Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
455


__ADS_3

Sindi bersikap tenang menghadapi sang besan yang bersedekap dada melihatnya.


" Jika anak kami sehat dan bahagia kami akan betah disini " Jawab Sindi santai.


Lutfia terkejut mendengar jawaban orang tua Winda yang seoalah menantang dirinya.


" Ya dia akan tetap sehat karna anak ku selalu memberinya makanan yang enak dan hidup layak !" Balas Lutfia.


" Hm untuk itu kami berterima kasih " Balas Sindi lagi.


Malvin menendang pelan kaki istrinya,pria itu ngeri2 sedap Sindi berhadapan dengan Lutfia yang kini punya kuasa.


" Baiklah " Ucap Lutfia berdiri.


" Terima kasih sudah berkunjung " Ucap Sindi tersenyum.


" kau !" Balas Lutfia berdesis.


" Tidak seharusnya kita berkelahi bukan,aku malu harus beradu mulut dengan besan " Kata Sindi terkekeh.


Lutfia lagi2 terdiam,ucapan Sindi sungguh menusuk hatinya membuat wanita itu kalah berucap.


" Makasih Mba,semoga Mba dan keluarga hidup bahagia dan rukun " Sahut Malvin.


Lutfia tak bicara lagi,wanita itu langsung melongos pergi membawa tas mahalnya.


" Huuuftttt " Malvin terduduk dengan helaan nafas panjang.


Lelaki itu menatap sang istri yang masih melihat Lutfia dengan wajah yang sulit dimengerti.


" Ma " Tegur Malvin.


" Aku yakin dia akan membebaskan kita " Kata Sindi tersenyum kecil.


" Maksud kamu ?" tanya Malvin bingung.


" Dia sebenarnya orang yang baik Pa,hanya saja sekarang ia diliputi rasa emosi yang membuncak " Jawab Sindi.


" Bagaimana kamu tau ?" tanya Malvin heran.


" Setiap wanita punya hati yang tulus,begitupun Lutfia " Jawab Sindi menoleh.


Malvin semakin bingung,ia tak mengerti ucapan ambigu istrinya.


" Gak usah khawatir,Winda akan baik2 saja kau tidak dengar tadi dia bilang Samuel merawat anak kita dengan baik ?" Tanya Sindi tersenyum..


" Ya dia memberitahunya dengan nada sombong " Jawab Malvin.


" Ya,tapi aku gak perduli yang penting anak kita aman " Jawab Sindi mencubit pipi Malvin yang masih memasang tampang bodoh.


" Udah selesai Pak " Ucap Sindi kepada sipir.


" Yank nanti dulu " Tahan Malvin kaget.


" Dah ah,aku mau lanjutin gibah sama napi yang lain " Kata Sindi mengibas tangannya.


" Lah kamu enak banyak teman,aku gak ada Yank !" Rengek Malvin manja.


" Derita lo " balas Sindi menjulur lidah dan langsung berlari.


" Yankk " Pekik Malvin kesal.


Lelaki itu pun berlari mengejar istrinya.


Sipir yang menunggu tadi melongo melihat tingkah pasangan absurd tersebut.


" ini penjara apa taman bermain ? kenapa mereka girang banget masuk bui ?" gumam lelaki itu menggaruk kepala.


Tawa Sindi terdengar nyaring,wanita itu berhasil ditangkap oleh suaminya saat akan memasuki sel.

__ADS_1


Beberapa napi perempuan tertawa renyah dengan tingkah mereka,sejak ada Sindi dan Malvin ruang tahanan para penjahat itu seperti taman hiburan,setiap hari ada saja orang yang mengunjungi Sindi maupun Malvin,ntah itu tukang grab atau Yuni beserta anaknya.


Sindi pun tak menganggap penjara sebagai tempat balasan atas perbuatan yang telah ia lakukan,ruang jeruji itu bagi Sindi sebagai media untuk ia belajar lebih jauh dan tempat ia menemukan teman baru meski ada beberapa napi yang kurang suka dengan sikap aktifnya.


Ditempat lain,seorang wanita bersiap2 pergi.


Hari ini Winda mendapat telfon dari Romi bahwa adiknya berada dirumah sang nenek.


Winda sangat terkejut lantaran ia belum tau bahwa Doni dibawa kesana.


" Kamu yakin ?" tanya Samuel bertopang dagu dikasur.


" Hm " Jawab Winda mengangguk.


" Gak usah lama2 " Balas Samuel tenang.


" Iya,nanti sampe sana aku telfon kamu " Ucap Winda tersenyum.


" Iya " jawab Samuel berbaring.


" Kamu gak kerja ?" Tanya Winda.


" Siapa yang kerja hari minggu ?" Tanya Samuel balik.


" Emang kerja apa sih ?" Tanya Winda penasaran.


" Kakek suruh aku di kantor bantuin dia " jawab Samuel.


" ada lowongan gak ?" tanya Winda malu.


" Lowongan apa ?" tanya Samuel mengernyit.


" Kerjaan lah " Balas Winda gemas.


" Gak bisa " Kata Samuel ketus.


" Aku bosan berdiam dirumah aja " Rengek Winda manja.


" Kamu juga Sam !"


" Aku kuat,kamu gak !" balas Samuel tenang.


" Haisttt kamu selalu remehin aku " Kata Winda kesal.


" Dah cari uang itu urusan aku,kamu jadi istri aja mantep2 dirumah,sambut aku dan semua kebutuhan aku " Kata Samuel tegas.


" Kan lumayan Sam kalo aku kerja,bisa bantu kamu " Rengek Winda belum puas.


" Mau bantu aku ?" tanya Samuel.


" Hm " Jawab Winda.


Samuel membuka resleting celananya membuat Winda terkejut.


" Sam !" pekik Winda terbelakak.


" Ayo bantuin " Kata Samuel memainkan alisnya.


" Ihh ogah " Kata Winda mendengus.


Samuel tertawa lalu mengancing lagi celananya.


Lelaki itu mendekat dan menarik baju Winda.


" Apa ?" Tanya Winda merasa ngeri.


" Duduk sini " Jawab Samuel menepuk kasur.


" Apasih aku mau pergi " Tolak Winda.

__ADS_1


" Cepetan "


Winda menghela nafas dan duduk.


Samuel tersenyum lalu menaruh kepalanya dipaha wanita itu.


" Kenapa ?" tanya Winda melihat lelaki tersebut mesem2.


" Gak papa,kamu cantik banget hari ini " Jawab Samuel menggoda.


" Gak ada uang kecil " kata Winda malas.


" Hehehe " Samuel terkekeh geli.


Lelaki itu diam2 memasukkan kepalanya kedalam baju kaos yang Winda pakai,lagi2 wanita itu dibuat heran dengan sikap manja Samuel.


" Sam gak usah aneh2 deh,aku udah rapi nih " kata Winda mendorong kepala Samuel.


" Engap Yank " kata Samuel mengeluarkan kepalanya.


" Ya iyalah " Kata Winda mencubit gemas pipi lelaki itu.


" Pemanasan yuk dikit " Ajak Samuel mengedipkan sebelah mata.


" Gak ah,cuaca udah panas " Tolak Winda ngeri.


" Aku gak pulang loh malam ini,kamu gak kangen sama aku ?" Tanya Samuel tajam.


" Beneran tidur dirumah Mama ?" tanya Winda sedih.


" Hm,Mama sama Papa lagi gak akur,aku kasihan juga melihat keduanya kayak orang gak kenal " Jawab Samuel lesu.


Winda mengangguk setuju,ia juga merasa bersalah kepada mertuanya yang berhari2 tak bertegur sapa karna dirinya.


" Nanti ikut aku ya kesana " Kata Samuel mengusap kepala sang istri.


" Iya kalo semua udah reda " Balas Winda tersenyum.


Samuel mengangguk,dengan lembut lelaki itu mengecup wajah Winda.


Awalnya hanya kecupan saja,tapi lama kelamaan Samuel mulai tak sadar diri.


Lelaki itu begitu terhipnotis dengan pesona Winda yang tak bisa menolak dirinya.


Sikap kalem wanita itu benar2 membuat Samuel menggila,ia tak bisa menahan diri jika melihat Winda selalu menuruti keinginannya.


Beberapa saat bercumbu,pria itu melepas pangutan.


Nafas Winda ngosan2 dengan bibir tebal kemerahan.


" Yahhh lipstiknya berantakan " Kata Samuel mengusap bibir wanita itu.


" Kamu sih " kata Winda mengkrucut.


" Abisnya gemesin sayang " kata Samuel memeluk lengan Winda.


" Udah ah aku mau pergi dulu,kasihan Doni nanti nangis disana gak ada temen " Kata Winda bangun merapikan bajunya.


" Beneran gak mau diantar ?" Tanya Samuel kembali serius.


" Gak usah aku bisa sendiri,nanti kamu marah2 lihat mereka " Jawab Winda.


" Ya udah,kalo ada apa2 hubungi aku " Kata Samuel memberi uang 200 ribu kepada sang istri.


" Makasih sayang " Ucap Winda girang menerima uang dari suaminya.


Wanita itu dengan cepat menyimpan disaku celana dan memberikan kecupan hangat di pipi Samuel.


Keduanya tersenyum,Samuel bahagia melihat sang istri bahagia sedangkan Winda senang menerima perlakuan manis Samuel.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2