Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
350


__ADS_3

Sore harinya,Bara dan kedua anaknya pulang.


Lelaki itu tidak bisa bermalam disana karna Bara harus bekerja besok dan kedua adik Histi harus sekolah.


Histi memeluk erat cinta pertamanya itu bahkan sampai meneteskan air mata.


Histi tak tau kapan lagi bisa memeluk Bara karna waktu dan tempat menghalangi mereka.


" Kamu baik2 ya disini,jaga diri,anak dan suami mu " Ucap Bara mengusap kepala putrinya.


" Iya Pa,Papa juga ya titip Mama dan adik2,jangan sakiti mereka karna jika Papa lakukan itu aku juga akan menderita " Ucap Histi nanar.


Bara melirik kedua anak kembarnya,pria itu merasa saat ini Histi menyindir masalah kemarin.


Salim dan Salma melihat kearah lain seolah tak tau apa pembicaraan kakaknya.


" Iya,Papa bakal setia " kata Bara gemas.


Serkan menahan senyum,melihat Bara salah tingkah membuat lelaki itu merasa tergelitik apalagi kedua adik iparnya memasang tampang bodoh,padahal mereka biang kerok..


" Kamu juga Serkan,kerja yang bener nafkahi Histi dan anak kamu dengan baik,Papa gak mau nanti denger kabar gak enak dari kalian !" Ucap Bara tegas.


" Iya Pa aku bakal berusaha memberi yang terbaik untuk keluarga kecil ku " Jawab Serkan tegas.


Histi tersenyum menggandeng tangan pria itu.


" Ya udah,Papa pulang dulu " Kata Bara mengangguk paham.


" Hati2 " Ucap Serkan.


" Pa " Panggil Histi melihat Bara akan menaiki heli.


Pria itu diam dan terlihat menghela nafas.


Histi mendekat dan memeluk Bara dari belakang.


" Kamu harus kuat ya,jangan kecapean kasihan anak mu " Kata Bara bergetar.


" Iya " Jawab Histi mengangguk cepat.


Bara berbalik badan dan memegang perut anaknya yang masih datar.


" Nanti kita ketemu ya sayang,jangan nakal,Opa bakal nungguin kamu " Ucap Bara mengusap lembut.


" Iya Opa,jangan lupa aset perusahaan nya ya " Jawab Histi meniru suara anak kecil.


" Ehhh " Pekik Bara dan Serkan kaget.


Histi tertawa ngakak melihat wajah syok calon bapak2 itu.


" Ck belum lahir udah minta perusahaan,rugi bandar aku !" Kata Bara tak terima.


" Namanya juga cucu,ya harus diturutin lah " Kata Histi santai.


" Perasaan cucu2 orang lain gak gitu deh " kata Bara mengingat.


Serkan terkekeh geli,lelaki itu memilih diam karna itu urusan Histi dengan orang tuanya,Serkan tak mau ikut campur apalagi masalah harta gono gini.


Bara masuk kedalam dengan wajah menggerutu.


" Eh kalian berdua gak mau ucap apapun sama Kakak ?" tanya Histi kepada 2 adiknya yang mengintili Bara.

__ADS_1


Keduanya berbalik badan dan diam melihat Histi bersedekap dada.


" Aku gak mau nangis Kak,besok aku presentasi depan kelas " Ucap Salim.


" Iya aku juga males nangis sekarang ntar pilek sakit kepala hidung tersumbat " Kata Salma banyak alasan.


Histi menganga mendengar jawaban adik2nya diluar nalar.


" Siapa yang nyuruh kalian nangis,Kakak cum.....Greb..." Tiba2 tubuh gadis itu terhuyung kebelakang mendapat pelukan kedua adiknya bersamaan.


" Aku bakal kangen sama Kakak,cepat kembali ya " Ucap Salim memeluk Histi erat.


" Aku juga Kak,gak papa deh aku diomelin asal Kakak nanti pulang " Ucap Salma lirih.


Histi menghela nafas dan tersenyum manis mengusap kedua kepala adiknya.


" Kakak juga bakal kangen sama kenakalan kalian,jangan bikin Mama nangis ya,cucup Kakak aja " Balas Histi lembut.


Serkan tersenyum mengusap kepala Histi,pria itu tau dibalik sikap dan tingkah gesrek Histi pasti wanita itu punya hati nurani yang begitu indah dimata keluarganya.


" Dah sana masuk,kasihan Papa mewek sendiri " Ucap Histi tersenyum.


Salma dan Salim mendongak dengan senyum kecil mereka.


" Aku sayang Kakak " Ucap Salim sungguh2.


" Aku juga Kak " Sahut Salma.


" Kakak juga sayang kalian,sayang Juna sayang semuanya " Balas Histi.


Kedua bocah itu melepas Histi dan memeluk Serkan.


" Titip Kakak ku ya Kak,maafin kalo dia suka bikin Kakak emosi " Ucap Salma nanar.


" Kalo gak denger juga dibilangin celupin aja ke sawah Kak " Ujar Salim tersenyum.


" Hah !" Pekik Histi kaget


Serkan tertawa dengan anggukan cepat.


" Ihhh kamu mah gak boleh gitu " Kata Histi mencubit pinggang Serkan.


Salma dan Salim langsung berlari melihat kakaknya mulai menunjukkan taring.


Baling2 raksasa kembali berputar dan menyebabkan angin kencang.


Serkan membawa mundur Histi dan melambaikan tangan.


Bara menatap lama pasangan itu hingga sang pilot melesat berputar arah.


Bara dan kedua adiknya pun menjauh dari perkampungan.


Histi bersender didada Serkan seraya memejamkan mata.


" Kenapa ?" Tanya Serkan lembut.


" Gak papa,aku ngerasa kehilangan aja " Jawab Histi jujur.


" Sayang " Panggil Serkan.


" Maaf Yank,aku ngeluh lagi " kata Histi sadar ia membuat Serkan merasa bersalah menjauhkan orang tuanya.

__ADS_1


" Ayo pulang " Ajak Serkan lembut.


Histi mengangguk,mereka pun kembali berjalan menyusuri jalan yang becek tadi.


Ditempat lain,seorang lelaki terduduk dihadapan pasangan suami istri.


Malvin terlihat putus asa mencari keberadaan anak istrinya.


" Kenapa Sindi bisa pergi Malvin ?" tanya Yuni emosi.


" Aku tidak tau " jawab Malvin lirih.


" Kenapa bisa tidak tau ? mereka tidak akan pergi jika tak ada masalah !!" Bentak Yuni kesal.


Malvin menunduk dalam,ia salah alamat.


Malvin kira Sindi akan berada dirumah Yuni mengingat wanita garang didepannya saat ini merupakan sahabat istrinya dari dulu.


" Yank gak usah emosi " Tegur Romi.


" Gimana aku gak emosi Mas,Sindi diluaran sana bersama kedua anaknya,apalagi Winda sedang sakit !" Kata Yuni terus meledak ledak.


Romi menghela nafas dan melihat Malvin yang semakin frustasi.


Romi belum sempat melakukan apapun saat pulang bekerja tadi karna rumahnya sudah ramai dengan omelan Yuni,bahkan Byanca sampai tak berani keluar kamar karna takut ikut disemprot.


" Apa sebelumnya kamu ada masalah sama Sindi ?" Tanya Romi tenang.


" Gak ada Bang,,aku memang gak nelfon dia mau pulang,karna aku pengen kasih supries " Jawab Malvin.


" Apa sekarang kamu udah hubungin lagi Sindi dan Winda ?" tanya Romi.


" Udah Bang,sampe mati hape aku nelfon mereka tapi gak aktif " Jawab Malvin menunjukkan hape dengan layar pecah seribu.


Yuni terdiam,perempuan itu kaget melihat hape Malvin sudah sangat berantakan.


" Gak usah panik,aku bakal bantu cari kemana anak istri mu pergi " kata Romi tenang.


" Aku harus gimana Bang ? mereka membawa semua baju dan meninggalkan rumah seperti aku belum mengenal Sindi " Kata Malvin sedih.


" Maksudnya ?" Tanya Yuni bingung.


" Tak ada lagi foto pernikahan kami,foto anak lahir bahkan barang2 yang disukai Sindi semuanya hilang " jawab Malvin.


Yuni melirik suaminya,Romi terlihat begitu tenang dengan otak yang pasti terus berpikir.


" Dia memajang foto masa lalu mu ?" tanya Romi.


" Iya " Jawab Malvin.


Deg....


Yuni tersentak kaget menutup mulut tak percaya.


" Apa sebelum Sindi pergi kamu pernah bertemu dengan mantan istri mu dulu ?" tanya Romi serius.


Deg...


Malvin membelalakkan matanya mendengar pertanyaan Romi barusan.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2