
Di pagi hari, terlihat Riko dan Citra masih tertidur lelap, tidak lama kemudian Riko mengeliat dan membuka matanya pelan, Riko melihat istrinya masih tertidur lelap di dalam pelukannya.
"Selamat pagi sayang." gumam Riko lalu mengecup kening istrinya.
Rikopun perlahan-lahan bangkit dari tempat tidur. tanpa membangunkan Citra.
Riko masuk kedalam kamar mandi, setelah beberapa menit diapun keluar. Riko berjalan memakai pakaian biasa, setelah berpakaian Riko mengambil tas yang berisi peralatan wisudanya, sebelum pergi Riko kembali melirik istrinya yang masih tertidur.
Hari ini Riko wisuda, Riko sengaja tidak membangunkan istrinya karena waktu masih sangat pagi, pihak kampus meminta para calon wisudawan untuk ke kampus pagi-pagi karena mereka akan melakukan glady bersih.
Waktu masih menunjukkan pukul 05.30 sementara wisuda dilaksanakan pukul 09.00.
Riko berjalan menuju dapur untuk sarapan, Riko tidak tau apakah orang sudah bangun, dan ternyata Riko menemukan Bi Ina di dapur sedang menyiapkan sarapan.
"Selamat pagi bi." sapa Riko kepada Bi Ina yang sedang sibuk menyiapkan bahan untuk membuat sarapan.
Bi Ina terkejut dengan kedatangan Riko yang tiba-tiba.
"Pagi Den." jawab Bi Ina sambil memperhatikan penampilan Riko yang sudah rapi sambil menenteng tas ransel yang besar ditangannya.
"Den Riko udah mau berangkat?" tanya Bi Ina.
"Iya Bi." jawab Riko sambil meletakkan ransel di samping meja, lalu dia mempersiapkan roti dan susu kemudian dia letakkan di meja.
"Ini masih pagi banget den." ucap Bi Ina heran.
"Riko di minta sama pihak kampus untuk dateng pagi-pagi bi, soalnya kita harus glady bersih dulu sebelum acara dimulai." ucap Riko lalu menghabiskan sarapannya.
"Bi, nanti kalau mama udah bangun, bibi tanya yah kalau Riko udah berangkat duluan." ucap Riko sambil memakai ranselnya dan bi ina hanya mengiyakan permintaan Riko, kemudian Rikopun pergi.
Riko berangkat dengan menggunakan mobilnya, di dalam mobil Riko menelfon Doni, Riko ingin menanyakan apakah Doni juga sudah berangkat ke kampus, karna Doni juga wisuda hari ini.
******
__ADS_1
Setelah 1 jam melakukan glady bersih, semua wisudawan bersiap-siap untuk melaksanakan prosesi wisuda yang sesungguhnya. Riko dan Doni berjalan keluar meninggalkan gedung untuk menuju ruang ganti untuk bersiap-siap.
"Ciee yang bentar lagi jadi sarjana." ejek Anton yang datang tiba-tiba bersama Arman.
"Kalian kapan?" tanya Doni.
"Bentar dulu lah, kita masih ingin bersenang-senang dengan maba tahun depan." ucap Arman santai.
"Kalian jangan terlalu berlebihan, selama kalian kuliah, gue ngga pernah melihat kalian berhasil mendapatkan maba." ketus Riko mengejek.
"Ehhh jangan salah Rik, mungkin tahun ini belum, tapi tahun depan kita pasti berhasil." ucap Anton percaya diri.
"Kalau ngga gimana?" tanya Doni.
"Ya tahun depannya lagi kalau begitu." ucap Arman yakin.
"Hati-hati ntar lo berdua di D O, karna kelamaan di kampus ngga wisuda." ketus Riko.
"Bukannya ngedoain, cuma mengingatkan." ketus Riko lagi lalu pergi ke ruang ganti bersama Doni. Anton dan Arman kemudian masuk kedalam gedung lalu duduk di kursi undangan.
********
Mama Ayu dan papa Indra sudah siap untuk ke kampus, mereka kemudian menuju meja makan untuk sarapan.
Tidak lama kemudian Mama Ratna dan Papa Bram juga tiba dirumah besannya, mereka berencana untuk menghadiri wisuda menantunya. Saat mobil mereka tiba di depan gerbang, pak Cecep segera membuka gerbang lalu mereka pun masuk langsung menuju ruang makan bersama dengan mama Ayu dan papa Indra.
"Citra mana Yu?" tanya mama Ratna sambil meletakkan tasnya di kursi.
"Ehh iya, dia masih di kamar, ya udah aku panggil dulu yah." ucap mama Ayu ingin beranjak menuju kamar Citra.
"Aku ikut." ucap mama Ratna, lalu merekapun menuju kamar Citra.
Saat tiba dikamar Citra, mereka tidak melihat Citra.
__ADS_1
uwaaa... uwaaa...
Suara Citra yang sedang muntah dikamar mandi, mama Ayu dan mama Ratna panik mendengarnya, merekapun langsung masuk ke kamar mandi untuk melihat keadaan Citra.
"Kamu ngga ppa nak?" tanya mama Ratna khawatir.
"Mama, kok mama ada disini?" tanya Citra penasaran melihat mamanya dengan wajah yang pucat lalu kembali mual.
Mama Ratna memijit tengkuk Citra sementara Mama Ayu mengelus belakang Citra. Setelah merasa enakan Citrapun keluar dari kamar mandi dengan dipapah oleh mertua dan mamanya.
"Sepertinya kamu harus istirahat sayang, kamu hari ini ngga usah ke wisuda Riko yah, karna kamu kurang sehat." ucap mama Ayu sambil membaringkan Citra di kasur.
"Iya nak, biar mertua kamu yang pergi, mama disini jagain kamu." saran mama Ratna.
"Ngga mah, aku ngga ppa kok, aku mual karna bau kamar mandi yang ngga enak mah." ucap Citra lagi meyakinkan mereka.
"Kamu yakin nak,, nanti di gedung tempat Riko wisuda itu banyak orang, dan pasti disana ada berbagai macam bau mereka, apa kamu bisa menahannya, gimana kalau kamu pusing mencium semua itu." ucap mama Ayu lagi.
"Aku bisa tahan kok mah,, aku pengen liat kak Riko wisuda walaupun cuma sebentar." pinta Citra lagi.
"Ya udah kalau kayak gitu, sekarang ganti kamu ganti baju, mama tungguin kamu dibawah." ucap mama Ayu.
"Tapi aku belum mandi mah." ucap Citra lagi.
"Kamu ngga usah mandi, nanti kalau kamu masuk kekamar mandi, kamu muntah lagi." ucap mama Ayu dan mama Ratna menyetujuinya, merekapun meninggalkan Citra menuju meja makan.
Setelah mereka keluar, Citrapun mengganti pakaiannya dan berdandan secantik mungkin untuk hari special suaminya tersebut.
*********
Hai hai readers, TSJC sudah tinggal beberapa BAB lagi, setelah itu tamat.
Terima kasih yah, kepada kalian semua karna sudah mendukung karya ku.
__ADS_1