Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
376


__ADS_3

Selama duduk menikmati air jahe,manik Samuel berapa kali tercyduk sedang memperhatikan gadis didepanny.


" Waduh udah jam sgini " Kata Winda melotot melihat hapenya.


" Kenapa ?" Tanya Samuel mengernyit.


" Aku harus pulang,tadi cuma dikasih 2 jam sama Papa " Jawab Winda.


" Oh ya udah ayo pulang " Kata Samuel paham.


Keduanya berdiri mendekati si pemilik warung.


" Berapaan Pak ?"


" 20 ribu Den " Jawab si bapak tersenyum.


Samuel mengangguk dan merogoh saku celananya.


" ini Pak " Ucap Winda memberi uang pas.


" eh gak usah " Kata Samuel menahan tangan gadis itu.


" Gak papa " Balas Winda melepas tangan Samuel.


" Tapi...


" Ayo pulang " Ajak Winda tersenyum.


Samuel mengangguk lemah dan berjalan kearah motornya.


Winda duduk dimotor pria itu dan memegang pinggang Samuel.


Pria tersebut tersenyum dan menjalankan motornya.


Selama diperjalanan Winda merasa tenang,wajah cantiknya diterpa angin yang begitu menyejukkan,gadis itu diam menikmati waktunya yang mungkin tak lama lagi.


" Wind " Panggil Samuel.


Winda diam tak menjawab


" Winda " panggil Samuel lagi.


" Iya " Jawab Winda lirih.


" Kamu kenapa ? dingin ?" Tanya Samuel lembut.


" Hm sedikit " Jawab Winda tersenyum.


" Pake jaket aku mau ?" tanya Samuel.


" Gak usah " Jawab Winda.


" nanti kamu sakit "


" Aku memang udah sakit " Balas Winda terkekeh.


Samuel terdiam,ia memang tau Winda sakit tapi bukan sakit itu yang dimaksud.


" Maaf ya ngerepotin kamu lagi " Kata Winda teringat kejadian tadi.


" Gak papa,tadi aku sekalian lewat " Jawab Samuel.


" Memangnya kamu mau kemana ?" tanya Winda kepo.


" Hm nemuin seseorang " Jawab Samuel.


" Siapa ? pacar kamu ?" tanya Winda menebak..


" Bukan "


" Lalu ?" Tanya Winda masih penasaran.


" Bukan siapa2 " Jawab Samuel lirih.


Winda diam mengangguk,gadis itu tak mau terlalu mengkepoi hidup Samuel apalagi ia tau bahwa lelaki yang menggoncenginya saat ini sudah punya tambatan hati.


" Win " panggil Samuel.


" Hm " jawab Winda.


" Kamu udah punya pacar ?" Tanya Samuel ragu.


" Gak "

__ADS_1


" Terus cowok yang sama kamu dulu siapa ?" tanya Samuel kepo.


" Yang mana ?" tanya Winda mengernyit.


" Waktu di Mall " Jawab Samuel masih teringat.


" Oh itu sahabat aku Alexi " Jwab Winda tersenyum cerah.


" Sahabat ?" Ulang Samuel mengernyit.


" Hm,tapi sekarang dia keluar negeri sama mantan istrinya " Jawab Winda lesu.


" Hah dia udah nikah ?" tanya Samuel melotot.


" Iya pernah menikah " Jawab Winda meralat.


Samuel mangut2 mulai mengerti.


Tak lama mereka sampai digang rumah Winda,Samuel terlihat bingung.


" Kenapa mau berhenti disini ?" tanya Samuel melihat Winda turun.


" Rumah aku masuk kesana " Jawab Winda menunjuk gang


" Ya udah sekalian aku anter " Kata Samuel heran.


" Gak usah " Balas Winda.


" Kenapa ?"


" Hm aku udah pindah ke kontrakan kecil " Jawab Winda menunduk malu.


" Terus ? apa hubungannya ?" tanya Samuel makin bingung.


" Nanti kamu risih " Jawab Winda tak enak.


" Ck,cepetan naik !" kata Samuel malas.


" Gak usah " Balas Winda.


" Cepetan naik,gak etis banget deh aku nganterin cewek depan gang !" kata Samuel kesal.


Winda diam,dirinya merasa malu jika membawa Samuel kerumah barunya.


Gadis itu terseret dan menghela nafas panjang.


Mau tak mau Winda pun menaiki motor pria itu lagi,mereka masuk lebih dalam meski hanya berapa rumah.


" Oh ini rumah kamu ?" tanya Samuel setelah mereka sampai.


" Iya " Jawab Winda bersemu malu.


" hm mau masuk atau langsung pulang ?" Tanya Winda.


" Masuk boleh ?" tanya Samuel terkekeh.


" Hm ya boleh sih " Jawab Winda ragu.


Pria itu tanpa malu langsung turun dari motor dan mendekati rumah.


Ceklek...


Pintu terbuka,keluarlah seorang wanita dengan daster yang mirip dengan Winda..


" Kamu " ucap Sindi mengernyit.


" Assalamualaikum Bi " Sapa Samuel sopan.


" waalaikumsalam " Jawab Sindi.


" Nganterin Winda Bi " Ucap Samuel tersenyum canggung


" Bukannya tadi sama Nathan ya ? Papa nya bilang gitu ?" tanya Sindi.


" iya Bi tadi Nat..


" Iya Ma,Nathan tadi ada kerjaan " Sahut Winda cepat.


Samuel diam melirik Winda yang terlihat ingin menyembunyikan fakta.


" Kerjaan ? kalo tau gitu kenapa dia mau ajak kamu keluar ?" tanya Sindi dengan wajah tak sukanya.


" Awalnya gak ada Ma,tapi tadi gak sengaja ketemu sama Bos tempat dia kerja " Jawab Winda asal.

__ADS_1


Sindi diam memperhatikan gerak gerik anaknya yang mencurigakan.


Samuel hanya menghela nafas panjang,ia ingin bersuara tapi pria itu teringat akan perkataan Winda tadi yang tak ingin ibunya khwatir.


" Ya udah kenapa diam diluar,ayo masuk " ajak Sindi ramah.


Samuel mengangguk dan masuk kedalam..


Winda menghela nafas lega dengan senyum kecilnya.


" Kamu udah minum obat ?" tanya Sindi.


" Hm belum Ma,pas mau tidur aja " Jawab Winda.


" Ya udah,Mama bikin minum dulu buat Samuel " kata Sindi pamit.


" gak usah Bi,aku udah minum tadi " Kata Samuel tak enak.


" Gak papa,sekalian Bibi tadi bikin gado2 " kata Sindi tersenyum.


Samuel mengangguk lemah melirik Winda yang hanya diam mendengarkan.


Sindi berjalan kedapur,Winda duduk didepan lelaki itu dengan senyum leganya


" Kamu benaran gak papa ?" tanya Samuel lirih.


" Gak papa " Jawab Winda seraya merapikan rambutnya dengan hati2.


Gadis itu terlihat sangat tenang meski kenyataannya kepalanya terasa sakit dan sedikt sesak.


Samuel menghabiskan waktu 1 jam disana,pria itu banyak mengobrol dengan Winda face to face.


Perlahan Samuel mulai mengerti apa yang terjadi dengan keluarga Winda sebenarnya,pria itu sangat terkejut karna Winda seperti tak diterima dikeluarga besar Nathan.


Hingga tak terasa ternyata hape Samuel penuh dengan notif pesan dan telepon dari kekasihnya,pria itu sengaja tak membalas karna ingin menghabiskan waktu bersama gadis itu dan keluarganya.


" Hati2 ya " Ucap Winda mengantar Samuel didepan pintu..


" Iya,jangan tidur larut ya " Balas Samuel tersenyum.


Winda mengangguk malu.


Samuel pun mengendarai motornya menjauh,saat keluar dari gang seorang gadis berpapasan mau masuk ke gang tersebut.


" Bukannya itu Samuel ?" Gumam gadis itu kaget.


Gadis itu terus menyelisik penampilan yang ia rasa kenal.


"Kalo itu beneran Samuel ? dia ngapain kesini ? ini kan malam minggu ? " Guman gadis bernama Lastri tersebut heran.


" Apa Naya udah pindah rumah ? tapi gak mungkin,mana mau Naya pindah komplek sini ?" Gumam gadis itu makin bingung.


Tin..


Suara klakson terdengar,terlihat sebuah mobil menepi dipinggir jalan.


Lastri mengernyit dan mengegas motornya masuk kedalam gang.


Seorang pria keluar dari mobil membawa tas besar dan beberapa bungkusan makanan.


Malvin berjalan cepat mendekati kediaman baru istri dan anaknya.


Pria itu memutuskan ikut tinggal disana agar tak jauh dari mereka,sebenarnya Sindi melarang Malvin tinggal dirumah tapi pria itu punya cara jitu membuat Sindi tak berdaya.


Ceklek...


Pintu rumah terbuka,nampaklah seseorang berbaring disofa panjang meringkuk dengan selimut tipis.


Malvin tersenyum kecil dengan helaan nafas panjang.


Pria itu merasa terharu dengan kebiasaan sang istri yang tak pernah lupa menyambutnya pulang.


Dengan langkah pelan Malvin mendekat dan mengecup kening Sindi lembut.


" Mas " Ucap Sindi membuka pelan matanya.


" Hay sayang " Sapa Malvin lembut.


Sindi tersenyum kecil dan memeluk leher lelaki itu.


" Aku kangen banget sama kamu Yank " Bisik Malvin haru.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2