
Hingga sore,Yuni masih berada dirumah Nisa menemani suaminya bekerja.
Memang kini Romi tidak aktif lagi dikantor tapi masa kerjanya masih berlanjut karna Romi di kontrak mati oleh sang Bos.
Drt drt drt...
Hape Yuni berdering,wanita itu melihat nama dilayar.
" Siapa ?" tanya Nisa kepo.
" Kayaknya menantu ku udah pada pulang Kak " Jawab Yuni terkekeh.
" Mereka pulang kerumah kamu ?" tanya Nisa.
" Iya,sampe suaminya balik kerja " Jawab Yuni terkekeh.
" Haha iya " Kata Nisa paham.
Yuni mengangkat panggilan dan terdengar rengekan disana.
" Kenapa Ibu belum balik ? kami gak bisa masuk nih " Kata Salsa menggerutu.
" Bukannya kamu punya kunci juga ?" tanya Yuni terkejut.
" Iya tapi kuncinya di dompet Alexi " Jawab Salsa lagi.
" Astagaa,jadi sekarang kalian dimana ?" tanya Yuni menghela nafas.
" Di luar Bu,Histi udah terkapar di teras " Jawab Salsa terkekeh.
" Ibuuuuu pulaaaaaanggg " Teriak Histi melengking.
Yuni menjauhkan hapenya dari telinga membuat Nisa tertawa.
" Ya iya ini mau pulang,tunggu aja bentar lagi " Kata Yuni kasihan.
" Iya Bu,jangan lama ya " Kata Salsa semangat.
Tut.
Panggilan terputus,Yuni terkekeh sendiri,ia bisa membayangkan bagaimana kesalnya sang menantu saat ini.
" Kayaknya aku dan cucuku pulang duluan Kak,emak mereka udah nunggu dirumah gak bisa masuk " Kata Yuni ingin tertawa.
" Loh mereka gak ada kunci ?" tanya Nisa kaget.
" Dibawa Alexi " Jawab Yuni mengulum senyum.
" Astaga " Kata Nisa menggeleng pelan.
Mereka pun bangun dan berjalan kearah ruang keluarga,terlihat Jack,Sutar dan Suci sudah tertidur telentang disana,ditambah Anggun yg sedang menonton tv.
" Gawat mereka tidur " Kata Yuni bingung.
" Biarin aja lah,nanti pulangnya bareng Bang Romi " Kata Nisa terkekeh.
" Kayaknya iya Kak,bisa encok aku bangunin mereka " kata Yuni ikut terkekeh.
Wanita paru baya itu pn pamit pulang meninggalkan cucunya yg kelelahan bermain,bahkan ucapan Suci yg ogah tidur siang pun kini melayang ntah kemana.
Ditempat lain,seorang pria tertawa ngakak melihat sebuah foto yang dikirimkan istrinya.
Yapp,Alexi tertawa lepas menertawai Salsa dan Histi yg tidak bisa masuk kerumah.
Serkan yg menatap foto absurd istrinya hanya bisa menghela nafas.
" Dimana letak dewasanya istri mu Kak ?" tanya Alexi disela tawanya.
" Dia lagi gabut " Jawab Serkan tenang.
" hahah iya gabut sampe tekapar diteras " Kata Alexi tertawa lagi.
__ADS_1
" Huhh biarin lah " Kata Serkan tak mau ambil pusing.
Sebenarnya lelaki itu malu dengan kelakuan sang istri tapi Serkan tak bisa mengelak lagi karna ia sudah menjadikan wanita itu sebagai istri dan ibu yg baik untuk keturunannya.
Sungguh Serkan sudah menerima wanita tersebut lahir batin.
" Coba tanyain mereka udah masuk apa belum ?" Titah Serkan.
Alexi mengangguk dan kembali berselancar di hapenya.
Hari ini cukup sibuk,tapi keduanya berusaha untuk tetap fresh agar tidak gila.
Menuju sore,kedua lelaki itu mampir kerumah sakit.
Serkan merasa iba mendengar bahwa Doni kecelakaan,apalagi mereka tau Winda tinggal sendiri dikota.
Sesampainya disana terlihat kakek nenek Doni menunggu lelaki tersebut.
" Terima kasih sudah datang " Ucap Rudi terharu.
" Iya Pak,maaf baru datang sekarang " Balas Serkan sopan.
Rudi tersenyum mengangguk.
" Winda mana ?" tanya Alexi tidak melihat sang sahabat.
" Winda hari ini gak datang " Jawab Rudi menghela nafas.
" Kenapa ?" tanya Alexi kaget.
" Dia udah mulai bekerja "
" Kerja dimana ?" Tanya Serkan terkejut.
Rudi diam tak menjawab.
" Pak !" panggil Alexi mulai tak tenang.
" Apa !" pekik Serkan dan Alexi bersamaan.
" Dia menjadi pembantu ?" tanya Alexi syok.
" Bapak belum tau kejelasannya Lex,Doni masuk rumah sakit aja baru kemarin kami tau nya,Winda tidak cerita apapun " Jawab Rudi kesal.
" Astaga " Kata Alexi menyugar rambut kasar.
" Dimana alamatnya ?" tanya Serkan tegas.
" Orang saya baru cari tau,saya juga gak tau dimana " Jawab Rudi.
" Telfon Winda dan lacak lokasinya " Kata Serkan kepada sang adik.
" Iya Kak " Jawab Alexi paham dan langsung bergerak cepat.
Serkan melihat kondisi Doni,lelaki itu terlihat sangat murung.
" Nak Serkan " Sapa Risa berbalik badan.
" Selamat sore " Sapa Serkan balik.
Serkan mendekat dan berdiri disamping Doni.
" Gimana keadaannya ?" Tanya Serkan pelan.
Risa menggeleng lemah,terlihat wajah wanita itu habis menangis dengan mata sembab.
" Don " Panggil Serkan menepuk bahu Doni.
Pria yg dipanggil menoleh dan memasang wajah datar.
" Apa kabar ?" tanya Serkan tersenyum kecil.
__ADS_1
Doni diam,tapi maniknya mulai berair.
" Kakak paham apa yg kamu rasa,kamu harus kuat ya,kaka yakin ini akan cepat berlalu " Kata Serkan memberi semangat.
Doni diam memperhatikan gerak bibir Serkan.
" Ibu gak kuat Nak,ini begitu berat " Kata Risa kembali menangis.
" saya akan coba semampu yg bisa kami lakukan Bu,tlong bersikap lah baik kepada mereka dan tetap berada disampingnya " Pinta Serkan.
Risa menunduk sedih,rasa bersalahnya kian bertambah melihat kondisi sang cucu.
Setelah mengobrol sebentar,Alexi menganjak Serkan langsung ke lokasi.
Kakak beradik itu pun melaju kencang disana,setelah sampai tanpa tunggu lama Alexi langsung berjalan masuk kerumah lumayan bagus tersebut.
" Assa...Sam " Ucap Alexi terbelalak.
Semua yg ada disana langsung berbalik badan dan terkejut dengan kedatangan kedua bersaudara.
" Alexi,Kak Serkan " Ucap Winda melotot.
" Aduhhh siapa lagi iniii " Kata seorang wanita memegang kepalanya sakit.
Alexi melangkah lagi diikuti Serkan.
" Maaf atas kelancangan kami " Kata Serkan sopan.
" Kenapa lo ada dsini ?" Tanya Alexi kepada Samuel.
" Menjemput Winda " Jawab Samuel tenang.
Winda melotot sedangkan Alexi tersenyum miring dengan jawaban santai Samuel.
" Ini sungguh gila,kalian memperebutkan wanita janda ini ?" Tanya Pemilik Rumah tak percaya.
" Dia bukan janda !" Jawab Alexi dan Samuel bersamaan.
Serkan terlihat terkejut begitupun sang pemilik rumah.
" Jika bukan janda lalu siapa ? apa kalian suami dan selingkuhannya ?" Tanya pemilik rumah lagi.
Ketiga lelaki itu terdiam,memang status mereka bukan salah satu pilihan yg diajukan..
" Hah pusing kepala saya,keluar dari sini sekarang dan untuk kau Winda,saya pecat hari ini juga,kembalikan uang yg kau pinjam kemarin !" kata pemilik rumah kesal.
" Tapi Bu,uangnya sudah dipakai untuk berobat adik saya " Kata Winda terkejut.
" Kau tidak melihat penampilan 3 bujangan ini,mereka bukan tampang pengangguran,kau bisa meminta uang berapapun dari mereka !" Kata si ibu menunjuk 3 pria disana.
" Saya bukan bujaaa..." Ucap Serkan menggantung saat Alexi menginjak kakinya.
" Aiishh kalo Histi tau aku ngaku bujangan bisa habis aku di goreng sama dia " Batin Serkan ngeri.
" Cepat kembalikan dan bawa anakmu itu,kalian mengotori rumah ku " Kata wanita tersebut bersedekap dada.
Winda menunduk sedih,wanita itu begitu bingung dengan tingkah 3 pria yg menyusulnya tersebut dan gara2 mereka juga ia harus dipecat.
Tanpa izin,Samuel masuk lebih dalam mencari Afdhal.
" Ehhh mau kemana kamu ?" Pekik pemilik rumah syok dengan aksi Samuel.
Terlihat bocah itu sedang bermain dengan beberapa piring dan mangkuk plastik didekat dapur.
" Ayo Nak kita pulang " Ucap Samuel menahan emosinya.
Afdhal tersenyum,bocah itu pun merentangkan tangan dan langsung digendong Samuel keluar.
❤❤❤
Hay Guys jangan lupa vote,Like,Coment ya.
__ADS_1