Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
341


__ADS_3

Hari ini Serkan membawa istrinya ke salah satu Dokter kandungan.


Pria itu masih tak percaya bahwa Histi sedang hamil apalagi melihat tingkah perempuan itu yang tak ada perubahan seperti ibu hamil lainnya.


" Yank aku cantik gak ?" tanya Histi berkaca depan cermin.


Serkan yang sedang menulis dimeja kerjanya menoleh dan mengangguk kecil.


" Cantik " Jawab Serkan.


" Cantik apa gak ? aku gak pake bedak loh ini " kata Histi tak percaya


" Emang bedak kamu mana ? habis ?" tanya Serkan.


" Ada dikit tapi aku belum mandi,males ah pake bedak,aku mau nitip nanti pas kalian ke kota " Kata Histi cengengesan.


" Ya udah minggu depan beberapa dokter ke kota buat ambil peralatan sama obat,kamu tulis aja apa yang mau dibeli " kata Serkan tenang


" Kamu ikut ke kota ?" tanya Histi.


" Tadinya mau ikut ta..


" Kenapa ?" Potong Histi cepat.


" Emang kamu mau ?" tanya Serkan.


" Mau2 udah lama juga kita gak pulang " Jawab Histi semangat


" Tapi disana gak lama paling 2 hari ".


" Gak papa,setengah hari aja aku hayok " Kata Histi cengengesan.


Serkan tersenyum mengangguk.


" Nanti aku kasih tau temen yang lain,ayo berangkat nanti rame " Kata Serkan sudah siap.


Histi mengangguk semangat.


Perempuan dengan dres sebetis dan bibir merah itu keluar dari kamar.


Meskipun istrinya belum mandi tapi Serkan tetap mau dekat dengan perempuan itu dan menerima Histi apa adanya.


Serkan sebenarnya kurang setuju dengan warna bibir istrinya yang terlihat menggoda,tapi Histi susah diberitau,perempuan itu akan menurut hari ini dan melanggarnya besok.


Jadi Serkan sudah lelah memberitahu dan membiarkan saja apa mau perempuan sengklek itu.


Mereka keluar dari rumah dengan bergandengan mesra.


" Gak usah ngendus2 ya ntar lengket lagi bibir kamu di baju aku " Kata Serkan menjauhkan kepala Histi.


" Kamu wangi tau,aku suka " Kata Histi mendongak.


" Aku gak pake parfum " kata Serkan mengernyit.


" Masa sih,tapi wangi loh Yank,bikin aku betah,apalagi kalo emm " Kata Histi malu2.


" Hush gak usah ngomong aneh2 kita lagi diluar " Kata Serkan melototkan matanya.


" Hehe iyaa " Jawab Histi bergelayutan manja.


" Pagi Dokter,Bu Dokter " Sapa seorang wanita mendorong sepeda bututnya.


" Heleh,ada suami aku aja manggilnya Bu Dokter biasa juga Neng " Cibir Histi.


Serkan mencubit lengan Histi yang bicara asal kepada wanita parubaya itu.


" Haha ini kan beda profesi Bu Dokter,saya harus sopan " Jawab wanita bernama Suti tersebut.


" Yayaya,kapan panen lagi ?" tanya Histi.


" Minggu depan,ikut ya Neng " Jawab Suti semangat.


" Saya lagi hamil,gak boleh nyabutin singkong dimarahin Dokter " kata Histi tersenyum..

__ADS_1


" Hah Neng hamil ?" tanya Suti kaget.


" Belum tau Bu,mau dicek " Sahut Serkan.


" Ya elah Neng,dikirain udah pasti " Kata Suti kesal.


Histi cengengesan,Serkan pun melangkah lagi setelah berpamitan.


" Gak usah ngomong aneh deh Yank,kan belum pasti kamu bikin aku ngarep tau gak " Kata Serkan memarahi Histi.


" Aku juga ngarep Yank makanya beritahu Bu Suti " kata Histi melawan.


" Ck ya udah " kata Serkan mengalah.


Selama menuju lokasi,pasangan itu berapa kali berhenti dijalan sekedar mengobrol dengan warga yang lewat.


Serkan baru tau ternyata istri sengkleknya sangat hitz dikalangan para ibu2..


Beberapa menit kemudian mereka tiba dipuskesmas.


Serkan langsung menganjak Histi masuk keruangan dokter.


" Eh Serkan " Sapa seorang pria mendongak melihat pintu terbuka.


" Maaf mengganggu Dok,bisakan kamu periksa istri saya ?" Tanya Serkan tenang.


" Istri kamu kenapa ?" tanya Pria itu.


" Hamil Dok " Jawab Histi semangat.


" Hah kamu hamil ?" tanya pria bernama Nino.


" Iya " Jawab Histi yakin.


" Tolong periksa " Ucap Serkan.


" Oke,ayo sini Histi duduk " Ajak Nino berdiri.


Histi mengangguk dan menarik tangan Serkan mendekat.


" Berbaring di brangkar " Ucap Nino.


" Ehh ngapain ?" tanya Serkan kaget.


Nino dan Histi sontak melihat kearah lelaki itu.


" Oh hm ya " kata Serkan baru ngeh.


" Tenang aja aku gak bakal ngapai2n istri kamu kok " Kata Nino terkekeh.


" Emang gitu dok,cemburuan takut bener istri cantiknya di ambil orang " Cibir Histi.


" Bukan gitu " kata Serkan salah tingkah..


Nino tertawa pelan dan meminta Histi naik ranjang.


Perempuan itu menurut dan berbaring dengan santai.


" Kamu berasa mual atau pusing ?" tanya Nino.


" Sering Dok,gak bisa jajan soalnya " Jawab Histi polos.


" Eh maksudnya bukan itu " kata Nino kaget.


Serkan menepuk jidatnya,begini lah jika membawa Histi ke tempat kerja pasti ada saja drama perempuan itu..


" Becanda Dok biar gak tegang " Kata Histi cengengesan.


" Hehe iya kamu suka bercanda ya " kata Nino tersenyum.


" Iya tapi jangan sampe suka ya Dok soalnya ada si itu nanti yang marah2 " Kata Histi kembali menyindir.


Serkan hanya diam memasang wajah super datar.

__ADS_1


Nino mengulum senyum,lelaki itu ingin sekali tertawa apalagi melihat expresi Serkan yang menurutnya sangat ajaib.


Nino mulai bergerak memeriksa perut Histi dan gejala2 yang dialami perempuan itu.


Hampir 15 menit periksa disertai wawancara dan lawakan akhirnya perempuan itu disuruh turun..


" Gimana ?" tanya Serkan tak sabaran.


Nino melepas benda dilehernya dan menatap Serkan serius.


" Histi memang hamil " Jawab Nino tersenyum.


" Hah " pekik Serkan kaget.


" Kok Hah sih Yank,harusnya alhamdulillah " Kata Histi heran.


" Ah ya alhamdulillah " Kata Serkan malu.


" Nah gitu " Kata Histi tersenyum.


" Jadi dia beneran hamil ?" Tanya Serkan lagi.


" Hm,menurut pemeriksaan aku gitu,kemungkinan belum genap 1 bulan menghitung waktu datang bulan Histi " Jawab Nino.


Serkan diam melihat Histi yang bersedekap dada melihatnya.


Serkan tersenyum cerah mengambil tangan Histi lalu menggenggam dengan erat.


" Tapi Kan,peralatan disini kurang jika istri mu nanti melahirkan " Ucap Nino serius.


" Tenang aja Dok,di kampung ini ada dukun branak " Celetuk Histi santai.


" Hah " Kata Nino kaget.


" Ntar dokter sama mbah dukun join aja biar klop " Kata Histi menawarkan.


Serkan dan Nino menganga melihat perempuan itu bicara semaunya..


" Aku lihat ibu2 disini sehat2 aja tuh,kuat kerja,anaknya juga banyak sampe 10 hitung panci " kata Histi mengingat.


" Masa sih ?" tanya Nino tak percaya


" Iya,kemarin aja pas aku dibawa sama istrinya Dokter Satria,mbah dukun gak periksa2,cuma diliatin doang udah bisa nebak aku hamil " Curhat Histi.


Nino semakin kaget,ia merasa gelarnya sebagai dokter kandungan seketika turun tahta dikalahkan dengan dukun beranak..


" Jadi ntar kamu lahiran gimana ?" tanya Serkan menelan ludah kasar.


" Ya mana ada nya,tergantung anak kamu mau lahir dibantu sama siapa " Jawab Histi santai.


" Ehhh emang janin bisa milih ?" tanya Serkan melihat Nino.


Pria itu menggeleng tidak tau.


" Aku juga baru tau sekarang kalo janin bisa milih mau lahir dibantu siapa " Kata Nino masih ngelag.


" Gak usah cemas sayang,yang penting sekarang aku hamil dan so pasti anak kamu " Kata Histi menepuk bahu Serkan pelan.


" Iya sayang " Jawab Serkan tersenyum.


" Dah ah pulang yuk,aku mau berenang disungai " Ajak Histi semangat.


" Ehhhh " pekik Serkan dan Nino terbelakak.


Histi tertawa ngakak dan berjalan cepat keluar berhasil mengerjai suaminya.


" Jangan dikasih Kan,bisa kelelep anak kamu ntar " Kata Nino panik.


Serkan mengacak rambutnya dan berlari keluar.


" Gilak tuh bini nya Serkan kuat banting banget " Gumam Nino takjub..


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2