Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
569


__ADS_3

Setelah mengucapkan kata2 yg tak terduga,Samuel langsung berjalan menjauh.


Leni yg dari tadi diam sontak langsung mengejar suaminya.


Histi dan Salsa melihat pasangan itu dengan wajah melongo sedangkan Winda ikut berjalan kearah lain seraya mengeratkan enggaman bajunya.


Ntah apa yg Winda rasakan tapi wanita itu menitikkan air mata.


Hatinya terasa sakit saat melihat wajah Samuel yg menunjukkan rasa marah kepada nya.


" Win " Pekik Salsa kelabakan.


" Sana kejar Winda " Titah Histi menepuk bahu iparnya.


Salsa mengangguk,mendekati Sania dan Suci yg malah mengobrol.


" ayo " Ajak Salsa memegang tangan anaknya.


" Udah selesai ya Ma ?" tanya Suci polos.


" Kamu pikir tadi itu sinetron ?" tanya Salsa gemas.


Suci terkekeh geli dan menggandeng lengan ibunya.


" Aku pelgi dulu ya Kak,sampai jumpa " Ucap Suci kepada Sania.


" Hehe iya hati2 ya " Balas Sania tersenyum.


Suci mengangguk,ibu dan anak itu pun berlari mengejar Winda yg berjalan tergopoh2.


" Te " Panggil Sania mendekati Histi.


" Ayo " Ajak Histi tersenyum.


" Tadi itu kenapa Te ?" Tanya Sania kepo.


" Oh bukan apa2 " Jawab Histi.


" Bapak tadi marah ya sama Temen Tante ?" tanya Sania lagi.


" Hm mungkin " jawab Histi terkekeh.


" Dah ah,ini urusan orang dewasa,yok kita cari kaos kaki Sutar " Kata Histi mengalihkan.


Sania mengangguk,keduanya pun mulai berjalan lagi.


Di luar,Samuel langsung menaiki mobilnya dengan wajah yg sulit dimengerti.


Leni hanya mengikut saja tanpa banyak bicara,wanita itu tak tau apa yg terjadi kepada Samuel apalagi tadi sampai berbicara seperti itu kepada wanita asing.


" Kita mau kemana Sam ?" tanya Leni saat keluar dari parkiran.


" Ke kantor,kau pulang saja " Jawab Samuel datar.


" Aku tidak boleh ikut ?" Tanya Leni.


Drt drt drt...


tiba2 hape wanita itu berdering,Samuel melirik sedikit dan semakin kesal melihat nama dilayar.


" Maaf " Ucap Leni menutup layar hapenya.


Samuel mendengus dan kembali fokus berkendara.

__ADS_1


Leni mengangkat telepon dengan suara yg begitu kecil.


" Baiklah aku kesana " ucap Leni melirik Samuel.


Tut.


panggilan terputus,Leni menaruh hapenya ditas dan menghela nafas panjang.


" Hm aku harus ke studio Sam " Ucap Leni hati2


Samuel tak menjawab,lelaki itu memutar stirnya dan menambah laju kendaraan.


" Apa dia marah dengan ku ?" Batin Leni mulai menebak.


" aku rasa ekpresi Samuel saat ini bisa membunuh siapapun yg mencoba menghalangi dirinya " Lanjut Leni ngeri melihat Samuel membunyikan klakson berkali2 kepada penggendara lain.


Suasana hati Samuel sangat terlihat tidak baik2 saja.


Beberapa menit kemudian,mereka sampai.


Terlihat didepan pintu sudah menunggu seorang perempuan cantik seraya memainkan ponselnya.


" Aku pergi dulu Sam " Ucap Leni sopan.


" Keluarlah " Jawab Samuel datar.


Leni mengangguk dan membuka pintu mobil.


Setelah gadis itu benar2 turun,Samuel langsung tancap gas tanpa menghiraukan lambaian tangan istrinya.


Leni mengkrucut lesu,ia tak enak hati kepada Samuel yg sangat cuek.


" Hei Beb " Sapa Santa mendekat.


" Tidak apa2 " Jawab Leni tersenyum kecil.


" Apa dia menyakiti mu ?" tanya Santa menyelisik.


" Hah tidak,Sam tidak pernah menyakiti ku " Jawab Leni serius.


Santa diam memperhatikan mimik wajah kekasihnya yg berubah.


" Aku pikir kau mulai menyukai pria itu " Ujar Santa bersedekap dada.


" Tidak,dia memang pria yg baik tapi untuk perasaan aku belum merasakannya " Balas Leni tenang.


" Aku harap kau tidak meminta pisah dengan ku " kata Santa mengkrucut.


" Mana mungkin,aku menyayangi mu " Balas Leni merangkul lengan Santa.


" Baiklah,kalau begitu ayo kita bekerja habis itu makan malam " Ajak Santa semangat.


Leni mengangguk,keduanya pun berjalan masuk.


Leni tak tau apa yg sedang ia rasakan saat ini,satu atap dengan Samuel membuat perasaannya campur aduk.


Meski mereka seperti teman,tapi ada satu titik dimana gadis itu merasa nyaman dan hanya ingin menghabiskan waktu berdua,tapi Leni menepis perasaannya tersebut lantaran ia pikir itu hanya perasaan sementara saja apalgi Leni tau dirinya bukanlah gadis normal.


Sesampai dikantor,ujian Samuel belum berhenti juga.


Lelaki itu berpapasan dengan Restu yg sedang membawa map dari arah receptionist.


" Selamat siang Pak " Sapa Restu sopan.

__ADS_1


Samuel melihat lelaki itu dan langsung melangkah tanpa bicara sedikit pun.


Restu diam melangkah melihat punggung Samuel yg terus meninggalkan dirinya.


" Ada apa dengan Samuel,kenapa wajahnya terlihat menahan marah ?" Gumam Restu pelan.


Pintu lift tertutup rapat,lelaki itu mendekat dan berdiri disamping bersama karyawan yg lain.


" kenapa tadi tidak masuk ?" Tanya Restu kepada rekan kerjanya.


" Bersama Pak Sam ?" Tanya lelaki itu balik.


Restu mengangguk polos.


" Kau gila apa ! dia itu Bos besar disini,awalnya tadi aku ingin masuk duluan tapi Pak Sam keburu masuk juga padahal dia punya lift pribadi " Jawab Lelaki berkemeja putih itu heran.


" Oh iya " Balas Restu teringat.


Lift karyawan dan lift para Bos memang dibedakan lantaran banyak investor yg datang ke kantor.


" Sepertinya Pak Sam lagi banyak masalah,kita jangan sampai membuat kesalahan apalagi kamu yg bagian laporan " Ucap lelaki itu memperingati.


" Iya,aku usahakan " Balas Restu sedikit deg2an.


Keduanya tersenyum kecil,tak lama pintu lift terbuka lagi dan membawa karyawan tersebut menuju lantai mereka bekerja.


Hingga menuju malam,Samuel masih bekerja.


Para karyawan pun ikut lembur karna banyaknya pekerjaan yg diminta Samuel beres hari itu juga.


Tak sedikit yg mengeluh lelah,tapi apa boleh buat Samuel jarang memerintah secara langsung tapi kali ini lelaki itu menggunakan kekuasaannya untuk mencetak uang lebih banyak.


" Iya sayang,Papa lembur lagi,Nur makan yg banyak ya jangan sampe sakit " Ucap Restu menerima telfon dari anaknya.


" Iya Pa,Papa pulangnya jangan lalut lagi ya,kasihan Mama gak ada temen,nanti adik Nul lewel " Kata Nur mengkrucut.


" Iya sayang doain pekerjaan Papa cepet selesai ya " Balas Restu terharu.


Nur mengangguk polos,gadis itu mengadu kepada Restu apa yg dibeli Ibunya tadi siang.


Restu begitu antusias,rasa lelahnya pun perlahan memudar melihat dan mendengar suara putrinya yg begitu menggemaskan.


Asik bertelfon tiba2 seorang pria menghampiri Restu dan memberitahu bahwa Samuel ingin bertemu dengannya.


" Aku tidak tau Res,sepertinya ini sangat serius " Jawab rekan kerja Samuel dengan wajah ngeri.


" Apa dia menyuruh langsung ?" Tanya Restu mengrnyit.


" Hm,biasanya jika masalah kantor dia akan mewakilkan kepada sekretarisnya,tapi kali ini gak,dia nyariin kamu pas kamu lagi telfonan tadi " Jawab Lelaki tersebut.


" Jadi Pak Sam tau aku lagi telfonan ?" Tanya Restu syok.


" Ya,mending kamu langsung kesana saja "


" Huh baiklah " Jawab Restu pasrah.


Lelaki itu menepuk bahu Samuel tanda memberi semangat.


" Apa yg ingin Sam bicarakan ?" Gumam Restu menebak.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2