
Masih di hari dan tempat yang sama.
Indah masih syok mendengar pengakuan Riko, kenapa Citra berusaha keras menyembunyikan identitas suaminya, apa karna Mita, pikir Indah.
Indah kembali menatap Riko yang sangat sedih, dia kemudian mengelus pundak Riko lembut.
"Kak Riko tenang aja, Citra baik-baik saja kok." jawab Indah, Riko kemudian menatap Indah.
"Kamu sering komunikasi dengan Citra?" tanya Riko lagi.
"Semalam aku sempat telfonan sama dia kak." ucap Indah.
"Syukur deh kalau dia baik-baik saja." ucap Riko merasa lega.
Indah kemudian menenangkan Riko, dia tau keadaan diantara mereka, karna Citra sudah menceritakan semuanya kecuali siapa suaminya.
Indah merasa kasihan melihat Riko, wajahnya pucat, penampilannya terlihat berantakan.
Skip..
Seorang wanit dengan penampilan sangat anggun dan feminin berjalan masuk kampus dengan elegan. Anton yang berlari dari arah yang berlawanan tidak sengaja menabrak wanita tersebut.
bukkk..
"Aww.. keluh wanita itu.
Anton juga terkejut karna sudah menabrak orang itu sampai terjatuh.
"Lo ngga ppa kan?" tanya Anton sambil membantunya berdiri.
"Iya nggappa kok." ucap wanita itu lembut.
Anton terpesona dengan kecantikan wanita itu, dia terus menatapnya tanpa berkedip.
"Gue ketemu bidadari." batin Anton terpesona dengan wanita itu. Wanita itu menatap Anton bingung karna dia melamun menatapnya.
tiba-tiba ponselnya berdering dan membunyarkan lamunanya, dia kemudian mengangkat telfonnya sambil berlari lagi, meninggalkan wanita itu.
Wanita itu heran melihat tingkah Anton yang langsung meninggalkannya tanpa meminta maaf.
__ADS_1
Skipp..
Mita terlihat gelisah di bawah pohon samping gedung fakultasnya.
"Maaf aku telat, tadi ada sesuatu yang terjadi." ucap orang itu kepada Mita.
Mita menoleh ke arah sumber suara, mulutnya menganga saat menatap wanita cantik yang berdiri di depannya.
"Vivi.." teriaknya lalu langsung memeluk Vivi.
Wanita itu adalah Vivi dan yang bertabrakan dengan Anton tadi adalah Vivi.
Mita melepaskan pelukannya lalu menatap Vivi dari ujung kepala sampai kaki, Mita tidak percaya dengan perubahan Vivi yang dari cewek tomboy tiba-tiba jadi cewek cantik.
"Kamu oplas Vi.." tuduh Mita.
"Apaan sih,, ini asli bukan plastik, gila aja kamu nuduh aku oplas." protes Vivi.
"Ya habisnya, kamu tiba-tiba cantik gini, kan aku kaget." ucap Mita.
"Aku itu emang udah cantik dari dulu, cuman kamu aja matanya katarak jadi ngga keliatan." ketus Vivi.
"Udah-udah, langsung aja, kenapa kamu tiba-tiba manggil aku kesini, dan Indah mana?" tanya vivi.
"Udah ngga usah cariin Indah, aku nyuruh kamu kesini buat kita nyelidikin Indah." jelas Mita.
"Nyelidikin Indah, buat apa?" tanya Vivi bingung.
"Ihh, kamu ngga ngerasa apa, ada yang aneh dengan Citra, dia tiba-tiba pulang ke Bandung, dengan alasan ada urusan pribadi, urusan pribadi apa coba, hampir segini lamanya ngga balik-balik, diakan kuliah." jelas Mita lagi meyakinkan Vivi.
"Iya juga sih, aku juga merasa ada yang aneh dengan Citra, tapi apa hubungannya dengan Indah." Ucap Vivi bingung.
"Ya ada lah, kamu kan tau kalau Indah sama Citra itu sangat dekat jadi ngga mungkin Citra ngga cerita masalahnya ke Indah, dan aku curiga dengan Indah, dia memang tau sesuatu." ucap Mita lagi.
Kemudian mereka pun mengatur strategi untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Skipp..
Citra sedang kuliah on line, dia menerima materi dengan baik dari dosenya dan mendapat tugas tambahan.
__ADS_1
Setelah kuliah online, Citra kemudian mengerjakan tugas yang baru saja di berikan.
Tiba-tiba ponselnya berdering. Citra mengangkat telfon dari Indah.
Citra : "Halo Ndah."
Indah : "Lagi ngapain?"
Citra : "Aku lagi ngerjain tugas Ndah, kamu sendiri?"
Indah : "Aku baru pulang kampus, dan tadi di kampus aku ketemu suami kamu." ucap Indah langsung pada intinya, karna memang tujuan dia menelfon Citra untuk menanyakan hal ini.
Citra terdiam mencerna perkataan Indah.
Indah : "Aku udah tau Cit, tadi kak Riko yang jelasin ke aku kalau kamu istrinya."
Mendengar nama Riko membuat Citra meneteskan air matanya, dia sangat merindukan suaminya itu.
Citra : "Terus gimana keadaan kak Riko?" tanya Citra dengan suara bergetar.
Indah : "Dia tidak baik-baik saja Cit, hari ini aku ketemu dia di ruang perawatan, wajahnya sangat pucat sepertinya dia kelelahan, dia menanyakan kabar kamu, dan dia juga merindukan kamu." Jelas Indah memberitahu Citra semuanya, mendengar itu membuat Citra semakin menangis, dia merasa kasihan dengan keadaan Riko.
Citra menangis sejadi-jadinya sambil terisak-isak, Indah yang mendengar Citra menangis merasa khawatir sekaligus kasihan melihat hubungan mereka.
Indah menanyakan keadaan Citra, tapi tidak ada respon, Citra langsung memutuskan sambungan telfon sambil terus menangis.
Ternyata mama Ratna mendengar semua pembicaraan Indah dengan Citra di depan kamar Citra.
Mama Ratna bermaksud membawakan makanan untuk Citra, Mama Ratna merasa sangat sedih dengan anaknya, dia kemudian beranjak meninggalkan kamar Citra dan menuju Ruang kerja suaminya.
Mama Ratna masuk lalu membanting pintu dengan keras, papa Bram yang sedang menelfon terkejut melihat tingkah istrinya.
"Kita sudahi permainan bodoh ini, mama sudah tidak sanggup lagi melihat Citra menangis hampir setiap malam pah." teriak mama Ratna kepada suaminya.
"Mah,, mama sabar dong mah,, lagian ini semua tidak akan berlangsung lama." ucap papa Bram meyakinkan istrinya.
"Tidak berlangsung lama bagaimana pah, ini sudah hampir seminggu, tapi belum ada hasil juga." gerutu mama Ratna kesal, lalu meninggalkan suaminya.
Mama ratna kembali ke kamar Citra, Mama Ratna mengetuk pintu kamar Citra tapi tidak ada jawaban, dia kemudian masuk ke dalam kamar Citra, dan mendapati Citra sudah tertidur, Mama Ratna mendekati Citra, dia memperbaiki posisi tidur Citra, lalu menutupinya dengan selimut. Mama Ratna merapikan rambut Citra yang berantakan,kemudian dia menatap wajah sembab dan mata bengkak Citra yang sedang tertidur. Mama Ratna mengelus kepala Citra dengan lembut.
__ADS_1
"Maafkan mama sayang, bukannya maksud mama mempermainkan kalian, tapi ini juga untuk kalian, maafkan mama." ucap mama Ratna lembut kemudian meneteskan air mata lalu mengecup kening Citra.