Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
161


__ADS_3

Disebuah minimarket Serkan duduk sendirian dengan 1 botol minuman bersoda.


Lelaki itu terlihat sangat dingin dengan tatapan mata yang tajam.


Pria itu tak habis pikir dengan adiknya yang berani mengambil keputusan penting.


Bagi Serkan bercerai bukanlah solusi bagi pasangan yang belum sama2 cinta,mereka bisa melakukan cara lain agar keduanya perlahan saling menerima meski sulit.


" Apa yang sebenarnya terjadi,kenapa Alexi bisa bodoh seperti itu " Gerutu Serkan kesal.


" Apa jangan2 salah satu dari mereka ada orang lain ?" Tebak lelaki itu.


Serkan mulai berpikir,jika dilihat dari sudut pandang adiknya,Alexi bukanlah pria playboy yang suka gonta ganti pasangan,jika dilihat dari Salsa memang gadis itu membuat Serkan kesal dulu karna membuat Alexi hampir dikeluarkan dari sekolah,tapi setelah menjadi adik iparnya,Salsa tak seburuk yang ia bayangkan.


" Aku harus mencari tau meski ini bukan urusan ku,Ibu pasti sedih melihat Salsa dan Alexi bercerai " gumam Serkan yakin.


Memang Alexi masih labil tapi Serkan menyayangkan sikap tergesa gesa adiknya tanpa mencoba lebih jauh.


Saat asik2nya menerka nerka,sebuah motor berhenti didepan minimarket.


Seorang gadis turun dan membuka helm.


" Huh akhirnya sampai " Gumam gadis itu tersenyum lebar.


Dengan riang gadis itu pun menaiki anak tangga menuju minimarket,tapi langkah gadis itu terhenti saat maniknya tak sengaja melihat seorang pria tampan dengan kaos oblong putih celana jins longgar sedang duduk sendirian tanpa pasangan.


" Wah2,rejeki nomplok nih " Gumam Histi terkekeh.


Dengan cepat Histi merapikan baju dan celananya dan mengetes senyum cantik dikaca minimarket.


" Sip,untung tadi pake lipstik " gumam Histi makin cerah.


Gadis itu mendekati si pria dan mendehem kuat.


Serkan yang sedang menunduk bermain ponsel pun mendongak dan terbelalak melihat gadis yang menelfon dirinya seharian kini tepat didepan matanya.


Serkan mengusap matanya cepat takut2 penglihatannya terganggu.


" Hay " Sapa Histi tersenyum dan menarik kursi duduk disamping lelaki itu..


" Kamu ?" Tanya Serkan memperjelas penglihatannya.


" Iya aku ? kenapa ngak terlihat ya ?" Tanya Histi melihat kiri kanan.


" Ngapain kamu disini ?" Tanya Serkan jutek.


" Hehe belanja " Jawab Histi cengengesan.


" Belanja itu didalam bukan didepan saya " kata Serkan gemas.


" Ini lebih menarik eh maksudnya didalam " Kata Histi kecoplosan.


Serkan mendengus dan bangkit dari duduknya.


" Mau kemana ?" tanya Histi ikut berdiri.


" Pulang " Jawab Serkan cuek.


" Ikutttt " Pekik Histi semangat.


Serkan diam menatap gadis itu menyelisik.


" Ikut ya Dok,bosen dirumah terus,aku ngak punya temen loh,ini kan hari libur " Kata Histi memelas.


" Ngak bisa " Jawab Serkan tajam


" Yahh Dokter kok gitu sih,ntar aku ngak mau lagi bantuin Dokter " Kata Histi merajuk.


" Eh siapa yang minta bantuan kamu,tanpa kamu juga saya bisa sendiri " Kata Serkan tajam.


" Yakin ?" Ucap Histi mengangkat sebelah alisnya.


Dengan polos Serkan mengangguk.


Histi tertawa dan menampar gemas lengan pria itu membuat Serkan melototkan matanya.


" Dokter tunggu disini bentar ya " Kata Histi mendudukkan pria itu lagi.

__ADS_1


" Ngak mau,saya mau pulang " Kata Serkan berdiri.


" Bentar doang,5 menit beneran " kata Histi serius.


" Ck,minggir ganggu orang santai aja " kata Serkan menepak pelan tubuh gadis itu.


" Yah yah,Dokter nanti dulu aku mau beli es krim " Pekik Histi mengejar lelaki itu.


" Gak,ganggu aja " Kata Serkan memberi peringatan.


" Saya ngak ganggu,kan saya cuma minta tunggu doang " kata Histi heran.


Serkan menggaruk kepalanya gatal melihat gadis itu sangat keras kepala.


" Nah diem gini ya cakep tunggu bentar " kata Histi dengan berani memegang pinggang Serkan.


Serkan menepak lagi tangan gadis itu.


Histi cengengesan,gadis itu pun berlari dengan kencang masuk minimarket membeli apa yang ia mau.


Melihat Histi melesat,Serkan buru2 turun mendekati mobilnya.


Pria itu dengan tergesa ingin kabur sebelum kewarasannya hilang.


Histi yang kini keluar dengan bungkusan plastik es krim melotot melihat mobil pria itu mundur perlahan.


" Dokter tungguu...." Pekik Histi heboh.


Serkan memutar setir akan keluar dari area sana.


Histi berlari hingga kakinya tersandung batu yang bersusun didepan.


Gubrakkk....


Gadis itu terjatuh,bungkusan ditangannya pun melayang dan menghempas tanah.


" Aduhhh " Ringis gadis itu merasa kesakitan.


Histi melihat es nya dan mengkrucut ingin menangis.


Gadis itu merangkak mengambil bungkusan dan melihat isinya..


Gadis itu melihat mobil Serkan berhenti,pria tampan itu pun keluar dengan wajah khawatirnya.


" Yes " Gumam Histi ceria lagi.


" Aku harus pura2 kesakitan " Ucap gadis itu mulai memasang wajah sedihnya.


Serkan mendekat dan langsung berjongkok didepan gadis itu.


" Kamu ngak papa ?" tanya Serkan khawatir.


" Aduhhh kaki ku sakit Dokter " Jawab Histi meringis.


" Yang mana,ayo berdiri " kata Serkan terkejut dan membantu gadis itu bangun.


Histi pura2 terjatuh saat diangkat membuat Serkan kelabakan.


" Kaki saya lemas Dok " Ucap gadis itu penuh muslihat.


" Makanya ngak usah lari2 " kata Serkan kesal.


" Aduhhh sakittt " Rengek Histi ingin menangis.


Serkan menghela nafas sabar,pria itu menaruh lengan Histi dipundaknya mencoba membantu gadis itu berdiri tegak.


" Gak kesampaian Dokter,saya pendek !" kata Histi gemas.


" Oh iya maaf2 " Kata Serkan terkekeh.


" Gue cium juga nih Dokter ganteng " Batin Histi berbinar melihat pipi putih sang Dokter.


" Bisa jalan sendiri ?" tanya Serkan.


Histi yang melamun langsung tersadar dan menggeleng lemah dengan bibir hampir jatuh ketanah.


" Haistt,terus gimana jalannya ini " Kata Serkan bingung.

__ADS_1


" Gendong " Ucap Histi malu2.


" Hah " pekik Serkan melepas gadis itu cepat.


Brugh....


Gadis itu terduduk ditanah karna kakinya tak siap menopang tubuh bohaynya.


" Aduhh bokong ku " Ringis Histi meraba pan*a*.


" Maaf maaf saya tidak sengaja " Kata Serkan membantu gadis itu berdiri lagi.


" Dokter kalo mau bunuh saya jangan gini caranya dong " kata Histi kesal.


" Ngak Put,beneran saya ngak sengaja " Kata Serkan serius.


" Ya udah sekarang tolongin dong " kata Histi merajuk.


" Kita kerumah sakit ya " Ajak Serkan


" Ngak mau,mau kerumah Dokter aja " request gadis itu.


" Ngapain ? dirumah saya ngak ada orang " Kata Serkan terkejut.


" Kan kita orangnya " jawab Histi santai.


Glek..


Serkan menelan ludah kasar merasa bimbang dengan permintaan gadis itu.


" Hadooooh sakitttt " Pekik Histi jengah melihat lelaki itu diam.


" Dibawa aja Mas,itu lutut mbanya berdarah " Ucap salah satu pengunjung.


Histi menunduk dan terkaget kakinya memang mengeluarkan darah meski tak banyak.


" Huaaaaaaaaa sakittt huhu " kata Histi pura2 menangis


" Ya udah ayo " kata Serkan pasrah


" Yes " Gumam gadis itu semangat.


" Lalu motor kamu gimana ?" tanya Serkan melihat motor gadis itu terparkir.


" Gampang bisa diurus " Kata Histi santai.


Serkan mengernyit,Histi merangkul lengan lelaki itu seraya menyeret kakinya seolah benar sakit agar lelaki itu iba.


Serkan berjongkok karna tak tega melihat gadis itu meringis.


" Cepetan naik " kata Serkan cuek.


" Hah beneran ?" tanya Histi terkejut.


Serkan tak menjawab,gadis penuh akal itu tertawa jahat dalam hati karna usahanya berhasil.


Gadis itu melihat kiri kanan dan langsung menempelkan tubuhnya dipunggung sang Dokter.


" Astagaaa kamu berat banget " Kata Serkan terkejut mengangkat tubuh gadis itu.


" Hehe masa pertumbuhan Dok " jawab Histi terkekeh malu.


Serkan mengangkat tinggi bokong Histi dan mulai berjalan kearah mobilnya.


Histi memeluk leher lelaki itu dengan erat takut tiba2 Serkan menghempasnya seperti tadi.


Setelah masuk kedalam mobil,gadis itu langsung mengeluarkan hapenya dan mengirim pesan ke sang Papa yang pasti sedang asik dengan ibu dan adiknya.


" Pa tolong jemput motor aku di minimarket jalan X,motornya mogok aku dijemput temen, Send.." ucap gadis itu mengirim pesan kepada ayahanda.


Histi menaruh hapenya dengan cepat dan mulai semseman melirik Serkan yang terlihat serius menyetir.


" Gilaaa mimpi apa aku semalam bisa jalan berduaan gini sama si Dokter killer "


" Ya ampun itu tangan kalo nyengkram sakit ngak ya ?" Batin gadis itu melihat urat2 tangan Serkan saat memutar setir.


Tanpa gadis itu sadari,liurnya mulai penuh didalam mulut sudah siap untuk terjun bebas.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2