Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
187


__ADS_3

Hari ini Serkan tak masuk bekerja,lelaki itu izin untuk bisa merawat Ayahnya satu hari full karna besok Serkan punya jadwal yang padat.


Romi sudah dipindahkan keruang rawat inap,kondisi pria itu masih lemah pasca operasi.


Dokter sangat takjub dengan ketahanan tubuh Romi,biasanya pasien luka tembak akan sulit selamat apalagi didaerah rawan,tapi lelaki itu berhasil bertahan meski sebelumnya juga mendapat operasi kecil untuk mengeluarkan peluru.


Yuni selalu berjaga disamping suaminya,pas bangun tadi Yuni langsung mencari Romi,untung Serkan cepat bergerak hingga lelaki itu bisa menangkap Yuni yang hampir pingsan melihat suaminya tak sadarkan diri.


Disana hanya ada mereka berdua,karna Byanca belum dikembalikan oleh Aktam,gadis kecil itu akan tetap dirumah besar Reno untuk berjaga jaga takutnya Byanca mengamuk melihat kondisi Ayah tercintanya.


Drt drt.


Hape Serkan bergetar,lelaki itu merogoh saku celananya dan mendapati sang adik sedang menelfon.


" Bu,Alexi " Ucap Serkan pelan.


Yuni menoleh kebelakang menatap wajah putranya tersebut.


" Jangan beritahu kondisi Ayah mu,dia pasti sangat panik nanti " kata Yuni pelan.


" Tapi dia harus tau kondisi Ayah Bu " Balas Serkan.


Yuni menggeleng pelan.


" Ayah mu tidak mau Alexi khawatir,biarkan dia disana ibu akan merawat Ayah kalian hingga sembuh " Ucap Yuni tegas.


Serkan mengangguk pasrah,ia pun sedikit khawatir karna tau Alexi pria yang nekad.


Serkan berjalan keluar menerima panggilan adik nya.


" Halo " Sapa Alexi diseberang.


" Iya kenapa Lex ?" tanya Serkan tenang.


" Kakak dimana ?? aku nelfon Ibu dan Ayah tapi ngak diangkat " Jawab Alexi cepat.


" Kakak dirumah sakit " Jawab Serkan tenang.


" Siapa yang sakit ?" Tanya Alexi panik.


" Kakak kerja Alexi " Jawab Serkan gemas.


" Hah oh iya Kakak kan Dokter " Kata Alexi terkekeh.


Serkan ikut terkekeh dengan kepolosan adiknya.


" Mungkin Ayah lagi sibuk " Kata Serkan menanggapi.


" Gak tau,aku nelfon ngak diangkat Kak,semalam aku mimpi buruk makanya aku khawatir sama mereka " Kata Alexi sedih.


" Mimpi apa ?" Tanya Serkan mengernyit.


" Ayah meninggal " Jawab Alexi jujur.


Deg....


Serkan terdiam dengan tubuh mematung.


Semalam memang bagaikan mimpi buruk bagi keluarga Romi saat lelaki itu terkena masalah.


" Gak kok aman,bunga tidur aja itu,kamu lupa bismilah " kata Serkan mengalihkan.

__ADS_1


" Ntah lah Kak,aku merasa seperti nyata " Kata Alexi lesu.


" Serkan " Pekik seorang dari arah lorong.


Lelaki itu menoleh dan terkejut melihat Kakek dan Neneknya sudah sampai.


" Siapa Kak ?" tanya Alexi.


" Direktur rumah sakit,ya udah ya Kakak kerja dulu " kata Serkan buru2 pamit.


" Iya " jawab Alexi paham.


Tut.


Panggilan terputus,Serkan menghela nafas lega bisa mengelabuhi adiknya.


Rena dan Tito terlihat panik mendekati pria itu.


" Mana ayah mu ? ada apa dengannya ?" tanya Tito khawatir.


" Didalam Kek,Ayah kena tembakan " Jawab Serkan tenang.


" Apa ! tembakan ? siapa yang nembak ?" Tanya Rena syok.


" Gak tau,Bos Ayah lagi cari pelakunya " Jawab Serkan.


" Astaga Romi " Kata Tito tak menyangka.


Ketiganya pun masuk keruangan,melihat Mamanya datang Yuni langsung menangis tersedu sedu.


Wanita itu sangat takut kehilangan suami tercintanya.


" Sabar sayang " kata Rena sedih melihat anak semata wayangnya.


Tito mendekati menantunya dan menatap iba pria dewasa itu.


Meski dulu Tito membenci Romi karna menyakiti anaknya kini perasaan itu sudah sirna digantikan rasa sayang dan takjub kepada menantunya tersebut.


Romi benar2 membuktikan ucapannya untuk bertanggung jawab kepada Yuni serta anak2nya.


Bahkan lelaki itu rela terluka demi keselamatan putra putrinya.


" Dia akan baik2 aja Nak,kamu yang tenang ya " Ucap Tito mengelus kepala anaknya.


Serkan yang melihat kasih sayang Kakek neneknya merasa haru,pria itu merasa bersyukur punya keluarga harmonis seperti yang ia miliki saat ini.


Yuni mengangguk mencoba tenang.


" Byanca mana ?" Tanya Tito tak melihat cucu gemasnya


" Dibawa kerumah Pak Reno sama Aktam " Jawab Yuni.


Tito mengangguk paham,lelaki itu mendekati Serkan yang duduk diam di sofa.


" Gimana kejadiannya ?" Tanya Tito merangkul sang cucu.


Serkan menceritakan yang terjadi,tak butuh waktu lama Aktam berhasil menumpas pelaku penembakan.


Pria itu merupakan penembak jitu yang sudah lama mengincar Romi,dia diutus oleh perusahaan yang kalah tingkat dari Reno,karna tak terima harga sahamnya terus menurun dibantai Romi,jadilah kejadian tak mengenakan itu terjadi.


" Jadi sekarang pelakunya dimana ?" tanya Tito kesal.

__ADS_1


" Gak tau Kek,Om Aktam gak bilang mau dibawa kemana,yang jelas gak kekantor polisi " Jawab Serkan.


" Kalo gak dibawa kekantor polisi terus dibawa kemana ? apa mereka menghukum sendiri ?" Gumam Tito heran.


Serkan juga merasa ada hal yang ganjal tapi saat ia menanyakan lebih lanjut perihal kasus Ayahnya,Reno sudah menutup kasus dengan rapat dan meminta pihak Romi tak melaporkan ke aparat.


" Ada apa dengan mereka ? sepertinya mereka bergerak lebih cepat " Kata Tito yakin.


Serkan mengangkat bahu tidak tau.


" Pak Reno bilang,mereka yang akan urus semuanya dan Pak Reno juga sudah menanggung biaya rumah sakit dan pengobatan Ayah nantinya " Jelas Serkan.


Tito mengangguk paham,meski sangat penasaran tapi mereka tak bisa berbuat jauh karna keluarga Salders memang bergerak disaat semua orang lengah,tak ada yang tau gerak gerik mereka jika sudah bertindak.


Kedua pria beda usia itu pun kembali mengobrol seraya menunggu Romi sadar.


Ditempat lain,Alexi sedikit tenang sudah mendapat kabar dari Kakaknya bahwa orang tua dan adiknya baik2 saja.


Lelaki itu bisa bekerja dengan baik dan menjalani harinya seperti biasa.


Sama halnya dengan Alexi,diluar negeri Salsa juga semalam tak bisa tidur nyenyak.


Hati dan pikiran gadis itu tak tenang sama sekali ditambah gadis itu memang sedang deman tinggi,bahkan Salsa harus bolak balik kamar mandi meski tak ada niatan mau buang air.


Sampai2 Hena membantu gadis itu agar tenang.


Seperti saat ini,Salsa masih tidur gadis itu kesiangan karna baru bisa tidur saat menjelang subuh.


Hena membiarkan gadis itu tidur lebih lama mumpung Salsa masuk siang.


" Salsa belum bangun juga ?" tanya Helend heran tak melihat Salsa didapur seperti biasa.


" Masih tidur,semalam dia kepikiran sama mertuanya " Jawab Hena tenang.


" Hah kenapa ?" tanya Helend terkejut.


" Sebenarnya ada hal yang terjadi kepada Paman Romi " jawab Hena menghela nafas.


" Apa yang terjadi Mom ?" tanya Helend kepo.


" Dia terluka parah karna tembakan,tadi Zaiva nelfon Momi kasih kabar,biar kita gak usah kasih tau Salsa apa yang terjadi " Jawab Hena pelan.


" Apa ! tembakan ?" tanya Helend terbelalak.


Hena mengangguk,tanpa keduanya tau Salsa berdiri didepan dapur dengan tubuh mematung mendengar berita duka tersebut.


" Ayah " Gumam Salsa lemah.


Hena dan Helend berbalik badan dan langsung kaget melihat Salsa mematung.


" Salsa !" Pekik Hena dan Helend bersamaan saat Salsa jatuh pingsan.


" Salsa !" Gumam seorang pria baru masuk dengan keresek buah ditangannya.


Lelaki itu langsung berlari menolong gadis yang sedang sakit tersebut.


" Bawa kamar Bryan " Titah Hena panik.


Lelaki itu mengangguk dan langsung menggendong Salsa kekamar.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2