Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
349


__ADS_3

Semua warga kampung heboh melihat atap2 rumah mereka diterpa angin kencang dari langit.


Para petani yang sedang berada diladang seketika menghentikan pekerjaan mereka dan menatap sesuatu yang melayang dilangit.


" Waah ada presiden Mak " Ucap seorang bocah kepada ibunya.


" Iya Nak,kayaknya emang kampung kita kedtangan presiden " Balas si ibu ikut heboh.


Kabar berita presiden datang pun seketika ramai dari bibir ke bibir.


Para dokter yang tadinya bekerja di puskesmas,berhamburan keluar.


" Siapa itu ?" Gumam ketua dokter disana.


Angin semakin kencang,beberapa orang berpegangan takut melayang ke udara.


Suara helikopter terdengar nyaring membuat 1 kampung heboh..


Para bocah2 berlarian mendekati besi terbang tersebut,ada yang bersembunyi dan disembunyikan ibu mereka takut diculik..


Perlahan kipas raksasa itu dimatikan berkat permintaan seorang sultan didalamnya.


Semua orang menunggu siapa pemilik kendaraan tanpa izin itu mendarat.


Sebuah kaki mulai terlihat,semua orang sangat antusias.


" Eh kok hilang kakinya ?" Tnya seorang ibu2 kaget melihat pemilik kaki mengangkat lagi kakinya.


Mereka kembali menunggu hingga sebuah wajah mengintip dibalik kendaraan mahal tersebut.


" Haah " Pekik warga kampung terbelalak.


" Hayyy " Sapa seorang perempuan melambaikan tangan dengan wajah cengengesan.


" Neng Histi !?" pekik ibu2 yang kenal dengan perempuan tersebut.


Histi menurunkan kakinya dengan hati2,berkat halaman rumah warga yang sangat luas jadilah besi mahal itu tidak kesusahan mencari parkiran..


Histi berdiri ditengah2 warga kampung sambil menggaruk kepala.


Tak lama sang suami ikut turun dan membuat semua orang kembali kaget,lalu disusul seorang pria dan anak kembarnya.


" Wawwwwww " Gumam orang2 takjub.


Sontak pasangan itu dihadiahi tepuk tangan meriah membuat Histi dan Serkan kaget bukan main.


" Hehehe " Kata Histi kembali cengengesan.


" Kita disambut kayak menangin piala oscar aja Yank " Bisik Histi terkekeh.


" Iya padahal muka aku udah tebel banget sekarang " Sahut Serkan.


" Kenapa mereka tepuk tangan ?" Tanya Salma kepada kembarannya.


Seorang lelaki berkulit hitam mendekati Serkan.


" Ada apa ini Dokter ?" tanya lelaki yang Serkan akui kepala adat tersebut.


" Hm ini Pak,maaf membuat warga terkejut,kami pulang menggunakan Heli " Ucap Serkan bingung.


" Iya tidak apa2,ini siapa ?" tanya lelaki itu menunjuk Bara.


" Oh ini mertua saya " jawab Serkan.


" Hah " Pekik ibu2 kaget.


Bara yang melihat para wanita disana bergidik ngeri pasalnya gaya dan wajah mereka seram2.


" Perkenalkan nama saya Bara Saĺders,saya Papa nya Histi " Ucap Bara mengulurkan tangan.


" Apa ! Papa nya Neng Histi ?"Pekik Para ibu kembali terkejut..


Histi menggaruk kepalanya melihat genk ibu2 itu menatapnya tak percaya.

__ADS_1


" Neng tolong klarifikasi !" Pinta salah satu warga yang sering dipalak oleh Histi.


" Hehe iya nanti ya " Jawab Histi cengengesan lagi.


Para Dokter mendekati pasangan itu dengan senyum menggoda.


" Wihh mantap nih gak nempuh jalur darat lagi " Ucap Bayu tersenyum.


" Gak Bang,sekalian bawa bahan makanan dan obat " Ucap Serkan malu.


" Oh iya,keluarin semuanya " Ucap Bara.


Pilot mengangguk dan membuka pintu pesawat.


Terlihat banyak sekali dus bertingkat didalam sana.


Serkan membawa Histi ke pinggir dan meminta warga membantu.


Pria kampung itu pun bersemangat mengeluarkan semua barang.


Ada berbagai barang disana mulai dari mainan,bahan baku,pelatan medis,obat2an dan lain sebagainya.


" Mana rumah kalian ?" Tanya Bara tenang.


" Disana Pa " Jawab Histi menunjuk sebuah rumah yang tertutup lalang.


" Mana ?" tanya Salim melihat.


" Disana pokoknya " Jawab Histi.


" Ayo Pa kalo mau kerumah " Ajak Serkan sopan.


" Ya " Jawab Bara.


Mereka pun mulai melangkah membiarkan warga kampung yang membagi sama rata.


Bara sudah menyiapkan tersendiri untuk anak menantunya apalagi ia akan segera punya cucu,Bara tak ingin keturunan anaknya itu kekurangan dalam segala hal.


" Ihhh jalannya becek " Kata Salma mengangkat tinggil celana panjangnya.


" Ya ilah lah,tuh sapinya lagi lihat kalian " Ucap Histi menunjuk 2 ekor sapi warga yang sedang asik makan rumput.


" Astaga gede banget " Kata Salma terbelalak.


Mboooooooooo....


Si sapi mengaung seolah mengucapkan salam pengenalan kepada Bara dan 2 anak kembarnya..


Salma berlari takut sedangkan Salim malah mendekat.


" Gak usah aneh2 kamu nanti di sruduk !" Kata Bara menarik baju belakang putranya.


" Ihhh aku gak pake baju merah Pa,dia gak bakal nyeruduk !" Kata Salim kesal.


" Jalan yang bener lihat tuh kembaran kamu udah kabur duluan " Kata Bara menunjuk putrinya yang melesat takut dengan sapi2 disempanjang perjalanan.


Salim melihat Bara hingga senyum bocah itu merekah.


" Dah sana " Kata Bara malas.


" Yeess,dada Paaaa " Pekik Salim girang dan berlari kencang mengejar Salma.


Saat asik berjalan tiba2 sandal Histi terlepas membuat wanita itu kaget.


" Eeh kenapa ?" tanya Bara ikut kaget.


" Licin Pa kena air hujan " Jawab Histi menunduk mengambil sandal lalu menentengnya.


" Kenapa dilepas ?" tanya Bara.


" Susah,ntar aku kepleset kalo pake sandal " Jawab Histi santai.


Bara kaget dan melihat Serkan.

__ADS_1


Serkan menggaruk kepala gatal,pria itu bingung harus menjelaskan.


" Duhh gini aja Papa udah melotot banget,gimana kalo dia lihat Histi mandi lumpur ?" Batin Serkan ngeri.


Bukan hal aneh melihat Histi menenteng sandalnya saat dijalan,Serkan sudah kebal dengan kelakuan abstrak sang istri.


Tak lama mereka pun sampai,Salma dan Salim terlihat asik menonton beberapa bocah lelaki bermain kelereng didepan rumah.


" Ini rumah kami Pa " Kata Histi tersenyum.


Bara menganga melihat gubuk berkedok rumah dengan atap daun tersebut.


" Ini beneran rumah kalian ?" tanya Bara tak percaya.


" Iya,cakep kan ?" Goda Histi.


Serkan hanya diam saja.


" Mba Histi " Pekik seorang bocah mendekat dengan penuh kelereng dalam botol.


" Iya " jawab Histi.


" Mba kemana aja,kita nyariin loh " Kata bocah itu heran.


" Mba ada urusan,kenapa nyariin aku ?" tanya Histi.


" Ya turnamen lah Mba,gak ada mba aku kalah tanding! nih lihat kelereng aku tinggal dikit " Curhat bocah itu dramatis.


" Yaaaahhh masa kalah ?" tanya Histi lesu.


" Hm,soalnya gak ada yang main curang hehe " jawab Bocah itu tersenyum.


Deg...


Salma dan Salim yang mendengar curhatan bocah itu seketika mengkaget apalagi mendengar ucapan akhir..


" shutt !! diem2 aja ntar lawan kita tau " kata Histi gemas.


" Hehe iya2 " Kata bocah itu mengangguk paham.


" Kamu main kelereng ?" Tanya Bara nanar.


" Hehe iya Pa kalo lagi suntuk " Jawab Histi cengengesan.


" Kamu gak marah ?" tanya Bara kepada Serkan.


" Gimana mau marahin ? dia gitu pas aku kerja Pa " Jawab Serkan.


Bara kembali melihat Histi,gadis itu tersenyum malu.


" Astaga Histiiiiii,masa kecil kamu kurang bahagia apa gimana ?" Tanya Bara prustasi.


" Ih bukan masalah besar kecilnya Pa,main kelereng itu seru loh,yang tua2 juga main " Jawab Histi membela diri.


" Apa bener ?" tanya Bara kepada bocah ingusan tadi.


" Iya Om,Dokter Serkan juga main kalo sore pulang kerja " jawab bocah itu polos.


Deg....


Serkan yang tadi bisa bernafas lega kini kembali sesak dengan terbukanya rahasia selama ini.


" Kamu juga main ?" tanya Bara tak percaya.


" heheh kadang Pa " Jawab Serkan menggaruk kepala.


" Ohhh jadi kamu yang habisin kelereng aku dikaleng ?" Tanya Histi bersedekap dada.


Serkan menelan ludah kasar dan tersenyum malu.


" Astaga " Ucap Bara dan kedua anak kembarnya.


Histi menampar lengan Serkan yang mencuri kelerengnya walaupun ia mendapatkan benda kecil itu dengan cara curang juga dan memalak para anak2 polos.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2