boleh suuzon,mungkin aja Bang Serkan menunjukkan sifat aslinya kepada Histi makanya gadis ini tergila2 sampe menduakan Bryan yang cukup sempurna." Batin Salsa postif thingking.
__ADS_1
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,like,coment dong lesu nihhh,ngak naik2😓