Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
389


__ADS_3

Seorang gadis mendekat dengan wajah datarnya menatap Wanita yang sudah berhasil membuat keluarganya berantakan.


" Winda " Ucap Risa mendekati cucunya.


Winda mundur saat wanita itu ingin mendekatinya.


Alexi dan Samuel melihat Winda dan Risa bergantian.


" Winda,gimana keadaan kamu ?" tanya Risa pelan.


" Mengapa anda kemari ?" tanya Winda datar.


Risa mematung mendengar kata anda dari mulut gadis itu.


" Keluar dari rumah kami,kau dilarang kesini " Usir Winda tenang.


Deg..


Alexi terbelalak lain hal dengan Samuel yang masih memasang wajah tenang.


" Win " Panggil Alexi mendekat.


" Suruh dia pergi Lex,aku tidak ingin melihatnya " Ucap Winda melihat Alexi.


" Dia nenek mu " Ucap Alexi lirih.


" Bukan,aku tidak punya nenek " Jawab Winda tegas.


Alexi terdiam,Winda memundurkan kursi rodanya masuk kedalam kamar.


" Winda " Panggil Risa ingin mengejar.


Greb...


Tangan Winata itu ditangkap Samuel yang tepat disampingnya.


Risa menoleh dengan wajah mengernyit.


" Winda tidak ingin bertemu dengan anda,jadi pulanglah sebelum kami usir " Ucap Samuel tenang.


" Ini rumah anak ku,jadi aku berhak mendatangi kapan pun aku mau !" kata Risa mengibas tangannya.


" Kau sudah cukup tua untuk tau artinya sopan santun !" Balas Samuel tenang.


" Kau !" Ucap Risa menatap Samuel nyalang.


" Silahkan pergi " Balas Samuel santai.


Alexi menganga melihat Samuel dengan berani mengusir orang tua dari pihak Malvin tersebut.


Tanpa bicara dan menahan malu yang luar biasa,wanita itu pun pergi dengan hentakan kaki kuat.


Alexi masih melihat Samuel dengan wajah tak percayanya.


" Kau benar2 berani " Ucap Alexi takjub.


" Aku seorang pria " Jawab Samuel mendekati kamar.


" Lalu maksud mu aku seorang gadis begitu ?" tanya Alexi merasa tersindir.


" Aku tak menyebutnya " jawab Samuel tersenyum miring.


" Kau ! " Kata Alexi geram.


Samuel masuk kedalam kamar dan menutupnya.


" Heiii kalian bukan muhrimmm " Teriak Alexi mengejar Samuel yang tanpa dosa memasuki kamar Winda.


Didalam kamar,Winda menoleh kebelakang dan mendapati Samuel menatapnya.


" Dia sudah pergi ?" Tanya Winda.


" Kau mengusirnya " Jawab Samuel.


" Ya aku tidak ingin melihatnya " Balas Winda.


Samuel mengangguk pelan dan berusaha bangun.


Pintu kamar terbuka,masuklah Alexi yang langsung sigap membantu Samuel berdiri.


Dengan hati2 lelaki itu menuntun Samuel menaiki ranjang.

__ADS_1


" Kau bilang seorang pria tapi naik ke ranjang saja seperti kakek2 " Cibir Alexi.


" Aku tidak meminta bantuan mu " Balas Samuel.


" Lalu aku harus melepaskan mu sekarang ?" tanya Alexi kesal.


" Kau ingin menyentuh ku selama nya ?" tanya Samuel heran.


Alexi melihat sekitar dan terdiam.


Winda mengulum senyum menatap wajah kebingungan Alexi.


Seketika lelaki itu melepas tubuh Samuel dan berdiri tegak.


" hm " dehem Alexi mencoba tenang.


Samuel menghela nafas dan mulai berbaring.


Kepalanya kembali sakit,lelaki itu masih lemah tak sekuat Winda.


" Em kau sudah makan Win ?" tanya Alexi kepada Winda.


" Sudah pagi tadi " Jawab Winda.


" Sekarang sudah siang,apa Mama mu akan balik ?" tanya Alexi.


" Sepertinya tidak,Mama sibuk hari ini karna berapa hari yang lalu gak masuk kerja " Jawab Winda bangun sendiri dan duduk diranjangnya.


" Lalu siapa yang mengurus kalian ?" tanya Alexi bingung.


" Kami bukan anak tk yang harus diurusi !" Jawab Samuel jengah.


Alexi menoleh dan memasang wajah kesal dengan jawaban Samuel.


" Aku tidak bertanya kepada mu !" Balas Alexi.


Samuel tak menyahut lagi,lelaki itu kembali memejamkan matanya.


" Aku bisa sendiri,lagian kondisi ku baik " Jawab Winda menengahi.


" Kau harus berhati2 kepada lelaki itu Wind " Ucap Alexi pelan.


" Kenapa ?" tanya Winda mengernyit.


" Kau setannya " Sahut Samuel.


" Heiii bisa kau tutup mulut mu itu !" pekik Alexi kesal Samuel terus memotong nya.


" Hahaha " Winda tertawa renyah melihat kedua lelaki itu tak akur.


" Jika saja kau tidak mendonorkan ginjal mu kepada Winda,sudah aku tendang kau dari tadi " Kata Alexi masih kesal.


" Cihh " Decih Samuel tak takut.


Alexi mendengus dan berbaring diranjang Winda.


" Ayo sini sama Abang " Goda Alexi menepuk kasur sebelahnya.


" haha gak usah ngada2 kamu Lex " Kata Winda tertawa geli.


" Heheh mumpung Salsa jauh Win,aku mau selingkuh sama kamu " Balas Alexi.


" Ih gak mau aku jadi selingkuhan kamu " Balas Winda jual mahal.


" Terus mau nya apa dong ? atau jadi istri kedua mau ?" Goda Alexi mengedipkan sebelah matanya.


" Yang pertama aja gak ada,mau sok2an kedua " Jawab Winda terkekeh.


" Ya kan bentar lagi Win,mau ya jadi yang kedua,biar aku semangat gitu " Kata Alexi jahil.


Winda mencubit lelaki itu gemas,keduanya pun bercanda ria.


Diam2 Samuel mengepalkan tangan mendengar percakapan tak berpaedah 2 bersahabat itu.


Ntah mengapa adanya Alexi disana membuat suasana hati Samuel meredup,bahkan ia merasa panas meski baru selesai mandi.


" Tenang Sam " Batin Samuel berusaha tenang.


" Ayo keluar,butek aku disini terus " Ajak Alexi bangun.


" Mau kemana?" tanya Winda.

__ADS_1


" Ya jalan2 ngukur komplek gitu,kamu gak bosen dirumah terus ?" tanya Alexi.


" Gak sih,kan ada temennya " Jawab Winda malu2.


" Siapa ? dia ?" Tunjuk Alexi kepada Samuel yang sudah membuka mata.


" Hm " Jawab Winda mengangguk malu.


Samuel melirik Winda sebentar lalu bangun dari tiduran.


" Oh astaga aku lupa sesuatu " Gumam Alexi melototkan mata.


" Ada apa ?" tanya Winda kaget.


" Ibu minta aku jemput Byan sekolah " Jawab Alexi terlihat panik.


" Ya ampun,sekarang aja berangkatnya kamu udah telat,Byan pasti udah keluar kelas " jawab Winda.


" Iya,duh bakal ngamuk nih bocah satu " kata Alexi memasukkan dompet dan hapenya dalam saku celana..


" Hm,ya udah gih sana cepetan " Balas Winda paham.


" Maaf ya aku gak bisa nemenin kamu,tadi Mama cuma minta aku buat ngasih rantang doang sebenarnya,tapi malah kebablasan disini " kata Alexi terkekeh.


" Haha iyaaa,kamu hati2 dijalan " Kata Winda paham.


" Aku balik ya,kamu jaga diri muah " Ucap Alexi mengecup pipi Winda dan melesat pergi.


" Ehhh " Pekik Winda kaget langsung mengusap pipinya.


Brakkk...


Pintu tertutup dengan kuat saat lelaki itu membantingnya.


" Kebiasaan tuh anak,bikin orang jantungan aja " Gumam Winda menggeleng pelan.


Suansana kembali hening,Winda menoleh ke Samuel dan mendepati lelaki itu berdiri.


" Mau kemana ?" Tanya Winda melihat Samuel.


" Kamar mandi " Jawab Samuel tenang.


" Bisa sendiri ?" tanya Winda khawatir.


" Hm " Jawab Samuel mengangguk.


" Mau aku bantu ?" Tanya Winda tak enak.


Samuel menoleh menatap Winda dengan tatapan yang sulit dimengerti.


" Kenapa ?" tanya Winda bingung.


" Perut ku sedang sakit,aku tidak bisa menunduk " Jawab Samuel.


" Kau sakit perut ingin boker ?" Tanya Winda.


" Bukan,aku hanya ingin buang air kecil tapi celana ku... " Ucap Samuel menggantung.


Winda melihat celana lelaki itu dan terdiam.


" Oh jadi em kau tak bisa membukanya ?" Tanya Winda hati2.


Samuel mengangguk pelan.


Glekkkk...


Winda menelan ludah kasar,otak gadis itu mulai berpikir yang bukan2.


" Akh tidak usah,biarkan saja " Kata Samuel berubah pikiran.


" tidak2,aku bisa menolong mu tapi em maksud ku,ayo aku tidak akan melihat " Ucap Winda bingung sendiri.


Samuel diam menyelisik wajah Winda yang berubah memerah.


Samuel mengulum senyum,wajah gadis itu terlihat manis dengan bibir kemerahan bekas lipglos yang biasa ia pakai.


Dengan hati2 keduanya berjalan kekamar mandi dengan jantung berdetak kencang.


Winda tak bisa menolak jika Samuel butuh sesuatu karna lelaki itu lah yang membuat Dia bisa hidup sampai detik ini.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2