
Disebuah negara maju dengan gedung bertingkat2 seorang gadis baru saja sampai setelah perjalanan yang cukup panjang.
Berbekal kertas pemberian ibu mertua serta arahan dari Ayah mertuanya gadis itu kini sudah berdiri didepan sebuah rumah yang cukup klasik dengan cat berwarna krim dan putih.
" Apa ini benar rumahnya ?" Gumam Salsa degdegan.
Gadis itu melihat foto yang dikirim Romi barusan dan ternyata foto itu sama.
" Huh semoga gak salah alamat " Gumam Salsa meyakinkan diri.
Dengan berani Salsa pun mengetuk pintu rumah,setelah menunggu beberapa detik akhirnya pintu rumah terbuka.
Keluarlah seorang wanita bule dengan apron ditubuhnya.
" Who are you ?" Tanya wanita berambut pirang mengernyit.
" I'm salsa, Mr. Romi's former son-in-law
( Saya Salsa,mantan menantu pak Romi ) " Jawab Salsa menunduk sopan.
" Oh Salsabila ?" Tanya wanita itu terkejut.
Salsa mengangguk tersenyum.
" Wah kamu sampai dengan selamat,ayo masuk " Ucap wanita itu ramah.
" Anda bisa bahasa indonesia ?" tanya Salsa terkejut.
" Ya,little " Jawab wanita itu terkekeh.
" Syukur lah,bahasa inggris saya kurang baik " Balas Salsa malu.
" No problem,nanti kamu bisa belajar sama anak saya " Jawab wanita itu lembut.
" Terima kasih Bibi " Jawab Salsa bahagia.
Mereka pun masuk kedalam,meski bingung siapa wanita didepannya saat ini tapi Salsa yakin wanita ini pasti utusan Ayahnya atau orang yang Romi percaya.
" Bagaimana kabar indonesia ?" Tanya Wanita itu duduk bersama Salsa diruang tamu.
" Baik " Jawab Salsa tersenyum.
" Sudah lama saya dan Helend tidak kesana,semoga Bara dan keluarganya dilindungi oleh Tuhan " Ucap wanita itu berharap.
" Bara ? siapa dia ?" Batin Salsa bingung.
" Oh iya,ayo kita kekamar mu,saya sudah siapkan " Ajak wanita itu ramah.
" Boleh saya tau siapa nama Bibi ?" Tanya Salsa takut.
" Saya Hena,saya kenal mertua kamu,dia orang baik " Jawab Hena tersenyum.
__ADS_1
" Ohh hehe iya Bi,Ayah memang orang baik " Balas Salsa malu.
Hena tersenyum mereka pun menuju kamar yang akan ditempati oleh Salsa.
" Kami disini hanya berdua,anak saya sedang bekerja " Kata Hena memberitahu.
" Apa dia seumuran dengan ku ?" Tanya Salsa kepo.
" Umurnya lebih dewasa,tapi dia gadis yang manja sama Dàddynya " jawab Hena terkekeh.
Salsa mangut2 paham,meski belum tau silsilah hubungan Romi dengan wanita itu.
" Nanti saya jelaskan,saya tau banyak pertanyaan dikepala mu " Kata Hena tenang.
" Hehe iya bi " Jawab Salsa jujur.
Hena kembali tertawa mengusap kepala gadis itu lembut.
Mereka tiba dikamar,Salsa terlihat takjub melihat kamar minimalis dengan ranjang single tapi terkesan waw.
" Sorry,kamarnya memang kecil " kata Hena tak enak hati.
" Gak papa Bi,ini aja udah bersyukur banget " Jawab Salsa hangat.
" Ya udah,kamu taruh tas disana kita pergi kedapur,bibi lagi bikin makanan indonesia " Kata Hena semangat.
" Wahhh iya Bi " Kata Salsa ikut semangat.
Keduanya pun bahu membahu memasak,beruntung Salsa ada bakat memasak walau tak sehebat wanita itu setidaknya Sàlsa bisa membantu meski hanya sekedar memotong bahan.
Malam harinya,Salsa bertemu dengan anak dari Hena.
Gadis itu kembali takjub melihat seorang wanita cukup dewasa mungkin sepantaran kakak iparnya.
Wanita itu terlihat ramah dan murah senyum.
" Kenapa gak hubungi aku ?" Tanya Helend disela makannya.
" Takut Kak " Jawab Salsa jujur.
" Takut kenapa ? Uncle sudah menghubungi ku sebelumnya memberitahu bahwa kamu akan kuliah disini " Kata Helen serius.
" Ya aku takut salah orang " Balas Salsa malu.
" Hehe gak,kamu disini bakal aman aku akan temani kamu daftar besok karna Paman bilang bulan depan kamu udah harus masuk " Ujar gadis pirang tersebut.
" Iya Kak,makasih ya " kata Salsa ingin menangis tak menyangka ada orang baik yang mau menolongnya bahkan memberikan tempat tinggal karna Romi belum berani melepas gadis itu sendirian.
Helen pun mulai menceritakan pengalamannya saat berada dinegara Salsa,wanita itu terlihat sangat ramah,tutur katanya juga baik meski masih banyak kata yang salah diucapkan,tapi Salsa maklum karna gadis itu memang sedang belajar.
" Aku punya Daddy disana,biasanya Daddy akan datang menemui aku kalo lagi liburan " Kata Helend ceria.
__ADS_1
" Benarkah ?" tanya Salsa takjub.
" Ya,Daddy juga punya anak dan istri,anak2 Daddy ku sangat lucu2 aku suka punya adik seperti mereka " Cerita Helen.
Hena tersenyum melihat keceriaan anak semata wayangnya,meski jarang bertemu dan bertukar kabar tapi Helend sangat menyanjung keluarga dari mantan pacar ibunya itu.
" Dia menikah lagi ?" Tanya Salsa polos.
Helen menggeleng dengan tawa kecilnya.
" Daddy hanya 1 kali menikah dan sampai sekarang masih dengan istri lamanya " Jawab Helen terkekeh.
" Hah maksudnya ?" tanya Salsa bingung.
Helend mulai bercerita panjang lebar menceritakan tentang kehidupannya.
Hena hanya tersenyum sesekali tertawa sedangkan Salsa terlihat sangat terkejut.
" Apa wanita yang dinikahi Daddy mu tidak cemburu ?" Tanya Salsa menelan ludah kasar.
" Aku tidak tau,tapi dia terlihat biasa saja bahkan dulu aku tidur bersama Histi saat bermain kerumahnya " Jelas Helen santai.
Salsa ber Oh ria meski otaknya merasa itu hal aneh dan sangat membagongkan.
" Itu membuat mu geli ya kepada kami ?" Tanya Helend santai.
" Hah tidak,aku tidak berpikir begitu " Jawab Salsa kaget.
" Banyak yang mencibir kami dan menyebut ibu ku pelakor,awalnya aku sangat sedih dan membenci semua orang,tapi Daddy dan istrinya menenangkan aku " Jelas Helend tersenyum kecil.
Salsa mengangguk dengan senyum kecilnya.
Menurut Salsa sangat langka menemui wanita seperti istri pria yang Helend anggap Daddy itu,karna itu hal yang tak masuk akal dan akan menyakiti anak serta wanita itu sendiri jika ada anak mantannya yang memanggil pria itu dengan sebutan tersebut.
Dari cerita Helend,Salsa kembali belajar arti ikhlas dan menerima semua takdir yang terjadi,Helend juga bukan gadis yang beruntung hingga dengan berani mengklaim milik orang lain juga milik dirinya tentu saja dengan peraturan yang berlaku dari kedua belah pihak.
Bukan hanya dari Helen,Salsa juga menerima pelajaran dari wanita tua disebelahnya,meski Hena sangat mencintai Bara tapi wanita itu ikhlas melepaskan kekasih hatinya dengan perempuan lain meski Salsa tau itu bukan lah hal mudah.
" Kamu jangan bersedih sudah bercerai dengan anaknya Pak Romi,kita sebagai perempuan memang harus memperjuangkan apa yang kita inginkan,tapi jika kita bukan pilhannya,mau berbuat apa ?" Ucap Hena menggenggam tangan Salsa lembut.
Deg....
Salsa terdiam mendengar ucapan lembut wanita itu.
" Kamu masih muda Salsa,masa depan kamu masih panjang,belajarlah menerima semuanya,kita semua disini sangat beruntung masih dipertemukan orang baik,apalagi kamu punya mertua yang tidak menyianyiakan kamu meski sudah berpisah dengan anaknya." Lanjut Hena dengan senyum hangatnya.
" Iya Bi,aku sangat bersyukur,terima kasih sudah mau menerima aku " Kata Salsa berkaca kaca.
" Kita akan melewatinya bersama,oke " Kata Helend semangat.
" Yaa Kak,aku setuju " Kata Salsa tersenyum haru.
__ADS_1
Helend memeluk gadis itu erat sebagai awal perkenalan mereka.