Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
504


__ADS_3

Hari semakin larut,seorang gadis tertidur pulas disofa sebuah ruangan rumah sakit.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam,Winda berpamitan pulang karna sebentar lagi Restu juga pulang dari kantor.


" Please tidurlah disini bersama ku " Pinta Samuel memegang tangan Winda.


" Gak bisa Sam,aku punya keluarga suami ku akan pulang " Tolak Winda lembut.


" Aku suami mu Winda,aku sedang sakit " Kata Samuel memelas.


Winda diam dengan manik tak lepas menatap lelaki itu.


" Kau harus sembuh ya,cobalah bangkit dan lupakan semuanya " Pinta Winda nanar.


" Bagaimana caranya ? jika aku bisa melakukan itu sudah lama aku lakukan " Ucap Samuel kesal.


" Temukan gadis lain Sam " Jawab Winda lembut.


Samuel menggeleng lemah.


" Aku tidak menemukan orang yang sama dengan mu " balaa Samuel lirih.


Winda menepuk bahu lelaki itu lembut,sungguh perasaan nya yang dulu kini mulai bangun lagi menghampiri relung hati terdalam,tapi Winda mencoba menepisnya dengan kuat,ia teringat akan sang suami yang memberi ia banyak sekali cinta dan kesetiaan.


" Aku gak boleh terkecoh,Mas Restu suami ku,aku harus bisa menjaga amanahnya " Batin Winda berkata.


Ceklek..


Pintu ruangan terbuka,masuklah seorang dokter dan seorang pria berpakaian hitam.


" Aku harus kembali " Ucap Winda lembut.


" Kita periksa dulu ya Pak " Ucap Dokter menegur.


" Silahkan Dok,dan tolong titip Samuel " Balas Winda sopan.


" iya Bu " jawab Dokter paham.


" Jaga dirimu baik2 " Kata Winda menepuk tangan Samuel lembut.


" Datang lagi besok " pinta Samuel memelas.


Winda tersenyum kecil,ntah itu sebagai jawaban atau tolakan Samuel tak mengerti.


Pria itu diminta berbaring dengan benar karna pemeriksaan akan segera dilakukan..


" Sudah siap ?" tanya Supir mendekati Winda.


" Iya Pak,tapi anak saya tidur " jawab Winda menggendong Nur.


" Sini saya bantu bawa " Balas lelaki itu mengambil alih tas keperluan Nur.


Keduanya berjalan keluar,Winda berbalik badan dan menghela nafas panjang melihat Samuel meringis kesakitan.


Karna tak tahan,wanita itu memilih berlalu saja daripada perasaannya makin tak menentu.


Sesampainya dirumah,Winda berjalan cepat masuk kedalam.


Wanita itu sangat takut ia datang terlambat apalagi tadi Restu bilang sudah akan pulang.


" Loh Wind " Tegur seseorang melihat Winda panik sendiri.


" Nek " Panggil Winda kaget


" Kamu dari mana aja ?" tanya Risa heran.


" Ini kenapa Nur ?" Tanya Risa lagi.

__ADS_1


" Anu Nek apa Mas Restu udah pulang ?" tanya Winda celingak celinguk.


" Belum,Nenek juga baru balik " Jawab Risa mengernyit.


" Oh syukurlah,aku akan berberes sekarang "Balas Winda cepat.


" Kamu dari mana ?" tanya Risa memekik.


Winda tak menjawab,ia langsung melongos kekamarnya mengendong Nur yang masih terlelap.


" Aku harus cepat,Mas Restu gak boleh tau aku baru pulang " Ucap Winda panik sendiri.


Winda terlihat begitu tergesa gesa,wanita itu mengganti baju anaknya dengan baju tidur dan menaruh Nur ditempat yang seharusnya.


" Aku harus ganti baju juga " Gumam Winda menyeka keringat.


Saat akan menuju kamar mandi,tiba2 pintu kamar terbuka,Winda berbalik badan dan melotot melihat suaminya sudah pulang.


" Mas " gumam Winda dengan jantung berdebar.


Restu mendekat dengan wajah mengernyit.


" Kamu kenapa ?" tanya Restu heran.


Glek...


Winda menelan ludah kasar,wanita itu melihat penampilan suaminya yang sedikit berantakan dan terlihat lelah.


" Hm kam mu mau mandi ?" tanya Winda gugup.


" Iya,cape banget angkat barang " jawab Restu duduk membuka kancing kemejanya.


" Oh cape ya ?" Ulang Winda takut.


" Kamu dari mana ? kok pake celana main ?" tanya Restu melihat penampilan sang istri.


" Sekarang dah tidur tuh bocah " Kata Restu melihat anaknya.


" Hm ya,cape nangis " Jawab Winda.


Restu mengangguk paham,lelaki itu mendekati Winda dan berdiri menjulang.


" Apa ?" tanya Winda masih deg degan.


Restu menaruh tangannya dipundak wanita itu dan menatap Winda nanar.


" Kenapa Mas ?" tanya Winda dengan kaki gemetar.


" Gak papa,kangen aja " Jawab Restu terkekeh.


" Hah " pekik Winda kaget.


" Kenapa ? gak boleh kangen sama istri sendiri ?" tanya Restu mengkrucut.


" Eh em boleh dong kenapa ngak " Jawab Winda kelabakan.


Restu tersenyum dan membalik badan Winda membelakangi dirinya.


Perlahan tangan lelaki itu melingkar diperut sang istri seraya menaruh dagunya dipundak Winda.


" Kangen banget sama kamu sayang " Bisik Restu sensual..


" Jangan aneh2 deh,katanya cape " Balas Winda mencubit pelan lengan lelaki itu.


" Capenya bakal hilang kalo dapat jatah malam ini " Kata Restu terkekeh.


Deg...

__ADS_1


Winda tersentak kaget dengan ucapan suaminya.


" Jatah ?" Ulang Winda pelan.


" Hm,udah 2 minggu kita libur " Jawab Restu mencoba menghitung.


Deg deg deg...


Jantung Winda terus berdetak,sekilas ia mengingat Samuel tadi yang terus memanggil namanya dan mengatakan rindu yang begitu dalam.


" Sayang " Panggil Restu mengernyit melihat Winda mematung.


" Hah Iya Sam " jawab Winda cepat.


" Sam ?" Ulang Restu kaget


" Astagfirullah " Batin Winda terbelalak.


" Sam siapa ?" tanya Restu melepas pelukan.


" Maksudnya Mas bukan Sam,lidah aku berbelit tadi ngomongnya " jawab Winda ngeles.


" Mas,Sam ?" Ulang Restu menatap aneh Winda.


" Hehe iya Mas,kan terbalik tuh " Kata Winda berusaha tenang.


" Huh kamu ini,bikin aku overthingking aja " Cibir Restu menjawir telinga Winda.


" hehe maaf " Balas Winda cengengesan.


" Ya udah,mandi bareng yuk aku dah gatel nih badan " Ajak Restu mengalihkan.


" Tapi gak diapa apain kan ?" Tanya Winda ngeri.


" Terserah aku dong,kan punya aku " Jawab Restu cuek.


" Ihhh curang " Hujat Winda gemas.


Restu mengulum senyum,lelaki itu menarik tangan Winda lembut menuju kamar mandi.


Winda yang tak bisa menolak hanya mangut saja meski ia merasa sangat bersalah telah salah memanggil suaminya dengan sebutan nama orang lain.


Keduanya mandi cepat dikamar mandi karna memang Restu tak berniat menjahili istrinya,ditambah ia juga lelah bekerja seharian.


Setelah semua selesai,pasangan itu berbaring diranjang.


Nur berada ditengah mereka membuat Winda punya akses sendiri untuk berpikir.


" Gimana kerjaan kamu hari ini ?" tanya Winda membuka suara.


" Hm aman,ternyata perusahaan aku kerja itu punya kerja sama dengan Alexi temen kamu " jawab Restu semangat.


" Alexi ?" Ulang Winda kaget.


" Iya,aku dengar Kakaknya juga ikut tadi sempat ketemu juga,ternyata Kakak Alexi itu dokter mata ya " Ujar Restu takjub.


" Kak Serkan ?" Ucap Winda kembali kaget.


" Hm ya,aku dengar namanya Serkan,tadi aku sempat dengar juga ternyata keluarga Alexi punya pengaruh kuat diberbagai perusahaan " Jawab Restu tak menyangka.


Winda diam masih mendengarkan suaminya yang terlihat begitu terkejut dengan status Alexi dan keluarganya.


" Uh ternyata dunia ini sempit ya Yank,kita baru pertama kekota aja langsung ditemukan dengan berbagài hal tak terduga."


" Ya termasuk Samuel " Lanjut Winda dalam hati.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2