Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
186


__ADS_3

Matahari sudah terbit,Yuni dan anaknya masih menunggu diruang operasi.


Reno pun menunggu disana,Byanca dibawa pulang oleh Aktam karna tak tega melihat gadis kecil itu kelelahan sedangkan jika diberi ke Yuni akan merepotkan wanita yang sedang bersedih itu.


" Ibu kenapa ?" Tanya Serkan melihat Yuni tiba2 mual.


" Ibu gak papa cuma pusing " Jawab Yuni tersenyum kecil.


" Ibu masuk angin ya ?" Tanya Serkan lembut memeriksa kening ibunya.


Yuni mengangguk kecil,Reno melihat keduanya lelaki itu juga merasa lelah tapi Reno tidak ingin meninggalkan Romi berjuang sendirian.


Reno ingin membalas kesetiaan lelaki itu karna saat Reno rapuh Romi lah yang selalu menemani dirinya saat suka dan duka.


" Sana bawa ibu kamu ke ruangan,dia harus istirahat " Titah Reno kepada Serkan.


" Gak usah Om,aku baik2 aja " Kata Yuni menggeleng.


" Nanti kamu malah sakit,udaranya gak baik disini " Kata Reno pelan.


" Aku mau nungguin suami aku Om " Kata Yuni menunduk.


Reno menatap wanita itu iba,terlihat sekali Yuni sangat peduli kepada asistennya itu.


" Baiklah " Kata Reno pasrah.


Yuni kembali tersenyum lembut.


Reno menelfon anak buahnya untuk membawakan sarapan pagi untuk mereka semua.


Serkan menarik pelan kepala ibunya menyender dibahu lelaki itu.


" Senderan sama aku Bu " Ucap Serkan lembut.


" Gak papa,kamu juga cape " Tolak Yuni.


" Gak papa " kata Serkan tersenyum.


Yuni membalas senyuman dan menyender ditubuh tegap anaknya.


Serkan mendekap wanita itu dengan hangat,sungguh lelaki itu sangat menyayangi wanita yang sudah memberinya banyak cinta,dulu saat Serkan kecil wanita itu lah yang selalu menenangkan dirinya..


Hampir satu jam menunggu akhirnya dokter keluar juga dari ruangan.


" Gimana keadaan Romi ?" tanya Reno berdiri.


" Sudah membaik Pak,beruntung kita cepat mengeluarkan peluru dari dadanya,sempat terjadi pendarahan tapi semuanya kembali normal " Ucap Dokter tenang.


" Oh syukurlah,selamatkan dia " Titah Reno.


Dokter mengangguk dan berjalan menjauh untuk mengambil sesuatu.


Serkan tak bisa bergerak karna ibunya tertidur,wajah lelah wanita itu begitu menyayat hati membuat Serkan tak tega membangunkannya.


" Ayah mu selamat " Kata Reno menepuk pundak Serkan.


" Alhamdulillah " Kata Serkan menghela nafas lega.


" Dia akan dibawa keruangan,saya akan pulang dulu untuk istirahat " Kata Reno tersenyum


" Iya Pak,terima kasih banyak " Kata Serkan sopan.


" Bawa ibu mu keruangan,biarkan dia tidur disana" Kata Reno tegas.


Serkan mengangguk patuh

__ADS_1


Reno tersenyum,lelaki itu pun berjalan menjauh.


Serkan menggendong ibunya menuju ruangan yang telah disiapkan oleh Reno tadi agar Yuni bisa tidur nyaman.


Ditempat lain,seorang gadis baru terbangun dari tidurnya.


Byanca terkejut saat membuka mata seorang pria menatap dirinya dengan bertopang dagu.


" Ka mu siapa ?" tanya Byanca mengusap matanya.


" Hay selamat pagi " Jawab bocah itu tersenyum.


" Pagi " Jawab Byanca malu.


" Apa tidur mu nyenyak ?" tanya bocah itu ramah.


" Aku dimana ?" Tanya Byanca bingung.


" Kamu dirumah Kakek ku,semalam kamu kesini " Jawab bocah itu tersenyum.


Ceklek...


Pintu kamar terbuka,masuklah seorang gadis berhijab mendekati mereka.


" Jack kamu dipanggil Mama mu " Ucap Azura.


" Aku masih mau kenalan sama cewek cantik ini Kak " Jawab bocah itu polos.


Azura terkekeh menjitak kepala anak itu.


" Masih pagi ini,ntar aja kenalannya daripada sapu mama mu mendarat disini " kata Azura ingin tertawa.


" Huh,Mama ganggu moment aja " Gerutu bocah itu.


Azura tertawa geli melihat wajah kesal adiknya itu.


" Iya " Jawab Byanca tersenyum canggung.


Bocah itu ingin menyentuh wajah Byanca tapi langsung ditepak oleh Azura dengan mata melotot.


" Nyicip doang " Kata Jack menebalkan bibir bawahnya.


" Heh masih kecil udah ganjen !" Cibir Azura.


Jack terkekeh,bocah lelaki itu pun berjalan menjauh menemui seruan ibunya.


" Maaf ya Byanca,dia emang suka gitu kalo liat cewek cantik " Kata Azura tersenyum malu.


" Iya Kak " Jawab Byanca malu.


" Ini baju buat kamu,mandi dulu ya nanti sarapan bareng " Kata Azura lembut.


" Aku mau ibu " Kata Byanca sedih.


" Om bilang Ibu kamu dirumah sakit nemanin Ayah kamu,jadi kamu disini dulu ya temenan sama Kakak dan yang lainnya " Balas Azura.


" Ayah aku sakit Kak,didada Ayah aku ada besi " Kata Byanca teringat akan pembicaraan orang2 dewasa semalam.


Azura mengangguk paham,Papanya sudah cerita semalam saat membawa anak itu masuk kerumah,mereka semua ikut iba melihat Byanca banjir air mata.


Azura membantu gadis kecil itu mandi,beruntung baju mereka saat kecil masih disimpan Mamanya jadi Byanca bisa berganti pakaian.


Setelah Byanca sedikit cantik,gadis itu dibawa turun.


Terlihat beberapa orang lalu lalang,Byanca yang tak pernah kesana pun merasa asing,bocah itu bersembunyi di belakang Azura saat berpapasan dengan seorang gadis dengan seragam putih abu dengan sebelah kaos kaki terpasang.

__ADS_1


" Hay " Sapa gadis itu ceria.


" Dia masih takut,dah sana minggir dulu " Kata Azura melewati gadis itu.


" Aku kan cuma nyapa doang " Jawab Angel kesal.


" Benerin dulu tuh kaos kaki,rambutnya astaga kek kunti " Cibir Azura berjalan menjauh.


Byanca berbalik badan melihat wanita yang baru menyapa nya barusan,terlihat Angel mengendus kaos kaki ditangannya dan mengkual sendiri membuat Byanca merinding.


" Angeeeellllll " Teriak seorang perempuan dari arah tak terduga.


" Aduhh gawat " Gumam Angel langsung berlari kearah suara.


Perjalanan Azura dan Byanca kembali terhenti saat berhadapan dengan seorang pria yang seumuran dengan Azura.


" Kak,pinjem catatan dong aku lupa ngisi pr " Ucap lelaki itu cengengesan.


" Haist kenapa gak diisi?" Tanya Azura kembali kesal.


" Aku ketiduran Kak,lupa " Jawab Arshad memasang wajah melas.


Byanca mengintip lelaki itu dan kembali bersembunyi saat Arshad malah cilukba kepadanya.


Pletak..


Azura memukul kepala adiknya gemas,membuat Arshad kaget.


" Dah sana,bukunya di tas " Kata Azura menarik Byanca menjauh.


" Ahhhh makasih Kakak ku sayang " Kata Arshad mencuri ciuman dipipi gadis itu.


" Aaaaaaaa gak mauuuuuuuu !" Teriak Azura terkejut dan mengusap pipinya basah karna liur lelaki itu.


Asrhad tertawa ngakak,lelaki itu memang sengaja ingin menjahili kakaknya yang tak suka dicium.


Dari arah dapur seorang wanita menggeleng pelan melihat tingkah kedua anaknya.


Azura dan Byanca pun sampai ketempat tujuan,terlihat disana sudah ramai beberapa wanita mondar mandir menyiapkan menu.


" Hay " Sapa Lulu mendekati Byanca.


Byanca tersenyum canggung kepada wanita itu.


" Jangan takut ya,ayo sini duduk " Kata Lulu ramah.


Byanca mengangguk tanpa suara.


Azura menarik kursi untuk gadis itu,Byanca pun duduk berhadapan dengan seorang pria yang sedang asik menikmati menunya.


Lelaki dengan rambut gondorong itu mendongak menatap Byanca dengan tajam.


" Ehh jangan gitu dia takut " Tegur Azura kepada adiknya yang pelit bicara.


Lelaki itu mengangguk dan kembali makan.


Byanca menelan ludah kasar,bocah itu seketika takut melihat pria remaja tersebut apalagi melihat rambut panjang lelaki itu.


" Hayyyyyy " Semua orang pun memasuki dapur dengan wajah berbeda beda.


" Wahhh ada Byan " Kata Ana heboh.


Byanca tersenyum canggung,bocah yang mendatanginya pagi tadi langsung duduk disamping gadis itu dengan senyum hangat.


Sang Papa yang tau tingkah buaya anaknya memutar mata malas meski bocah itu masih bau kencur.

__ADS_1


Semua orang pun mulai menikmati acara sarapan pagi mereka.


__ADS_2