Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Seratus Satu "TSJC"


__ADS_3

Riko dan Citra masih berada dilapangan sepak bola, mereka sekarang sudah selesai berolahraga dan sedang berjalan keluar dari lapangan. Saat mereka sedang berjalan menuju keluar, Citra melihat pagar yang rusak dan lobang, Citra pun berjalan kearah pagar tersebut dan Riko hanya menatap heran Citra.


"Kamu ngapain disitu?" tanya Riko penasaran.


"Kak pintu keluarnya masih jauh, gimana kalau kita keluar lewat sini aja, biar cepet sampai." ucap Citra sambil mengeluarkan sebelah kakinya.


Riko hanya menatap Citra penuh dengan kebingungan.


"Kamu jangan lewat disitu sayang, nanti kamu terluka." ucap Riko khawatir.


"Bilang aja, kalau badan kak Riko ngga muat dilobang ini." ketus Citra sambil berjalan kearah Riko lagi.


"Iya, badan aku memang ngga muat lewat disitu, ngga seperti kamu, kamu itu muat dimanapun, kamukan pendek dan kecil." ejek Riko lagi dan Citra mengerucutkan bibirnya kesal, Riko hanya tertawa kecil sambil mengusap pucuk kepala Citra.


"Kak Riko selalu mengatai aku kecil dan pendek, terus kenapa kak Riko ngga kuat untuk memggendong aku." celetuk Citra mengejek Riko.


"Siapa bilang aku ngga kuat, aku kuat kok, buktinya aku gendong kamu keliling lapangan." bantah Riko membela dirinya..


"Iya, dengan susah payah." ejek Citra lagi membuat Riko kesal.


"Kamu itu bener-bener yah." ketus Riko tidak menerima ejekan Citra dan Riko langsung menggendong Citra menuju parkiran mobil.


******


Di rumah orang tua Riko, terlihat mama Ayu dan mama Ratna sudah sangat rapi dan cantik, mereka hendak menuju salon untuk perawatan diri, sementara papa Indra dan papa Bram mereka sedang duduk di ruang keluarga, wajah mereka terlihat murung dan tak bersemangat.


Mama Ayu melirik kearah kamar Riko dan Citra.


"Apa mereka berdua belum bangun." gumam Mama Ayu dan mama Ratna hanya menaikkan pundaknya tanda tidak tahu.


"Masa sih, jam segini mereka belum bangun." gumam mama Ayu lagi lalu hendak melangkahkan kakinya menuju tangga, tapi tertahan dengan suara mobil yang berhenti didepan rumah.


"Itu seperti suara mobil Riko." gumam mama Ayu lagi lalu berjalan keluar dan diikuti mama Ratna.


Citra dan Riko masuk kedalam rumah sambil tertawa bahagia, dengan Riko menggendong Citra diatas punggungnya.


"Kalian habis darimana?" tanya mama Ayu tiba-tiba.

__ADS_1


Riko dan Citra terkejut dengan pertanyaan mamanya yang tiba-tiba, lalu Citrapun turun dari punggung Riko.


"Kita habis olahraga mah." ucap Riko.


"Olahraga apaan, yang menggunakan mobil." celetuk mama Ratna.


"Kita olahraga dilapangan sepak bola mah, terus kita kesana naik mobil." jelas Riko lagi.


"Kalian olahraga di lapangan bola?" tanya


mama Ayu lagi dan Riko hanya mengangguk.


"Kalian olahraga apa?" tanya Mama Ayu lagi.


"Kita joging mah." ucap Riko.


"Citra juga?" tanya mama Ayu lagi dan Citra hanya mengangguk pelan. Melihat Citra mengangguk membuat Mama Ayu marah dan langsung menghampiri Riko dan memukul Riko dengan keras.


Riko pun mengeluh kesakitan sambil terus menghindari pukulan mamanya, tapi mamanya terus mengejarnya dan memukulnya. Riko merasa bingung kenapa mamanya tiba-tiba memukulnya begitupun dengan Citra.


Akhirnya Riko berlindung dibalik mertuanya.


"Kamu itu bener-bener yah Rik, kamu itu suami yang ceroboh,.kamu tau istri kamu lagi hamil muda, tapi kamu malah ngajak dia olahraga."gerutu mama Ayu memarahi Riko.


"Tapi kan mah, om Wira udah memberi aku saran agar aku sering-sering mengajak Citra olahraga, agar Citra dan bayi aku sehat." bantah Riko membela dirinya.


"Iya mama tau olahraga baik untuk kesehatan istri kamu, tapi olahraga yang diperuntukkam untuk ibu hamil, bukan olahraga untuk atlit maraton." gerutu mama Ayu lagi sambil berusaha meraih Riko untuk memukulnya, tapi dihalangi oleh mama Ratna.


"Udahlah Yu, kamu jangan mukulin Riko terus, kasihan dia, lagian Citra juga terlihat baik-baik saja." ucap mama Ratna sambil melihat Citra yang sedang berdiam diri menyaksikan mereka.


"Mah,, aku ngga baik-baik aja mah, kaki aku pegel, gara-gara kak Riko nyuruh aku lari keliling lapangan sebanyak 1x putaran, bahkan dia ajak aku lomba mah." rengek Citra tiba-tiba kepada mama Ayu.


Mama Ratna dan Riko tercengang melihat tingkah Citra yang tiba-tiba merengek dan mengadu kepada mama Ayu.


"Ya ampun sayang, Riko melakukan itu." tanya mama Ayu tidak percaya dan Citra hanya mengangguk pasrah.


"Riko,, kamu itu bener-bener bikin mama murka, kamu.. Sini kamu." gerutu mama Ayu kesal dengan Riko dan ingin menghukum Riko. Dan Riko masih bersembunyi dibelakang mama Ratna.

__ADS_1


"Ayu, udah dong, jangan marah-marah terus." ucap mama Ratna mencoba membujuk mama Ayu.


"Ratna, Kamu itu jangan melindungi menantu kamu, biarkan aku menghukum dia, karna dia hampir saja mencelakai cucuku." gerutu mama Ayu lagi.


"Aku bukannya melindungi Riko, tapi aku hanya melihat semua kejadian ini berdasarkan dari fakta yang aku lihat Yu, tadi saat mereka masuk kedalam rumah, Riko menggendong Citra, itu artinya Riko melindungi Citra dan anaknya." ucap mama Ratna lagi.


"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya papa Indra yang datang tiba-tiba bersama papa Bram, karena mendengar keributan mereka. Dan semua menatap kearah papa Bram dan papa Indra.


"Ngga tau pah, mereka tiba-tiba nyalahin Riko, katanya Riko ingin mencelakai Citra dan anak aku, padahal Riko hanya mengajak Citra olahraga biar dia dan anak aku sehat pah." jelas Riko yang sudah berdiri disamping papanya.


"Itu bagus, bukannya itu anjuran dari dokter Wira, agar kamu mengajak istri kamu olahraga." ucap papa Indra membela Riko dan Rikopun mengangguk merasa benar.


"Iya, olahraga ala atlit maraton, olahraga yang seperti itu maksud papa yang dianjurkan dokter Wira untuk Citra dan bayinya." ketus mama Ayu, papa Indra terkejut dan melirik sinis Riko.


"Memangnya olahraga apa itu Rik?" tanya papa Indra penasaran.


"Joging pah, dilapangan sepak bola." ucap Riko pelan, membuat papa Indra juga marah dan memukul pundak Riko, membuat Riko mengeluh kesakitan.


"Udah, pokoknya mama akan menghukum kamu Riko, kamu hari ini ngga boleh kerja, dan kamu harus ikut sama papa kamu dan juga papa Bram untuk mengurus sesuatu yang sangat penting." ketus mama Ayu membuat Riko bingung lalu melirik papanya, dan papa Indra hanya bergumam.


"Turuti saja." gumam papa Indra.


"Dan kamu sayang, sekarang kamu mandi, terus ganti baju, pakai pakaian yang bagus, karna kita akan kesalon untuk perawatan, habis itu kita ke spa untuk pijit-pijit manja." ucap mama Ayu lagi kepada Citra.


"Serius mah?" tanya Citra menekankan.


"Iya dong sayang, sebentar lagikan kita akan mengadakan pesta pernikahan yang sangat mewah dan meriah untuk kalian berdua, dan kamu harus tampil sempurna dihadapan para tamu undangan." ucap mama Ayu lagi membuat Citra merasa senang lalu melirik mamanya dan mama Ratna hanya tersenyum menatap anaknya itu.


"Ya udah Citra siap-siap dulu yah mah." ucap Citra lalu menuju kamarnya sambil mengedipkan matanya kearah Riko saat mereka berpapasan.


"Loh mah, kok hanya Citra yang perawatan, aku ngga diajak, kan aku mempelai pria." protes Riko.


"Ngga ada, tugas kamu sekarang adalah mempersiapkan segala keperluan pernikahan kamu bersama mereka berdua." ketus mama Ayu sambil menunjuk papa Bram dan suaminya.


"Pokoknya persiapan itu harus sempurna, mama percayakan semuanya sama kamu Riko, mama tidak percaya dengan mereka berdua." ketus mama Ayu lagi.


******

__ADS_1


Jangan lupa beri Vote dan likenya yah readers, jangan hanya jadi pembaca bayangan 😉.


__ADS_2