Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
474


__ADS_3

Mendengar kabar kepergian Winda membuat 1 keluarga merasa begitu sakit,Romi dan rombongannya datang untuk mengantar keluarga Malvin pindah.


" Winda " Ucap seorang pria nanar.


Winda menoleh dan terdiam dengan mata berkaca kaca.


" Lex " panggil Winda lirih.


Alexi mendekat dan langsung memeluk sahabatnya dengan erat.


" Sakit Lex,hiks hiks " ucap Winda menangis pilu.


" Iya aku tau " Balas Alexi mendekap sahabatnya.


" Kenapa ini bisa terjadi sama aku Lex,aku gak kuat " kata winda terus menangis.


" kamu yang sabar ya Win,aku yakin setelah ini kamu akan menemukan kebahagiaan " Ucap Salsa ikut memeluk wanita itu.


Winda terus menangis,hanya Alexi dan Salsa yang menjadi sahabatnya.


" Jangan sedih lagi,mungkin ini yang terbaik,jika berjodoh kalian akan bersatu lagi " Kata Alexi mencoba tenang.


" Aku ingin tetap bersama Samuel,tapi kenapa banyak sekali rintangan untuk kami,dia kecewa sama aku Lex " kata Winda lirih.


Alexi melepas pelukan dan menatap Winda nanar.


Meski masih tak enak badan tapi Alexi tetap ngotot ingin ikut menemui Winda karna Alexi tau sahabatnya butuh suport.


" Dia belum tau apa yang kamu korbankan untuk dia " Kata Alexi tegas.


" Aku tidak butuh balasan Lex " Balas Winda.


" Ayo berangkat " Tegur Malvin mendekati mereka.


Alexi melihat Malvin,bukan hanya Winda saja yang menderita tapi Papa Winda juga merasakan hal yang sama.


" Baik2 disini ya Lex " Ucap Malvin menepuk bahu Alexi.


" Kalian juga Om " kata Alexi tersenyum kecil.


" Om harap kamu bisa membahagiakan Salsa,menjadi suami yang bertanggung jawab " Ucap Malvin ramah.


" Iya Om " balas Alexi mengangguk.


" Kamu juga ya Sa,harus kuat sabar hadapin Alexi " Kata Malvin kepada Salsa.


" Iya Om " Balas Salsa malu.


Malvin tersenyum,kadang ia merasa iri dengan keluarga Romi dan juga banyak belajar disana.


Kehidupan Romi dulu juga sangat berantakan,dimana lelaki itu menikahi Yuni tanpa cinta,punya anak dengan perempuan lain,bahkan harus mengurus Alexi menikah muda dan cerai,tapi kini keluarga itu bisa membuktikan bahwa waktu dapat merubah segalanya menjadi lebih indah..


" Pa " panggil Sindi mendekat.


" Hah ya " kata Malvin tersadar.


" Ayo " ajak Sindi tersenyum.


Malvin mengangguk,Alexi dan Salsa menyalami lelaki itu dengan takzim dan berpelukan lagi dengan Winda.


Setelah acara perpisahan selesai,kini Winda dan keluarganya siap berangkat meninggalkan kota yang telah melahirkan banyak cinta.


" Selamat tinggal Samuel,selamat tinggal cinta kedua ku " Ucap Winda menatap foto pernikahan yang ia bawa.


Wanita itu menyobek foto tersebut dengan hati hancur berkeping2.


" Lepaskan segalanya sayang,biarkan Samuel bahagia " ucap Sindi memegang tangan Winda.


" Iya Ma,aku akan berusaha melupakan dia " balas Winda tersenyum kecil.


Winda membuka kaca mobil dan menerbangkan semua kenangan yang pernah ia lakukan bersama suaminya.


Doni hanya diam saja melihat sang Kakak kembali terdiam menatap kepingan foto yang berhamburan dijalan..


" Pa kita mau kemana ?" tanya Doni menegur Malvin.

__ADS_1


" Hm pergi dari kota ini sayang,kita akan punya rumah baru " Jawab Malvin mengusap kepala anaknya.


" Kalo pergi jauh aku gak bisa ketemu Byan dong ?" tanya Doni sedih.


" iya,tapi nanti ketemu lagi kok " Kata Malvin ramah.


Doni mengangguk paham,bocah itu kembali diam menikmati perjalanan.


Dirumah Risa,Yuni dan Sita saling berhadapan.


Keduanya memasang wajah datar dengan pikiran masing2.


" Maaf " ucap Sita pelan.


" untuk apa ?" tanya Yuni mengernyit.


" Segalanya,aku pikir aku banyak salah kepada mu " jawab Sita.


" Kau bersalah kepada ipar mu bukan aku " Balas Yuni.


" Aku sudah minta maaf kepada Sindi,dia memaafkan aku " Kata Sita tak enak.


" ya udah,kalo gitu clear " Balas Yuni santai.


" Kau tidak ingin memaafkan aku ?" tanya Sita mengernyit.


" Jawaban Sindi sudah mewakili " jawab Yuni.


Sita terdiam,berhadapan dengan Yuni memang sedikit menguras emosi karna wanita itu sulit diluluhkan.


" Hm ya sudah " Kata Sita kehabisan kata2.


Yuni mengangguk,wanita itu mendekati anak suaminya yang sedang mengobrol dengan Rudi..


" Sepertinya dia masih kesal " Gumam Sita yakin.


Memang tidak mudah memaafkan kesalahan yang pernah ia perbuat,lebih dari 25 tahun Sita menjahati Sindi,mengasingkan iparnya sendiri bahkan mengadu domba,Yuni yang selama ini selalu berada disamping sahabatnya sangat tau perbuatan tak manusiawi Sita makanya Yuni enggan berlama2 dengan perempuan itu karna ia takut emosinya meledak2.


" Mas ayo pulang " ajak Yuni.


" Kami pulang dulu Pak,Bu " Kata Romi pamit.


" Sering2 main kesini Rom ajak anak istri mu " kata Rudi ramah.


" Iya Pak " Balas Romi tersenyum.


" Yuni " Panggil Risa.


Yuni mendongak melihat wanita tua itu memanggilnya.


" Maafin Ibu ya,dan terima kasih sudah menemani Sindi dari awal " Ucap Risa tulus.


" Sama2,itu sudah kewajiban kami melindungi keluarga " Balas Yuni tersenyum.


Deg....


Ucapan Yuni barusan bagaikan batu panas yang melempar wajahnya.


Risa tau Yuni menyindir dirinya dan keluarga yang telah menjahati Sindi selama ini.


" Kalau begitu kami permisi " kata Romi melihat glagat aneh sang istri.


Risa mengangguk,keluarga Romi pun undur diri dari rumah besar itu.


Diperjalanan semua orang terdiam dengan isi kepala masing2.


" Bu,apa Winda akan selamanya tinggal disana ?" tanya Alexi membuka suara.


" Gak tau,tapi dalam waktu 1 tahun kedepan mereka pasti akan tetap disana " Jawab Yuni tenang.


" Apa Sam tidak akan mencari ?" Tanya Alexi.


" Ibu gak tau,tapi siang ini Sam akan keluar kota juga mengurus perusahaan Papanya " Jawab Yuni menghela nafas.


" astaga dia benar2 tak bertanggung jawab " Kata Alexi kesal.

__ADS_1


" ini bukan salah Sam juga,mungkin memang benar keduanya gak berjodoh " Balas Yuni.


" Huh tapikan setidaknya dia peka gitu sama istri " Gerutu Alexi.


" Gak usah ngomongin orang deh,kamu aja gak peka banget sama istri " Cibir Salsa.


Alexi langsung menoleh menghadap Salsa yang sudah bersedekap dada memasang wajah judes.


" Maksud kamu gak peka gimana ?" tanya Alexi bingung.


" Ck,pura2 gak tau lagi " Kata Salsa makin judes.


" Aku beneran gak tau Yank " kata Alexi menggaruk kepala.


" Ck harusnya kam....


" Ini apa ?" tanya Byanca menunjuk sebuah benda didalam tas iparnya.


Salsa terbelalak kaget melihat sang adik ipar dengan polos membalik benda itu dengan wajah bingung.


" Ada apa sayang ?" tanya Romi melihat dari kaca spion.


" Itu apa ?' Tanya Alexi ikut bingung.


Salsa langsung merebutnya dan menyembunyikan dipunggung.


Byanca menggaruk kepala,bocah itu niat mau mengambil permennya ditas Salsa tapi malah menemukan benda aneh yang belum pernah ia lihat.


" Sa itu apa,narkoba ya ?" tanya Alexi dengan nada menuduh.


" Apa !" pekik Salsa terbelakak.


" Aduhhh " Ringis Alexi mengusap kepalanya mendapat tabokan sang istri.


" Kalian kenapa sih ribut2 ?" tanya Yuni menoleh dengan wajah kesal.


" Hehe " Salsa cengengesan menghadap mertuanya.


Greb....


Melihat ruang kesempatan Alexi langsung merebut benda itu dengan cepat.


" Alexiiii " Pekik Salsa kesal.


" Apa ini ?" Gumam Alexi bingung.


" Bu ini apa ?" tanya Alexi memberi benda itu kepada Yuni.


Yuni melihatnya dan seketika melotot.


" Sa kamu hamil ?" Pekik Yuni langsung heboh.


Ciiiiiiiiiiittttttttt......


Romi mendengar kata Hamil langsung mengerem mendadak.


Brugh....


Semua orang terjengkang kedepan belum siap dengan ereman mobil.


" Aduhhh,,batal hamil kalo gini ceritanya " Gumam Salsa mengusap kepalanya yang kejedug kursi.


" Kamu hamil ?" pekik Romi menoleh kebelakang.


" hehe iya Yah " jawab Salsa malu.


" Whatttt !!" Pekik Alexi terbelakak.


" Horeeeeeeeee " Teriak Yuni heboh berjoget ditempat duduknya.


Pasangan lansia itu berpelukan tanda bahagia,beda hal Alexi dan Byanca yang melongo melihat orangtuanya girang sendiri.


" Ayah sama ibu kenapa ?" Gumam Byanca menggaruk kepala.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2