
Disebuah sekolahan seorang gadis baru turun dari mobil,hari ini adalah hari pertama ia mengajar disekolah Smp.
Penantian dan kerja kerasnya hari ini terbayar lunas saat sepekan yang lalu pengajuannya diterima di sekolahan elit yang tak jauh dari rumah.
" Yang semangat ya kerjanya " Ucap seorang pria mengusap kepala gadis tersebut.
" Iya Pa,makasih ya udah antar aku " Ucap Azura tersenyum.
" Iya sama2,bekal udah dibawa ?" tanya Aktam tersenyum.
" Udah,Mama yang siapin " Jawab Azura.
" Bagus lah,kalo ada apa2 nanti hubungi Papa ya " Balas Aktam.
Azura mengangguk patuh,gadis itu turun dari mobil orang tuanya.
Lamborgini milik lelaki itu pun melesat kejalan raya.
" Huh semangat !" Ucap Azura menguatkan dirinya.
Gadis itu pun berjalan dengan riang gembira,suasana masih belum terlalu ramai,para murid satu persatu memasuki pekarangan diantar oleh orang tuanya.
" Selamat pagi Bu guru " sapa seorang satpam mendekati wanita itu.
" Pagi Pak " Balas Azura ramah.
" Guru baru ya ?" tanya Satpam.
" Iya Pak,apa yang lain sudah datang ?" tanya Azura.
" Baru beberapa Bu " jawab Satpam mengingat.
" Hm ya udah,saya masuk dulu ya " Ucap Azura sopan.
Satpam mengangguk mengerti,gadis itu kembali berjalan hingga tiba disebuah kantor kepala sekolah.
" Selamat pagi " Sapa Azura tersenyum.
" Pagi " Jawab para guru yang nongkrong disana.
" Waah kamu guru baru ya ?" tanya seorang wanita paru baya mendekat.
" Iya Bu,mohon bimbingannya " Jawab Azura sopan.
" Haha iya Dek,sama2 " jawab wanita itu tersenyum.
Azura diajak berkumpul dan mengobrol bersama hingga suara langkah kaki terdengar.
Semua orang menoleh dan terdiam melihat pria dengan baju coklat keemasan masuk dengan wajah tenangnya.
" Selamat pagi " Ucap pria itu sopan.
" Pagi " Jawab Semua orang yang ada disana.
Lelaki itu melirik Azura,Azura tersenyum kecil dengan kepala tertunduk.
" Oh iya Zura,tempat kamu disamping Pak Boni ya " Ucap Bu guru bernama Rita.
" Hah em ya " Jawab Azura terkejut.
Gadis itu pun bangun dan mendekati tempat duduk yang ditunjuk.
" Kamu guru apa ?" tanya Azura menegur.
__ADS_1
" Ipa " Jawab Boni tenang.
" oh aku Ips " Balas Azura tanpa diminta.
Lelaki itu mengangguk pelan.
Azura menggaruk kepalanya,gadis itu berusaha menyesuaikan diri dilingkungan baru.
Jam pelajaran pun dimulai,Azura dan kepala sekolah masuk keruangan murid yang akan diajar.
" Nah ini guru baru kalian ya " Ucap kepala sekolah tersebut menunjuk Azura.
" Waahh cantik ya,mukanya ayu banget " Bisik para murid mulai menatap Azura menyelisik.
" Dia yang akan mengajari kalian pelajaran Ips jadi harap mematuhi peraturan yang dia buat ! kalian mengerti " Ucap kepala sekolah tegas.
" Iya Pak " jawab murid semangat.
Azura tersenyum,mood gadis itu sedikit bahagia melihat respon positif dari anak didiknya nanti.
Kepala sekolah meninggalkan Azura dikelas,tanpa panjang lebar Azura pun mulai mengajari anak kelas 1 Smp itu..
" Bu guru,ibu udah menikah belum ?" Tanya seorang gadis mengacungkan tangan.
" Hm belum " Jawab Azura.
" Beneran Bu,abang saya jomblo loh,nanti boleh saya kenalin " kata Gadis itu semangat
" Hah " pekik Zaiva kaget.
" Iya Bu,saya juga punya abang,udah kerja mapan jadi bos,ibu mau gak jadi kakak ipar saya ?" tanya yang lain.
Zaiva tersenyum geli,ia datang kesana untuk mengajar bukan mencari jodoh pikir gadis itu.
Pria itu diam memperhatikan Azura hingga melangkah pergi.
" Dia kenapa ?" Gumam Azura bingung.
Gadis itu kembali fokus dan mulai menjelaskan mata pelajaran yang akan ia ajarkan.
Ditempat lain,seorang gadis menunggu didepan halaman kampus dengan wajah sedikit panik.
" Duh mana sih ?" guman Angel tak sabaran.
Brom brommm...
Suara mobil terdengar dari kejauhan,gadis itu melihat kedepan dan tersenyum cerah.
Angel mendekat menunggu pemilik mobil itu keluar.
" Kak " Panggil Angel semangat.
" Maaf aku telat ya " Ucap seorang pria dengan piyama hitamnya.
" Gak kok,mana ?" Tanya Angel mengadahkan tangan.
" Nih,tadi Mama mu marah2 " jawab Jackson memberi tas yang berisi banyak buku.
" Udah biasa itu Kak,aku tiap hari dapat siraman rohani sama dia " Balas Angel santai sambil membuka satu bukunya.
" Lain kali jangan gitu lagi,kasihan adik kamu kena imbasnya " Balas Jackson menasehati.
" Hehe iya Kak,maaf aku beneran lupa tadi,kalo kakak gak nolong aku,bakal di usir aku dari kelas " kata Angel mengkrucut.
__ADS_1
" Eh Kakak belum mandi ya ?" Tanya Angel melihat penampilan Jackson yang jauh dari kata baik.
" Ck cuci muka aja gak sempat gara2 kamu !" Gerutu Jackson.
Angel tersenyum dan menginjit cepat mengecup pipi lelaki itu.
" Gak papa,aku tetap cinta kok daaahhh " Kata Angel cepat langsung melesat kabur.
Jackson terdiam mematung dengan kelakuan gadis bar2 itu barusan.
Dengan polos lelaki itu mengusap pipinya dan senyum kecil yang mulai mengembang.
" Ck dia gadis nakal,tak bertanggung jawab !" Kata Jackson berdecak gemas.
Lelaki dengan wajah sembab itu pun terlihat sangat bahagia,Angel sudah tak terlihat lagi saking cepat berlari.
" Akhh gak mau mandi hari ini " Gumam Jackson berjalan kearah mobilnya.
Hubungan Jackson dengan Angel kini mulai terlihat titik terang,lelaki itu mengungkapkan rasa sukanya kepada Angel 3 hari yang lalu.
Bukan tanpa sebab Jackson bisa jatuhh hati kepada gadis yang baru masuk kuliah tersebut,Angel gadis periang dan banyak akal membuat Jackson kewalahan tapi ia merasa nyaman dan semangat menjalani aktifitas dan kedua orang tuanya pun setuju dengan hubungan suumur rumput tersebut.
Disebuah rumah,seorang wanita menangis tersedu sedu memikirkan anaknya yang tak ada lagi kabar.
Rafael berusaha menghubungi Samuel tapi nomor hape pria itu tak aktif.
" Gimana Pa ?" tanya Lutfia disela tangisnya.
" masih gak aktif Ma " jawab Rafael lesu.
" Ya Tuhan,Rafael kemana ?" Gumam Lutfia frustasi.
" Tadi bilangnya mau kemana ?" tanya Rafael berusaha tenang.
" Dia gak ngomong Pa " jawab Lutfia kesal.
" Ada apa dengan anak itu ?" Tanya Rafael heran.
Keduanya diam berpikir kemana anak pertama mereka pergi,dikamar Samuel kedua adiknya sibuk membongkar barang2 pria tersebut.
Lina dan Lini mendapat tugas dari Lutfia mencari barang yang mungkin bisa memberitahu kemana Kakak kedua gadis itu pergi.
" Akhh aku nyerah,gak ada apa2 disini " Ucap Lina terbaring di ranjang.
" Iya,Kak Samuel gak nyimpan apapun " Balas Lini ikut berbaring.
" Gimana ini Kak,pasti Mama sedih " kata Lini khawatir.
Lina diam hingga otaknya tiba2 berdenting.
Gadis itu bangun dan berjalan cepat kearah lemari.
" Astaga " Ucap gadis itu menutup mulut.
" Ada apa ?" tanya Lini mendekat.
" Baju Kak Samuel berkurang,ini artinya Kak Samuel....." Ucap gadis itu menatap saudaranya nanar.
" Mamaaaaaaa " Pekik kedua bocah itu seketika berlari keluar.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1