Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
171


__ADS_3

Kabar meninggalnya Hena langsung menyebar,Romi yang mengetahui hal itu sangat terkejut begitupun Yuni.


Romi tau dari Reno yang menelfon saat subuh tadi.


" Mas gimana ini ?" tanya Yuni terlihat kebingungan.


" Aku mungkin akan kesana bersama Pak Reno " Jawab Romi.


" Aku mau ikut " Rengek Yuni.


" Jika kau ikut bagaimana dengan Alexi dan Byanca ?" Tanya Romi tenang.


Yuni diam.


" Tapi Kak Nisa pasti ikut suaminya " kata Yuni mengkrucut.


" Dia dan kamu beda sayang,Mba Nisa gak ada yang diurusin,anak cucunya banyak " Jawab Romi gemas.


" Tapi aku pengen ikut,Salsa gimana ?" Tanya Yuni.


" Makanya aku mau kesana sekalian jenguk Salsa juga " Jawab Romi.


" Hm ya udah,aku titip pesan aja ya buat Helend " Kata Yuni pasrah.


" Iya,nanti juga bakal dibawa Bara kesini " Kata Romi.


" Kasihan sama gadis itu Mas,dia sebatang kara sekarang " Balas Yuni sedih.


" Hm,sebenarnya aku juga kasihan,tapi gak ada yang tau umur Yank,aku aja sekarang sehat,5 menit dari sini mana kita tau " Kata Romi tersenyum.


" Ngomong apaan sih,gak usah ngada2 deh " kata Yuni mulai malas.


" Ya kan gak...


" Iya2,serah mau mati mati aja " potong Yuni berjalan menjauh.


Romi mengulum senyum melihat istrinya mulai ngambek.


Yuni paling tak suka jika Romi membahas kematian.


" Tuhan,sehatkan aku dan panjangkan umur ku,aku belum siap berpisah dengan istri dan anak ku,apalagi Byanca,aku tidak ingin mereka bersedih " Ucap Romi memohon.


Lelaki itu pun berjalan keluar menyusul istrinya yang sudah pasti nongkrong di dapur.


Ditempat lain,seorang gadis mengurus kedua adiknya yang siap2 berangkat sekolah.


Salma sempat menangis saat tau dirinya ditinggal pergi keluarga negeri oleh Papa dan Mamanya.


Bara semalam tak memberitau kepada kedua anak kembarnya bahwa mereka akan pergi karna kedua bocah itu sedang tidur,Bara hanya memberitahu Histi dan meminta sang putri untuk mengurus adik2nya.


" Salma,sarapan udah siap " Pekik Histi melengking.


Hening...


Tak ada suara jawaban.


Gadis dengan celemek biru itu sudah dibanjiri keringat,dari bangun tidur Histi sudah sibuk didapur membuatkan makanan untuk adiknya apalagi bocah itu banyak riquest mau ini dan itu.


" Mana tu bocah dua kenapa belum muncul sih ?" Gumam Histi gemas.


Gadis itu pun berjalan keluar dan mendekati kamar adiknya.


Ceklek...


Pintu kamar terbuka,terlihat Salma duduk didepan kaca sambil menulis sesuatu dengan Salim menguncit rambut gadis itu dari belakang.


Histi diam melihat adik lelakinya sibuk menyisir dengan rapi penuh perhitungan.


" Woi lagi ngapain ?" tanya Histi menegur.


Salma menoleh kaget,Salim yang sedang mengikat pun seketika berdecak kesal karna rambut yang sudah ia pegang menjadi terlepas.


" haissstttt gak usah gerak2 " Kata Salim menarik rambut Salma.


" Aduh aduh sakit " Pekik Salma meringis.

__ADS_1


" Makanya diem !" kata Salim gemas.


Salma mengkrucut dan menghadap kedepan lagi.


Histi tertawa melihat adik perempuannya menciut.


" Kenapa Kak ?" tanya Salma tanpa menoleh.


" Gak makan ?" tanya Histi.


" Makan,nih lagi sibuk " Jawab Salma ketus.


" Cepetan,ntar dingin " Ucap Histi seraya mengintip kerjaan adiknya.


Salma menutup bukunya dengan cepat takut ketahuan perempuan itu.


" Ohooo kamu belum isi pr ya !" Tuduh Histi.


" Gak,aku udah selesai " jawab Salma degdegan.


" Ini apa ?" tanya Histi merebut buku tersebut.


Glek...


Salma menelan ludah kasar,Salim hanya diam sambil tangannya membelit2 membuat ikatan ular.


" Tinggal dikit Kak " Jawab Salma mengkrucut.


" Makanya gak usah main game !" Hujat Histi mengetok kepala sang adik.


" Iya,aku juga nyesel main game semalam,mana kumpul pr nya jam pertama lagi huhuhu " Kata Salma mulai menangis kesal.


" Ck,emang enak ntar di hukum sama guru " Kata Histi berdecak.


" Jangan gitu dong Kak,sebagai Kakak yang bermartabat harusnya Kakak bantuin aku isi pr ini " Kata Salma kesal.


" Ogah,pr kakak juga banyak " kata Histi menolak.


" huaaaaaaa gak mau dihukummm " Rengek Salma.


" Udah selesai,Kak ayo makan aku tanding bola hari ini " Ucap Salim melepas rambut Salma.


Salma mendengus kesal,Histi dan Salim berjalan menjauh dengan lelaki itu merangkul pinggang Histi.


" Haistttt liat aja ntar pembalasan aku !" Ancam Salma tajam.


Salma mengambil tasnya dan memasukan semua buku.


Gadis itu berjalan cepat menyusul Histi dan Salim.


Didapur,Histi dengan telaten mengambil makanan untuk sang adik.


Meski mereka sering berkelahi tapi Histi tetap menyayangi adik2nya.


Gadis itu memang menjadi pengganti Zaiva saat orang tuanya bepergian.


" Kakak aku gak mau sayur " Ucap Salim mendorong mangkuk sayur didepannya.


" Boleh,tapi Kakak bikinin jus buah ya ?" Tawar Histi.


" Hm ya tapi dikit aja " Jawab Salim takut2.


" Oke " Jawab Histi tersenyum.


Bocah lelaki itu pun mulai makan,Salim kurang makan sayur sama seperti Histi tapi Histi mengakalinya dengan buah seperti ajaran ibunya.


Mereka semua makan dengan tenang,Histi membantu Salma mengerjakan pr,lebih tepatnya ia yang kerjakan karna waktu mereka tak banyak dan Histi tak tega jika harus melihat adiknya dihukum nanti.


Drt drt drt..


Hape Histi berdering,gadis itu merogoh tasnya dan mendapati ada nama sang kekasih disana.


" Halo " Sapa Histi sambil menyetir.


" Kamu dimana ?" tanya Serkan serak.

__ADS_1


" Lagi dijalan mau antar adek sekolah,kenapa ?" tanya Histi.


" Kamu udah dapat kabar ?" tanya Serkan.


" Udah,Mama sama Papa udah berangkat malam tadi " jawab Histi.


" Iya,aku dengar Ayah juga berangkat sama Kakek kamu " Ucap Serkan.


" Hm,kamu gak kerja ?" tanya Histi.


" Gak,aku lagi gak enak badan " Jawab Serkan.


" Loh kenapa ?" tanya Histi kaget.


" Gak tau,lagi gak enak aja kepala aku pusing,mual " Jawab Serkan.


" Heh hamil anak siapa ?" tanya Histi menggoda.


Salim dan Salma saling melihat,karna hape gadis itu di dibesarkan jadi keduanya bisa mendengar.


" Anak kamu " jawab Serkan.


" Apa !" Pekik Salma melotot.


Histi menoleh kebelakang dan kaget melihat kedua manik adiknya hampir keluar.


" Hahaha masa sih,kayaknya aku kekencengan ya " Kata Histi tertawa.


" Haha iya " jawab Serkan ikut tertawa.


" Emang cowok bisa hamil ?" tanya Salma kepada Salim.


" Gak tau " Jawab Salim pucat seraya mengintip perutnya dari celah baju.


Histi kembali tertawa melihat wajah panik Salim.


" Nanti aku kesana habis nganter adek " Kata Histi tenang.


" Hm hati2 sayang " jawab Serkan lembut.


" Iya " Jawab Histi malu.


Tut.


Panggilan terputus,Histi menepikan mobilnya disamping pintu gerbang dan ikut turun.


" Jangan nakal ya " Kata Histi membenarkan baju sekolah kedua adiknya.


" Hm,uang jajan " Pinta Salma menadahkan tangan.


Histi merogoh saku celananya dan memberi masing2 20 ribu.


Salma dan Salim mengambil uang itu dengan gembira,keduanya tadi sudah was2 takut Histi mencomot lagi uang belanjaan mereka,tapi kali ini otak licik sang kakak sedang off karna kasihan.


" Nanti Kakak jemput jam berapa ?" tanya Histi.


" setengah 1 " Jawab Salim tersenyum.


" oke,belajar yang bener " Kata Histi paham.


Mereka mengangguk dan berjalan menjauh.


Histi berbalik ke mobilnya tapi manik gadis itu tiba2 melihat seorang pria dengan seorang gadis.


" Hati2 ya sayang " Ucap lelaki itu kepada anak kecil perpakaian tk.


" Iya " Jawab gadis kecil itu tersenyum.


Lelaki itu pun melepas gadis tersebut dan menatap kedepan.


Deg...


Tatapan keduanya bertemu,Histi terdiam begitu pun si pria tersebut.


" Sayang udah " Ucap si gadis memberi hape kepada lelaki itu.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2