
Hari ini Serkan sangat sibuk,lelaki itu punya jadwal operasi jadi Histi tak bisa membuntutinya.
Gadis itu menunggu diruangan berbaring diranjang kecil milik Dokter dingin tersebut.
Otak Histi masih kepikiran dengan perempuan asing akan menjadi saingannya karna dilihat2 perempuan itu menyukai Serkan.
2 jam menunggu akhirnya Serkan kembali,lelaki itu berjalan gontai ketempat duduknya seraya mengusap rambut kasar.
Histi langsung bangun dan mendekati pria tersebut.
" Ada apa Dok ?" tanya Histi khawatir.
" Operasinya sedikit terganggu " Jawab Serkan frustasi.
" Hah maksudnya ?" tanya Histi kaget.
" Pasiennya dalam kondisi lemah,melakukan tindakan operasi saat seperti itu sangat berbahaya bisa mengancam nyawa " Jawab Serkan kesal.
" Terus pasiennya mati gak ?" Tanya Histi menelan ludah kasar.
" Kritis " Jawab Serkan menunduk.
" Astaga " Ucap Histi menutup mulutnya.
Serkan menarik nafas berusaha tetap tenang,inilah resiko seorang Dokter nyawa pasien ada ditangannya dan jika gagal maka Dokter akan merasa sangat bersalah.
" Bisakah kau memijit kepala saya ? rasanya sangat pusing " Ucap Serkan nanar.
" Hah " Kata Histi syok.
" Jika tak bisa tak apa " Kata Serkan tenang.
" Eehhh bisa bisa " jawab Histi cepat.
Gadis itu langsung berdiri mendekati Serkan.
" Kursinya bisa diturunin gak Dok,saya ngak sampe kalo gini " Kata Histi mengkrucut.
" Disana aja " kata Serkan menunjuk ranjang.
" Hah " kata Histi syok langsung menyilang kaki dan dadanya.
Serkan menghela nafas panjang,kepalanya semakin sakit melihat tingkah gadis itu.
" Saya tidak akan berbuat macam2 Putri,ini rumah sakit " Kata Serkan malas.
" Hehe semacam juga boleh " Tawar Histi cengengesan.
" Ehhh " Kata Serkan syok.
Histi cengengesan,gadis itu pun berjalan duluan dan duduk diranjang kecil seraya menepuk kasur.
" Kamu gak sangean kan ?" Tanya Serkan ngeri.
" Tergantung " Kata Histi menggoda.
" Jangan aneh2 kamu Put !" kata Serkan tajam.
" Ya elah Dok,ditawarin bukannya nerima dengan lapang dada malah takut !" Cibir Histi.
Serkan mendengus,lelaki itu pun duduk disamping gadis sengklek itu.
" Nunduk " Kata Putri menekan bahu Serkan.
" Kepala saya sakit kalo gitu " Kata Serkan gemas.
" Ya udah,berbaring disini " Kata Histi menepuk pahanya.
" Hah !" Kata Serkan kembali kaget.
" Tenang aja,iman saya kuat Dok " Kata Histi santai.
Serkan mengangguk meski sedikit ragu karna gadis itu sedikit bar2.
__ADS_1
Dengan perlahan Serkan berbaring dipaha Histi dialasi bantal.
" Dimana ?" tanya Histi mulai merenggangkan jemari cantiknya.
" Disini " Jawab Serkan menunjuk daerah yang pusing.
Histi mengangguk,gadis itu pun mulai memainkan jemarinya dirambut tebal Serkan.
Rasa galau Histi langsung terselamatkan dengan tingkah imut Serkan saat ini,gadis itu terlihat sangat bahagia.
" Agak kenceng Put " kata Serkan mengernyit merai pijatan gadis itu.
" Iya,tahan ya " Kata Histi lembut.
Serkan mengangguk,Histi pun mengeluarkan tenaga babunya yang berapa hari ini tersimpan dengan rapat.
Keduanya sama2 diam,Serkan begitu menikmati pijatan lembut gadis bar2 itu.
Saat ini Serkan sangat butuh mengistirahatkan pikiran dan badannya,karna beberapa hari ini Serkan dipaksa harus kuat dengan keadaan.
Meski terlihat tenang siapa yang menduga pria dingin itu menyimpan banyak beban dipundaknya.
" Dok " Panggil Histi pelan.
" Hm " Jawab Serkan mendehem.
" Dokter Adiva cantik ya " Ucap Histi mengetes.
" Hm " Jawab Serkan.
" Dokter suka ?" tanya Histi mulai panas.
" Menurut kamu ?" tanya Serkan membuka mata.
Histi yang sedang menggigit bibirnya langsung kelabakan sendiri.
" Biasa aja " Jawab Histi cuek.
Serkan mengangguk pelan dan kembali terpejam.
" Dia suka sama Dokter ?" tanya Histi lagi.
" Ngak tau " Jawab Serkan cuek.
" Dokter suka sama dia ?" tanya Histi membalik.
Serkan menghela nafas panjang dan menatap gadis itu dalam.
" Saya cuma bertanya hehe " Ucap Histi cengengesan.
Serkan diam tak menjawab.
Lelaki itu bangun dan menyugar rambutnya.
Histi menelan ludah kasar melihat pesona lelaki dewasa didepannya saat ini.
Serkan begitu menggoda,jantung Histi merasa berdebar.
" Terima kasih " Kata Serkan tersenyum kecil kepada gadis itu.
" Sama2 " Jawab Histi lembut.
Serkan berdiri,saat lelaki itu ingin melangkah Histi menarik baju belakang Serkan membuat lelaki itu terdiam.
Serkan menoleh kebelakang dan mendapati Histi menatapnya nanar.
" Ada apa ?" tanya Serkan mengernyit.
" Waktu Saya sudah tak lama lagi disini " Jawab Histi menunduk.
" Terus ?" tanyan Serkan bingung.
" Apakah Dokter akan melupakan saya ?" tanya Histi nanar.
__ADS_1
Serkan diam,lelaki itu menatap wajah Histi dengan tatapan yang sulit dimengerti.
" Ini hanyalah tentang waktu yang akan terus berjalan tanpa henti " Jawab Serkan tenang.
" Jadi Dokter akan melupakan saya ?" tanya Histi ingin menangis.
" Tidak,tapi jika dia hilang tiba2 saya tak mencari " Jawab Serkan serius.
Deg...
Histi terdiam,tangan gadis itu pun terlepas dari baju lelaki itu.
Serkan tersenyum mengusap kepala Histi dengan lembut,meski masih ada rasa dihatinya yang terdalam tapi Serkan masih menutup diri karna dia merasa malu telah mengungkapkan perasaanya kemarin.
" Aku suka sama Dokter " Ucap Histi mendongak.
Deg..
Serkan terkejut mendengar ucapan gadis itu.
" Bukannya kamu punya pacar ?" Tanya Serkan mengernyit.
" Ya tapi aku tidak setia,aku menyukai Dokter juga " Jawab Histi jujur.
Serkan terkekeh dengan jawaban polos gadis itu.
" Jadi kau berencana mempunyai 2 kekasih ?" tanya Serkan ingin tertawa.
" Tidak tau,tapi aku suka sama Dokter,aku gak mau pisah sama Dokter " Jawab Histi sedih.
" Kau belum dewasa " Kata Serkan menghela nafas.
Gadis didepannya saat ini mengingatkan lelaki itu kepada adiknya Alexi yang memilih menceraikan gadis yang benar2 tulus.
" Ya aku tau,aku mungkin egois Dok,tapi aku benaran sama Dokter " Jawab Histi menatap lelaki itu dalam.
" Kau akan menyesal meninggalkan kekasih mu demi orang lain " Kata Serkan tenang.
Histi menunduk dalam,ia juga bingung dengan perasaannya,tapi rasa nyaman tak bisa ia hindari saat dekat dengan Serkan.
" Belajarlah lah yang giat,nanti kau akan menemukan cinta sejati mu " Kata Serkan tersenyum.
Lelaki itu kembali ke tempat duduknya dan bekerja seperti semula.
Histi melihat lelaki itu nanar,hatinya terasa perih mendengar ucapan Serkan barusan.
Histi memang merasa sangat egois,tapi apa boleh buat ia sudah berusaha keras menghindar tapi rasa itu tetap menghampirinya tanpa kenal waktu.
Saat keduanya terdiam tiba2 suara pintu terbuka,masuklah seorang perempuan cantik dengan jas khas dokter menghampiri Serkan.
" Sudah makan siang Dok ?" Tanya Adiva mendekati Serkan.
" Belum " Jawab Serkan singkat.
" Wah kebetulan,saya tadi pagi kedatangan paket makanan dari ibu,saya tidak bisa menghabiskannya sendiri,bersediakah Dokter membantu saya menghabiskan?" Tanya Adiva penuh kelembutan.
Serkan terlihat diam,beda dengan Histi yang menggigit bibirnya geram dengan perempuan itu.
" Modus banget sih,lama2 gue slebew juga nih betina !" Batin Histi brontak.
" Iya " Jawab Serkan tenang.
Deg...
Histi terkulai lemah dengan jawaban singkat nan menusuk itu.
" Yeee makasih Dok,ayo " Ajak Adiva semangat.
Serkan mengangguk,lelaki itu pun berjalan keluar seraya melirik Histi yang kini menunduk dalam dikasurnya..
" Maafkan saya Put " Batin Serkan merasa tak enak hati kepada gadis itu.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.