Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
173


__ADS_3

3 hari Histi tak masuk magang selama itu juga Serkan uring uringan sendiri karna tak ada teman berkelahi diruangannya.


Lelaki itu diam2 merindukan sosok Histi yang selalu membuat dirinya naik darah dan juga layaknya manusia yang lain.


Tapi selama gadis itu tidak hadir,Serkan kembali menjadi sosok yang dingin bahkan lelaki itu hanya sesekali bicara kepada sesama anggota rumah sakit.


Lelaki itu setiap hari mulai mengirim pesan kepada Histi menanyakan kondisi gadis itu,padahal sebelumnya Serkan tak pernah sekalipun membalas pesan gadis tersebut kecuali Histi sudah menelfon.


Dirumah nan megah seorang gadis sedang bersantai ria didepan kolam berenang menemani 5 saudaranya yang sedang asik lomba dikolam.


Histi menghela nafas panjang saat membaca satu persatu pesan yang dikirimkan Serkan kepadanya.


Bahkan pesan alay pun tak terelakkan membuat gadis itu geli sendiri.


" Nih orang gak pernah pacaran apa gimana ya ? kok pesannya aneh semua,dia minta aku cepet sembuh emang aku mau sakit apa !" Gerutu gadis itu gemas.


" Kakak ayo mandi " Pekik seorang gadis menyiram Histi.


" Aduhh aku gak mandi,lagi diet " Jawab Histi.


" Lah emang mandi bisa nurunin lemak ?" Tanya pria dibawah gadis itu bingung.


Histi terkekeh dan sedikit menjauh dari kolam takut2 salah satu dari mereka berbuat jahil.


" Kak Histi,Bang Juna gak pulang ya ?" Tanya Gadis bersot hitam berenang mendekati gadis itu.


" Ngak,masih dipesantren " Jawab Histi tenang.


" Kenapa ngak disuruh pulang aja sekolah disini ?" Tanya gadis itu menyeka wajahnya.


" Kenapa ? mau nembak Juna lagi ?" Tanya Histi malas.


" Hahah ngak lah,mana boleh aku nikah sama Bang Juna,kalo bisa slebew dari dulu " Ucap gadis itu terkekeh.


" Heh dasar gila " Hujat Histi mendengus.


Gadis itu tertawa dan kembali berenang ketengah.


Seorang gadis mendekati Histi sambil membawa minuman dingin.


" Nih kata Mama minum jus buah mempercepat persembuhan " ucap gadis itu sopan.


" Ahhh iya makasih ya Azura " Kata Histi tersenyum manis.


" Sama2,kenapa Kakak ngak pernah lagi main kesini ?" Tanya gadis itu duduk bersama Histi.


" Lagi banyak kerjaan,Kakak sibuk magang belum lagi kalo pulang kerumah harus ngurusin si kembar " Jawab Histi lesu.


" Hehe gak enak ya Kak jadi orang dewasa ?" Tanya Azura cengengesan.


" Hmm enak sih,tapi cepet bikin capek " Jawab Histi terkekeh.


" Capek kenapa ?" Tanya Azura kepo.


" Cape aja,semua harus kita yang urus apalagi Kakak anak pertama,Juna mah enak lulus SD langsung pesantren sampe sekarang mana diluar kota lagi " Kata Histi lesu.


" Ya Bang Juna kan mau jadi ustadz Kak harus banyak belajar " Kata Azura tenang


" Iya,kenapa kamu gak mau sekolah pesantren ?" Tanya Histi.


" Sebenernya mau,cuma Papa ngak ngasih katanya takut kangen hehe " Jawab Azura tersenyum malu.


" Hehe ya,kamu kan anak perempuan satu2nya Om Aktam,makanya Papa kamu takut " Ujar Histi terkekeh.

__ADS_1


Keduanya kembali mengobrol dengan hangat,hanya Azura yang bisa di anjak mengobrol dengan benar karna gadis itu sangat lembut dan tenang,kembaran gadis itu juga cukup tenang tapi diam2 Arshad juga sering jahil karna terpengaruh Papanya.


Saat asik2 bersantai seorang wanita tiba2 datang dengan sapu ditangan.


" Ada liat Angel gak ?" Tanya wanita itu emosi.


" Kenapa Onty ?" Tanya Histi kaget.


" Huh kemana tuh anak,pr nya gak diisi,mana nilainya jelek lagi astaga mau taruh dimana wajah onty yang cantik jelita ini " Ucap wanita itu menepuk jidatnya.


Histi tersenyum dan menunjuk seorang gadis yang sedang menyelam diair.


Wanita itu melihat telunjuk Histi dan melotot.


Ana berjalan mendekat di pinggir kolam,tak lama gadis itu pun muncul ke permukaan.


Pletok...


Ujung sapu pun mendarat dikepala sang anak.


" Mama " Pekik gadis itu terbelalak.


" Hohh,mau lari kemana kamu !" Kata Ana berkacak pinggang.


" Ampun Ma,aku ngak lari aku cuma berenang " Jawab gadis itu memesang wajah polos.


" Oh iya kan dalam air " gumam wanita itu pelan.


Angel kembali menyelam membuat si Ibu kembali murka.


Arshad menyelam dan menyeret kaki gadis itu.


" Tolonghh tolonggg " Pekik Angel kelabakan.


" Siap laksanakan !" Jawab Arshad patuh.


Angel berenang menjauh,aksi tangkap menangkap pun terjadi membuat rumah itu ramai seketika.


Histi tertawa ngakak melihat sepupunya menghindari hukuman sang ibu.


Tak lama seorang perempuan tua mendekati mereka karna mendengar teriakan cucunya memenuhi rumah.


" Ada apa ini ?" Tanya wanita itu heran.


" Ini Bun,si Angel gak ngerjain pr,nilainya yang lain juga jelek,ntar kalo ketahuan bapaknya aku yang disalahin !" Gerutu Ana didepan Nisa.


Wanita tua itu menghela nafas melihat sang cucu yang kini terengah2.


" Angel " Tegur wanita itu dalam.


" Iya Nek maaf,aku kecapean makanya gak ngerjain tugas " Jawab gadis itu sedih.


" Kecapean apaan kerjaan cuma tidur dan makan ?" Tanya Ana terbelalak.


" Ya cape Ma,rebahan juga kerjaan loh,aku tuh butuh hiburan " Jawab Angel kesal.


Ana melongo begitu pun sang Nenek.


Histi dan Azura tertawa ngakak mendengar keluhan gadis itu.


" Nanti liburannya kalo Kak Histi udah sembuh " Jawab Nisa berusaha tenang.


Histi cengengesan menggaruk kepalanya gatal.

__ADS_1


" Iya " Jawab Angel pasrah.


Nisa pun berlalu pergi seraya memegang kepalanya yang mulai pusing dengan riquest cucunya.


" Sini kamu,ikut Mama !" Kata Ana menarik telinga gadis itu.


" Huaaaaaa Papaaaaaaa tolooooonnnngggg " Pekik Angel memanggil Papanya yang sedang meeting dikantor.


Histi yang tadinya sangat lesu kini kembali bersemangat setelah melihat drama yang hampir tiap hari terjadi.


Gadis itu pun berjalan kearah kamarnya untuk beristirahat.


Besok rencananya Histi akan masuk magang lagi karna takut nilainya anjlok.


Sore harinya,seorang pria datang kekontrakan Histi dengan membawa beberapa makanan.


Lelaki itu menunggu lama didepan,tapi belum juga pintu terbuka.


" Dia kemana ? bukannya lagi sakit ?" Gumam Serkan heran.


Lelaki itu kembali mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan dari dalam,Serkan mencoba menelfon tak diangkat.


" Apa dia pulang kerumah orang tuanya ya ? tapi bukannya orang tuanya ada diluar kota ?" Gumam Serkan bingung.


Serkan selama ini tidak tau bahwa Histi merupakan cucu bos ayahnya sendiri karna gadis itu lowprofil.


Orang2 dimagang nya pun tak ada yang tau bahwa gadis itu cucu konglemerat terkaya dikota.


" Ya udah lah kalo dia ngak ada mending aku pulang aja " Gumam Serkan lesu.


Lelaki itu pun membawa makanan yang ia beli dan menerima sedikit kekecewaan.


Saat sampai dirumah,lelaki itu dikejutkan dengan seorang wanita yang sedang duduk didepan televisi sambil mengemil.


" Mama kapan datang ?" Tanya Serkan mendekat.


" Tadi " Jawab Camelia tersenyum.


" Itu apa ?" Tanya wanita itu menatap bungkusan.


" Oh ini makanan " Jawab Serkan menaruh makanan dimeja.


Camelia melihatnya dengan cepat dan mengernyit melihat sebucket bunga mawar disana.


" Loh ini buat siapa ?" Tanya Camelia bingung.


Serkan yang sedang membuka kemeja nya terbelalak kaget teringat akan bunga yang tadi ia beli.


" Kamu...


" Anu Ma untuk ruangan " Potong Serkan merebut bunga itu dengan cepat.


" Hah ruangan ? sejak kapan kamu pake hiasan bunga ?" Tanya Camelia heran.


Glek...


Serkan menelan ludah kasar dan langsung berjalan cepat menuju kamarnya.


" Ada apa dengan anak itu ? apa dia sedang dekat dengan seorang gadis ?" Gumam Camelia menyelisik.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2