
Di sebuah rumah seorang gadis merasa kesepian.
Sudah 1 minggu ia ditinggal calon suaminya pulang ke ibu kota,sejak Alexi pulang rumah terasa sepi.
Tak ada lagi orang yang menjahilinya atau sekedar mengukir senyum kecil dibibir ranum gadis itu.
" Huh Alexi kenapa gak telfon aku ya,apa dia lupa ?" Gumam Salsa mengkrucut menatap hapenya yang sepi sunyap.
Kuliah Salsa sudah selesai,gadis itu hanya akan menunggu nilai keluar dan wisuda.
Setiap hari Salsa hanya menghabiskan waktu bekerja dan istirahat.
Tapi sejak Alexi pergi,ia benar2 merasa bosan dan tak punya teman cerita.
" Aku telfon aja lah,cape juga nunggu gini " Gumam Salsa memutuskan.
Gadis itu pun mulai mengambil hape dimeja dan mencari nama Alexi.
Beberapa saat menunggu,panggilan pun tersambung.
" Halo " sapa seseorang diseberang.
" Halo Lex " Sapa Salsa tersenyum.
" Kenapa Sa ?" Tanya Alexi tenang.
" Gak papa,kamu dimana ?" tanya Salsa.
" Lagi dirumah sakit " Jawab Alexi.
" Winda udah di operasi ?" tanya Salsa hati2.
" Udah " Jawab Alexi.
Salsa mengernyit mendengar suara lesu pria tersebut.
" Kamu kenapa ? ada masalah ?" tanya Salsa.
" Sedikit " jawab Alexi menghela nafas.
" Kenapa ?" Tanya Salsa lembut.
" Huhhh ntah lah,otak aku rasanya penuh " Jawab Alexi.
" Kenapa ? coba jelasin " pinta Salsa.
" Kamu cepetan pulang aja,aku cape pengen istirahat " Balas Alexi.
" Loh apa hubungannya ?" tanya Salsa bingung.
" Banyak,nanti aku telfon lagi ya,jaga diri disana dah " Ujar Alexi pamit.
" Tut.
Panggilan terputus,Salsa mengernyit bingung dengan perkataan Alexi.
" Dia kenapa ? apa Winda begitu parah sampe Alexi gak semangat ?" Gumam Salsa heran.
Gadis itu pun mencoba menelfon lagi tapi naas Alexi tak menjawab panggilannya.
" Ya udah deh,biarin dia tenang dulu " Gumam Salsa mencoba toleransi.
Dirumah sakit,Alexi masuk keruangan saat Dokter terlihat berlarian.
" Ada apa ?" tanya Alexi membuka jalan.
" Syukurlah dia sadar " Ucap Dokter tersenyum melihat Samuel membuka mata perlahan.
Alexi menoleh dan terdiam melihat lelaki yang sudah menyelamatkan nyawa sahabatnya tersebut.
" Hmm " Lenguh Samuel bergerak pelan.
" Tenanglah " Ucap Dokter lembut.
Samuel mengerjab2kan matanya melihat sekeliling.
" Dia sadar " Gumam Alexi menghela nafas lega.
__ADS_1
Alexi dari tadi menunggu Samuel yang berada diruangan Icu,bukan tanpa sebab karna Romi menyuruh anaknya untuk mewanti2 takut datangnya sanak keluarga yang mencari Samuel.
" Bagaimana perasaan mu ?" Tanya Dokter mencoba menganjak Samuel bicara.
" Hm " jawab Samuel pelan.
" Dia kenapa ?" Tanya Alexi.
" Mungkin masih lemah,tapi ini kemajuan yang baik " Jawab Dokter.
" Apa dia akan merasa kesakitan ?" tanya Alexi khawatir.
" Iya jika obatnya habis,tapi untuk beberapa minggu ini ia akan dirawat insentif " Jawab Dokter.
" Baiklah " Balas Alexi paham.
Dokter memeriksa tubuh Samuel dengan hati2,pria itu banyak memejamkan mata.
Setelah Dokter keluar,tinggalah Alexi dan Samuel didalam ruangan.
Awalnya Dokter meminta Alexi keluar,tapi lelaki itu minta waktu sebentar untuk bicara 4 mata.
" Mana yang sakit ?" tanya Alexi tenang.
Samuel menggeleng pelan.
" Kau bisa bicara ?" tanya Alexi.
" Nanti " jawab Samuel lemah.
" Baiklah,sekarang kau istirahat saja aku akan menunggu diluar " Balas Alexi paham.
Samuel mengangguk dan kembali memejamkan mata.
Lelaki itu merasa sangat mengantuk mungkin karna pengaruh obat yang diberikan Dokter tadi.
Alexi berjalan keluar mendekati ruangan Winda,terlihat gadis itu sedang makan disuapi adiknya.
Alexi tersenyum kecil mendekati 2 kakak beradik itu.
Winda terkejut begitu pun Doni.
" Lex " Panggil Winda tersenyum.
" Iya,ayo makan lagi " Jawab Alexi lembut.
" Kamu dari mana ?" tanya Winda.
" Hm lihat Samuel " jawab Alexi jujur.
" Dia udah sadar ?" Tanya Winda melotot.
" Hm,barusan tapi sekarang tidur lagi " Jawab Alexi.
" Aku pengen lihat dia Lex " Kata Winda semangat.
" Ettt gak boleh,kata Mama Kakak gak boleh kemana2 " Larang Doni.
" Bentar doang " Kata Winda melepas tangan adiknya.
" Gak boleh,nanti Kakak dimarahi lagi " Kata Doni kesal.
" Udah Win,besok aja biarin Samuel istirahat " Ucap Alexi menenangkan.
" Tapi aku pengen lihat dia sekarang Lex " Rengek Winda.
" Ya,sabar makan aja belum selesai " kata Alexi gemas.
Winda melirik adiknya terlihat masih tersisa banyak bubur dimangkuk sang adik.
" Ya udah,tapi janji ya temani aku temuin Samuel " Kata Winda pasrah.
Alexi mengangguk setuju,gadis itu pun kembali makan dengan tenang.
Kebesokan paginya,ruangan Samuel dipenuhi oleh Winda dan orang tuanya.
Malvin dan Sindi begitu antusias menyambut kesadaran Samuel yang kemarin sempat membuat jantung mereka berhenti berdetak.
__ADS_1
Sindi sudah mengetahui segala hal yang bersangkutan dengan Samuel,selain masalah keluarga,Sindi juga tau kesepakatan yang dilakukan suami dan calon menantunya,Sindi tak bisa menolak atau pun protes karna semua demi kebaikan Winda meski ada terbesit rasa penasaran maksud lelaki tsb.
" Kamu tau saya ?" tanya Sindi memegang tangan Samuel.
" Hm " Jawab Samuel mengangguk.
" syukurlah,apa yang kamu rasakan ?" tanya Sindi.
" Sakit " Jawab Samuel.
Sindi terdiam,Malvin melihat istrinya dengan wajah gemas pertanyaan Sindi terdengar kocak membuat Alexi yang ikut disana menahan tawa.
" Hehe maksudnya anu Mas " Kata Sindi menggaruk kepala.
Winda menarik kursi rodanya mendekati lelaki itu.
Alexi memberi jalan,Winda mengambil tangan Samuel dan menggenggamnya lembut.
Samuel menoleh dengan wajah datar.
" Kamu baik2 aja ?" tanya Winda lembut.
" Hm " Jawab Samuel mengangguk pelan.
" Terima kasih,aku tidak tau kata apa yang pas untuk semua kebaikan kamu " Kata Winda berkaca kaca.
Samuel mengangguk lemah.
" Kita punya bekas yang sama,ini akan menjadi hal yang tidak akan pernah aku lupakan " Ujar Winda lirih.
Samuel diam menatap gadis itu dengan tatapan sendunya.
" Aku ingin pulang,Mama pasti mencari ku " Ucap Samuel pelan.
" Ya orang tua mu memang sedang mencari,tapi kau tak bisa pulang dengan keadaan seperti ini " Jawab Malvin.
Samuel diam menatap tangannya yang tertusuk jarum.
" Mas,Bang Romi bilang Samuel dirawat jalan sama Winda dirumah " Bisik Sindi pelan.
" Hah kenapa gitu ?" tanya Malvin.
Sindi berbisik sangat pelan kepada suaminya,wajah Malvin langsung berubah pucat.
" Apa benar ?" tanya Malvin tak percaya.
" Hm,aku udah ngomong masalah biaya,kita bisa pinjam ke dia dulu sampai Winda dan Samuel sembuh " Jawab Sindi.
" Kamu yakin Yank ?" tanya Malvin khawatir.
" Aku gak mau kehilangan kalian semua,kita harus lakuin ini " kata Sindi tegas.
Malvin terdiam dan melihat Samuel yang hanya diam saja.
" Baiklah,Sam,untuk sementara kau tinggal bersama kami mau ?" tanya Malvin hati2.
" Dimana ?" Tanya Samuel.
" Om sudah beli rumah baru,,tapi rumahny kecil punya 2 kamar,kamu bisa tinggal disana bebas " Jawab Malvin.
Samuel diam melirik Winda yang juga diam,gadis itu sudah tau Papanya membeli rumah baru yang jauh berbeda dengan rumah lama.
Malvin terpaksa menguras semua harta bendanya untuk memberi rumah yang nyaman untuk keluarga kecil,dan lelaki itu juga beruntung Papanya memberi uang yang sangat banyak kemarin untuk biaya berobat Winda.
" Kau mau kan tinggal bersama kami ?" Tanya Sindi lembut.
" Hm " Jawab Samuel tanpa pikir panjang.
Deg...
Winda terbelalak begitu pun Alexi yang tak menyangka respon Samuel akan segampang itu.
" Bakal beneran kawin kalo gini ceritanya " Gumam Alexi pelan.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1