Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
599


__ADS_3

Untuk kesekian kalinya Samuel diusir oleh tuan rumah,lelaki itu seolah tidak jera mendengar kata pedes Winda yg kesal kepadanya.


" Aku akan pulang tapi tunggu 5 menit lagi " Ucap Samuel memelas.


" Sudah berapa menit kau meminta waktu menunda !" Kata Winda geram.


" Aku masih lelah Win,aku ingin disini lebih lama " Rengek Samuel manja.


" Sam,kau harus sadar kita tidak boleh seperti ini !" kata Winda kesal.


Samuel terdiam,lelaki itu menatap wajah mantan istrinya yg masih cantik walau tanpa bedak dan gincu.


" Nanti kita akan seperti ini " Ucap Samuel dingin.


" Mimpi " Cibir Winda pelan.


Samuel tersenyum miring mendengar kata ambigu perempuan tersebut.


" Tlong kau pulang sekarang,aku sudah jelek dimata tetangga " Kata Winda melemah.


" Ayo pindah dari sini " Ajak Samuel tanpa pikir panjang.


" Sepertinya kau benar2 sudah kehilangan otak waras mu " Kata Winda prustasi.


Samuel terkekeh geli,Winda begitu menggemaskan dengan kekesalannya.


" Baiklah,karna ini sudah larut aku akan pulang " ucap Samuel bangun.


" Ya kau harus pulang dan tidak usah kembali lagi " Kata Winda cepat.


" Aku bingung harus senang atau bersedih untuk dirimu saat ini " Kata Samuel memakai kembali jas kantornya.


" Maksud mu ?" tanya Winda mengernyit.


" Restu dan Nur jauh dari kalian,di satu sisi aku bahagia karna kau seperti janda bohay,tapi jika melihat Afdhal aku merasa sedih karna bocah itu butuh sosok Ayahnya " Jawab Samuel tenang.


Winda diam,wanita itu cukup tertampar dengan perkataan Samuel.


" Pergilah sebelum aku benar2 mengusir mu " Kata Winda mencoba tenang.


" Hahaha aku gila bukan,akhhh kepala ku sakit jika harus berpisah lagi " Kata Samuel terkekeh.


" Sam,kau harus berbaik hati kepada istri mu,jangan seperti ini kau seperti pria hidung belang " Kata Winda menggeleng pelan.


" Ya aku sedikit nakal sekarang,kau mau memperbaiki nya ?" Tanya Samuel mengerdipkan sebelah mata.


" Sammmm !!!" Geram Winda tersulut.


" Yayaya oke aku pulang sskarang,letakkan raket nyamuk itu menjauh " Kata Samuel ngeri melihat Winda sudah siap dengan senjatanya.


Winda melepaskan raket nyamuk tersebut kebelakang dan bersedekap dada melihat Samuel yg merinding ngeri.


" Aku pulang " Ucap Samuel ketus.


" hm " Jawab Winda cuek.


" Kau tidak ingin mengantar ku ?" Tanya Samuel lagi.


" Untuk apa ? jarak menuju pintu hanya 5 langkah saja " Jawab Winda memutar mata.


Samuel melihat dan menghitung keramik lantai rumah tersebut.


" Kau tidak sopan " Kata Samuel ketus.


" Cepat lah Sam,nanti anak ku menangis " Kata Winda mulai jengah.

__ADS_1


" Iya2,ishh gak sabar banget sih " Cibir Samuel kesal.


Winda kembali diam,Samuel pun berjalan keluar dengan wajah mengkrucut.


" Aku akan datang lagi besok,em kau masak lah untuk menyambut ku " Kata Samuel berbalik badan.


" Aku bukan pembantumu,lagian kau bisa makan buatan is...


" Yayaya,tidak usah memasak !" Potong Samuel malas.


" Ck,dasar pria gila " Cibir Winda heran.


Samuel kembali berjalan menuju mobilnya yg terparkir tepat didepan pintu rumah.


" Hati2 " Kata Winda tenang.


" Iya " Jawab Samuel lesu.


Winda pun masuk kerumah,Samuel yg ditinggal sendiri hanya bisa menghela nafas panjang dengan kecuekan mantannya tersebut.


" Bagaimana aku bisa melupakan kamu Win kalo lagi kesel aja kamu sukses bikin aku terpesona "Gumam Samuel menggeleng pelan.


" Akhhh apa yg aku pikirkan ? kenapa rasa ingin memilikinya begitu besar " Gumam Samuel heran sendiri.


Lelaki itu mengacak rambutnya dan menghidupkan mesin mobil.


Dengan harapan kosong pria malang itu pun pulang.


Didalam rumah,Winda mencoba tenang wajah perempuan itu bersemu merah.


Ntah apa yg Winda rasakan tapi dirinya merasa senang dan malu.


" Aku kenapa ? ihh jangan kemakan omongan Samuel Win,dia sudah gila " Ucap Winda menjambak rambutnya sendiri.


" Tapi kenapa dia menggemaskan sekali dengan wajah merajuknya,akhh aku sudah lama tidak melihat dia seperti itu " Lanjut Winda kembali mengingat.


Winda yg tadinya melamun langsung tersadar saat mengetahui itu suara putranya.


" Astagfirullah,apa yg aku pikirkan,ya Tuhan maaf kan aku " Ucap Winda beristigfar.


Wanita itu pun berjalan cepat mendekati putranya yg tertidur gelisah diranjang.


" Maaf sayang,Mama terlalu lama ninggalin kamu ya " kata Winda mengusap wajah Afdhal yg dipenuhi keringat.


Hanya ada mereka berdua dirumah,suasana benar2 sepi sejak Restu dan Nur pergi.


Beberapa tepukan hangat menghantarkan bocah itu tertidur lagi.


Winda menghela nafas lega dan mengambil hapenya.


Tak ada panggilan masuk,rasa kecewa terbesit direlung hatinya menunggu Restu yg hari ini belum menelfon.


Memang bukan sekali Winda merindukan suaminya,Winda tau Restu mungkin sibuk apalagi dengan keterbatasan,tapi ia hanya manusia biasa yg butuh kabar setiap hari.


" Semoga kamu baik2 saja Mas,aku dan Afdhal menunggu kalian pulang " Gumam Winda melihat senyum suaminya yg menjadi walpaper hape.


Ditempat lain seorang gadis kecil diam melihat beberapa gadis lain bermain seluncur salju di area permainan.


Nur hanya bisa melihat tanpa bisa mendekati arena tersebut,gadis itu terlihat sangat murung dan kesepian.


" Hei " Sapa seseorang menegur.


Nur menoleh dan melihat seorang pria yg lebih dewasa darinya.


" you are alone ( Kamu sendirian ?)" Tanya lelaki sedikit bule itu menegur.

__ADS_1


Nur diam melihat pria asing tersebut dengan wajah bingungnya.


" Im Chiko " Ucap lelaki itu menyodorkan tangan.


" Aku Nur " Jawab Nur mengerti.


Bocah bernama Chiko itu tetap menyodorkan tangannya untuk disambut,Nur yg mulai mengertipun melakukan apa yg bocah lelaki itu mau.


Keduanya duduk bersamaan melihat orang2 bermain.


" This is my Dad " Ucap Chiko menunjuk seorang lelaki.


" Hm " Jawab Nur menggaruk kepalanya.


Bocah kecil itu tidak tau bahasa yg dipakai oleh Chiko,ia hanya bisa mengangguk atau menggeleng saja jika ada yg bicara kepadanya.


Dari kejauhan,seorang lelaki berjalan dengan 2 snack hangat ditangan.


Rafael melihat Nur tidak sendirian langsung melotot kaget.


" Astaga dia bersama siapa ?" Gumam Rafael kelabakan.


Tanpa tunggu lama,pria dewasa itu pun berlari mendekati gadis malang tersebut.


" Nur " Ucap Rafael dengan nafas ngosa2an.


Nur dan Chiko menoleh dan terkejut melihat Rafael seperti habis dikejar setan.


" Kakek " Panggil Nur mengambil tongkatnya.


" No no,kamu duduk disitu saja " Kata Rafael ngeri.


Nur mengangguk dan melepas lagi tongkatnya.


" Who are you ?" tanya Rafael kepada Chiko.


" Im Chiko Uncle " Jawab Chiko mengulurkan tangan.


Rafael melihat tangan kecil bocah bule itu dengan wajah yg sulit dimengerti.


" Chikooo " panggil seseorang dari kejauhan.


Bocah lelaki itu menoleh dan tersenyum melihat seorang wanita berjalan kearahnya.


" where is Dad ?" Tanya wanita itu mengernyit.


Chiko menunjuk arena permainan dengan tangannya.


Wanita itu pun mengangguk kecil dan melihat Rafael serta Nur.


" Are you from Indonesia ?" Tanya wanita tersebut ragu.


" Yes " Jawab Rafael tenang.


" Wahhh benarkah ?" Tanya wanita asing tersebut girang.


" Oh ini untuk mu cantik " Kata wanita itu memberi es krim satu ditangannya.


" Apa kau dari indonesia ?" tanya Rafael dengan bahasa melayu.


" Ya,Daddy ku orang sana " Jawab wanita tersebut tersenyum manis.


Nur dan Chiko melongo bingung dengan pembicaraan orang dewasa didepan mereka.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys,Minal aidzin walfaiziin yaaa semuanyaaa,mohon maaf lahir batin,maafin Author ya atas semua kesalahan,semoga di idul fitri ini kita semua mendapat berkah dan nikmat yg tiada taraaa..🙏


Terus dukung author ya guyss biar ceritanya makin berlanjutt


__ADS_2