
Obrolan Samuel bersama teman2nya terlihat begitu hangat dan nyaman,Winda seperti badan tanpa nyawa.
Gadis itu hanya diam mendengarkan,dari banyaknya teman Samuel tak ada yang mengajak dirinya bicara hingga salah satu teman Samuel datang terlambat menegur semua teman yang lain.
" Wah2 ada pak guru nih " Ucap Ratna menegur lelaki itu..
" Ahh bisa aja lo " Balas lelaki itu ramah.
Winda menoleh kebelakang dan kaget melihat pria tersebut ia kenali.
" Winda " Pekik pria tersebut melotot.
" Jo " Ucap Winda lirih.
" Loh kamu disini juga ?" tanya Jonathan tak percaya.
" hm ya " Jawab Winda mengangguk.
Jonathan langsung menyeret kursi duduk disamping gadis itu.
" Kamu apa kabar ? astaga udah lama kita gak ketemu " Kata Jonathan begitu antusias.
" Baik,kamu kemana gak keliatan ?" Tanya Winda tersenyum.
" Aku dikirim Kakak keluar negeri " Jawab Jo sedih.
" Gara2 aku ya ?" Tanya Winda terkekeh.
" Hm ya bisa dibilang begitu " Jawab Jo tak enak.
" Ya aku ngerti,maaf ya aku bikin kamu sulit " Kata Winda merasa bersalah.
" Gak papa Win,sekarang aku dah balik jadi kita bisa temanan lagi " Kata Jo semangat.
Winda tersenyum kecil.
" Oh iya Sam " kata Jo menoleh ke Samuel yang diam melihat kedekatan mereka.
" Kenapa ?" Tanya Samuel tenang.
" Gue dengar lo sempat hilang ? emang lo kemana ?" tanya Jonathan polos.
Samuel diam melirik Winda yang sedang melihat kearahnya.
" Gak kemana mana " Jawab Jo tenang.
" Yang bener lo ? beritanya sampe keluar loh bikin heboh " kata Jo serius.
Samuel hanya diam saja.
" Iya Jo dia hilang berapa bulan,keluarganya sibuk nyariin dan kamu tau gak siapa yang nyembunyiin ?" Ucap Naya mengangkat alis.
" Siapaa ?" tanya Jonathan antusias.
" Siapa Nay ? di kasih pelajaran gak tuh orang ?" Tanya teman Naya kepo.
" menurut lo bagusnya diapain tuh orang ?" Tanya Naya balik.
" Kalo gue jadi bapaknya Sam mungkin dah gue laporin ke polisi biar membusuk dipenjara " Sahut Ratna.
" Iya Nay,biar tau rasa nyembunyiin anak orang " Sahut teman Naya yang lain.
Winda menelan ludah kasar,tangan gadis itu merasa dingin mendengar ucapan teman2 Naya yang begitu menyakitkan telinga.
Naya melihat Winda,gadis itu tersenyum miring seolah mengetahui sesuatu.
" Hm aku permisi ke wc bentar " Kata Winda berdiri.
" Loh Win kamu kenapa ?" Tanya Jo berdiri.
" Gak papa Jo,aku pengen buang air " Jawab Winda berbohong.
" Aku temenin ya " kata Jo khawatir.
" Aku gak papa Jo " Balas Winda tersenyum.
__ADS_1
" Tapi Wind kamu kan...
" Aku bawa obat " Potong Winda pelan.
" Ya udah kamu hati2 ya " Ujar Jo pasrah.
Winda mengangguk,gadis itu melirik suaminya tapi Samuel malah melihat orang lain.
Gadis itu menarik nafas berusaha tenang,dengan langkah gemetar Winda berjalan menjauh.
" Kenapa tuh bini lo Sam ?" Tanya Ratna.
" Hah Bini ?" Tanya Jo kaget.
" Lo gak tau Samuel nikah sama tuh cewek ?" tanya Ratna mengernyit.
" Sam !" Pekik Jo melotot.
Samuel diam tak menjawab.
" Lo beneran udah nikah sama Winda ?" tanya Jo panik sendiri.
" Ya trrpaksa " Jawab Naya malas.
" What ?? terpaksa ? maksud lo apa ?" tanya Jonathan semakin bingung.
" Nanti gue jelasin " Balas Samuel.
" Gak gue mau sekarang !" Kata Jo tegas
" Sam nikahin Winda terpaksa karna tuh cewek maksa " balas Naya kesal.
" hah maksa ? Winda gak gitu " Kata Jo tak terima.
" Please deh Jo,lo gak tau apa yang terjadi selama ini,cewek itu gak sepolos yang lo kira " Kata Naya kesal.
" Iya Jo,dia ngambil Samuel dari Naya " Kata Ratna mendukung sahabatnya.
" Sam itu gak bener kan ?" tanya Jo serius.
Di toilet Winda berpapasan dengan Salsa yang ternyata juga ada disana.
" Kamu kenapa pucat Wind ?" tanya Salsa panik.
" Aku gak papa " Jawab Winda berkeringat dingin.
" Gak gak,ayo ikut aku " Kata Salsa memegang tangan gadis itu.
Winda menurut,keduanya keluar dari toilet mendekati seorang pria yang sedang sibuk dengan laptopnya.
" Lex " Panggil Salsa.
Pria tersebut mendongak dan kaget melihat sahabat baiknya bersama sang calon istri.
" Loh kok kamu disini ?" Tanya Alexi berdiri.
" Lex " Panggil Winda lirih.
" Kamu kenapa Wind ?" tanya Alexi mendekat.
" Lex hiks hiks " Winda menangis memeluk sahabatnya.
" Kamu kenapa ?" tanya Alexi mengusap punggung gadis itu.
" Winda kamu kenapa ?" tanya Salsa prihatin.
" Aku gak mau papa masuk penjara Lex hiks hiks " Jawab Winda begitu pilu.
" Siapa yang mau menjarain Papa kamu ?" Tanya Alexi.
Winda terus menangis,ucapan teman2 Naya begitu menusuk hatinya.
Rasa takut yang begitu besar membuat gadis itu tak bisà berpikir rasional..
" Ini minum dulu " Kata Salsa memberi air putih.
__ADS_1
Winda meminumnya setengah dan meminta Alexi mengantar dirinya pulang.
" Gak papa ya kita pulang sekarang " Kata Alexi tak enak kepada Salsa.
" Iya gak papa yang penting Winda tenang " Balas Salsa paham.
Alexi tersenyum kecil,mereka pun pulang.
Manik Alexi menandai wajah Samuel yang terlihat tenang berbincang dengan para temannya,lelaki itu seolah tak perduli dengan keadaan Winda yang sedang tak baik2 saja..
" Awas kau Sam " Desis Alexi penuh kebencian.
" Udah biarin aja " Kata Salsa menegur.
Alexi menarik nafas berusaha tenang,Winda berjalan cepat keluar bahkan gadis itu tak menoleh sama sekali kearah Samuel dan teman2nya.
" Kita pulang kemana ?" tanya Alexi menghidupkan mobil.
" Kerumah Papa " Jawab Winda.
" Jam segini ?" Tanya Alexi melotot.
" Ya aku gak mungkin pulang kerumah mertua tanpa Sam " Jawab Winda.
" Baiklah,kita pulang kerumah mu " Balas Alexi mengerti.
Ketiganya pun pulang meski harus menempuh perjalanan jauh.
15 menit Winda izin Samuel baru tersadar bahwa istrinya tak balik lagi.
" Dia gak ada Sam " Ucap Jonathan dengan nafas ngos2an.
" Yang bener ?" Tanya Samuel berdiri.
" Ya Winda hilang " Jawab Jonathan panik.
" Astaga bagaimana bisa ?" tanya Samuel heran.
" Mungkin dia pulang duluan Yank " Bisik Naya.
" What ? Yank ? kalian pacaran ?" tanya Jo kembali terkejut.
" Ya " Jawab Naya tanpa malu merangkul Samuel.
" Kau gila hah !" Bentak Jo mendorong Samuel hingga terduduk di tanah.
" Sam "
" Jo "
Pekik Naya dan teman2nya kaget.
" Kau menduakan Winda ?" tanya Jo menarik kerah baju Samuel.
" Lepas Jo " kata Naya menarik tangan Jo.
" Minggir lo " Kata Jo mendorong Naya.
" Lo apaan sih Jo " kata Ratna membantu Naya bangun.
" Kalian semua gila apa gimana hah ? Samuel itu sudah menikah dengan Winda,harusnya kalian melarang Jo dekat dengan Naya " Kata Jonathan kesal..
" Ya itu urusan mereka Jo,Samuel juga gak cinta sama Winda jadi buat apa " Sahut Ratna.
" Lo gak cinta sama Winda ?" Tanya Jo nanar.
" Jawab gue Sam ? Kenapa lo nikahin Winda kalo lo gak cinta hah ?" Tanya Jonathan menarik kerah baju Samuel.
" Gue punya alasan " Jawab Samuel tenang.
" Jika alasan lo bakal nyakitin saudara gue,hubungan pertemanan kita berakhir !" Kata Jo tajam.
Deg...
Samuel terbelalak mendengar ucapan lelaki yang sudah berteman dengannya belasan tahun.
__ADS_1