
Next
2 Hari telah berlalu, tapi Riko belum ada kabar sama sekali. Romi yang sudah siap ke kantor merasa frustasi, karna sebentar lagi Investor yang pernah dia ajak kerja sama itu akan segera datang ke Jakarta, dan Investor itu hanya ingin bertemu dengan Riko.
Romi pun berjalan menuju meja makan, saat sampai disana, dia hanya melihat Mita yang sedang sarapan dengan lahap dan tidak melihat Kevin.
Setelah kejadian itu Kevin tidak pernah masuk kuliah, dia selalu berada di dalam kamarnya, Kevin masih sakit hati dan merasa bersalah dengan Indah, karna dia membentaknya hari itu, harusnya dia tidak memperlakukan Indah seperti itu, karna selama ini Indah sangat baik terhadapnya, dan bahkan indah selalu mendengar curhatannya tentang Citra, walaupun indah suka sama Kevin.
"Kevin dimana? kenapa dia tidak sarapan? apa dia belum sembuh? udah 2 hari gue ngga pernah liat mukanya." gerutu Romi lalu duduk di depan Mita.
Mita tidak menghiraukan perkataan Romi, dia terus saja makan.
"Kenapa lo diam? ngga jawab pertanyaan gue?" ucap Romi kesal.
"Gimana aku mau jawab, pertanyaan kak Romi banyak banget, kalau mau nanya satu, satu." ketus Mita.
"Otak lu lelet bener, ya udah Kevin mana?" tanya Romi lagi.
"Kevin masih di kamarnya, dia lagi ngga nafsu makan, dia belum sembuh, lukanya fisiknya sih udah sembuh tapi luka hatinya ngga sembuh-sembuh, makanya 2 hari ini dia ngga keluar kamar." ucap Mita menjawab sekaligus pertanyaan Romi, membuat Romi bingung dengan tingkah Mita, yang katanya ngga bisa jawab pertanyaan Romi sekaligus, di beri 1 pertanyaan eh langsung dijawab semua.
"Bikin pusing aja, cuma masalah kayak gituan aja bikin dia mogok makan, ngurung diri, sakit hati ngga sealay itu. Aku aja yang juga sedang sakit hati, udah bisa nerima kenyataan, kalau kak Riko udah nikah sama sahabat aku sendiri meskipun belum sepenuhnya sih. Lah dia?.. Harusnya dia itu bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini, bahwa ngga selamanya yang kita cintai bisa menjadi milik kita. Gumam Mita ngga jelas arahnya kemana membuat Romi semakin bingung, Romi mengerutkan keningnya saat. Mita masih terus mengoceh tidak jelas.
"Ngomong apa sih lu, ngga jelas." gerutunya kesal lalu meninggalkan Mita menuju kamar Kevin.
"Luu yang ngga jelas." balas Mita kesal karna dikatai ngga jelas oleh Romi, lalu dia kembali memakan sarapannya, setelah itu ke kampus.
Romi sampai di depan kamar Kevin, Romi mengetuk pintu kamar Kevin tapi tidak ada jawaban, dia kemudian masuk tanpa izin Kevin.
"Kak Romi." ucap Kevin sedikit terkejut saat mengetahui yang masuk adalah Romi, dia fikir tadi Mita makanya dia ngga ada respon.
__ADS_1
"Gimana keadaan lo? lo masih sakit?" tanya Romi lalu duduk di bibir ranjang Kevin.
"Seperti yang kak Romi liat, aku sekarang udah baik-baik aja kok kak." ucap Kevin.
"Terus hati lo gimana? masih sakit?" tanya Romi lagi.
"Ngomong apa sih kak? siapa yang sakit hati, aku biasa aja." ucap Kevin sedikit canggung dengan pertanyaan Romi.
"Ngga usah bohong, kalau lo ngga sakit hati, kenapa ngurung diri di kamar, mogok makan, mogok kuliah, udah kayak princess aja lu, yang hobinya di kamar doang, udah lo makan sono, jangan bikin gue khawatir." gerutu Romi lalu berdiri hendak keluar.
"Kak Romi tau dari mana kalau aku sakit hati?" tanya Kevin penasaran.
"Dari Mita.. ketus Romi, mendengar nama Mita membuat kevin memutar bola matanya kesal.
"Eh Vin, gue kasi saran, kalau lu sakit hati karna perempuan, harusnya lo jadiin itu motivasi, lo harus bisa ngebuktiin ke dia, kalau dia itu udah salah ngga memilih lo, lo buat dia nyesel. bukan kayak gini, lo sakit hati malah jadi lembek, payah." ejek Romi.
"Yah, kasihan banget sih lu di tinggal nikah, kalau begitu lo cari perempuan yang tulus ama lo, yang ngga bikin lo sakit hati. gitu aja repot."
"Gimana caranya kak, orang yang tulus suka sama aku juga udah marah sama aku, aku udah bikin dia sakit hati duluan." ucap Kevin sedikit menyesal.
"Susah banget sih kisah cinta lo, kalau lo salah minta maaf, cowok kayak gitu, bukan lembek kayak lo. lari dari masalah, malah ngurung diri." gerutu Romi kesal dengan Kevin.
"Udah ah, ngapain gue jadi ngurusin kisah cinta o, kerjaan gue aja ngga kelar." gerutu Romi lalu meninggalkan Kevin.
"Lo harus makan, sakit hati juga butuh tenaga." ketus Romi yang hendak menutup pintu kamar Kevin.
"Gue udah seperti seorang bapak, yang ngurusin anak, sendirian tanpa ibunya." gerutu Romi kesal sambil berjalan menuju mobilnya lalu berangkat kerja.
Skip...
__ADS_1
Orang tua Riko juga belum bisa menghubungi Riko, mereka mulai khawatir. Papa Indra kemudian menelfon Romi, menyuruh Romi untuk ke rumahnya, Romi yang sudah dekat dengan kantornya memutar mobilnya menuju rumah orang tua Riko, karna perintah dari papa Indra.
"Apa lagi sih, emangnya mereka ada masalah apa coba, sampai om Indra terdengar khawatir, tuh anak juga kemana sih, ngga balik-balik ngga tau apa orang tuanya khawatir, gue juga pusing ngurusin kerjaan." gerutu Romi kesal dengan Riko tanpa tau permasalahan yang sebenarnya.
Romi menempuh perjalanan ke rumah orang tua Riko hampir 1 jam, karna memang jaraknya jauh.
Setelah Romi memarkirkan mobilnya di depan rumah orang tua Riko, dia kemudian masuk ke dalam rumah papa Indra, setelah di persilahkan masuk oleh bi Ina.
Papa Indra dan mama Ratna mempersilahkan Romi duduk di ruang tamu.
"Ini sebenarnya apa yang terjadi tante, kok om dan tante terlihat sangat khawatir?" tanya Romi sedikit canggung karna takut salah ucap.
"Gini Rom.. blaa.... blaaa... blaaa...
Papa Indra menceritakan semuanya ke Romi apa sebenarnya yang terjadi, dari awal sebelum mereka memisahkan Riko dan Citra sampai sekarang, alasan papa Indra memisahkan mereka, semuanya om Indra ceritakan kepada Romi tanpa terlewat. Papa Indra sengaja menceritakan semuanya ke Romi karna papa Indra ingin Romi melakukan sesuatu.
Romi juga terkejut mendengar semuanya, dia tidak menyalahkan keputusan papa Indra yang memisahkan mereka, menurutnya itu keputusam yang bijak.
"Sebenarnya, 2 hari yang lalu Riko mengirim gambar ke aku, tapi aku ngga tau tempat itu dimana?" ucap Romi yang memang menerima pesan gambar dari Riko saat dia terus menerus menanyakan kapan Riko pulang.
Romi kemudian menunjukkan gambar itu ke orang tua Riko, tapi mereka juga tidak tau dimana itu.
"Sepertinya hanya Citra yang tau tempat ini pah." ucap mama Ayu.
"Ya udah, kamu kirim gambar itu ke om." ucap papa Indra dan Romi segera mengirim gambar itu.
"Ya sudah, sekarang kamu lakukan apa yang sudah om perintahkan." perintah papa Indra kepada Romi dan Romi pun mengiyakan.
Romi kemudian pamit untuk kembali ke kantor. Sementara Papa Indra dan Mama Ayu segera bersiap untuk menemui Citra di Bandung.
__ADS_1