
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam,Serkan dan Histi masih duduk berduaan di ruang tamu setelah makan malam selesai.
Bara dan Zaiva membiarkan keduanya menghabiskan waktu bersama.
Zaiva perlahan mulai paham kenapa putri nya bisa jatuh hati kepada lelaki dingin itu.
Dengan sikap cueknya,Serkan punya hati yang sangat tulus dan hangat,hanya cover pria itu yang membuat Serkan dipandang sebelah mata.
" Udah larut,aku pulang ya " Ucap Serkan menegur Histi yang masih menonton film lewat hape seraya menyenderkan kepada ke bahu lelaki itu.
" Nanti " Rengek Histi.
" Udah malam,gak enak sama orang tua kamu " Kata Serkan lembut.
" Aku masih kangen Dok " Rengek Histi.
Serkan diam dan menatap gadis itu dalam.
" kenapa ?" tanya Histi menelan ludah kasar.
" Besok kamu kemana ?" tanya Serkan.
" hmm kuliah,paling nongkrong di perpus " Jawab Histi.
" Masih lama kuliahnya ?" tanya Serkan.
" Gak juga sih,udah akhir lagi sibuk2nya nih mau wisuda " Jawab Histi malu.
Serkan mengangguk paham.
" Kenapa ?" tanya Histi.
" Kalo ntar kita gak berjodoh gimana ?" Tanya Serkan pelan.
" Maksud kamu ?" tanya Histi melotot.
Serkan mengusap pipi gadis itu lembut seraya bangun dari duduknya.
" Maksud kamu apa ?" tanya Histi ikut berdiri.
" Gak apapa " Jawab Serkan.
" Kamu punya orang lain ?" tanya Histi gemeteran.
" Gak " Jawab Serkan.
" Terus kenapa ngomongnya gitu ?" tanya Histi marah.
" ya gak papa nanya aja,kan jodoh ngak ada yang tau " jawab Serkan santai.
" Dokter ngak serius sama aku ?" tanya Histi nanar.
Serkan menghela nafas melihat wajah gadis itu akan menangis.
" Saya gak yakin Mama dan Papa kamu mau terima saya setelah tau saya berasal dari mana " Ucap Serkan menunduk.
" Ngomong apa sih sayang " Kata Histi mengambil tangan lelaki itu lalu menautkan jemari mereka.
" Tidak ada kebaikan dalam hidup saya Histi " Kata Serkan menatap nanar tangan mereka.
" Gak boleh ngomong gitu,manusia memang gak selalu baik,tapi selalu ada kebaikan dalam diri seseorang " Ucap Histi lembut.
Serkan tersenyum getir,gadis itu mencium tangan Serkan dengan penuh perasaan.
Histi sudah sangat yakin bahwa Serkan lah pemilik hatinya,Histi bertekad akan menjaga kesetiaan kali ini bahkan gadis itu setiap hari mendesak Tuhannya agar menyatukan mereka.
" Jika memang tidak jodoh,aku akan mengikhlaskannya tapi setelah aku berhenti menangis " kata Histi terkekeh.
Serkan yang tadinya sedih langsung melotot kaget dan ikut terkekeh.
__ADS_1
" Kau sangat cengeng " Cibir Serkan menoyor kepada gadis itu.
" Ya,hati perempuan sangat lembut babe " kata Histi mendorong gemas lengan lelaki itu.
" Yaya saya mengerti " Jawab Serkan mangut2.
Histi tertawa renyah,hari semakin larut gadis itu pun terpaksa harus mengikhlaskan Serkan untuk pulang sebelum pintu kamar orang tuanya terbuka.
" Dah sana tidur " Ucap Serkan membuka pintu mobil.
" Hm,aku pasti sangat merindukan mu " Kata Histi bergelayutan manja.
" Tidak usah telfonan lagi saya malas " Kata Serkan mempringati.
" Kau pacar yang kejam !" kata Histi mengkrucut.
Serkan mengangkat bahu cuek,lelaki itu mengambil tangan dan menyuruh Histi menciumnya.
Gadis itu dengan senang hati menerima dan mengecup lembut.
" Hati2 sayang " Ucap Histi tersenyum manis
" Iya " jawab Serkan lembut.
Histi melambaikan tangan,lelaki itu pun pergi dari pekarangan rumahnya.
Setelah Serkan menghilang gadis itu menghela nafas panjang.
" Aku tidak akan membiarkan kamu sendirian lagi Dok,aku akan menemani kamu sebisa aku,kita akan mewujudkan apa yang ingin kamu wujudkan " Ucap Histi yakin.
Gadis itu pun berjalan masuk,ditengah pintu terlihat sang Papa bersedekap dada dengan pakaian tidurnya.
" Pa " Tegur Histi.
" Udah pulang pacar kamu ?" tanya Bara.
Bara mengambik tangan anaknya dan menautkan jemari mereka.
" Papa kenapa ?" Tanya Histi bingung
" Gak papa,Papa juga mau digandeng anak Papa " Jawab Bara tersenyum.
Histi diam menatap wajah lelaki itu.
" Pa,aku beneran sayang sama Dokter Serkan,tolong restui kami ya " Pinta Histi nanar.
" Ayo masuk " Ajak Bara mengalihkan.
" Pa " Panggil Histi menarik tangan mereka
" Tidur lah ini sudah larut " Ucap Bara tenang.
" Pa aku..
" Histi " Tegur Bara penuh penegasan.
Histi menghela lesu dan mengangguk lemah.
" Selamat malam Pa " Ucap gadis itu memeluk Bara.
" Malam sayang,jangan lupa berdoa " Peringat Bara.
" Aku melakukannya disetiap hari " jawab Histi sambil berjalan gontai.
" Yang semangat dong sayang jalannya,jangan diseret gitu " Kata Bara gemas.
" ck iya iya,ini udah semangat " Kata Histi berjalan cepat.
" Ppfftttt " Bara terkekeh melihat anak gadis nya berjalan layaknya militer sedang diserang musuh.
__ADS_1
" Huhh masih gak percaya aku sedingin Serkan mau sama bocah ingusan kk gini " Gumam Bara tak habis pikir.
Lelaki itu pun masuk kekamar anak kembarnya memantau mereka tidur.
Ditempat lain,seorang pria termenung di teras rumah menatap langit malam.
Suasana sangat sepi,lelaki dengan kemeja gulung ke siku itu terlihat berantakan.
Alexi baru pulang bekerja,hari ini lelaki itu lupa bahwa Salsa sudah pulang,pria itu merasa sedih karna rumahnya sepi,tak ada teriakan,tak ada kehangatan atau canda tawa dirumah itu.
Semuanya terasa kosong,bahkan meja makannya pun ikut kosong karna semuanya masih berada dikulkas dan belum dipanaskan sama sekali.
" Kenapa aku merindukan gadis itu ya,dulu gak pernah gini perasaan " Gumam Alexi heran.
Lelaki itu menyalut sebarang rokoknya untuk menenangkan pikiran.
Suasana malam terasa dingin,bayang2 Salsa menunggunya pulang bekerja terasa menyakitkan.
" Uhhhhhh " Sudah berapa kali helaan nafas terdengar.
Lelaki itu terlihat sangat uring2an.
" Aku kenapa sih,masa iya cuma dia tinggal berapa hari disini aku udah kelpek2,,gak banget deh " Gumam Alexi merinding.
" Tapi kenapa hati ku ngerasa ada yang hilang ya,aku juga gak ***** makan " Gumam Alexi lagi.
Perut lelaki itu terasa lapar tapi karna tak ada Salsa dirumah yang menyiapkan segala keperluannya membuat lelaki itu sangat malas.
" Haissstttt !!! lupain dia Lex,ngapain kamu inget2 mantan istri,kan aku sendiri yang cerein dia,ngak ngotak lagi cerenya !" Kata Alexi mencoba sadar.
Drt drt drt...
Saat asik2nya menggerutu,tiba2 Hape Alexi berdering secepat kilat pria itu merogoh saku celananya.
" No siapa ini ?" Gumam Alexi melihat nomor asing menelfonnya.
" apa jangan2 Salsa ?" Gumam Alexi tersenyum lebar.
" Gak2,masa iya nomor Salsa,dia kan baru ganti nomor " Gumam Alexi lagi.
" Tapi siapa yang nelfon tgah malam gini,apa dia lagi nyamar buat cari tau info aku udah makan apa belum,udah pulang atau belum ?" Lanjut lelaki itu terlihat bersemu.
" Ahhh Salsa,kau tercyduk kemarin aja pas aku cium2 dia mau,ahhh pasti dia kangen sama aku hahaha " Kata Alexi sudah pede akut.
" Terima ah,pura2 gak tau aja biar dia seneng " Kata Alexi terkikik geli.
Lelaki itu mendehem kuat agar suaranya terdengar tegas layaknya pria garang.
" Halo " sapa Alexi.
Heninggg....
Alexi mengernyit tak ada balasan..
" Halo siapa ini ?" tanya Alexi lagi.
" Lex " Panggil seseorang..
Alexi mengernyit merasa tak sama dengan suara yang ia harapkann.
" Lexi,aku kangen hiks hiks " Ucap gadis itu diseberang.
Deg...
Alexi terdiam.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1