Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
420


__ADS_3

Berita kelahiran cucu pertama Bara dan Romi tersebar.


Salah satu penduduk kampung diutus oleh Serkan untuk mengirimkan pesan kepada orang tua dan mertuanya.


Bermodol 1 lembar kertas diisi amplop putih begitu menyayati hati seorang wanita yang tak menyangka akan menerima kabar seperti itu pada jaman sekarang.


" Maaf Bu saya permisi,hanya itu pesan yang disampaikan dokter Serkan dan istrinya " Ucap seorang pria berpakaian cukup enak dipandang.


" Baik Pak,terima kasih,ini saya ada sedikit rejeki untuk bapak " Kata Yuni mengambil uang di kantong dasternya.


" Tidak usah Bu terima kasih,Dokter Serkan sudah banyak membantu kami dikampung " Tolak bapak tersebut sopan.


" Ambil aja Pak,saya ikhlas " Ucap Yuni memaksa.


Lelaki itu terlihat ragu hingga akhirnya menerima uang 100 ribu dari Yuni.


" Makasih banyak Bu,saya permisi " Kata si bapak pamit.


" Hm nanti kalo bapak pulang saya boleh nitip gak ?" tanya Yuni menggaruk kepala.


" Hm boleh sih Bu,tapi saya udah banyak terima pesanan dari keluarga Istri Dokter " Jawab bapak itu tak enak.


" Keluarga Histi ?" Tanya Yuni mengernyit.


" Iya Bu,sampai saya harus nyewa satu mobil buat anterin barang2 nya "


" Ohh jadi Zaiva juga terima surat dari Histi " Gumam Yuni mulai paham.


" Kalo ibu mau boleh saja nebeng,nanti kasih ke saya barangnya biar sekalian " Kata Bapak tersebut kasihan.


" Boleh ya Pak ?" tanya Yuni tak enak.


" Boleh Bu asal jangan lemari pakain hehe " Jawab si bapak melawak.


" Haha gak Pak,cuma barang kecil2 buat cucu " Balas Yuni malu.


" Ya Bu,nanti saya kesini lagi besok "


" Baiklah makasih ya Pak " Kata Yuni girang.


Lelaki itu mengangguk dan berpamitan pergi.


Kebetulan Ayah Sania ingin ke kota untuk membeli bahan yang sudah habis dirumah,tak ingin membuang kesempatan,Histi meminta lelaki itu memberikan surat kepada orang tua mereka.


Mereka tak bisa melakukan hal lebih karna keterbatasan,Serkan pun tak bisa ke kota lantaran tak ada yang menjaga Histi dirumah.


Yuni menghela nafas panjang menatap sepucuk kertas rindu dari anak tirinya.


Ntah mengapa wanita itu begitu merasa sedih dan ingin menangis..


Yuni sangat ingat tulisan anaknya yang tak pernah berubah,kata pertama yang Serkan tulis seolah mengingatkan Yuni bagaimana dulu lelaki itu berjuang agar bisa menulis indah.


" Ibu harap kalian bahagia Nak,sekarang kamu sudah jadi ayah dan ibu menjadi nenek anak mu,Ibu begitu bahagia menerima surat ini,tapi disisi lain ibu ingin menangis,Ibu masih tak menyangka ibu sudah tua dan sekarang punya cucu walaupun ibu belum bisa melihat dan menggendongnya langsung,tapi percayalah,doa Ibu dan Ayah menyertai kalian " Tulis Yuni di kertas bender Byanca.


Air mata Yuni mengalir lembut ke pipinya,terlihat didepan foto Serkan saat masih kecil dengan posisi tengkurap terlihat begitu menggemaskan.


" Aku harus memberitahu Camelia,bagaimana pun Serkan anaknya dan dia berhak tau atas kehadiran cucu nya " Gumam Yuni yakin.


Wanita itu mengambil hape dan mencari nama Camelia disana.

__ADS_1


Ditempat lain,seorang pria terdiam melihat foto tulisan yang dibagikan oleh atasannya.


Reno mengirimkan pesan yang disampaikan Serkan dan Histi melalui Zaiva.


Reno merasa haru dan sedih mengingat cucu pertamanya yang kini sudah menjadi ibu.


Masih hangat diingatan Reno bagaimana Histi tumbuh menjadi gadis berisik dan menggemaskan.


Keduanya sama2 diam dengan pikiran masing2.


" Rom " Panggil Reno menatap Romi yang hanya diam melihat jendela kaca.


" Iya " Jawab Romi tanpa menoleh.


" Apa yang kamu rasakan ?" tanya Reno.


" Mungkin akan sama rasanya dengan Bapak sekarang " Jawab Romi.


" Aku rasanya ingin kesana Rom " Kata Reno menghela nafas.


" Masih banyak yang harus kita kerjakan " Balas Romi tenang.


" Ya aku tau stidaknya 1 hari saja " Kata Reno memelas.


" Bahkan untuk makan pun saat ini kita terasa dikejar waktu " Balas Romi lagi.


Reno mengkrucut,memang dalam bulan2 ini keduanya sangat sibuk dengan proyek baru.


Reno melupakan sejenak masalah dana kemarin karna pemasok baru datang lagi dan itu berkat Romi.


Reno masih mempercayai Romi meski sedikit ada keraguan dihatinya tapi lelaki itu seolah menunjukkan bahwa dirinya tak bersalah.


Romi begitu antusias dengan proyek terbaru yang akan menghasilkan triliunan dolar yang tak bisa Reno tolak begitu saja.


" Yaya terserah saja kamu yang atur " Balas Reno lesu.


Romi mengangguk dan kembali menghadap laptop.


" Cepat bekerja,uang tidak punya kaki untuk menghampiri kita !" Tegur Romi.


" Iya iya,aku ini bos loh !" Kata Reno kesal.


" Bodo " Balas Romi pelan.


Reno menggeletukkan giginya kesal,Romi cuek saja dan kembali bekerja.


Meski berumur tua tak menyurutkan semangat mereka untuk mencari nafkah keluarga.


Malam harinya,Romi pulang kerumah.


Lelaki itu disambut dengan kehadiran sepasang anak manusia yang sedang menonton tv diruang keluarga..


" Alexi ?" Ucap Romi mengernyit.


Alexi menoleh dan tersenyum kecil melambaikan tangan.


" Hay Dad how are you ?" Sapa Alexi melambaikan tangan.


" Dad pala mu !" Kata Romi berjalan mendekat.

__ADS_1


" Kapan pulang ? kok gak bilang Ayah ?" Tanya Romi gemas.


" Aku mau bilang Yah,tapi Alexi gak kasih " Jawab Salsa kesal.


" Supries Yah " Jawab Alexi cengengesan.


" Supries jidat mu ! dari luar negeri kesini bukan cuma 5 menit,kalo ada apa2 sama kalian dijalan gimana hah !" Kata Romi ingin menghajar lelaki itu.


" Ish ya jangan disumpahin dong Yah " Balas Alexi kesal.


" Kamu ini benar2 ya !" Kata Romi gemas.


" Syukurin,marahin aja Yah semuanya karna Alexi " Kata Salsa mengompori.


" Dah kalian berdua cepetan kawin,muak Ayah liatnya " Kata Romi memutar mata malas.


" Wah beneran ?? Sa ayo " Kata Alexi berbinar.


" Apa ?" tanya Salsa belum ngeh.


" Kawin Sa,kamu gak dengar Ayah ngomong apa barusan " Kata Alexi menarik tangan gadis itu berdiri.


" Hah kawin !" Pekik Salsa melotot.


" Mau kemana ?" tanya Romi heran.


" Ke kamar Yah,masa iya kawin disini " Jawab Alexi.


" Apa ! kamu...." Kata Romi terbelalak.


" Kaburrrrrrr " Pekik Alexi langsung lari.


" Heyyy bocah gilaa sini kamuu " Pekik Romi kesal.


" Gak mauuuu " Teriak Alexi.


Brakkk....


Pintu kamar tertutup rapat,nafas Romi naik turun menahan kesal yang bergelora.


" Hehe permisi Yahh " Kata Salsa menunduk dengan wajah ngeri.


" Jangan mau dibohongin Alexi Sa " Kata Romi tajam.


" Iya Yah sekarang gak bodoh lagi " Balas Salsa mengrkrucut.


" Haiisstt,ibu kalian mana ?" tanya Romi mengalihkan.


" Dikamar sama Byan " Jawab Salsa.


Romi mengangguk dan berjalan menjauh seraya membuka kancing kemejanya.


Kebesokan pagi,rumah Romi kedatangan seorang pria dengan mobil mahal.


Salsa yang membuka pintu mengernyit melihat pria tinggi dengan setelan serba hitam,topi dikepala.


" Cari siapa ?" Tanya Salsa merasa takut.


Pria tersebut diam melihat Salsa dari ujung kaki hingga kepala.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2