
Malam harinya Romi pulang,lelaki itu membawakan banyak makanan kerumah.
Seperti biasa,Byanca selalu menyambut ayah nya didepan pintu dengan senyum termanis.
" Assalamualaikum anak Ayah " Sapa Romi hangat.
" Waalaikumsalam Ayah " Balas Byanca malu2.
" Ayo tebak Ayah bawa apa " Kata Romi memainkan alisnya.
" Hehehe itu buat Byan ya ?" tanya Byanca pede.
" Hehe iya,buat Ibu sama Kakak juga " Jawab Romi tersenyum.
" Sini Byan bantu bawain tas kerja Ayah " Kata Byanca mengambil alih tas laptop Romi.
Pria itu menyerahkan dengan hati2,Byanca langsung berjalan cepat membawa tas berharga tersebut.
" Mas " Panggil seseorang dari depan.
Romi mendongak dan mendapati istrinya berdiri didepan pintu dengan daster selutut.
" Udah pulang ?" tanya Yuni mendekat.
" Iya,,Alexi mana ?" tanya Romi melepas dasinya.
" Dikamar,lagi manja sama bininya " Jawab Yuni.
" Emang beneran sakit ?" tanya Romi mengernyit.
" Iya sakit gitu aja ngeluh nya minta ampun " Jawab Yuni kesal.
" Kayak gak tau anak kamu aja " Kata Romi malas.
" Oh iya aku siapain air hangat dulu ya " Kata Yuni bangun.
" Yank " Tahan Romi menarik tangan Yuni.
" Iya " jawab Yuni menoleh.
" Hm Malvin sama Sindi udah kamu jenguk ?" tanya Romi hati2.
" Hari ini gak soalnya aku juga gak enak badan "
" Kenapa Mas ?" tanya Yuni heran.
" Aku udah coba nego sama Zaki tadi tapi pihak mereka...
" Kenapa ?" tanya Yuni kepo.
" Mereka belum mau bebasin keduanya " Jawab Romi hati2.
" Jadi sidang tetap berlanjut ?" Lanjut Yuni kaget.
" Ya,sidangnya besok lusa dan aku gak bisa menemani " Jawab Romi lesu.
" Kenapa ?" tanya Yuni syok.
" Aku harus keluar kota besok siang,gak bisa di tunda lagi " Jawab Romi.
" Astaga,terus Malvin siapa yang nolongin Mas,mereka juga gak ada pengacara " kata Yuni seketika panik.
" Aku dengar Papa dan Mama nya yang bakal maju bawa pengacara " Balas Romi.
" Pak Rudi ?" Tanya Yuni.
" Hm,tadi aku juga udah hubungin mereka,Pak Rudi bilang mereka yang akan urus " jawab Romi.
" Kamu yakin Mas,Bu Risa itu gak bisa dipercaya loh " kata Yuni khawatir.
" Yakin aja,jika memang mereka mau berubah ya dimulai dari ini dulu " Kata Romi tenang.
" Mas kamu tau kan gimana Sindi,dia gak akan mau berhubungan lagi dengan orang tua Malvin " Kata Yuni kesal.
__ADS_1
" Dia gak bisa nolak Yank,Malvin itu anak mereka ya jadi mereka bertanggung jawab ".
" Terus gimana dengan Sindi ? apa hanya Malvin yang dibebaskan ?" tanya Yuni mulai emosi.
Romi diam,mengurus 1 orang yang dipenjara bukanlah hal yang mudah,dan butuh uang yang sangat besar apalagi jika harus mengurus 2 sekaligus.
" Nanti aku tanya lagi " Kata Romi menyugar rambutnya.
" Mereka sangat egois Mas,lihat Doni sekarang kita bahkan sulit bertemu anak itu setelah dibawa sama orang tua Malvin " Kata Yuni mengingat.
" Mereka juga orang sibuk Yank jadi wajar Doni gak boleh keluar sembarangan " Kata Romi menenangkan.
" Aku juga sibuk,kamu sibuk tapi kita lapang dada menerima mereka jika berkunjung " Balas Yuni.
Romi diam mengangguki ucapan istrinya,memang akses bertemu Doni akhir2 ini sangat sulit.
Bahkan Byanca pun tak bisa sembarangan menemui bocah itu baik disekolah maupun dirumah.
" Aku akan nelfon Winda buat bawa Doni kesini lagi " kata Yuni yakin.
" Winda juga disandra sama Samuel " Balas Romi.
" Apa !" Pekik Yuni terbelalak.
" Kenapa ?" tanya Yuni heran.
" Aku gak tau,tadi sempat ketemu Winda diperusahaan Kakek Samuel,tapi dia dikawal orang2 Zaki " Jawab Romi.
" Ada apa ini ? kenapa bisa begini ?" tanya Yuni tak habis pikir.
" Aku tidak tau,kita harus bersabar dulu " Balas Romi tenang.
" Kasihan mereka Mas,Samuel kenapa nahan Winda ? apa dia gak percaya juga sama istrinya ?" Tanya Yuni masih bingung.
Romi tak membalas,lelaki itu bangun menuju kamar.
" Aku gak bisa tinggal diam,Winda dan Doni harus diselamatkan " Gumam Yuni bangun dengan mata tajam.
Dirumah besar seorang wanita diam saat memasuki rumah mertuanya.
" Wah Kakak kembali " Ucap Tania heboh melihat Winda.
" Hay " sapa Winda hangat.
" Kenapa bawa kesini ?" Tanya Lutfia melihat Samuel.
" Kami akan tidur disini " Jawab Samuel.
" Iya Papa yang suruh " Celetuk Rafael.
" Pa !" Kata Lutfia kesal.
Rafael tak menjawab,lelaki itu nyelonong masuk merangkul bahu putrinya.
Winda diam menunduk,Samuel menarik tangan Winda masuk kedalam melewati Lutfia yang masih terlihat kesal.
" Haisttt !" Gerutu Lutfia geram.
" Sam " panggil Winda pelan.
" Masuk saja kamar kita diatas " Kata Samuel tenang.
Winda mengangguk,keduanya menaiki anak tangga menuju kamar.
Sesampainya disana,Winda diam diambang pintu melihat ada foto pernikahan terpampang didinding.
" Sam " Panggil Winda lirih.
" Supries " Ucap Samuel tersenyum kecil.
Winda mendekati foto itu dengan senyum haru,sungguh ia tak menyangka Samuel memajang foto pernikahan mereka.
" Nanti kita pajang dirumah satu " kata Samuel memeluk wanita itu dari belakang.
__ADS_1
" Kenapa kamu gak bilang ?" tanya Winda menoleh.
" Special sayang " Bisik Samuel seraya mengecup rambut istrinya.
Winda mengangguk tersenyum.
Samuel membalik tubuh perempuan itu menghadap dirinya,sontak keduanya saling bertatapan.
" Kamu istri ku,dan ini kamar kita jadi kita harus merayakannya bukan ?" Ucap Samuel tersenyum.
" Hm " Jawab Winda mengangguk.
" Apa tidak ada balasan untuk ku ?" tanya Samuel mengerdipkan mata.
" Aku sudah lelah,kau sangat kasar hari ini " Jawab Winda mengkrucut.
" Aku sudah gemas ingin segera punya anak " Balas Samuel terkekeh.
" Tapi itu tidak baik " Kata Winda pelan.
" Maaf ya,mana yang sakit ?" Tanya Samuel meraba tubuh wanita itu.
" Sam jangan modus " Kata Winda mendorong kepala Samuel yang masuk kebajunya.
" Aku cuma melihat bekas saja " kata Samuel mengelak.
Winda tertawa mencubit pipi lelaki itu.
Saat asiknya bermesraan tiba2 pintu kamar terbuka,nampaklah wajah adik Samuel dibalik pintu dengan mata melotot.
" Aaaaaaaaaaaa " Teriak Tini meloncat panik.
" Waduh ketahuan " Kata Samuel melepas pinggang Winda.
" Aduh gimana ini " Kata Winda ikut panik.
" Kakaaaaaaaaaaaakkkkkkkkk " Teriak Tini kesal.
Samuel mendekat dan menjitak kepala gadis itu.
" Makanya kalo masuk kamar orang itu pintunya diketuk dulu " Kata Samuel gemas.
" Aaaa sakit Kak " pekik Tini kesal.
" Ada apa ini ?" Tanya Lutfia datang dengan wajah ngos2an.
" Kak Sam Nyusumpppttttttt " pekik Tini mendapat bekapan dari Samuel.
" Ada ap.. " Ucap Lutfia tak jadi saat melihat penampilan Winda sedikit berantakan.
Winda dengan cepat merapikan kancing kemejanya yang sudah setengah terbuka.
" Astaga Sam !" Tegur Lutfia kesal.
" Dia yang salah Ma " kata Samuel tak terima.
" Aku cuma niat mau ajak Kak Winda makan " Kata Tini mengkrucut.
" Tapi kamu datang gak pas waktunya " Kata Samuel geram.
" Siapa suruh kalian bercimmmpptttt " Pekik Tini kembali dibekap.
" Rapikan baju mu,,seperti ****** saja " Kata Lutfia membentak Winda.
" Ma " Teriak Samuel tak terima.
Winda dengan cepat merapikan bajunya dengan tangan bergetar.
" Cepat turun,Papa sudah menunggu " Kata Lutfia masa bodoh dan menyeret putrinya turun.
Samuel menoleh kebelakang dan mendapati Winda masih menutup bajunya dengan wajah menahan tangis.
" Maaf " Ucap Samuel pelan.
__ADS_1
Winda mengangguk dengan senyum getir.