Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
392


__ADS_3

Seharian ini Salsa menghabiskan waktunya untuk bekerja,gadis itu merasa belum siap bicara dengan siapa pun dirumah bahkan Yuni.


Salsa merasa sakit hati dan kecewa dengan perilaku mereka semua yang seolah menelantarkan dirinya.


" Lampu sudah kamu matiin ?" Tanya seorang gadis menegur Salsa yang masih duduk dikasir dengan bahasa asing.


" Hah sudah Kak " Jawab Salsa tersentak.


" Terus kau tak ingin pulang ?" Tanya gadis itu lagi.


Salsa diam,ia melihat jam dan tercengang sudah waktunya pulang.


" Ada masalah apa ? aku lihat kau hari ini bekerja kurang fokus " Ucap gadis itu menarik kursi.


" Tidak ada masalah apa2,ayo pulang " Jawab Salsa mengalihkan.


" Ya udah " Balas gadis bule tersebut paham.


Keduanya pun berjalan keluar,saat pintu restoran tertutup rapat Salsa menarik nafas panjang.


" Aku harus kemana ? rasanya aku tidak ingin pulang sekarang " Gumam Salsa mulai rusing.


Gadis itu butuh waktu untuk menenangkan diri dari amarahnya,jika ia pulang maka nanti gadis itu takut tidak bisa mengontrol diri.


" Aha aku kan punya Kak Helen " Ucap Salsa teringat.


Dengan cepat gadis itu mengambil hapenya dan terdiam melihat banyak panggilan tak terjawab dari Alexi.


" ck biarkan saja " Kata Salsa cuek.


Gadis itu tetap menelfon Helen,bagaimana pun Salsa hanyalah manusia biasa,ia punya rasa yang sama jika dikecewakan oleh orang terdekatnya.


Ini bukanlah masalah sepele bagi gadis itu,ia berniat ingin membahagiakan keluarga baru tercintanya tapi respon mereka tak seberharap Salsa.


" Halo Kak,ada dirumah gak ?" tanya Salsa semangat.


" ada,kenapa ?" Jawab Helen diseberang.


" Aku kerumah Kakak ya " Ucap Salsa memelas.


" Loh rumah kamu kenapa ?" tanya Helen bingung.


" Gak papa,aku kangen Kakak sama debay " Jawab Salsa berbohong.


" Haha ya udah,temenin Kakak tidur ya soalnya Jacob kerja malam " Balas Helen ramah.


" Oke Kak,aku otw nih mau pesan apa ?" tanya Salsa.


" Hm apa aja lah " Balas Helen malu.


" Hehe ya udah,aku beli yang sehat2 aja ya,takut nanti dimarahi Kak Jacob kasih anaknya makan sembarangan " Kata Salsa menggoda.


" Haha iya kamu bisa aja " Kata Helen tertawa.


Panggilan terputus,Salsa menaruh hapenya dan dengan cepat berjalan menuju tempat orang jualan makanan.


Dirumah,seorang wanita menunggu didepan pintu dengan bertopang dagu.


ia terlihat begitu serius menatap hapenya yang menampakkan wajah seorang pria sedang bekerja.


" Kamu gak makan siang Mas ?" Tanya Yuni heran.

__ADS_1


" Nanti " Jawab Romi tanpa menoleh.


" Kapan ? nunggu sakit ?" tanya Yuni menyindir.


Romi mendongak dan tersenyum kecil.


" Nunggu istri yang lagi kabur keluar negeri " Jawab Romi menyindir balik.


" Cihhh " Decih Yuni mengkual.


" Oh iya Salsa gimana ?" Tanya Romi.


" Masih belum pulang " Jawab Yuni.


" Dia masih kerja ?"


" Kata Alexi iya,tapi sampe sekarang belum balik " Jawab Yuni.


" Anak aku mana ?"


" Ada didalam,Byanca lagi belajar bahasa inggris buat ngomong sama anak tetangga besok " Jawab Yuni terkekeh.


" Beneran ?" tanya Romi antusias.


" Iya,tadi aja dia pusing banget gak ngerti anak bule ngomong apaan,dijawab nya iya2 aja " Kata Yuni mengingat kelakuan putrinya.


" Kasihan anak Ayah " Kata Romi prihatin.


" Biarin lah,sekalian belajar " Balas Yuni tenang.


Romi mengangguk setuju.


" Oh iya Winda gimana Mas ? orang tua Samuel udah tau belum ?" tanya Yuni penasaran.


" Kalo ketahuan Om Reno gimana ? nanti kamu dipecat " Kata Yuni ngeri.


" Itu yang masih aku pusingin Yank,tapi gak papa selama Samuel hidup semua akan baik2 aja " Balas Romi.


Yuni menghela nafas dengan anggukan kecil,kini yang bermasalah bukan hanya keluarga Sindi saja tapi Romi juga terkena imbas karna menutupi keberadaan Samuel.


Romi melakukan semua itu demi kebaikan Winda dan Doni,kedua anak itu masih polos dan tak berdosa.


Romi siap menerima resiko yang sudah ia lakukan walaupun lambat laun Rafael dan timnya akan segera menemukan Samuel.


Saat asik bertelfon,tiba2 Alexi keluar dari rumah dengan tergesa.


" Mau kemana Lex ?" tanya Yuni terkejut.


" Jemput Salsa Bu " Jawab Alexi memakaikan sepatunya.


" Hah emang Salsa gak bisa pulang sendiri ?" tanya Yuni heran.


" Seharusnya dia udah pulang dari tadi,tapi sampe sekarang belum nyampe rumah " jawab Alexi panik.


" Astaga,bagaimana ini Lex ?" tanya Yuni ikut panik.


" Ibu sama Byan dirumah aja biar aku susul ke resto " Jawab Alexi tegas.


" Kamu hati2 Lex " Kata Yuni ngeri.


" Iya Bu,aku pergi dulu " Pamit Alexi langsung melesat pergi.

__ADS_1


" Ya Tuhan Sa,kamu kenapa lagi ?" Gumam Yuni merasa takut.


Wanita itu masuk kedalam rumah dan mendapati Byanca sudah selesai belajar.


" Bu mau tidur " kata Byanca menguap lebar.


" I ya bentar " kata Yuni sibuk dengan hape menelfon nomor Salsa.


Byanca diam hingga gadis itu memasang wajah kesal membuat Yuni menghela nafas mengalah kepada gadis kecil tersebut.


Mau tak mau Yuni harus menidurkan Byanca terlebih dahulu.


Dirumah Helen,terlihat Salsa begitu nyaman tiduran dikamar wanita baik tersebut.


" Pasti betah banget disini ya Kak " Ucap Salsa takjub.


" Ya,cuma sepi kalo gak ada Jacob " jawab Helend lesu.


" Ya,tapi kan bentar lagi bakal rame " Kata Salsa menggoda.


" Haha iya sih,tapi masih lama nunggu nya Sa " Balas Helen.


" Sabar nanti ada waktunya " Balas Salsa tersenyum.


Helen mengangguk setuju.


" Oh iya Sa,kamu kenapa gak pulang ?" Tanya Helen mulai serius.


" Dirumah ada mantan mertua aku Kak " jawab Salsa jujur.


" Hah ada Tante Yuni ?" tanya Helen terkejut.


" Iya Kak,dia datang sama Alexi dan Byanca " Lanjut Salsa.


" Om Romi gak ikut ?" tanya Helen.


Salsa menggeleng pelan.


" Mereka pasti ingin merayakan hari kelulusan kamu " Tebak Helen.


" Gak perlu,tak ada yang harus di rayakan " Balas Salsa.


" Kakak tau kamu marah sama mereka,tapi mereka pasti punya alasan Sa,kamu harus dengerin dulu " Ucap Helen menasehati.


" ya mereka memang punya alasan,dan alasannya membuat ku semakin sakit hati " Balas Salsa geram.


" Kenapa ?" Tanya Helend kepo.


" Mereka lebih mentingin Winda sahabat Alexi daripada aku Kak,aku ngerti Winda sedang sakit dan butuh perhatian,tapi disini aku juga sendiri butuh mereka apalagi Alexi,aku butuh penyemangat Kak,bukan mudah aku mengejar semua ini " Kata Salsa sedih.


" Iya Kakak ngerti kondisi kamu Sa,kita yang sebatang kara gak boleh terlalu berharap sama orang lain meski pun dekat,kita harus bisa menjaga diri sendiri "


" Aku cuma minta sedikit waktu Kak,selama Alexi di sana dia jarang kabar aku kalo aku gak nelfon,aku bingung dengan cara pikir pria itu,dia menganjak ku menikah tapi seperti tak mengharapkan aku sama sekali."


" Dan kau selalu memaafkan nya " Lanjut Helen tersenyum.


" Ya aku selalu melakukan itu " Balas Salsa mengakui.


Helend mengusap kepala gadis itu lembut,ia sangat tau bagaimana perangai Salsa yang sudah ia anggap sebagai adik angkatnya.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2