
Suasana sangat ramai,para tamu hadirin memenuhi ruangan yg sudah didekor dengan sedemikian rupa.
Bunga2 bertebaran dikarpet merah menambah kesan waw acara pernikahan orang ternama diibu kota.
Siapa yg tak mengenal Zaki sang pencetus segalanya,hasil kerja keras lelaki itu membuahkan hasil yg luar biasa.
Para sahabat lansia berkumpul di ruangan Vvip yg sudah disediakan.
Dimeja itu juga sudah hadir 2 sahabat baik Zaki saat kuliah dulu yaitu Nisa dan Susi serta sanak keluarga mereka.
Temu kangen pun tak bisa dielakkan,kedua perempuan itu berpelukan haru saat mereka dipertemukan lagi dengan keadaan sama2 tua dan punya banyak anak serta cucu.
" Anak kamu gak ikut Si ?" Tanya Nisa kepada sang sahabat.
" Ikut kok,mereka ntah dimana aku gak tau " Jawab Susi seraya mencomot kue dimeja.
" Jasmin ikut juga ?" Tanya Nisa.
" Iya dong,kan menantu " Jawab Susi terkekeh.
" Kamu gak ada masalah kan sama dia ?" Tanya Nisa hati2.
" Gak,tenang aja Sa walaupun kami beda agama tapi aku gak beda2in dia kok,buktinya Jackson mau ikut agama mereka aku gak larang " Jawab Susi.
" Huh syukur lah,maaf ya aku sebelumnya khwatir banget sama Jasmin soalnya dia itu yatim piatu " Ucap Nisa jujur.
" Iya aku ngerti kok,Papa nya Leo juga gak bedain dia,semua sama aja " Balas Susi.
Nisa tersenyum manis,mereka sudah lama tak bertemu beberapa tahun belakangan lantaran Susi jarang pulang kampung.
Didepan gedung 2 orang pria saling bercengkrama hangat.
Jackson disambut baik oleh anak Aktam dan Ana.
" Kakak kenapa gak pernah lagi telfon aku ?" tanya Angel mengkrucut.
" Maaf Jel,aku sibuk " Jawab Jackson tak enak.
" Kan stidaknya bisa kasih kabar " Balas Angel sedih.
" Iya tapi aku gak ada waktu buat basa basi " Balas Jackson.
" Kisah cinta kalian belum kelar ya ?" tanya Arshad memutar mata.
" Kita emang gak putus " Jawab Angel kesal.
Jackson hanya diam menatap gadis cantik dengan gaun hitam tersebut.
" Maaf Ngel,aku gak bisa lagi " Kata Jackson menunduk.
" Kamu gak mau lagi sama aku ?" Tanya Angel sedih.
" Bukan gak mau,tapi....
" Kamu ada yg lain ?" Potong Angel.
Jackson mendongak melihat wajah lugu gadis tersebut.
" Aku sedang berusaha meniti karier " Kata Jackson tenang.
" Benarkah ? aku rasa itu alasan yg klasik " Kata Angel tersenyum miring.
" Ya udah jika kamu maunya seperti itu,harusnya aku tidak membahas ini lagi,akhh aku sangat malu sekarang " kata Angel mengusap wajahnya.
" Ngel " Panggil Jackson.
" Lepas !" Kata Angel mengibas tangannya.
__ADS_1
Saat Angel akan pergi tiba2 sebuah mobil berhenti didepan mereka.
Ketiganya menoleh dan terdiam melihat siapa yg turun.
" Azura " Gumam Angel pelan.
Gadis dengan gaun hitam dihiasi payet emas itu menghampiri mereka dengan senyum mengembang.
" Hay " Sapa Azura ramah.
Jackson diam melihat gadis itu terlihat sangat cantik.
" Kamu sama siapa ?" tanya Angel melihat sepupunya.
" Siapa lagi kalo bukan calon suami " Jawab Arshad malas.
" Hehe iya Jel,tadi Bang Romeo mau barengan perginya " jawab Azura membenarkan.
" Itu pacar kamu ?" tanya Jackson melihat seorang pria dewasa mendekati mereka.
" Hehe gak kok,itu calon suami " Jawab Azura malu.
Jackson terdiam,Romeo menegur mereka layak seperti biasa.
" Ini siapa ?" Tanya Romeo menunjuk Jackson.
" Pacar Angel " Jawab Azura tersenyum.
" Gak udah putus " Celetuk Angel cepat.
" Hah kapan ?" tanya Azura kaget.
" Barusan " Jawab Arshad terkekeh.
" Loh kok kamu tau ?" Tanya Azura melihat kembarannya.
" Gimana gak tau mereka putusnya depan aku " Jawab Arshad mengulum senyum.
" Udah ah,mending masuk aja pengantinnya udah muncul " Kata Angel melongos masuk.
" Ayo Bang " Ajak Azura menegur Romeo.
Lelaki itu mengangguk pelan,saat kaki Azura akan melangkah tiba2 Romeo menahannya.
" Ada apa ?" Tanya Azura mengernyit.
Tanpa bicara Romeo mengambil telapak tangan Azura dan menyatukan keduanya.
Deg...
Azura terkejut dengan aksi berani lelaki itu.
" Aku lagi pengen deket2 kamu " Bisik Romeo lembut.
" Tapi Bang ini.." ucap Azura menggantung.
" Habis mereka,kita yg akan maju " Bisik Romeo menggoda.
Blushhhhh.....
Wajah Azura langsung bersemu merah,sedikit saja kata gombalan Romeo pasti membuat gadis lugu itu kelepek2.
" Ayo " Kata Romeo mulai melangkah.
Azura mengangguk seraya melirik tangan mereka yg saling bertautan.
Suasana makin ramai,para mc sudah turun mengatur beberapa hadirin yg masih berada diluar ruangan.
__ADS_1
" Lex " Panggil Salsa menegur Alexi yg diam melihat pelaminan.
" Hm " Jawab Alexi cuek.
" Kira2 Winda bakal datang gak ya ?" tanya Salsa penasaran.
" Mungkin iya mungkin aja ngak " Jawab Alexi ambigu.
" Kenapa gitu ?" tanya Salsa bingung.
" Kita gak tau isi hati Winda gimana sama Samuel,walaupun sekarang dia udah nikah dan punya anak,tapi nama Samuel tetap membekas dihatinya karna dalam badan Winda ada ginjal Samuel yg membuat dia bisa hidup sampai sekarang " Jawab Alexi menghela nafas.
" Iya Lex,kamu benar aku aja lihatnya kadang sedih juga,andai dulu orang tua Samu..."
" Udah gak usah bahas itu " Potong Alexi cepat.
" Iya maaf " Jawab Salsa menunduk.
Alexi mengambil tangan Salsa lalu menggenggam dengan erat.
" Kenapa ?" Tanya Salsa mengernyit.
" Gak papa cuma mau pegangan doang " Jawab Alexi tenang.
" Hah maksud kamu ?" tanya Salsa bingung.
" Tuh lihat,pasangan muda pada pegangan semua,masa kita kalah " Jawab Alexi menunjuk Romeo dan Azura yg melintasi mereka.
Salsa melihat pasangan tersebut dan terkekeh geli.
" Mereka masih anget2 tae ayam Lex " Kata Salsa ingin tertawa.
" Emang kita gak anget lagi ?" Tanya Alexi mengkrucut.
" Bukan anget lagi tapi udah gosong " Jawab Salsa tertawa.
" Hahaha iya juga ya,mereka baru pegangan bedahal sama kita udah ehem2 " Jawab Alexi menggoda.
" Haist kamu apaan sih " Kata Salsa kaget.
" Gak ada yg denger kok " kata Alexi mencolek pinggang wanita itu.
" Jangan aneh2 deh Lex,acaranya belum selesai " Kata Salsa tajam.
" Nanti pesen kamar ya,kan kita ada planning yg belum terelasasikan " Kata Alexi malu2.
" Ck,masih inget aja " Cibir Salsa.
" ya inget dong Yankkk,permintaan anak itu berkah loh apalagi yg atu itu " Ujar Alexi terus menggoda.
Salsa mencubit pinggang lelaki itu kesal,wajahnya sudah memerah rona dengan bualan basi Alexi yg tak pernah hilang.
Mereka saling tertawa hingga Romi memanggil keduanya untuk bergabung.
Bedahal digedung beda juga disebuah rumah kecil nan menenangkan.
Seorang wanita terlihat baru pulang dari pasar bersama putrinya.
Restu masuk kedapur dan melihat Winda berberes ingin masak.
" Yank " Panggil Restu pelan.
Winda menoleh dan terdiam melihat penampilan rapi sang suami.
" Kamu beneran gak mau pergi ?" Tanya Restu hati2.
Winda diam masih melihat sang suami dengan wajah yg sulit dimengerti.
__ADS_1
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.