Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
604


__ADS_3

Tawa Samuel pecah menggema diteras rumah Winda,lelaki itu tertawa sangat keras melihat wajah Winda berubah merah.


" Sam hentikan !!" pekik Winda menampar lengan lelaki itu.


" Wahahahahhaa " Samuel bukannya berhenti malah semakin tertawa.


" Akk Sam aku malu " Ucap Winda menutup wajahnya.


" Kau sangat lucu,kau berharap apa dari ku hah " Kata Samuel disela tawanya.


Bibir Winda mencebik,perempuan itu sangat malu setelah dirinya terlalu percaya diri.


" Aduh aku sakit perut " kata Samuel mencoba tenang.


Afdhal diam seraya mengunyah makanannya yg belum habis.


" Astaga bisa2 nya aku ke Gr'an " Gumam Winda heran.


" Uh uh panas,aku akan mengambil air " Kata Samuel berjalan masuk.


Winda hanya diam melihat Samuel berlalu lalang tanpa canggung didalam rumahnya.


" Maafin Mama ya Nak " Ucap Winda mengusap kepala sang putra.


Tak lama Samuel datang lagi dengan segelas air es.


Pria itu menugak sampai habis dan menghela nafas panjang.


" Kau membuat mood ku baik hari ini " Kata Samuel tenang.


" Jangan dibahas lagi " Kata Winda ketus.


" Aku suka " Balas Samuel tersenyum.


" Apa kau begitu berharap aku menganjak mu balikan hehe " Kata Samuel menggoda.


Winda diam tak menjawab.


" Padahal tadi aku cuma meminta mu melanjutkan suapan untuk Afdhal tapi kenapa kamu malah berpikir aku minta rujuk wkwkwkwk " Kata Samuel tak puas jahil.


" Saammmm sudaaah " Rengek Winda kembali memerah.


" Aku akan mengusir mu jika kau masih membahas itu " Ucap Winda tajam.


Samuel langsung terdiam,lelaki itu cukup jera di usir oleh mantan istrinya.


Hening......


Keduanya diam sesaat,Winda terus menyuapi Afdhal yg mulai kenyang..


" Mama bilang Nur akan bersama mereka dalam kurun waktu yg cukup lama " Kata Samuel kembali serius.


" Ya aku tau " Kata Winda lesu.


" Kenapa kau mengizinkannyan?" Tanya Samuel menatap wajah Winda.


" Aku tidak punya pilhann" Balas Winda menunduk.


" Kau seharusnya menghubungi ku jika butuh pertolongan " Kata Samuel tenang.


" Ya awalnya seperti itu,tapi aku takut Mas Restu salah paham " Kata Winda sedih.


" Apa dengan begini dia tidak salah paham lagi ?" tanya Samuel.


" Aku rasa tidak,Papa dan Mama berjanji akan membuat Nur kembali sehat seperti semula " Jawab Winda serius.


" Mereka juga merawat suami mu dikota lain " Sahut Samuel.


" Ya,ini berat untuk ku Sam tapi melihat mereka menderita aku lebih tersiksa " Balas Winda menghela nafas.


" Ya aku tau ini pilihan yg sulit " Ucap Samuel paham.


" Lalu bagaimana dengan mu ?" Tanya Samuel lagi.


" Apanya ?" tanya Winda.


" Perasaan mu kepada ku ?"

__ADS_1


Deg...


Winda melotot mendengar ucapan lelaki itu.


" Wahahahahaa kau kembali bersemu " Kata Samuel tertawa ngakak.


" Saammmm " Pekik Winda kesal.


Bgbugbgibguu....


Lelaki itu kembali mendapat tabokan,Samuel berusaha menghindar meski Winda terus melayangkan pukulan.


" Kau begitu kuat sekarang " Kata Samuel meringis.


" Aku bukan wanita lemah " Ucap Winda lantang.


" Ya tapi saat dengan ku dulu kau seperti anak kucing yg selalu minta dibelai " Olok Samuel.


Winda memasang wajah garangnya,Samuel kembali tertawa.


Tak lama Samuel melihat jam dan berpamitan pulang.


" Ayo Afdhal ikut Om " Ajak Samuel kembali serius.


" Apa dia akan baik2 saja ?" Tanya Winda khawatir.


" Kau meragukan ku ?" Tanya Samuel tajam.


" Bukan begitu,Afdhal belum pernah jauh dari ku,nanti dia menangis " Jawab Winda ngeri.


" Kalau begitu ikutlah dengan ku " Kata Samuel santai.


" Apa !" Pekik Winda syok.


Samuel mengangkat sebelah alisnya dan sial Winda merasa terpesona oleh tampang lelaki tersebut.


" Ayo " Kata Samuel tenang.


" Em tidak " Tolak Winda menggeleng.


" Kalau begitu kau tinggal disini,nanti Leni akan menjaganya juga "


" Ya dia istri ku haha " Jawab Samuel tertawa.


Winda diam,ntah mengapa respon Wanita itu cukup aneh dipandang.


" Kau cemburu ,?" tanya Samuel terkekeh.


" Kau gila " Jawab Winda kesal.


" Hahaha,ayo Afdhal kita temui Mama lesby mu dirumah " Ajak Samuel menggendong bocah kecil itu.


Afdhal menurut saja dengan wajah tenangnya.


" Tunggu sebentar,dia belepotan " Kata Winda masuk kedalam.


Samuel menunggu hingga wanita itu datang lagi.


Dengan lembut Winda mengusap mulut anaknya,jarak wanita itu dengan Samuel begitu dekat.


Lelaki tersebut menatap Winda tanpa kedip,jika dilihat dari jauh keduanya sangatlah serasi seperti sepasang suami istri yg saling menyayangi buah hati mereka.


" Kau harus mandi " Ucap Samuel membuyarkan lamunannya.


" Aku bau ya ?" tanya Winda mengendus bajunya.


Samuel mengangguk kecil membuat perempuan tersebut merengut.


" Hahaha " Samuel kembali tertawa.


Lelaki itu melangkah keluar dan berpamitan.


" Hati2 Sam,jangan sampai anak ku menangis " Kata Winda ngeri.


" Iya bawel " Kata Samuel gemas.


" Dia harus kau beri susu " Kata Winda lagi.

__ADS_1


" Hm " Jawab Samuel membuka pintu mobil untuk anak Restu tersebut.


" Jangan nangis ya Nak,kalo Om nya nakal tonjok aja wajahnya " Kata Winda menasehati sang putra.


Samuel berdecak kesal,lelaki itu begitu gemas dengan Winda yg seolah tidak memberi izin kepadanya.


Tak lama mobil mewah itu pun keluar pekarangan,Winda melambaikan tangan dengan wajah sedihnya.


" Kira2 Afdhal nangis gak ya ? Leni bisa gak ya jagaiin ?" Gumam Winda khawatir.


Baru akan masuk kerumah,seorang tetangga melewati rumah Winda dengan tatapan sinisnya.


Winda yg masih berada diluar menunduk sopan memberi hormat,tapi wanita itu berlalu cepat dengan wajah ghibah.


" Uhh gak papa Win,jangan didengerin,toh kamu sama Samuel gak ada apa2 " Gumam Winda pelan.


Wanita beranak 2 itu pun masuk kerumah.


Diperjalanan,Samuel terlihat begitu tenang.


Sesekali pria itu melirik bangku disebelahnya yg duduk dengan tenang.


" Dia seperti Ibunya " Gumam Samuel mengusap lembut kepada Afdhal.


Samuel menambah laju,tak lama mereka pun sampai di apartemen.


Samuel menggendong Afdhal dengan sangat jantan,lelaki itu terlihat begitu tenang dan lugas berjalan walau beberapa mata menatap kearahnya.


" O om " Panggil Afdhal sedikit takut.


" Iya ?" Jawab Samuel berhenti sejenak.


Afdhal menatap Samuel dalam lalu tiba2 menyembunyikan wajahnya.


Samuel tersenyum kecil seraya mengusap lembut kepala bocah tersebut,mereka pun kembali melangkah masuk.


Ting nong....


Suara pintu terdengar,Samuel melangkah masuk dengan kunci aslinya.


" Itu siapa ?" pekik seorang wanita kaget melihat suaminya.


" Kau sudah bersiap ?" tanya Samuel tenang.


Leni mengangguk kecil.


" Baiklah,aku akan mandi dulu " jawab Samuel kembali berjalan.


Leni mengangguk kecil masih dengan wajah syoknya.


Afdhal kembali bersembunyi takut,bocah itu memang merasa asing dengan keadaan sekitar apalagi ia jarang bertemu.


" Itu anak siapa ?" Gumam Leni heran.


Wanita itu mencoba mengingat tapi di ingatannya Samuel tak punya keponakan.


Karna penasaran,Leni pun mengejar Samuel yg membawa bocah itu masuk kekamar mereka.


" Kau duduk disini dulu ya,Om mau mandi " Ucap Samuel tersenyum manis.


" Atut " Jawab Afdhal merengek.


" Gak,Om gak lama kok " Kata Samuel membujuk.


" Len " Panggil Samuel melihat istrinya yg begitu kepo.


" Ya " Jawab Leni mendekat.


" Kau jaga anak ini,jangan sampai dia menangis atau aku akan mengusir mu dari apartemen !" Kata Samuel sedikit mengancam.


" Hah !" pekik Leni terbelalak.


Tanpa menunggu jawaban,Lelaki itu bergegas pergi kekamar mandi.


Kini tinggallah Leni dan Afdhal yg saling bertatapan bingung.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2