Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
464


__ADS_3

Malam harinya Romi pulang,lelaki itu membawakan banyak makanan kerumah.


Seperti biasa,Byanca selalu menyambut ayah nya didepan pintu dengan senyum termanis.


" Assalamualaikum anak Ayah " Sapa Romi hangat.


" Waalaikumsalam Ayah " Balas Byanca malu2.


" Ayo tebak Ayah bawa apa " Kata Romi memainkan alisnya.


" Hehehe itu buat Byan ya ?" tanya Byanca pede.


" Hehe iya,buat Ibu sama Kakak juga " Jawab Romi tersenyum.


" Sini Byan bantu bawain tas kerja Ayah " Kata Byanca mengambil alih tas laptop Romi.


Pria itu menyerahkan dengan hati2,Byanca langsung berjalan cepat membawa tas berharga tersebut.


" Mas " Panggil seseorang dari depan.


Romi mendongak dan mendapati istrinya berdiri didepan pintu dengan daster selutut.


" Udah pulang ?" tanya Yuni mendekat.


" Iya,,Alexi mana ?" tanya Romi melepas dasinya.


" Dikamar,lagi manja sama bininya " Jawab Yuni.


" Emang beneran sakit ?" tanya Romi mengernyit.


" Iya sakit gitu aja ngeluh nya minta ampun " Jawab Yuni kesal.


" Kayak gak tau anak kamu aja " Kata Romi malas.


" Oh iya aku siapain air hangat dulu ya " Kata Yuni bangun.


" Yank " Tahan Romi menarik tangan Yuni.


" Iya " jawab Yuni menoleh.


" Hm Malvin sama Sindi udah kamu jenguk ?" tanya Romi hati2.


" Hari ini gak soalnya aku juga gak enak badan "


" Kenapa Mas ?" tanya Yuni heran.


" Aku udah coba nego sama Zaki tadi tapi pihak mereka...


" Kenapa ?" tanya Yuni kepo.


" Mereka belum mau bebasin keduanya " Jawab Romi hati2.


" Jadi sidang tetap berlanjut ?" Lanjut Yuni kaget.


" Ya,sidangnya besok lusa dan aku gak bisa menemani " Jawab Romi lesu.


" Kenapa ?" tanya Yuni syok.


" Aku harus keluar kota besok siang,gak bisa di tunda lagi " Jawab Romi.


" Astaga,terus Malvin siapa yang nolongin Mas,mereka juga gak ada pengacara " kata Yuni seketika panik.


" Aku dengar Papa dan Mama nya yang bakal maju bawa pengacara " Balas Romi.


" Pak Rudi ?" Tanya Yuni.


" Hm,tadi aku juga udah hubungin mereka,Pak Rudi bilang mereka yang akan urus " jawab Romi.


" Kamu yakin Mas,Bu Risa itu gak bisa dipercaya loh " kata Yuni khawatir.


" Yakin aja,jika memang mereka mau berubah ya dimulai dari ini dulu " Kata Romi tenang.


" Mas kamu tau kan gimana Sindi,dia gak akan mau berhubungan lagi dengan orang tua Malvin " Kata Yuni kesal.

__ADS_1


" Dia gak bisa nolak Yank,Malvin itu anak mereka ya jadi mereka bertanggung jawab ".


" Terus gimana dengan Sindi ? apa hanya Malvin yang dibebaskan ?" tanya Yuni mulai emosi.


Romi diam,mengurus 1 orang yang dipenjara bukanlah hal yang mudah,dan butuh uang yang sangat besar apalagi jika harus mengurus 2 sekaligus.


" Nanti aku tanya lagi " Kata Romi menyugar rambutnya.


" Mereka sangat egois Mas,lihat Doni sekarang kita bahkan sulit bertemu anak itu setelah dibawa sama orang tua Malvin " Kata Yuni mengingat.


" Mereka juga orang sibuk Yank jadi wajar Doni gak boleh keluar sembarangan " Kata Romi menenangkan.


" Aku juga sibuk,kamu sibuk tapi kita lapang dada menerima mereka jika berkunjung " Balas Yuni.


Romi diam mengangguki ucapan istrinya,memang akses bertemu Doni akhir2 ini sangat sulit.


Bahkan Byanca pun tak bisa sembarangan menemui bocah itu baik disekolah maupun dirumah.


" Aku akan nelfon Winda buat bawa Doni kesini lagi " kata Yuni yakin.


" Winda juga disandra sama Samuel " Balas Romi.


" Apa !" Pekik Yuni terbelalak.


" Kenapa ?" tanya Yuni heran.


" Aku gak tau,tadi sempat ketemu Winda diperusahaan Kakek Samuel,tapi dia dikawal orang2 Zaki " Jawab Romi.


" Ada apa ini ? kenapa bisa begini ?" tanya Yuni tak habis pikir.


" Aku tidak tau,kita harus bersabar dulu " Balas Romi tenang.


" Kasihan mereka Mas,Samuel kenapa nahan Winda ? apa dia gak percaya juga sama istrinya ?" Tanya Yuni masih bingung.


Romi tak membalas,lelaki itu bangun menuju kamar.


" Aku gak bisa tinggal diam,Winda dan Doni harus diselamatkan " Gumam Yuni bangun dengan mata tajam.


Dirumah besar seorang wanita diam saat memasuki rumah mertuanya.


" Wah Kakak kembali " Ucap Tania heboh melihat Winda.


" Hay " sapa Winda hangat.


" Kenapa bawa kesini ?" Tanya Lutfia melihat Samuel.


" Kami akan tidur disini " Jawab Samuel.


" Iya Papa yang suruh " Celetuk Rafael.


" Pa !" Kata Lutfia kesal.


Rafael tak menjawab,lelaki itu nyelonong masuk merangkul bahu putrinya.


Winda diam menunduk,Samuel menarik tangan Winda masuk kedalam melewati Lutfia yang masih terlihat kesal.


" Haisttt !" Gerutu Lutfia geram.


" Sam " panggil Winda pelan.


" Masuk saja kamar kita diatas " Kata Samuel tenang.


Winda mengangguk,keduanya menaiki anak tangga menuju kamar.


Sesampainya disana,Winda diam diambang pintu melihat ada foto pernikahan terpampang didinding.


" Sam " Panggil Winda lirih.


" Supries " Ucap Samuel tersenyum kecil.


Winda mendekati foto itu dengan senyum haru,sungguh ia tak menyangka Samuel memajang foto pernikahan mereka.


" Nanti kita pajang dirumah satu " kata Samuel memeluk wanita itu dari belakang.

__ADS_1


" Kenapa kamu gak bilang ?" tanya Winda menoleh.


" Special sayang " Bisik Samuel seraya mengecup rambut istrinya.


Winda mengangguk tersenyum.


Samuel membalik tubuh perempuan itu menghadap dirinya,sontak keduanya saling bertatapan.


" Kamu istri ku,dan ini kamar kita jadi kita harus merayakannya bukan ?" Ucap Samuel tersenyum.


" Hm " Jawab Winda mengangguk.


" Apa tidak ada balasan untuk ku ?" tanya Samuel mengerdipkan mata.


" Aku sudah lelah,kau sangat kasar hari ini " Jawab Winda mengkrucut.


" Aku sudah gemas ingin segera punya anak " Balas Samuel terkekeh.


" Tapi itu tidak baik " Kata Winda pelan.


" Maaf ya,mana yang sakit ?" Tanya Samuel meraba tubuh wanita itu.


" Sam jangan modus " Kata Winda mendorong kepala Samuel yang masuk kebajunya.


" Aku cuma melihat bekas saja " kata Samuel mengelak.


Winda tertawa mencubit pipi lelaki itu.


Saat asiknya bermesraan tiba2 pintu kamar terbuka,nampaklah wajah adik Samuel dibalik pintu dengan mata melotot.


" Aaaaaaaaaaaa " Teriak Tini meloncat panik.


" Waduh ketahuan " Kata Samuel melepas pinggang Winda.


" Aduh gimana ini " Kata Winda ikut panik.


" Kakaaaaaaaaaaaakkkkkkkkk " Teriak Tini kesal.


Samuel mendekat dan menjitak kepala gadis itu.


" Makanya kalo masuk kamar orang itu pintunya diketuk dulu " Kata Samuel gemas.


" Aaaa sakit Kak " pekik Tini kesal.


" Ada apa ini ?" Tanya Lutfia datang dengan wajah ngos2an.


" Kak Sam Nyusumpppttttttt " pekik Tini mendapat bekapan dari Samuel.


" Ada ap.. " Ucap Lutfia tak jadi saat melihat penampilan Winda sedikit berantakan.


Winda dengan cepat merapikan kancing kemejanya yang sudah setengah terbuka.


" Astaga Sam !" Tegur Lutfia kesal.


" Dia yang salah Ma " kata Samuel tak terima.


" Aku cuma niat mau ajak Kak Winda makan " Kata Tini mengkrucut.


" Tapi kamu datang gak pas waktunya " Kata Samuel geram.


" Siapa suruh kalian bercimmmpptttt " Pekik Tini kembali dibekap.


" Rapikan baju mu,,seperti ****** saja " Kata Lutfia membentak Winda.


" Ma " Teriak Samuel tak terima.


Winda dengan cepat merapikan bajunya dengan tangan bergetar.


" Cepat turun,Papa sudah menunggu " Kata Lutfia masa bodoh dan menyeret putrinya turun.


Samuel menoleh kebelakang dan mendapati Winda masih menutup bajunya dengan wajah menahan tangis.


" Maaf " Ucap Samuel pelan.

__ADS_1


Winda mengangguk dengan senyum getir.


__ADS_2