Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
155


__ADS_3

Malam harinya,setelah selesai makan malam Histi turun kelapangan untuk mencuci semua bekas makan keluarganya berhubung tak ada pembantu dirumah itu.


Semua kegiatan rumah langsung Zaiva yang turun tangan karna wanita itu merupakan ibu rumah tangga yang bertanggung jawab.


Bara tak mengizinkan istrinya bekerja,semua keperluan anak2 sudah Bara tanggung.


" Ini mba,bersih2 ya nyucinya " Ucap Bara memberi gelas kopinya kepada Histi diwastafel.


" Huh " Dengus Histi kesal dan mengambil gelas itu lalu mencucinya.


Bara terkekeh geli dan berjalan menjauh.


Malam ini Zaiva dan Bara harus bagi tugas karna kedua anak kembarnya akan mengikuti cerdas cermat besok jadi mereka harus belajar terpisah untuk dites.


" Jangan main2 ya " Kata Bara tegas


" Siap komandan " Jawab Salma hormat karna Bara yang menjadi mentornya.


Zaiva dan Salim sudah bersiap,semua anak Bara sangat takut kepada ibunya daripada Bara sendiri yang merupakan kepala negara dirumah itu.


Keduanya mulai belajar dengan serius,didapur Histi baru selesai cuci piring dan membersihkan dapur sang Mama.


Gadis itu berjalan keluar dan mendapati Salim dan Salma adu kepintaran.


Histi tersenyum hangat dan masuk kekamar.


Gadis itu mengecek hapenya dan mendesah lesu tak ada chat masuk dari pria yang ia tunggu.


" Harusnya kan aku yang marah,tapi kenapa Serkan gak hubungin aku sih " Gerutu Histi kesal.


Seharian gadis itu menunggu chat dari Serkan,tapi sampai malam pria itu belum juga mengabarinya.


" Ahhh sudahlah,dia memang gak setia " Kata Histi ingin menangis.


Histi merasa sangat sedih,hubungannya dan Serkan tiba2 merenggang tanpa ia tau apa penyebabnya.


" apa aku terlalu garang ya ? tapi kan itu karna aku gak suka dia sama orang lain,harusnya dia selalu ada buat aku bukan cuekin aku kayak gini " Gumam Histi galau.


Gadis itu membuka laptop dan mulai mencari drama korea untuk menghalau rasa sedihnya.


Dijalan seorang pria sedang mengantri gorengan dan kawan2.


Malam ini Serkan berinisiatif untuk mendatangi rumah Histi berniat agar mereka berbaikan karna sudah 3 hari hubungan mereka kacau.


" Banyak amat beli makanan Mas,mau ngapel ya ?" Tanya ibu2 yang juga mengantri sate bersama Serkan.


" Hah ngapel ?" tanya Serkan bingung.


" Iya apelin pacarnya " Jawab si ibu terkekeh.


" Oh ngapel ya Bu namanya ?" tanya Serkan polos.


" Mas gak pernah ngapel sebelumnya ?" tanya si ibu kaget.


Serkan menggeleng pelan.


" Waaah si Mas nya padahal ganteng,badan bagus,royal lagi masa iya gak pernah ngapel " kata si ibu tak percaya.


Serkan tersenyum kecil.


" Ngapel kerumah saya aja Mas,kebetulan saya punya anak gadis,dia juga gak pernah pacaran " Tawar si ibu.


" Ehhh " Kata Serkan syok dengan tawaran menarik sang ibu.


" Gak Bu makasih " Jawab Serkan menunduk sopan.


" Ya udah Mas,punya saya udah selesai saya duluan ya " kata ibu itu pamit dengan kekecewaan.

__ADS_1


Serkan mengangguk tersenyum.


" Uh kalo aku ngapelin anak ibu tadi terus ketahuan Histi bisa habis aku dipretelinya " Gumam Serkan ngeri.


Belum selesai satu masalah,ibu asing itu malah menawarkan masalah lebih besar kepada Serkan.


Beberapa saat menunggu,akhirnya lelaki itu selesai.


Serkan membeli banyak makanan dipinggir jalan,karna dirinya bingung mau beli apa untuk buah tangan bertamu kerumah Histi.


Lelaki dengan banyak kantong plastik itu pun langsung menuju lokasi.


Sesampainya disana,suasana sedikit ramai dengan perdebatan antara Salma dan Salim yang tak mau kalah.


2 mentor ugal2an merasa kebingungan melihat anak didik mereka malah berkelahi.


" Assalamualaikum " Sapa Serkan mengetuk pintu rumah yang terbuka.


Semua orang menoleh dan kaget melihat Serkan berdiri diambang pintu.


" Waalaikumsalam " Jawab Bara dan Zaiva langsung berdiri.


Serkan mendekat dan menyalami keduanya dengan sopan.


" waahhhh Dokter bawa apa ?" tanya Salma berbinar melihat bungkusan ditangan Serkan.


" hehe makanan " jawab Serkan tersenyum.


" Kayak nya enak tuh " kata Salim menelan ludah kasar dan langsung mendapat tendangan kecil dari Bara.


" heheh sorry Pa aku tergoda " Kata Salim cengengesan.


" Oh ini Tante,aku gak tau mau bawa apa jadi beliin ini dijalan " Ujar Serkan memberi kantong.


" Sini Ma aku bantuin " kata Salma dengan wajah modusnya.


Bara ingin tertawa melihat Zaiva memutar mata.


Salma dengan riang gembira membawa bungkusan itu kedapur disusul oleh kembarannya.


" Ayo duduk Serkan " Ujar Bara mempersilahkan lelaki itu duduk.


" Iya Om " Jawab Serkan sopan.


Keduanya duduk disofa,,Bara membereskan buku anak2nya yang berhamburan di lantai dan meja ruang tamu.


" Hm Histi ada gak Om ?" tanya Serkan hati2.


" Ada " Jawab Bara tenang.


" Mau ketemu dia ?" tanya Bara.


" Iya Om,kalo ketemu Mama nya nanti Om marah " Jawab Serkan terkekeh.


Seketika Bara melototkan matanya kaget.


" Hehe bercanda Om " kata Serkan ngeri.


" Haha ya,jangan Mama nya dong itu udah milik saya " Kata Bara santai.


Serkan mengangguk.


Tak lama,Salma dan Salim datang lagi dengan mulut penuh seraya membawa piring berisi makanan yang Serkan bawa.


" Ck nih anak gak ada sopan2nya !" Gerutu Bara gemas.


" Sil ohkan " Kata Salma susah payah.

__ADS_1


" Makasih " jawab Serkan mengulum senyum.


Kedua bocah itu duduk disamping Bara dengan senyum merekah.


" Satenya mana kok belum jalan ?" tanya Salma kepada Salim.


" Masih sama Mama " Jawab Salim mencomot lagi gorengan dimeja.


Serkan ingin tertawa,sebenarnya dirinya yang tamu apa mereka pikir Serkan.


Zaiva datang membawa nampan berisi sate dan minuman hangat.


" Ayo dimakan Serkan " Ucap Zaiva lembut.


" Iya Te " jawab Serkan sopan.


" Eh kalian berdua,gih sana panggilin Kakak kalian " Tegur Zaiva kepada Salma dan Salim yang terus menguyah.


" Iya " Jawab Salma malas dan turun dari sofa.


Gadis kecil itu berjalan mendekati kamar sang Kakak.


" Maaf ya Serkan,adik2 Histi emang gitu " kata Zaiva tak enak.


" Gak papa Te,mereka menghibur " Jawab Serkan tersenyum.


Dikamar,Histi sudah segugukan menghadap laptopnya.


Tisu berhamburan di ranjang bekas ingus gadis cantik itu.


" Kakak " Panggil Salma.


Histi menoleh dan keduanya sama2 kaget.


" Kakak kenapa nangis ?" tanya Salma heran.


" Kenapa kamu kesini ?" tanya Histi balik


" Pangeran Kakak ada didepan " Jawab Salma santai sambil menggigit satenya.


" Hah beneran ?" tanya Histi melotot.


" Iya,dia bawain banyak makanan " Jawab Salma menunjuk tusuk sateny.


" Masa sih,kok dia ngak kasih kabar ?" tanya Histi bingung.


Salma mengangkat bahu acuh dan berjalan keluar.


Histi langsung turun dari ranjang berlari kearah depan.


Terlihat seorang pria duduk tenang seraya berbincang dengan kedua orang tuanya.


" Astaga,dia beneran datang " Gumam Histi tak percaya.


Gadis itu pun langsung melesat masuk kamar berlari kearah kamar mandi mencuci wajahnya dan menyikat gigi.


" Aku harus tampil cantik " Gumam Histi yakin.


Histi terlihat kelabakan sendiri demi menyambut sang pujaan hati meski sebelumnya Histi sudah berencana mengikhlaskan lelaki itu.


" Uhh aku tidak akan membiarkan Serkan lepas kali ini " Gumam Histi menatap dirinya dicermin.


Gadis itu pun menampal bedak dan lipstik diwajahnya,agar Serkan kelepek2 saat melihat nya nanti.


❤❤❤


Hay guys mana nih dukungan kalian,author lesu nih gak ada Vote masuk🤧

__ADS_1


__ADS_2