Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
369


__ADS_3

Disebuah rumah sakit seorang pria terdiam mendengar penjelasan dokter tentang dirinya.


" Jadi menurut Dokter ginjal saya tidak cocok untuk Winda ?" tanya Malvin pelan.


" Iya Pak,jika dipaksakan nanti malah membuat kondisi semakin sulit dan anak bapak bisa terkena komplikasi " Jawab Dokter.


Malvin terdiam mendengar ucapan Dokter yang begitu menyayat hatinya.


" Kalau bukan saya lalu siapa lagi Dok,anak saya sudah skarat " kata Malvin bergetar.


" Kami sudah mencoba mencari Pak,tapi sampai saat ini belum ketemu,banyak orang menolak " Jawab Dokter.


" apa upah yang saya tawarkan kurang ?" Tanya Malvin nanar.


" Bukan masalah biayanya,tidak semua orang mau merelakan organ tubuhnya untuk didonorkan " Jelas Dokter.


Malvin mengusap wajahnya kasar,pria itu terlihat frustasi dengan kenyataan yang ada padahal ia sudah sangat siap jika harus memberi 1 ginjalnya kepada sang putri.


" Lalu apa yang harus saya lakukan Dok ? anak saya setiap hari mulai melemah " Tanya Malvin bingung.


" Jangan berputus asa Pak,pasti akan ada jalan keluar " Balas Dokter.


" Saya takut kehilangan anak saya Pak,dia gadis baik2 " Kata Malvin hampir menangis.


Dokter terdiam,ia juga merasa kasihan kepada Winda,tapi mereka tak bisa melakukan banyak hal karna keadaan yang tak mendukung.


Setelah berkonsultasi kepada Dokter Malvin pulang dengan wajah kecewa.


Pria itu berkendara dengan tatapan kosong,sungguh hati seorang Ayah itu begitu sakit saat ini mengingat anaknya diambang maut.


Malvin bingung mau kemana,pikirannya benar2 kalut ia butuh tempat tenang untuk refreshing hingga pria itu memilih sebuah cafe untuk berlabuh.


Malvin duduk disana sendirian ditengah padang rumput yang dipangkas rapi,dengan sebungkus rokok dan kopi hitam.


Meski Malvin belum makan sama sekali tapi pria itu tak merasa lapar karna terlalu banyak masalah dalam otaknya saat ini.


" Apa yang harus aku lakukan ?" Gumam Malvin terus menyesap rokoknya dan menghembuskan ke udara.


Masalah Sindi belum selesai kini masalah Winda juga tak tau harus melakukan apa.


Beberapa kali pria itu menarik nafas hingga maniknya tak sengaja melihat seorang pria berdiri didepan toilet yang tak jauh dari jangkauan matanya.


" Bukannya itu Samuel ?" Gumam Malvin lirih.


Terlihat pria dengan kaos hitam itu masuk kesalah satu pintu toilet dan menghilang.


Malvin terus melihat hingga pria bidikannya kembali muncul.


Samuel mendongak dan mengernyit melihat pria yang ia kenal juga.


" Bukannya itu Om Malvin " Gumam Samuel pelan.


Pria tampan itu melihat kiri kanan dan berjalan mendekat.


" Om " Sapa Samuel sopan.


" Iya " Jawab Malvin tenang.


" Sendirian aja Om ?" tanya Samuel.


" Iya " Jawab Malvin.


Samuel diam dan melirik asbak rokok yang dipenuhi bekas pria itu.


" Jangan kenceng2 merokok Om gak baik " Tegur Samuel.


" Iya " Jawab Malvin lagi.


Samuel menggaruk kepala dengan jawaban cuek pria dewasa tersebut.


" Ya udah Om aku em kesana dulu ya " Pamit Samuel tak enak.

__ADS_1


" Hm " jawab Malvin mengangguk.


Samuel pun mulai berjalan,baru tiga langkah tiba2 Malvin memanggilnya lagi.


" Kenapa Om ?" tanya Samuel.


" Bisa kau duduk disini ?" tanya Malvin.


" Aku lagi sama em anu Om " Jawab Samuel bingung.


" Apa ? kamu sama siapa ?" tanya Malvin.


" Sama em pacar aku Om " Jawab Samuel cengengesan.


" Oh kamu udah punya pacar ?" Tanya Malvin polos.


Samuel mengangguk ragu..


" Ya udah gih sana " Kata Malvin menghela nafas.


" Maaf ya Om,nanti aku temuin Om " Balas Samuel.


Malvin mengangguk lemah.


Samuel pun berjalan cepat keluar dari sana sebelum otaknya berubah pikiran..


" Ternyata Samuel udah punya pacar " Gumam Malvin lirih.


" Bearti dia dan Winda gak punya hubungan apa2 ?" Lanjut pria itu lesu.


Ntah mengapa mendengar Samuel menggandeng cewek lain membuat Malvin merasa sesak,ia pikir Samuel punya suatu hubungan dengan putrinya,karna mereka berdua telihat akrab meski Winda malu2.


Malvin kembali diam menikmati waktu sendirinya mencoba menenangkan diri.


Didalam ruangan,Samuel duduk tak tenang.


Bertemu dengan Malvin membuat mulut lelaki itu gatal ingin menanyakan kabar Winda tapi rasa malu yang tinggi membuat Samuel tak berani berucap.


" Hm gak papa Ma " Jawab Samuel.


Naya diam memperhatikan kekasihnya,saat ini mereka sedang makan sore menikmati senja di cafe yang sering Naya dan Samuel kunjungi,kali ini Samuel menganjak ibunya karna sekalian mengambil Lutfia pulang dari rumah sang Kakek.


" Oh iya Sam,nanti malam kamu jemput adik mu ya " Ucap Lutfia teringat.


" Mereka gak mau pulang ?" Tanya Samuel tenang.


" Ya kau tau lah gimana adik mu kalo dah disana " Jawab Lutfia.


" Ya mereka sangat nakal " Balas Samuel.


" Kasihan Papa mu,tiap hari dia kangen sama anaknya " Kata Lutfia menghela nafas.


" Om pasti kesepian ya Te ?" tanya Naya prihatin.


" Iya Nay,gak ada yang bikin rusuh " Jawab Lutfia tersenyum.


Naya ikut tersenyum mengangguk.


Samuel hanya diam hingga maniknya melihat Malvin melewati mereka dan berdiri depan kasir.


" Om Malvin mau pulang,duh gimana nih ?" Batin Samuel gelisah.


Terlihat Malvin mengeluarkan dompetnya dan berjalan keluar.


" Hm aku keluar bentar ya " Kata Samuel buru2.


" Mau ngapain ?" Tanya Naya kaget.


" Ada urusan,bentar doang " Jawab Samuel.


" Ada apa Sam ?" Tanya Lutfia heran.

__ADS_1


" Bentar Ma " Jawab Samuel langsung berjalan menjauh.


Pria itu berlari mengejar Malvin yang akan memasuki mobilnya.


" Om " Pekik Samuel semakin kencang berlari.


Malvin yang merasa dipanggil tak jadi masuk mobil,pria itu menoleh kebelakang dan mendapati Samuel berlari kearahnya.


" Samuel " Gumam Malvin bingung.


" Om " Panggil Samuel mendekat.


" Ada apa ?" tanya Malvin tenang.


" Hm Om mau kemana ?" Tanya Samuel.


" Kenapa ?" Tanya Malvin.


" Em em gimana em kabar Winda Om ?" Tanya Samuel menggaruk kepala.


Deg...


Malvin tersentak melihat pria itu kaget.


" Winda ?" Ulang Malvin.


" Iya Winda anak Om " Jawab Samuel.


" Dia baik " Ucap Malvin tenang.


" Benarkah,apakah dia em masih.." Kata Samuel salah tingkah.


" Ya,dia harus banyak istirahat " Jawab Malvin tau apa yang akan ditanyakan Samuel


" oh syukurlah dia masih hidup " Gumam Samuel pelan.


" Maksud mu ?" Tanya Malvin terdengar samar2.


" Hah bukan apa2 Om " Jawab Malvin kelabakan.


" Ya udah " kata Malvin kembali ingin masuk.


" Om " Tahan Samuel.


" Apa lagi ?" tanya Malvin gemas.


" Em apa aku boleh berkunjung ?" tanya Samuel ragu.


" Untuk apa ?" Tanya Malvin datar.


Samuel terdiam,pria itu cukup terkejut dengan jawaban Malvin yang terdengar kurang suka.


Malvin menghela nafas panjang dan menepuk pundak Malvin pelan..


" Jika ingin berteman dengan Winda,Om tak masalah tapi tolong jangan sakiti dia " ucap Malvin serius.


" Maksud Om ?" Tanya Samuel bingung.


" Kami sudah pindah,jika mau berkunjung silahkan " Jawab Malvin.


Samuel terlihat kebingungan dengan ucapan Malvin yang tadi.


Malvin memberi alamat kontrakan anak istrinya kepada Samuel dan berpamitan pulang.


Mobil pria itu pun mulai melesat keluar,Samuel masih terdiam mematung..


" Mereka sudah pindah ? kenapa ?" Gumam Samuel bingung.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2