
Malam harinya rumah Bara dikejutkan dengan kedatangan Serkan serta Mamanya.
Histi yang sedang galau makin galau diulah gaya nekat lelaki itu.
" Aduh aku harus gimana nih ?" Gumam Histi berjalan mondar mandir dikamar.
Ceklek..
pintu kamar terbuka,masuklah Zaiva dan Salma menemui gadis itu.
" Kenapa gak keluar ?" Tanya Zaiva heran.
" Ma,Serkan mau lamar aku " Jawab Histi deg degan.
" Apa !" Pekik Zaiva melotot.
" Aku harus gimana Ma ?" tanya Zaiva panik.
" Kenapa kamu gak bilang ?" tanya Zaiva.
" Ck udah dari siang tadi aku mau bilang "Jawab Histi kesal.
" Astaga terus gimana ? bukannya kamu gak dibolehin nikah sama Papa sekarang ?" Tanya Zaiva.
" Iya maka dari itu,aku bingung jawabnya gimana " Kata Histi mengacak rambutnya kesal.
" Maaa " Panggil Salim membuka pintu.
" eh iya sayang ada apa ?" Tanya Zaiva menoleh.
" Disuruh Papa kedepan bawa Kak Histi " Jawab Salim sopan.
Zaiva dan Histi saling melihat.
" Hayoo lohh gak dikasih Papa nikah " Kata Salma menakuti.
" Haistt nih anak,sana keluar " Usir Histi kesal.
" Hahaha emang enak,gatel sih " Cibir Salma berjalan sombong didepan kedua perempuan itu.
Histi menggelutukkan giginya sebelum Zaiva menarik dirinya keluar.
" Ma tunggu " Kata Histi menarik tangan.
" Apa lagi,cepetan nanti Papa kamu marah " Gerutu Zaiva.
" Masa iya aku ngadepin Serkan pake beginian " Kata Histi menunjuk baju tidurnya.
" Ck cepetan ganti,pake baju sopan !" titah Zaiva tegas.
Histi mengangguk dan melesat masuk kamar lagi.
Diruang tamu,Serkan sedikit pucat.
Aura mencekam ia rasakan saat manik mamanya menatap Bara.
" Silahkan diminum dulu Mba,Serkan " Kata Bara membuka suara.
" Iya " Jawab Camelia tersenyum dan mengambil gelas.
" Adohh anak bini gue mana kenapa belum nongol juga sih " Batin Bara kesal.
Tak lama Zaiva datang dan duduk disamping suaminya.
" Kemana aja sih lama banget " Gerutu Bara pelan.
" Liat Histi " Jawab Zaiva berbisik.
" Oh iya Histi nya ada dirumah ?" tanya Camelia membuka suara.
" Ada,bntar lagi kesini " Jawab Zaiva.
Camelia mengangguk paham.
__ADS_1
Yang ditunggu pun datang,Histi duduk disamping Bara membuat lelaki itu dikelilingi istri dan sang anak.
" Malam Tante " Sapa Histi hangat.
" Malam " Jawab Camelia.
" Hm langsung aja ya Mba,Mas,kedatangan saya kesini bermaksud untuk melamar Histi untuk Serkan " Ucap Camelia tanpa basa basi.
Deg...
Keluarga kecil Bara terkejut apalagi Histi langsung melototkan matanya menatap Serkan.
" Iya Tante Om,aku dan Mama kesini buat lamar Histi,maaf cuma datang berdua soalnya Ayah diluar negeri dan Ibu gak sempat harus urus Alexi dan Byanca yang sedang demam " Ucap Serkan sopan.
Glek....
Histi menelan ludah kasar dan melirik orang tuanya yang masih syok.
" Kamu beneran ?" tanya Bara tak percaya
" Iya Om,maaf tanpa pemberitahuan sebelumnya karna ini memang sedikit mendadak " Jawab Serkan.
" Kenapa kamu mau nikah cepet2 ?" Tanya Zaiva.
" Saya ada tugas disebuah perkampungan kecil Te untuk waktu yang lama,saya takut jika saya langsung pergi nanti Histi dan saya berpisah " Jawab Serkan jujur.
" Jadi kamu berencana bawa Histi juga ?" tanya Bara kaget.
" Jika Om dan Tante mengizinkan maka Histi akan ikut saya " Jawab Serkan.
Bara menatap putrinya,Histi diam menundukkan kepala.
" Serkan akan pergi kurang lebih 1 bulan lagi,jadi jika kalian berkenan maka saya sebagai Mama Serkan akan menikahkan keduanya dalam waktu dekat " Ucap Camelia.
" Tapi Histi masih kuliah " Kata Bara tenang.
" Pa " Panggil Histi merengek.
" Iya Mba,Histi sebentar lagi lulus " Sahut Zaiva.
Pria itu sama galaunya dengan sang kekasih,mereka benar2 dikejar waktu.
" Bagaimana Serkan ?" tanya Camelia melihat anaknya.
Serkan melihat Histi,gadis itu terlihat menahan tangis.
" Aku mau Pa " Jawab Histi gemeteran.
" Histi " Tegur Bara kaget.
" Aku udah diakhir Pa,tinggal menyerahkan tugas dan itu bisa online " Jawab Histi memelas.
" Kamu lupa apa Papa inginkan !" kata Bara geram.
" Aku gak mau pisah sama Kak Serkan Pa " Jawab Histi mulai menangis.
" Kamu akan jauh dari Papa ! dan semua keluarga mu " Kata Bara mulai tersulut.
" Pa " Tegur Zaiva merasa ada hawa panas.
" Tapi aku mau sama kak Serkan Pa huhu " Ucap Histi memegang tangan Bara.
Bara menggeleng tanda tidak setuju.
" Ma aku mohon,terima lamarannya Ma " Pinta Histi kepada Zaiva.
Zaiva bingung harus jawab apa sedangkan suaminya sudah menolak karna gadis itu memang sudah berjanji kepada Bara harus selesai sekolah dulu baru menikah.
" Histi " Panggil Camelia.
" Aku mau Te " Jawab Histi tegas.
" Jangan memaksa " Ucap Camelia tenang.
__ADS_1
" Aku gak mau Kak Serkan menikah dengan perempuan itu,aku gak ikhlas aku gak terima !" Kata Histi kesal.
" Perempuan siapa ?" Tanya Bara kembali kaget.
Histi terus menangis,gadis itu benar2 tidak ikhlas jika Serkan harus menikahi Sifa.
" Dia perempuan yang saya kenal " Jawab Camelia jujur.
" Anda menjodohkan Serkan dengan wanita lain ?" tanya Bara.
" Ya,dia juga perempuan yang baik tapi Serkan mencintai anak anda " Jawab Camelia.
Serkan melihat Histi,lelaki tak percaya Serkan membuat anaknya menjadi salah satu pilihan.
" Maafkan saya Om " Ucap Serkan merasa bersalah.
Bara mengepalkan tangan merasa emosi.
" Pa " Panggil Histi berderai air mata.
Bara menghela nafas melihat Histi dan Serkan bergantian terlihat keduanya memang saling mencintai.
Tapi Serkan terlihat juga tak bisa menolak permintaan orang tuanya.
" Kapan ?" tanya Bara tenang.
" Apanya ?" Jawab Zaiva bingung.
" Kapan kamu berangkat dan berapa lama ?" tanya Bara.
" Bulan depan Om dan belum tau yang jelas lewat 1 tahun " Jawab Serkan.
" Jadi setelah menikah kau akan membawa Histi jauh dari orang tuanya ?" Tanya Bara bergetar.
" Papa " Rengek Histi sedih.
Serkan diam bingung harus menjawab apa,memang kecil kemungkinan bisa membawa cucu konglemerat itu pergi menjauh dari orang tuanya apalgi Histi punya keluarga besar.
" Beri kami waktu " Ucap Bara tenang.
" Kami tidak bisa menunggu lama " Jawab Camelia.
" Ya,saya akan rundingkan ini kepada Kakek neneknya,Histi anak pertama saya,kalian juga tidak bisa membawa Histi begitu saja " Kata Bara tegas.
Camelia diam,perempuan itu melirik anaknya yang masih diam.
" Baiklah " Kata Camelia setuju.
Serkan mengeluarkan kotak yang pernah ia tawarkan kepada Histi dulu.
Zaiva menerimanya dan menatap 1 set perhiasan cantik tersebut.
" Anak ku sudah dewasa " Gumam Zaiva menahan tangis.
Wanita itu tak menyangka,kini Histi sudah dilamar seorang pria yang dia cintai.
" Huh aku gak boleh nangis " Gumam Zaiva menyeka air matanya yang berhasil lolos..
Camelia memasangkan perhiasan itu kepada calon menantunya.
Histi menerima dengan senyum haru menatap Serkan yang tersenyum lembut.
Setelah acara selesai,Bara kembali bertanya banyak hal kepada Serkan.
Tapi saat mereka mengobrol hangat tiba2 pintu rumah Bara diketuk dari luar dan seorang pria datang dengan seikat bunga di dampingi 2 orang lainnya.
" Permisi " Ucap lelaki itu sopan.
Bara dan Zaiva dibuat kaget dengan kedatangan lelaki tampan itu.
" Pa " Tegur Zaiva masih dengan wajah syoknya.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.