Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
589


__ADS_3

Disebuah sekolah terjadilah pertarungan sengit aksi saling jambak menjambak.


Suci terlibat perkelahian dengan teman sekolahnya lantaran gadis itu melihat sebuah geng anak2 membuli saudaranya habis2an.


Awalnya gadis itu hanya diam saja tapi lama kelamaan,darahnya mendidih hingga sampai kepala.


Beberapa murid lain terlihat menyoraki aksi berani cucu Romi tersebut.


" Hehhh apa yg kalian lakukannnn " Teriak seorang guru syok melihat pertarungan tersebut.


" Hiaaaaaaaaaakkkkkkk " Teriak Suci semakin brutal menjambak rambut temannya.


" Aduhh gawat " Gumam Sutar panik saat guru berlari kearah mereka.


Para bocah lain kabur duluan,Sutar menarik tangan Suci mencoba menghentikan kegilaan gadis itu.


" Udah Uci,ada ibu guru " Ucap Sutar ketakutan.


" Sini kamu,beraninya kamu suruh anak buah kamu palakin Sutar !" Teriak Suci membabi buta.


" Aduhhh sakitt tolonggg " Teriak lawan Suci kesakitan.


" Ini akibatnya kalo berani ganggu kami !" Bentak Suci emosi.


" Suciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii " Teriak guru menggelegar.


Suci menoleh dan terkejut melihat gurunya sudah ngos2an.


Gadis itu pun langsung melepas rambut lawannya dan mundur mendekati Sutar.


" Apa yg kamu lakukan hah ?! " Teriak Guru sangat syok.


" Suci mau bunuh aku Bu guru " Adu lawan Suci bernama Ratna.


Suci melotot begitupun Sutar.


" Dia tadi cekek aku terus jambak aku kayak gini Bu guru,huhu sakitt " Rengek Ratna mendrama.


" Itu gak bener " Kata Sutar tak terima.


" Semua orang melihatnya Bu,huhuhu kulit kepala aku rasanya mau lepas huhu " Kata Ratna sambil menangis.


Suci menatap gadis berambut panjang itu dengan tatapan membunuhnya.


" Anak ini bener2 " Gumam guru menggeleng pelan.


" Ayo ikut ibu guru keruang Bk !" Titah guru tersebut menyeret ketiga bocah itu.


Suci menurut,Sutar melirik saudarinya dengan wajah ngeri.


Ratna terus menangis seolah meminta guru tersebut mengasihani dirinya.


Setibanya diruang Bk,seorang perempuan berkaca mata dengan alis tebal menatap kearah mereka dengan wajah mengernyit.


" Ada apa ?" tanya guru tersebut tenang.


" Ini Bu,mereka berkelahi " Jawab guru bernama Lita.


" Berkelahi ? siapa yg menang ?" Tanya guru Bk.


Sutar menelan ludah kasar,Suci dengan polos mengangkat tangannya dengan tinggi.


" Heh apa yg kamu lakukan !" Pekik Sutar tertahan.


Suci menurunkan lagi tangannya seraya menggaruk kepala.


Guru Bk terkekeh geli,sedangkan guru satunya hanya bisa menghela nafas sabar.


" Saya serahkan anak ini kepada Ibu "


" Iya,tinggalkan mereka disini " Balas guru Bk tenang.

__ADS_1


Setelah guru satunya keluar,kini tinggallah mereka ber 4.


" Duduk " Titah Guru Bk tegas.


Sutar mengangguk dan meminta Suci duduk dikursi yg telah disiapkan.


" Kelas berapa kalian ?" Tanya guru bersedekap dada.


" 1 " jawàb semuanya bersamaan.


" Kenapa berkelahi ?" Tanya Guru lagi.


" Dia gangguin Sutar Bu guru " Jawab Suci tegas.


" Bukan aku " Sahut Ratna tak terima.


" Tapi kamu yg ketua gengnya !" Bentak Suci emosi.


" Ketua geng ?" Tanya Guru syok.


" Iya Bu,dia suruh temannya buat palakin Sutar tiap hari " Jawab Suci geram.


Guru Bk melihat Sutar,bocah lelaki itu menunduk takut.


" Apa benar itu Sutar ?" Tanya Guru Bk.


" Kadang " Jawab Sutar mendongak.


" Berapa uang yg kamu bawa ?"


" Gak banyak kok Bu,cuma 50 ribu " Jawab Sutar polos.


" 50 ribu ?" Ulang guru syok.


" Iya Bu,Mama yg kasih " Jawab Sutar menunduk.


" Astaga yg benar saja anak sekecil ini dapat uang jajan gede " Gumam Guru Bk menggeleng pelan.


Ketiga bocah itu diam melihat gurunya berbicara sendiri.


" Iya kalo dia gak cari gara2 " Sahut Suci melirik lawannya.


" Eh yg cari gara2 itu kamu bukan aku " Jawab Ratna tersindir.


" Cih merasa " Decih Suci.


" Sudah2,jangan dilanjutkan lagi " Kata Bk memutar mata.


Sutar diam saja melihat Suci kembali memasang tanduk.


" Kalau kalian masih berkelahi nanti Ibu panggil orang tua kalian " Ancam Bk tajam.


Semuanya tetap diam melihat guru tersebut mulai terpancing.


" Ya sudah,sana kembali kekelas " Lanjut Guru tak tahan lagi.


Ketiganya pun bangkit,Suci berjalan duluan dengan gaya angkuhnya,belum juga sampai didepan pintu tiba2 Ratna menarik rambutnya dari belakang.


Aksi jambak menjambak pun terulang lagi.


" Ehhhhhh " Pekik Guru Bk terbelalak.


" Aduhhhhh " Sutar menepuk jidatnya melihat saudarinya kembali mengeluarkan cakaran.


Kedua gadis itu berguling2 dilantai dengan tangan dan kaki yg begitu aktif saling menyakiti.


Sutar tak tau lagi harus bagaimana menenangkan keong racun yg sedang kesurupan tersebut.


Ditempat lain,seorang pria menganga lebar mendengar kabar dari seseorang yg menelfonnya barusan.


" Kenapa Lex ?" Tanya Bara mengernyit melihat Alexi.

__ADS_1


Alexi menoleh masih dengan mulut mangap.


" Kamu kenapa ?" Tanya Serkan heran melihat tingkah adiknya.


" Suci dan Sutar berkelahi disekolah " Jawab Alexi lesu.


" Apa !" Pekik Serkan dan Bara bersamaan.


" Berkelahi sama siapa ?" Tanya Bara syok.


" Sama temennya Om,kepala sekolah mereka barusan telfon aku " Jawab Alexi menyugar rambutnya.


" Astaga berkelahi karna apa ?" Tanya Serkan tak percaya.


" Aku belum tau,aku mau kesana dulu Suci terluka " Jawab Alexi buru2.


" Terus Sutar gimana ?" Tanya Serkan sedikit panik.


" Gak tau Bang,mending kita kesana aja buat memastikan " Jawab Alexi.


Bara dan Serkan saling melihat,keduanya pun langsung menyusul Alexi yg melongos lari keluar.


Ketiga lelaki dewasa itu berjalan dengan cepat,beberapa karyawan dibuat bingung oleh tingkah mereka.


" Sepertinya ada masalah besar " Ucap salah satu petinggi perusahaan.


" Iya,Pak Bara juga terlihat panik,ini kayaknya bukan masalah sepele " Sahut karyawan lain.


" Huh kita harus bersiap menerima arahan nanti dari mereka " Kata petinggi tegas.


Para karyawan yg berjalan bersamanya pun mengangguk paham.


Setelah ketiganya naik mobil,para karyawan berhamburan bertanya2 ada masalah apa.


Seketika kantor yg tadinya sunyi berubah ramai,mereka mencoba mencari apa kendala yg sedang dihadapi bos besar tersebut.


Alexi berkendara dengan cepat,terlihat keringat berbutir jagung meleleh dijidat Alexi.


Lelaki itu sangat2 panik mengetahui anaknya sedang tak baik2 saja.


" Hati2 Lex " Tegur Bara berpegangan pada genggaman tangan.


" Iya Lex,harus tenang " Celetuk Serkan juga melakukan hal yg sama.


" Suci dalam bahaya,habis aku Kak kalo Ayah tau cucunya terluka." Kata Alexi gemeteran.


Bara terkekeh geli,lelaki itu ingin tertawa melihat Wajah Alexi yg tak baik2 saja.


Tak butuh waktu lama,mereka pun sampai di sekolahan yg terkesan biasa.


Mobil Alexi melaju sampai berhenti didepan kepala sekolah.


" Gila kamu Lex,nanti nabrak anak2 gimana " Kata Bara menepak kepala Alexi.


" Aduhh,maaf Om kelamaan kalo kita harus berhenti depan jalan " Balas Alexi mengusap kepalanya.


Serkan menggeleng pelan dan langsung membuka pintu mobil.


Ketiganya pun bergegas keluar,seketika para guru dan murid dibuat terperangah melihat ketiga pengeran Prik tersebut memasuki kawasan sekolah.


" Wawww mereka siapa ?" Gumam Guru baru yg takjub melihat Serkan dan Alexi.


" Dimana mereka ?" Tanya Bara dengan gaya angkuhnya.


" Papaaaaaaaaaaaaaa " Teriak Seorang bocah dari kejauhan.


Ketiganya menoleh dan terdiam melihat Sutar berlari kearah mereka.


Alexi menyelisik bocah itu hingga maniknya teralihkan oleh sosok gadis kecil dengan perban di tangan dan plester dijidat.


" Astagaaaaa " Ucap Bara terbelalak melihat anak tunggal Alexi tersebut.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,like,Coment ya.


__ADS_2