
Restu diajak berkeliling melihat2 hutan yg dipenuhi berbagai tumbuhan dan hewan yg belum pernah ditemui sebelumnya.
Lelaki itu sesekali menggeram takut,Saras yg berada didekat lelaki itu selalu tertawa.
Saras merasa sangat lucu dengan sikap penakut Restu yg begitu ditampakkan.
" Sudah2,ayo kita pulang aku udah gak kuat " Ucap Restu merengek.
" Disana lebih bagus Tuan,kita hampir sampai ditengah " Jawab Saras terkekeh.
" Sudah hampir malam,saya tidak bisa menolong mu jika harimau ataupun macan menghadang jalan kita nanti " Ucap Restu gemas.
Saras diam,manik gadis itu melihat kelangit dan benar saja sudah gelap.
" Aku juga harus mandi dan solat " Lanjut Restu pelan.
" Ah iya,Tuan seorang muslim ya ?" Tanya Saras tersenyum.
Restu mengangguk pelan.
" Baiklah ayo pulang " Ajak Saras memundurkan kursi roda dan berbalik.
Mereka pun menuju jalan pulang lagi.
" Kenapa kau bisa ada dsini ?" Tanya Restu menghilangkan sengjangan.
" Aku ?" Ulang Saras.
" Ya siapa lagi " Jawab Restu terkekeh.
" Ceritanya panjang Tuan " Jawab Saras tenang.
Restu mengangguk kecil,suara aungan anjing terdengar.
Restu mulai deg2an perjalanan mereka masih jauh.
" Kau tidak takut ?" Tanya Restu melihat kebelakng.
" Aku sudah biasa " Jawab Saras.
" Sudah berapa lama kau disini ?"
" Hm baru 5 tahun " Jawab Saras mengingat.
" 5 tahun kau anggap baru ?" Tanya Restu kaget
" Ya Tuan,meskipun disini terlihat angker tapi tidak buruk juga " Jawab Saras tersenyum.
" Aku rasa kau masih sangat muda " Kata Restu serius.
" Ya,aku baru 20 tahun " Jawab Saras malu.
" Hahah,bearti umur ku hampir setngah dari mu " Kata Restu terkekeh.
" Memangnya umur tuan berapa ?" Tanya Saras penasaran.
" Aku 37 tahun,sudah menikah dan punya anak 2 " Jawab Restu semangat.
" Wawww,sangat lengkap hehe " Balas Saras takjub.
" Ya dan sekarang aku harus berjauhan dengan mereka karna sakit ku " Kata Restu lesu.
" Tuan akan sembuh " Kata Saras yakin.
" Ya semua orang bicara begitu " Balas Restu terkekeh.
Mereka terus mengobrol hingga tak sadar cahaya semakin menipis.
Jakun Restu mulai naik turun,pria itu takut mereka dibegal binatang buas yg siap menerkam kapan saja.
" Jalannya mulai gelap " Ucap Saras pelan.
" Iya,apa kita akan segera sampai ?" Tanya Restu menoleh.
" Sebentar lagi sampai " Jawab Saras terus mendorong kursi roda.
__ADS_1
Sesekali kereta itu macet karna tanah yg tak rata atau banyaknya daun kering yg menyangkut di ban.
Tak lama sebuah cahaya terlihat,Saras melambaikan tangannya kearah cahaya yg ternyata menyadari kedatangan mereka.
Seorang pria berlari mendekat dengan wajah kesalnya.
" Kau kemana saja membawanya Hah !" Bentak lelaki itu emosi.
" Maaf Tuan,saya membawa Tuan Restu terlalu jauh " Jawab Saras menunduk.
" Ck,,kau tau diluar sangat berbahaya bagaimana kalau kalian diterkam macan dikegelapan !" Bentak lelaki itu masih emosi.
" Maafkan saya Tuan " Kata Saras takut.
Lelaki itu mendekat dan tiba2 menarik rambut Saras deñgan kuat.
" Akhhh " Pekik Saras kesakitan.
Restu yg melihatnya sontak membulatkan mata kaget.
" Hei apa yg kau lakukann,lepaskan dia !" kata Restu marah.
" Dia selalu mencari masalah " Kata penjaga rumah geram.
" Maafkan saya Tuan,saya janji tidak akan mengulanginya " Kata Saras dengan wajah kesakitan.
" Hei lepaskan dia dulu,kau menyakitinya !" Kata Restu emosi.
Brughh....
Gadis itu pun didorong dan terjatuh tepat ditanah depan Restu.
" Sekali lagi kau seperti ini aku akan mencincang mu !" Ancam penjaga melihat Saras dengan nyalang.
" Maaf Tuan,ampuni saya " Kata Saras ketakutan.
Glek...
Restu menelan ludah kasar,sungguh ia tak percaya dengan apa yg ia lihat saat ini.
Saras mengangguk cepat seraya memegang kepalanya.
Lelaki itu pun pergi begitu saja,Restu diam melihat Saras berdiri sendiri.
" Kau baik2 saja ?" Tanya Restu khawatir.
" Saya baik Tuan,apa Tuan sudah lapar ?" Tanya Saras tersenyum kecil.
Restu diam,gadis itu sangat pandai menyembunyikan rasa sakitnya.
" Ayo kita masuk dulu " Kata Restu menghela nafas.
Saras mengangguk,gadis itu pun mendorong kursi roda Restu dengan tangan bergetar.
Sesampainya dikamar,Saras bergerak aktif mengambil peralatan Restu yg sudah disiapkan penjaga satunya lagi sebelum berburu.
" Sepertinya aku akan menginap disini " Ucap Restu membuka suara.
Saras diam,gadis itu terus bergerak.
Hening....
Restu sibuk memperhatikan gadis didepannya yg terlihat sangat telaten.
" Ayo Tuan mandi " Ajak Saras ramah.
" Hah Mandi ?? bersama ?" Tanya Restu syok.
" Lalu bagaimana ?" Tanya Saras mengernyit.
Restu melototkan matanya sambil menggeleng cepat..
" Tidak usah,aku tidak bisa mandi dengan perempuan " Kata Restu tegas.
" Tapi bagaimana Tuan mandi jika tidak dibantu " Kata Saras bingung.
__ADS_1
" Apa penjaga yg berburu tadi sudah kembali ?" Tanya Restu sdikit panik.
" Sebentar saya lihat dulu " Kata Saras berjalan keluar.
Restu mengangguk kecil tanda setuju.
" Ahkk gila saja aku dimandikan gadis asing,meski lumpuh badan tapi adik ku sangat sehat " Gumam Restu ngeri seraya melihat bagian tubuhnya.
Ditempat lain,seorang wanita kembali didatangi sang mantan.
Kali ini Samuel datang dengan wajah riang gembira seraya membawa beberapa bungkusan makanan.
Pria itu masuk kedalam rumah dan terkejut saat maniknya melihat wanita yg dituju sedang menyusui sang anak.
" Astaga " pekik Samuel langsung berbalik badan.
Winda yg juga melihat lelaki itu sontak kaget dan menutup dadanya.
" Sam !" Teriak Winda kesal.
" Maaf aku tidak melihatnya " Kata Samuel kelabakan.
Winda melotot dan meminta sang anak berhenti,Afdhal yg masih haus merengek ingin menangis.
" Nanti dilanjutin lagi ya sayang " Bujuk Winda.
" Hiks hihks Mimik " Rengek Afdhal menarik baju Winda.
" Iya nanti ada Om tuh " kata Winda menunjuk punggung Samuel dengan wajah geram.
Afdhal menoleh dan diam melihat lelaki asing yg ia kenali bukan sebagai Ayahnya..
" Apa kau sudah selesai ?" tanya Samuel ingin berbalik.
" Hm " Jawab Winda ketus.
Samuel pun berbalik badan seraya menggaruk kepala malu.
" Mau apa kau kemari ?" tanya Winda emosi.
" Hm aku membawakan kalian makanan " Jawab Samuel menyodorkan paperbag.
" Kami sudah makan " Jawab Winda ketus.
" Aku belum " Balas Samuel manja.
" itu bukan urusan kami " Kata Winda heran.
Samuel merengut,pria itu tanpa malu duduk disofa seraya membuka bungkusan makanan.
Winda diam melihat gelagat tak tau diri pria tersebut.
" Untuk apa kau kemari Sam !" kata Winda gemas.
" Aku lapar dan ingin makan " Balas Samuel santai.
" Kau bisa makan dirumah mu atau resto mu yg sangat mahal itu " Kata Winda tak habis pikir.
Samuel diam,lelaki itu mulai menikmati menu makan malamnya yg berupa nasi kotak biasa.
" Pulang lah Sam " Kata Winda hati2.
" Untuk apa ? suami mu tak ada dirumah bukan " Jawab Samuel tenang.
Deg...
Winda tersentak kaget mendengar ucapan lelaki itu.
" Kau tidak bisa membohongi ku Winda,hal sekecil itu bisa aku dapat walaupun aku diujung dunia " Kata Samuel terkekeh.
" Kau tau dari mana ?" tanya Winda pelan.
Samuel menoleh,keduanya pun berpapasan sejenak dengan wajah serius.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.