Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Tujuh Puluh "TSJC"


__ADS_3

Riko berjalan menyusuri anak tangga yang langsung menuju ke ruang keluarga, Riko hanya melirik orang tuanya dengan tatapan sinis karena dia masih marah dengan mereka.


"Sekarang papa jelasin semuanya ke Riko." pinta Riko dengan wajah datarnya ke papanya sambil duduk di sofa depan orang tuanya.


Papa Indra yang sudah pasrah dengan tatapan anaknya, kemudian menjelaskannya.


"Sebenarnya sehari sebelum kamu pulang dari Korea, asisten papa yang menjalankan perusahaan di Jepang, Menelfon papa, dia mengatakan bahwa sebagian Mitra bisnis kita membatalkan kerja sama, karena alasan papa tidak konsisten dengan aturan yang papa buat, ternyata dibalik semua itu, dalangya adalah Alex, yang membocorkan rahasia perusahaan kita kepada Mitra bisnis kita bahwa kamu masih kuliah, itu yang membuat mereka marah dan mengancam akan membatalkan kerja sama apabila posisi papa tidak di ganti, dan mereka menginginkan Alex yang menggantikan posisi papa.


"Apa papa memberikan perusahaan itu untuk Alex?" tanya Riko.


"Tidak mungkin papa menyerahkan perusahaan itu kepadanya, perusahaan itu adalah amanah untuk papa dari kakekmu agar papa terus mengembangkan perusahaan itu." jawab papa Indra.


"Terus masalah ini apa hubungannya dengan Riko dan juga Citra pah?" tanya Riko lagi, karena belum faham.


"Papa tidak ada pilihan lain, selain melakukan ini Rik,, semenjak Mitra bisnis itu membatalkan perjanjian, perusahaan itu di ambang krisis dan terancam akan bangkrut, apalagi Alex yang selalu berusaha keras untuk mengambil alih perusahaan itu, dengan berusaha mencari investor terbesar yang akan membantunya, dan targetnya adalah pak Aaric..


"Ooo, jadi ini alasan papa misahin aku dari Citra, jadi karna masalah ini." ucap Riko penuh penekanan memotong perkataan papanya.


"Papa sama sekali ngga bermaksud misahin kalian, Papa sudah tidak memiliki jalan lain lagi selain ini Rik,, Makanya papa membuat rencana agar perusahaan kita lebih dulu menjalin kerja sama dengan pak Aaric, dan kata asisten papa, hanya kamu yang bisa melakukan itu."


"Maksud papa? hanya aku yang bisa melakukan itu apa?" tanya Riko masih bingung.


"Pak Aaric sudah sering mendengar berita tentang kamu Rik, pengusaha sukses yang terkenal di mana-mana, makanya dia ingin bekerja sama dengan perusahaan kamu. Dan kamu tau kan, perusahaan yang di Jepang bukan atas nama kamu tapi atas nama papa, karna kamu sama sekali tidak tertarik dengan perusahaan itu karna alasan kamu tidak ingin melakukan kerja sama dengan Alex apapun alasannya. Jadi papa buat jalan ini Rik, memberikan kamu sayarat untuk memikat pak Aaric dan menyelesaikan kuliah kamu secepatnya, dan kembali menyatukan kalian, tapi papa tidak menyangka perbuatan papa sampai membuat kalian seperti ini, maafkan papa Rik." jelas papa Indra menyesali perbuatannya.


Riko berusaha menahan emosinya karna perbuatan gila papanya.


"Papa tidak tau, bagaimana hari-hari yang Riko lalui tanpa Citra dan papa tidak tau betapa menderitanya Citra saat kami berpisah." teriak Riko sudah tidak bisa menahan emosinya.


Mama Ayu segera duduk di samping Riko dan menenangkan Riko.


"Maafkan papa Rik,, papa tau keputusan papa Salah." ucap papa Indra penuh penyesalan.


"Ok,, karna ini sudah terjadi, aku akan menyelesaikan semuanya, aku akan mengikuti permainan papa sampai akhir, tapi kalau sampai papa misahin aku lagi dari istriku, aku tidak akan tinggal diam pah." ancam Riko karna sangat kesal dengan papanya dan papa Indra hanya mengangguk pasrah.


Mama Ayu terus menerus mengelus pundak putranua dengan lembut, mencoba menenangkan putranya.

__ADS_1


"Terus, apa masalah ini papa Bram juga tau?" tanya Riko lagi.


"Iya Rik, kami semua tau masalah ini." ucap papa Indra.


"Terus kenapa papa Bram dan Mama Ratna mengatai aku laki-laki brengsek, mengatai aku laki-laki yang tidak pantas dengan Citra, kenapa pah?" tanya Riko bingung.


"Kalau masalah itu, karna salah kamu sendiri Rik." ucap mama Ayu lembut.


"Maksud mama apa? aku ngga pernah nyakitin Citra sedikitpun." ucap Riko makin bingung.


"Karna perjanjian bodoh kalian, yang Bram ketahui makanya dia marah dengan kamu." ketus papa Indra.


"Papa Bram tau dari mana tentang perjanjian itu, bukannya hal itu hanya antara aku dan Citra yang tau." ucap Riko bingung.


"Mama yang memberitahu mereka,, karna mama ke rumah kamu waktu kalian masih di korea, dan mama melihat kalian tidur di kamar yang terpisah, dan mama melihat kontrak bodoh itu di atas meja kerja kamu, dan disitu tertulis kamu akan melepaskan Citra dalam keadaan tersegel, maksudnya apa coba? berarti selama kalian menikah, kalian belum berhubungan sama sekali." teriak mama Ayu marah kepada Riko.


Riko menjadi salah tingkah karna dimarahi mamanya, sambil sesekali melirik papa dan mamanya bergantian.


"Kontrak itu kan, waktu Riko belum mengenal Citra, waktu awal-awal pernikahan kami,, dan waktu itu Riko belum mencintai Citra, tapi sekarang udah beda, dan kalian, kalian menyadari hal itu di waktu yang salah, di saat aku sudah sangat mencintai Citra." ucap Riko dengan nada gugup dan malu karna mengakui perasaannya kepada mereka.


Papa Indra dan Mama Ayu saling melirik dan saling melempar senyum kemenangan satu sama lain.


"Kenapa masih di pertanyakan lagi, bukannya sudah jelas yah." ketus Riko lalu berdiri hendak meninggalkan mereka.


"Rik.." ucap papa Indra menahan Riko. Riko berbalik menatap papanya.


Papa Indra segera memeluk putra satu-satunya itu.


"Maafkan papa Rik,, karna ulah papa kamu jadi kesulitan seperti ini." ucap papa Indra lirih kepada Riko penuh penyesalan.


"Iya pah,, Riko maafin papa." ucap Riko lapang dada memaafkan kedua orang tuanya, Riko paling tidak bisa marah dengan orang tuanya terlalu lama karena dia sangat menyayangi mereka. Baginya yang penting Citra sudah kembali kepadanya, semua itu sudah sangat cukup untuknya memaafkan mereka.


Riko kemudian melepaskan pelukan papanya.


"Ya udah Riko kekamar dulu, pengen istirahat." ucap Riko lalu berjalan menaiki anak tangga.

__ADS_1


"Rik,, apa pesanan papa sudah jadi?" tanya papa Indra lagi.


Mama Ratna kembali malu mendengar perkataan suaminya, sementara Riko mengerutkan keningnya tidak mengerti maksud papanya.


"Pesanan apa pah? memangnya papa mesan sesuatu sama Riko?" ucap Riko bingung.


"Papa pesan cucu Rik, kapan kamu memberikan papa cucu." tuntut papa Indra.


"Papa sabar aja, Riko juga lagi usaha,, lagian salah papa dan mama memisahkan aku dari Citra, liat kan sekarang, cucu papa belum kelihatan matanya sama sekali. jadi harap bersabar." ucap Riko tersenyum lalu kembali ke kamarnya.


Papa Indra dan Mama Ayu hanya tersenyum puas, dengan perkataan anaknya.


Riko kemudian masuk ke dalam kamarnya, dan melihat Citra masih tertidur.


Riko kemudian mendekati Citra perlahan dan kembali menatap Citra dengan penuh kebahagiaan.


"Sekarang tidak akan ada yang memisahkan kita selamanya." gumam Riko lalu hendak mencium kening istrinya.


"Kak Riko serius?" tanya Citra tiba-tiba dan mengejutkan Riko.


"Kamu belum tidur sayang?" tanya Riko membelai pucuk kepala istrinya dengan lembut.


"Gimana aku bisa tidur, saat aku mendengar suara kak Riko berteriak." keluh Citra.


"Maafin aku, tadi aku kesal banget sama papa jadi emosi aku ngga ketahan sayang." ucap Riko lagi lembut lalu mengecup kening Citra.


"Ya udah sekarang kak Riko tidur." pinta Citra sambil menepuk kasur di sampingnya.


"Kok tidur sih, tadi kamu ngga denger papa minta cucu." ucap Riko dengan nada manja.


"Citra capek kak, tadi kan kak Riko udah dapet jatah." keluh Citra.


"Itu beda sayang, itukan jatah di Korea, sedangkan jatah di Indonesia belum." rengek Riko dengan wajah memohon.


"Emangnya kak Riko ngga kasihan sama aku." keluh Citra yang membuat Riko kalah, karna dia memang ngga bisa melihat Citra kesusahan, apalagi Citra memang sangat lelah.

__ADS_1


"Ya udah deh, kita tidur." ucap Riko lalu berbaring di samping Citra.


Citra tersenyum melihat wajah cemberut suaminya karna tidak di beri jatah,, Citra pun memeluk suaminya erat.


__ADS_2