Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
468


__ADS_3

Ntah apa yang mereka semua kesepakati,Winda kembali masuk kedalam dengan perasaan campur aduk.


Ia duduk diam mendengar bacaan kasus yang melibatkan orang tuanya.


" Kamu dari mana aja ?" Tanya Risa menegur.


Winda diam tak membalas,Risa menyepak kaki suaminya memberi kode tapi Rudi meminta wanita itu diam saja.


Dibangku lain,kedua orang tua Samuel berbisik kepada suami mereka.


" Apa yang kalian lakukan ?" tanya Rafael kaget.


" Lakukan saja Pa " jawab Lutfia tenang.


" Kalian mengancam Winda ?" tanya Rafael.


" Tidak,nanti kita bicarakan dirumah " jawab Lutfia.


" Ayo pulang,ini sudah berakhir " kata Pony bangkit dari duduknya.


Samuel masih berada didepan mendengar para pengacara membela klain masing2,seorang lelaki maju kedepan membisiki pengacara Zaki.


" Benarkah ?" tanya Lelaki dengan kemeja hitam itu kaget.


" Ya,lakukan saja " Jawab lelaki itu tegas.


Pengacara mengangguk dan mendekati hakim.


Bisik2 mulai terdengar,Malvin dan Sindi terlihat kebingungan apa yang terjadi.


" Ada apa ini Mas ? kenapa pengacara Zaki lancang kesana ?" tanya Yuni bingung.


" Aku gak tau " jawab Romi tenang.


Samuel melihat kebelakang lagi dan mendapati Winda juga melihat kearahnya.


Perempuan itu tersenyum kecil membuat wajah Samuel yang tadinya tegang kini bisa melemas.


Keduanya saling melihat dengan senyum merekah.


Setelah Samuel berbalik badan Winda mencengkram bajunya dengan bibir tergigit.


" Ada apa Winda ?" Tanya Salsa merasa aneh dengan tingkah wanita itu.


" Gak papa Sa " jawab Winda berusaha tenang.


" Apa ada yang sakit ?" tanya Salsa khawatir.


" Hm sedikit " Jawab Winda lembut.


" Sabar ya nanti habis ini kita cari minum " Kata Salsa menepuk bahu wanita tersebut.


Winda mengangguk dengan senyum kecil.


"Tok tok...


Hakim kembali mengetuk palu kekuasaannya.


Semua orang kembali dibuat serius.


" Baiklah para hadirin semuanya,kami sudah menerima loparan baru " Kata Hakim tenang.


" Dan tersangka Malvin dan Sindi dinyatakan Bebas dari hukuman yang dituntut oleh pihak korban " Lanjut Hakim tersenyum.


" Apa !" Pekik semua orang syok.


" Ya pihak korban sudah mencabut tuntutan sebelum sidang selesai dan memilih jalan damai " Kata Hakim tegas.


" Bagaimana bisa ?" tanya Sindi syok.


Orang tua Winda melihat Samuel,pria itu juga tak kalah syok mendengar keputusan tersbut.


" Sidang ditutup !"


Tok tok tok


Para hakim langsung berdiri membersihkan berkas2 mereka begitupun para pengacara Sindi dan Malvin.


" Bagaimana bisa ini terjadi ?" Tanya Yuni mendekati pengacara Romi.

__ADS_1


" Saya tidak tau Bu,ini sebuah anugrah " Jawab Satya takjub.


" Bukankah sebelumnya dituntut tapi sekarang kenapa bisa damai ?" tanya Risa tak kalah bingung.


Romi melihat Winda,terlihat wanita itu diam menatap kosong kedepan.


" Ada apa ini ? apa Winda melakukan sesuatu ?" Batin Romi menebak.


" Mamaa,Papaaaaa " Pekik Doni heboh mendengar orang tuanya bebas.


Malvin dan Sindi langsung menangkap bocah itu dengan pelukan hangat.


" Alhamdulillah Ma,Pa akhirnya kita bisa pulang " Kata Doni sangat bahagia.


" Iya sayang,alhamdulillah " Kata Sindi mendekap sang putra.


" Kakak " panggil Doni melihat Winda.


Winda yang sedang banyak pikiran tersentak kaget dengan suara adiknya.


" Iya,Ma Pa selamat ya,akhirnya kita bisa pulang " Kata Winda memeluk Sindi dan Malvin dengan mata berkaca kaca.


" Kamu gak papa kan ?" tanya Malvin merasa pelukan Winda berbeda.


" Ya aku gak papa " Jawab Winda menahan tangis.


" Winda sayang,ada apa Nak ?" tanya Sindi merasa aneh.


Winda tidak mau melepaskan pelukan,ia masih mendekap orang tuanya dengan hangat.


" Udah Nak malu diliat suami kamu " Tegur Malvin terkekeh.


Winda melepas pelukan dan mengelap air matanya yang sempat jatuh.


Perempuan itu berbalik badan dan berpapasan dengan Samuel.


" Selamat Ma,Pa " kata Samuel memeluk keduanya bersamaan.


" iya Sam,makasih banyak ya " kata Malvin ramah.


Samuel mengangguk tersenyum.


Perempuan itu melihat tangan Samuel lalu mendongak menatap sang suami.


" Hm aku ingin bersama Papa dan Mama,apa aku boleh tinggal dirumah saja ?" tanya Winda hati2.


" Ya aku juga akan ikut dengan mu " Jawab Samuel tersenyum.


" Aku ingin hanya kami saja " Kata Winda menunduk.


" Tak ingin menganjak ku ?" tanya Samuel sedikit tersinggung.


" Winda " tegur Malvin.


" Aku mohon,sehari saja " kata Winda memelas.


" Baiklah " kata Samuel menghela nafas.


" Terima kasih " balas Winda tersenyum manis.


Samuel bercengkrama sebentar lalu pamit pulang bersama orang tuanya.


Winda menatap punggung lelaki itu dengan tatapan nanar,sungguh ia tak bisa membayangkan bagaimana hidup kedepannya tanpa pria tersebut.


" Ayo pulang " Ajak Doni tak sabaran.


" Kerumah Mama aja ya " Kata Risa mengandeng tangan Sindi.


Sindi menoleh kaget dengan reaksi wanita yang membencinya tersebut.


" Mama udah tobat Sin,gak usah takut " kata Risa mengkrucut.


" Tobat ?" Ulang Sindi bingung.


Risa mengangguk polos,Sindi menggaruk kepala memberi kode bingung kepada Malvin.


" Ayo " Ajak Rudi merasa geli dengan situasi.


Malvin mengangguk,lelaki itu menggandeng tangan kedua anaknya berjalan duluan.

__ADS_1


Mendengar keputusan pengadilan membuat hati pria itu secerah mentari,ia begitu bahagia akhirnya bisa berkumpul lagi dengan anak2 nya.


" Pa,aku mau makan es cream " Rengek Winda bergelayutan manja.


" Hm aku juga Pa " Celetuk Doni semangat.


" Hm boleh,tapi...." Kata Malvin menggantung.


" Kenapa ?" tanya Doni mengernyit.


" Hehe Papa gak ada uang " Jawab Malvin mencebik.


" Yaaaaahhhh " Balas Doni lesu.


" Tenang,uang Kakek banyak,kalian puas makan es cream yang kalian mau " Celetuk Rudi memainkan alisnya.


" Beneran Kek ?" tanya Doni girang.


" Iya,nih dompetnya " Jawab Rudi memberi dompet hitam disaku celana.


Doni membuka dengan cepat dan terbelalak melihat banyak uang merah disana.


" Waahh uang sebanyak ini bisa beli mobil remot juga gak Kek ?" tanya Doni berbinar.


" Ist kamu mah modus " Kata Winda menegur.


" Hehe " Doni cengengesan malu.


" Bisa,nanti kita beli ya " Balas Rudi mengusap kepala bocah itu.


Mereka mendekati mobil,manik Winda tak sengaja melihat mobil keluarga suaminya lewat didepan mereka.


Malvin dan Sindi sedikit membungkuk menghormati orang tua dan nenek kakek Samuel yang melihat kearah mereka.


" Maafin aku Sam,ini jalan yang terbaik untuk kita " Batin Winda melihat Samuel yang tenang tanpa menoleh.


Mobil mewah itu pun melesat jauh kejalan raya.


" Kamu sama Samuel gak papa kan ?" Tanya Sindi menegur.


" Nanti aku ceritakan " jawab Winda tersenyum.


" Ada apa ?" tanya Sindi heran.


Winda tak menjawab,keluarga mereka bercengkrama dengan keluarga Yuni yang ikut menghadiri sidang.


" Kalian hati2 ya " Ucap Romi kepada tersenyum.


" Ayah juga " Jawab Doni menyalami lelaki itu.


" Terima kasih banyak Bang,Yun,aku gak tau kalo gak ada kalian jadi apa anak2 aku " Kata Sindi memeluk sahabatnya.


" Iya sama2,,setelah ini harus bahagia ya " Balas Yuni ramah.


" Iya,kami akan memulai lagi dari awal " Ucap Malvin tersenyum.


" Ya nanti jika butuh bantuan jangan sungkan kerumah " Kata Romi menepuk bahu lelaki itu.


" Iya Bang hehe " Balas Malvin malu.


2 rombongan itu pun pulang kerumah masing2.


" Mulai sekarang kalian tinggal dirumah aja ya " Kata Risa memegang tangan Sindi.


" Beneran dirumah Mama ?" tanya Sindi masih tak percaya..


" Iya,anggap aja rumah sendiri " Jawab Risa terkekeh.


" Tapi Maa...


" Gak ada tapi2an,untuk masalah saudara Malvin kamu gak usah khawatir,Mama dan Papa yang akan urus " Potong Risa cepat.


" Mas gimana ?" tanya Sindi mencolek Malvin.


" Aku ngikut kamu aja " Jawab Malvin tersenyum.


" Duh gimana nih " Batin Sindi bimbang.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2