Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
366


__ADS_3

Disebuah rumah sepasang kekasih terlihat begitu nyaman duduk didepan rumah menikmati buah apel.


Cahaya matahari terlihat bersinar terang menerangi pasangan yang sedang dimabuk asmara itu.


" Masih mau ?" tanya Alexi mengambil 1 apel merah lagi dalam keranjang buah mereka.


" Kenyang " Jawab Salsa menepuk perutnya..


" Beneran gak mau lagi ?" tanya Alexi serius.


" Aku mau makan pentol " Jawab Salsa tersenyum.


" Hah pentol ?" Tanya Alexi kaget.


" Iya pengen makan yang pedes2 gurih gitu " Kata Salsa tersenyum malu.


" Makan aku mau ? gurih kerenyes " Goda Alexi.


" Ihh ogah,makan kamu seret nyangkut digigi " Jawab Salsa asal.


" Hahaha emang aku rempeyek " Kata Alexi tertawa.


Salsa ikut tertawa dan menghadap kejalan.


Suasana rumah yang ia tempati saat ini begitu nyaman,Helen dan Jacob sudah kembali ke rumah itu lagi dan pasangan itu membawa kabar menggembirakan karna Helen positif hamil setelah menikah beberapa waktu lalu.


" Kak Helen nginep gak ya ?" guman Salsa pelan.


" Ya pasti lah,masa iya kerumah mertua cuma 1 2 jam " Jawab Alexi.


" Enak ya jadi Kak Helen,punya suami ganteng,baik perhatian,uhh pokoknya idaman " Kata Salsa tersenyum.


" Iya,tapi jangan lihat senang nya aja,dia bisa gitu karna hati dan mentalnya udah kuat " kata Alexi tenang.


" Iya,sedih banget pas Mama nya Kak Helend meninggal,Kak Helen jadi sebatang kara " Balas Salsa sedih.


Alexi mengangguk,Salsa masih bisa mengkasihani orang lain padahal hidupnya juga 11 12 dengan Helen,karna persamaan nasib itulah kedua perempuan itu menjadi dekat.


" Oh iya Kak Serkan apa kabar ?" tanya Salsa teringat akan iparnya.


" Gak tau,Kak Serkan ngasih kabar sebulan sekali " Jawab Alexi menghela nafas.


" Emangnya disana gak ada sinyal beneran ?" tanya Salsa kepo.


" Dia bilang sih gitu,harus naik bukit dulu baru dapat sinyal itu pun kalo batre hape gak habis " Kata Alexi menghela nafas.


" Pasti Histi gabut habis gak bisa scroll internet " Kata Salsa membayangkan.


" Yaa,gabut sampe hamil " Celetuk Alexi terkekeh.


Salsa kaget dan langsung menampar lengan pria itu.


" Beneran Sa,Histi udah hamil " kata Alexi serius.


" Masa sih ? kamu tau dari mana ?" tanya Salsa tak percaya.


" Kak Serkan yang bilang,kamu bisa bayangin gak nanti anaknya gimana ?" Tanya Alexi.


Salsa diam dengan otak mulai berpikir.


" Kak Serkan diam dingin,Histi pencicilan,rame hmm jadi gimana ya ?" Gumam Salsa berpikir keras..


" Nano2 kan " Kata Alexi terkekeh.

__ADS_1


" Iya,nasib baik kalo mirip Histi tingkahnya biar bisa menghibur banyak orang " Balas Salsa tersenyum.


" Kalo dinginnya kek Kak Serkan selesai dah tuh rumah,jadi angker " Kata Alexi merinding.


" Paling emak nya yang bakal berisik biar rumah keliatan berpenghuni " Balas Salsa tersenyum geli.


" Iyaaa,tiap hari dikarokein Histi "


Keduanya tertawa ngakak membayangkan kombinasi Serkan dan Histi yang berbeda server tapi menyatu dengan alam.


Sedangkan yang sedang di sebut saat ini langsung bersin.


" Iuhhhhh " Kata Sania kaget melihat ingus Histi keluar.


" Hehe maaf ya,lagi pilek nih " Kata Histi mengusap hidungnya dengan baju bekas Serkan.


" Haisst minum obat napa Te " Kata Sania kesal.


" Ck dikit2 jangan minum obat ntar anak Tante teler " Balas Histi cuek sambil memasukkan tanah kedalam plastik.


Saat ini perempuan hamil itu sedang bersiap untuk menanam cabai milik orang tua Sania.


Disela kesibukannya menjadi ibu rumah tangga dan tukang palak,Histi juga berperan membantu warga bertani.


Histi terkenal ringan tangan membantu siapa saja meski ujung2 nya meminta jatah selama masa panen berlangsung.


Warga tak keberatan karna Histi hanya meminta untuk ia masak dirumah saja.


Histi kini bisa menabung setiap hari dari pemberian suaminya.


Rencananya Histi akan terus menabung untuk biaya pendidikan anaknya nanti tanpa harus meminta dari orang tuanya.


" Udah Neng,ayo kita tanam" Ucap Ibu Sania bangkit.


preteeekkkk...


Bunyi tulang Histi pun terdengar nyaring membuat Sania kaget.


" Uhh enak banget " kata Histi tersenyum sambil mengusap perutnya yang mulai buncit.


" Hati2 Neng " Kata Ibu Sania khawatir.


" Aman Bu demi cabe sekilo " Kata Histi terkekeh.


" Hahaha " si ibu malah tertawa geli dengan lelucon Histi.


Mereka pun mulai bercocok tanam,Histi lesehan di tanah menerima bibit dari Sania yang mondar mandir mengambil ditempat lain.


Ibu Sania melarang Histi banyak gerak karna khawatir kondisi janin wanita itu lemah meski Histi selalu merasa dirinya kuat.


Mereka bukan takut kepada Histi melainkan kepada Serkan yang akan melarang Histi berkreasi bersama mereka nanti.


Setelah bercucuran keringat,wanita hamil itu disuguhi buah mangga Pak Samad yang sudah dijanjikan oleh Sania tempo lalu.


" Duhhh ini nih yang bikin aku falling in love " Kata Histi menelan ludah kasar.


" Gak usah banyak2 " kata Ibu Sania menegur.


" Dimakan aja belum " balas Histi malas.


" Awas kalo banyak2 ntar aku yang dimarahin Om Dokter " Ancam Sania.


" Hehe iya " Kata Histi cengengesan.

__ADS_1


Meski bersahabat dengan bocah seumuran adiknya tapi Histi terlihat begitu enjoy,wanita itu tak pernah memilih dalam berteman.


Setelah menjelang sore,Histi pulang membawa banyak bahan makanan dalam kantong plastik.


Seperti biasa penampilan wanita itu akan acak2an,Serkan yang mengenali istrinya tersenyum kecil apalagi senyum Histi mengembang menegur bapak2 yang lewat.


" Hay istri ku " Sapa Serkan mendekat.


" Hay " Balas Histi malu.


" Comel banget,habis nguli ya ?" tanya Serkan mencolek dagu Histi.


" Hehe iya " Jawab Histi menggeser kakinya di tanah.


Serkan ingin tertawa dengan sikap kekanakan mereka.


" Gimana anak kita hari ini ?" Tanya Serkan mengusap perut buncit Histi.


" Aman,dia girang dibawa ke sawah " Jawab Histi.


" Waahh bakalan jadi orang kebun nih anak Papa " Kata Serkan terkekeh.


" Iya Pa,tapi nanti kita ke kota ya Pa,aku sama Mama mau ke mall " Kata Histi meniru suara anak kecil.


" Emang punya duit ke Mall ?" tanya Serkan manja.


" Punya dong Pa,kan Papa uangnya banyak " Jawab Histi memasang tampang lucu.


" Hahaha ihh curang ya kamu " kata Serkan mencubit gemas perut perempuan itu.


" Aduhhh " pekik Histi kaget dan menggepak kepala Serkan.


" Aduh " ringis Serkan mengusap kepalanya.


" Ck gak usah dicubit napa,aku kaget !" kata Histi kesal.


" Iya Yank maaf,habisnya anak kita gemesin " Balas Serkan mengkrucut.


" Ya jangan bawa kulit emaknya dong " Gerutu Histi.


" Ya udah ntar malam aku cubit langsung " kata Serkan mengusap wajahnya dibahu wanita itu.


" Ehhhh maksudnya gimana ?" Tanya Histi mengernyit bingung.


Serkan tersenyum geli dan menyatukan kedua tangannya.


" Idihhh pengen tuh " Cibir Histi.


" Inget loh kata Mbah dukun harus sering2 biar anak kamu gak engap " Ujar Serkan.


" Oh gitu ya ?" Tanya Histi polos.


" Iya sayang " jawab Serkan tersenyum meski dalam hatinya berteriak kegirangan.


" Gak papa lah kibulin bini aku sesekali,masa iya aku terus dikibulin " Batin Serkan ingin tertawa melihat wajah polos istrinya..


" Ya udah ayo sekarang aja " Ajak Histi menarik tangan Serkan.


" Ehhh " Pekik Serkan melotot.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2