
Saat pintu terbuka,nampaklah seorang wanita dewasa menunggu didepan rumah dengan menenteng tas sayur.
" Cari siapa ?" tanya Doni mengernyit.
" Hah em " Kata Wanita itu salah tingkah.
" Mama gak ada Bi,lagi kerja " Ucap Doni polos.
" Apa kau punya seorang Kakak ?" tanya wanita itu memberanikan diri.
" Kakak ?" ulang Doni.
" Iya,kau punya ?" tanya wanita itu lagi
" Ya aku punya " Jawab Doni.
" Apa benar namanya Winda ?"
" Dari mana Bibi tau ?" tanya Doni mengernyit.
" Siapa Donnn ?" pekik Winda dari dalam kamar.
Doni berlari masuk,karna penasaran wanita asing itu pun masuk kedalam.
" Siapa yang bertamu ?" tanya Winda sambil berusaha bangun mengambil mangkuk nasinya.
" Assalamualaikum " Ucap seseorang dari arah pintu.
Winda dan Doni menoleh kaget.
" Bibi,waalaikumsalam" Gumam Winda terbelalak.
" Ternyata benar " Ucap wanita itu tersenyum.
Wanita asing itu mendekat,Doni langsung berlari kearah Kakak nya merasa takut.
" Kamu tinggal disini ?" tanya Wanita itu ramah.
" Iya Bi " jawab Winda sopan.
" Dia siapa Kak ?" tanya Doni.
" Dia ibunya temen Kakak " Jawab Winda.
" cowok yang beli ayam itu ?" tanya Doni.
Winda mengangguk pelan.
" Siapa ?" tanya wanita itu bingung.
" Samuel Bi " jawab Winda tak enak.
" Ohhh,yaya Bibi ibunya Samuel " Kata Lutfia terkekeh.
Yap,wanita asing itu adalah Lutfia ibunya Samuel,perempuan itu bertemu Doni saat bocah itu berjalan pulang sekolah seorang diri.
Karna merasa takut Doni diculik berjalan ditempat ramai tadi jadilah Lutfia mengikuti bocah itu dan juga Lutfia merasa bocah itu sangat mirip dengan gadis yang pernah dibawa Samuel,jadilah Lutfia mengikuti sampai kerumah sambil membuktikan tebakan.
" Kamu kenapa ?" tanya Lutfia berjongkok.
Winda mencoba bangun dan langsung dibantu Lutfia.
" Hati2 " Ucap wanita itu lembut.
Winda mengangguk lemah dan berhasil duduk dengan senderan bantal dipunggungnya.
" Mana yang sakit ?" tanya Lutfia lembut.
" Gak kok Bi " jawab Winda tersenyum.
" Jangan berbohong " kata Lutfia mengusap kepala Winda.
Winda menatap Lutfia dengan mata berkaca kaca,gadis itu ingin menangis tapi ia tak ingin menunjukan kelemahannya kepada orang lain.
__ADS_1
Doni hanya diam memperhatikan.
" Kalian udah makan ?" tanya Lutfia mengalihkan.
" Baru mau makan " jawab Winda.
" ini sudah siang banget,sini Bibi suapin " kata Lutfia peka.
" Gak usah Bi,aku bisa sendiri " Tolak Winda sopan.
" Kamu udah makan ?" tanya Lutfia melihat Doni.
Bocah kecil itu menggeleng lemah.
" Dimana dapur ?" Tanya Lutfia tenang.
" dibelakang " Jawab Winda.
" Boleh pinjam dapurnya sebentar ?"
" Buat apa ?" tanya Winda bingung.
" Bentar doang " Kata Lutfia terkekeh.
Winda diam,hingga angukan kecil ia berikan.
Lutfia langsung bangun dan meminta Doni mengikuti dirinya.
Winda terlihat sangat bingung,gadis itu pun berinisiatif untuk memantau.
Tiba didapur,Lutfia melihat sekitar,dapur cukup bersih meski perabotan rumah itu tak seperti dirumahnya.
" Kamu mau makan apa ?" tanya Lutfia kepada Doni.
" hah " kata Doni kaget
" bilang aja,tadi Bibi habis dari pasar beli bahan makanan " Ujar Lutfia tersenyum.
" kamu suka ayam ?"
" iya,dulu Mama masak ayam buat aku tapi sekarang gak lagi " Jawab Doni.
Lutfia mengintip panci dan mendapati sayur bening disana dan ikan goreng di piring dalam rak.
" Ya udah,kamu tunggu bentar ya Bibi bikinin Ayam tepung enak buat kamu " Kata Lutfia semangat.
" Beneran Bi ?" tanya Doni tak percaya.
" Iya tapi kamu harus bantuin juga ya " Jawab Lutfia.
" Oke Bi,aku mau " Balas Doni tersenyum cerah.
" Bi " Panggil Winda pelan.
" boleh ya,kasihan adik kamu " Kata Lutfia memelas.
Winda menggigit bibir bawahnya dengan kuat menahan air mata yang akan keluar.
" Samuel juga suka makan ayam,nanti Bibi ajak kamu ketempt kerjanya " ucap Lutfia tersenyum.
Winda mengangguk pelan.
Gadis itu pun disuruh kekamar lagi karna Winda belum menyelesaikan acara makannya.
Lutfia dan Doni mulai bergerak,wanita itu menyuruh Doni menyusun belanjaannya di kulkas mini rumah tersebut.
Lutfia tak jadi membawa bahan makanan itu kerumahnya,ia mensedekahkan semua belanjaan kepada Winda karna tak tega dengan keadaan mereka.
Hampir setengah jam berlalu beberapa ayam goreng tepung pun tersaji depan meja.
Doni yang benar2 sudah kelaparan langsung berbinar melihat ayam2 itu bertingkat tinggi.
Lutfia mengambil tempat makan Winda dirak dan memasukkan 3 biji ayam kedalamnya.
__ADS_1
" Ini buat Samuel ya " kata Lutfia terkekeh.
" Iya Bi,ini banyak banget bisa meledak aku makannya " Kata Doni tersenyum.
" Sini Bini ambilin nasinya " kata Lutfia mengambil nasi untuk bocah itu.
Doni mengangguk dan duduk tenang ditemani es teh manis dan ayam kesukaannya.
Keduanya pun makan,Lutfia ikut makan ajakan Doni yang ingin ditemani.
Setelah selesai,Lutfia mendekati kamar dan melihat Winda sudah lumayan baik.
" Ayo siap2,kita jalan2 " kata Lutfia tersenyum.
" Kita mau kemana Bi ?" tanya Winda.
" Ketempat kerja Samuel,baru ke taman atau kemana lah " Jawab Lutfia.
" Tapi Mama bentar lagi pulang " kata Winda ragu.
" Telfonin aja Mama kamu,Bibi tanggung jawab " kata Lurfia tenang.
" Iya Kak,Mama gak marah kok aku juga pengen ke taman " celetuk Doni memelas.
Winda menghela nafas mengangguk,dirinya pun merasa suntuk hanya dirumah saja apalagi pikiran nya sedang campur aduk.
Winda mulai menelfon,berkali2 ditelfon tapi belum diangkat.
Lutfia sibuk dengan hape mahalnya menghubungi seseorang.
" Gak diangkat Dek,kayaknya Mama lagi kerja " Kata Winda menghela nafas.
" Yahh gak jadi dong Kak " Balas Doni sudah siap dengan baju bagusnya.
" Gimana kalo kita samperin aja,kalian tau gak dimana Mama kalian kerja ?" Tanya Lutfia.
" Aku tau " Jawab Doni semangat.
" Kamu yakin ?" tanya Winda ragu.
" Iya,aku nemenin Mama waktu kesana " Jawab Doni.
" ya udah,ayo berangkat mobilnya udah didepan " kata Lutfia berdiri.
Winda mengangguk,Doni langsung berlari kedepan dengan wajah ceria.
Mereka pun melesat pergi.
Winda dan Sindi sudah mengganti nomor hapenya,tak ada satupun yang tau termasuk Alexi.
Sindi tau mungkin dirinya terkesan egois,tapi ia melakukan itu semua untuk menenangkan diri dan tak ingin menyusahkan orang lain lagi.
Terlalu banyak luka yang mereka terima selama ini membuat Sindi harus tegas kepada dirinya dan anak2.
Tanpa Alexi sadari saat Winda menelfon dirinya kemarin gadis itu mengucapkan banyak terima kasih dan salam perpisahan dengan cara yang tak tertebak.
Disebuah restoran,seorang wanita terlihat sangat sibuk membuatkan menu makanan yang ia terima setiap menit.
Beruntung Sindi diterima salah satu restoran seafood menjadi koki disana,Sindi sangat bersyukur akhirnya mempunyai pekerjaan dan bisa membiayai anaknya nanti.
Saat asik2nya berkutat,tiba2 seorang pelayan menegur.
" Anak ku ?" gumam Sindi kaget.
Wanita itu mengintip keluar dan terkejut melihat Winda dan Doni berdiri disamping kasir.
Sindi pun langsung keluar dan kembali terkejut melihat kedua anaknya tak datang sendirian.
" Mama " Gumam Winda melihat penampilan Sindi.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1